pubin
Banned
- Messages
- 6,448
- Joined
- Jul 8, 2011
- Messages
- 6,448
- Reaction score
- 51
- Points
- 70
Topik pasal apa ni? Macam best je. -.-''
kajian sejarah masa silam dan permainan iblis menyesatkan manusia, part ni jerlah, bukan semua..
Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Note: This feature may not be available in some browsers.
Topik pasal apa ni? Macam best je. -.-''
kajian sejarah masa silam dan permainan iblis menyesatkan manusia, part ni jerlah, bukan semua..![]()
pertama, aku tak "quote" atau "reply" sapa2 dan lantak ler, sorang2 aku.. hehe
keduanya, terjemahan al-Quran ikut akidah muktazilah.. Allah ada anggota tubuh (organ)
ketiga, macam mana dia boleh faham ayat [al-Maidah:64] dan [al-Imran:73] sebagai "ayat perbandingan"..
inilah yang berulang2 kali berlaku semenjak dulu, tak faham aku apa yang ada dalam kepala dia... tu yg bosan pula nak layan.. hehe![]()
Nota: "TANGAN" & "MATA" qjjl SWT x blh difhmi sama spt kita memahami maksud anggota tangan & mata makhluk-Nya, spt yg tlh ditrgkan dlm post2 sblm ini...
Ea? Pasal mata ke? Tak baca habis, panjang sangat. Cuma jangan kita tersesat(dalam keadaan tak sedar) lalu kita menyesatkan orang lain sudah lah.
Wallahualam.
Dan tiadalah sebarang kuasa bagi seseorang untuk beriman melainkan dengan izin Allah (10.100)
klu mmg betul bersumberkan drpd Al-Quran, seterusnyer tgk pulak sape yg tafsirkan ayat2 tuh...tak sesatnya kalau Allah tak diizinkan utk dia sesat, takyah perlu risau...
manakala yang kebanyakan tu pula, kaki ikut, dia tu sememangnya dah pun sesat..
so takda beza kalau dia lompat parti, "parti sesat A" ke "parti sesat B".. hehe
yang perlu dirisaukan, cerita yang ada bersumberkan daripada al-Quran atau tak..
Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku (Shad: 75)
(Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka"(al-Maidah: 64)
Yang berlayar dengan penglihatan dua mata kami (al-Qamar: 14)
Dan tetap kekal wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (ar-Rahman: 27)
Dan Kami tidak mengutuskan seseorang Rasul melainkan dengan bahasa kaumnya (Quraish Dialect) [Ibrahim:4]
They have been thinking of the Ajami Arabic as the known Language of the Qur’an. By Ajami Arabic I mean applying the Zoro-Persian or any alien concepts to the Arabic words and terms of the Qur’an.
While the language of the Qur’an remained untouched, its words and terms were made to lose the splendor they so beautifully conveyed in the original, revealed Arabic. So much so, that the Qur’anic terms were dressed up with the erroneous philosophies prevalent in the once Zoroastrian culture of Persia, and they became widely accepted even among the Arabs!
This staggering tragedy explains why, how and where, even the Arabic speaking people lose their touch with the Qur’an!
This does not, however, mean that a non-Arab can never understand Arabic in its true spirit: it means no more and no less than that he cannot really master it through academic study alone, but needs, in addition to philological learning, an instinctive "feel" of the language. Now it so happens that such a "feel" cannot be achieved by merely living among the modern Arabs of the cities. Although many of them, especially the educated ones, may have subconsciously absorbed the spirit of their language, they can only rarely communicate it to an outsider - for the simple reason that, however high their linguistic education, their daily speech has become, in the course of centuries, largely corrupted and estranged from pristine Arabic. Thus, in order to obtain the requisite "feel" of the Arabic language, a non-Arab must have lived in long and intimate association with people whose daily speech mirrors the genuine spirit of their language, and whose mental processes are similar to those of the Arabs who lived at the time when the Arabic tongue received its final colouring and inner form. In our day, such people are only the bedouin of the Arabian Peninsula, and particularly those of Central and Eastern Arabia. For, notwithstanding the many dialectical peculiarities in which their speech may differ from the classical Arabic of the Qur'an, it has remained - so far - very close to the idiom of the Prophet's time and has preserved all its intrinsic characteristics.3 In other words, familiarity with the bedouin speech of Central and Eastern Arabia - in addition, of course, to academic knowledge of classical Arabic - is the only way for a non-Arab of our time to achieve an intimate understanding of the diction of the Qur'an. And because none of the scholars who have previously translated the Qur'an into European languages has ever fulfilled this prerequisite, their translations have remained but distant, and faulty, echoes of its meaning and spirit.
Sebenarnya! (Ayat-ayat Kami itu tidak ada cacatnya)*
bahkan mata hati mereka telah diselaputi kekotoran*
dengan sebab yang mereka kerjakan
(Al-Mutaffifeen:14)
pubin.. makan kenduri nampak...
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal mengenal
Surah al.Hujurat (13)
akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (di bawah pengaruh fahaman Muktazilah)
Rujuk #post 3
al-Asy’ari (ASWJ / Sunni) menyatakan Allah memiliki wajah, tangan, dan dua mata yang sesuai dengan kemuliaan-Nya...
Mengimani bahawa Allah memiliki dua tangan, namun tidak boleh ditanyakan bagaimana keadaannya, sebagaimana dalam firman-Nya:
Mengimani bahawa Allah memiliki dua mata, namun tidak boleh ditanyakan bagaimana keadaannya, sebagaimana firman Allah:
Mengimani bahawa Allah memiliki wajah, namun jangan ditanya bagaimana keadaannya, sebagaimana dalam firman-Nya:
dan juga mengimani bahawa Allah memiliki kaki dsbnya.. bla.. bla... bla... (organ-organ), namun jangan ditanya bagaimana keadaannya...
manipulasi ke atas terjemahan al-Quran....
post #243
dalam satu forum itu mereka mengaku bahawa hari ini dialek Quraish telah lama tidak digunakan...
masih juga terdapat sedikit2 quraish dialect yg digunakan dikalangan org badwi asli
(puak2 yg tinggal di pendalaman dan berasingan serta menjadikan budaya mereka kurang terpengaruh dengan budaya Parsi etc.)
bagaimana dgn pula hadis?
daripada orang Imam Parsi daripada Uzbekistan??
bila pula dia belajar Quraish Dialect???? post #243
Quraish Dialect atau Pengaruh Majusi / Zoro-Persian???
as-Sayuti said
Ahli Sunnah Wal Jamaah = Muktazilah ?
tonton kesimpulan permainan Ash'ari pada minit 15:35
