pubin
Banned
- Messages
- 6,448
- Joined
- Jul 8, 2011
- Messages
- 6,448
- Reaction score
- 51
- Points
- 70
sebab mukjizat alquran ni terlampau hebat
mutasyaabihaat ler tu.. dan nkorang group hebatlah nie..
(ali-Imran-7)
Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Note: This feature may not be available in some browsers.
sebab mukjizat alquran ni terlampau hebat
Ahlul zikri tu pihak ke berapa?
Ko kata kononnya utk mengesahkan fakta
ada ker jawapan dia orang masuk dalam al-Quran?
dan fakta bagaimana?

mutasyaabihaat ler tu.. dan nkorang group hebatlah nie..
(ali-Imran-7)

ada ker jawapan dia orang masuk dalam al-Quran?
padahal dalam ayat tu "Ahlu Zikri" UNTUK MENGESAHKAN FAKTA
Siapa kata boleh tahu tarikh secara spesifik?
Tanda bukan membawa maksud tarikh secara spesifik... yg penting dah dekat.
Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang hari kiamat:
Bilakah masa datangnya?
Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah ada di sisi Tuhanku
tidak ada sesiapa pun yang dapat menerangkan kedatangannya pada waktunya melainkan Dia
(Huru-hara) hari kiamat itu amatlah berat di langit dan di bumi
ia tidak datang kepada kamu melainkan secara mengejut
Mereka bertanya kepadamu seolah-olah engkau sedia mengetahuinya
Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan mengenai hari kiamat itu adalah di sisi Allah
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui
[surah al-'Araaf : 187]
macam mana tafsiran nko dan ulama-ulama nko lagi hebat daripada Allah ni?
Allah cakap "Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah ada di sisi Tuhanku"
nko dan ulama cakap "kami tahu bila ianya berlaku melalui tanda-tanda Kiamat"![]()

mutasyaabihaat ler tu.. dan nkorang group hebatlah nie..
(ali-Imran-7)

Kalau kira blur sket... tolak ayat AQ dengan alasan mutasyabihat.
Di suruh selawat ke atas Nabi saw... tak tahu... takde cara dalam AQ.
Mutsyabihat lah tu kot
Lihat sendiri ko nyer post di bawah, kau telah mengaku Ahlul Zikri utk mengesahkan fakta
ada ker jawapan dia orang masuk dalam al-Quran?
dan fakta bagaimana?
sama applikasi dengan kaedah korang sekarang ke atas al-Quran?
Pendapat 4
(Bagi menjawab mereka, Nabi Muhammad) berkata:
“Tuhanku mengetahui tiap-tiap perkataan di langit dan di bumi
dan Dia lah jua yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui”.
bahkan mereka menuduh dengan berkata
Al-Quran itu perkara karut yang dimimpikan oleh Muhammad
bahkan perkara yang diada-adakan olehnya
bahkan Muhammad sendiri seorang penyair
maka hendaklah ia membawa kepada kita satu mukjizat
sebagaimana mukjizat-mukjizat yang dibawa oleh Rasul-rasul yang telah diutus dahulu
Tidak ada penduduk sesebuah negeri pun yang Kami binasakan sebelum mereka
yang telah beriman kepada mukjizat yang diberi kepadanya
maka benarkah mereka yang meminta mukjizat itu mahu beriman?
Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu
melainkan orang-orang lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka
maka bertanyalah kamu kepada berilmu (AhluzZikri) jika kamu tidak mengetahui
Dan Kami tidak menjadikan Rasul-rasul itu bertubuh badan yang tidak makan minum
dan mereka pula tidak akan kekal hidup selama-lamanya
Kemudian Kami tepati janji Kami kepada mereka
lalu Kami selamatkan mereka dan sesiapa yang Kami kehendaki
dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu sebuah Kitab (Al-Quran)
yang mengandungi perkara yang menimbulkan sebutan baik dan kelebihan untuk kamu
maka mengapa kamu tidak memahaminya?
(al-Anbiya:4-10)
Berilmu (AhluzZikri): Iaitu bertanyakan kepada orang yang berilmu di antara umat-umat tersebut seperti Yahudi, Nasrani dan aliran-aliran lain. Pertanyaan itu berkaitan samada Rasul yang datang kepada mereka itu manusia atau para Malaikat? Mereka hanyalah manusia.
Ayat di atas tidak menunjukkan apa-apa perintah Allah supaya kita beriman dengan Pembawa Cerita. Pertanyaan tersebut adalah kepada orang berilmu daripada gologan "Yahudi, Nasrani dan aliran-aliran lain" dan sekadar berkaitan samada "Rasul yang datang kepada mereka itu manusia atau para Malaikat". Ianya tidak melibatkan pertanyaan bagi menafsirkan ayat-ayat Allah, atau untuk menjadi sumber hukum di dalam agama Islam.
![]()
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah menceritakan kepada kami
Hisyam dari Ma'mar dan dari jalur lain telah menceritakan kepadaku Abdullah bin
Muhammad telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah menceritakan kepada kami
Ma'mar dari Az Zuhri dari 'Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma dia
berkata;
"Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendekati ajalnya
sedangkan di rumah beliau telah hadir beberapa orang
diantaranya adalah Umar bin Khattab
maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
"Kemarilah, saya akan menulis suatu catatan yang kalian tidak akan tersesat sepeninggalku."
Lalu Umar berkata; "Tampaknya sakit beliau bertambah parah
bukankah di sisi kalian terdapat Al Qur'an?
Cukuplah bagi kita Kitabullah."
Orang-orang yang berada di sekitar beliau ketika itu berbeda pendapat
lalu mereka saling berbantah-bantahan
Ada yang mengatakan; "Mendekatlah kepada beliau
supaya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dapat menuliskan suatu wasiat buat kalian
agar kalian tidak tersesat sepeninggalnya."
Dan yang lain berpendapat seperti perkataan Umar
sehingga mereka menjadi ribut di sekitar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Berdirilah kalian semua (maksudnya pergi dari sisi beliau)."
Ubaidullah mengatakan; Ibnu Abbas berkata;
"Kerugian besar (bagi kaum Muslimin), mereka gagal menuliskan pesan terakhir Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
karena mereka saling berbantah-bantahan di sekitar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
(Sahih Bukhari, 5237)
Sahih Bukhari Volume 007, Book 070, Hadith Number 573.
Hadith of the pen and paper
Sunni Muslims refer to this episode as the "Event of Thursday". It is generally seen as a minor event and a test by Muhammad of his "Companions". The Companions are considered to have chosen to do the right thing and passed the test, having remained free from criticism by Muhammad for the rest of the days he remained with them. Further Sunni's say it was not a matter of disobedience but rather it was Umar’s Ijtihad in that situation.[5] This period (from Thursday to Monday) during which Muhammad remained with the Companions after this incident was also not utilized to make a will - which, Sunnis argue, confirms that it was not an important document to be written but rather a simple test to know whether the Ummah is aware of the message of the Qur'an. The following passage is cited as evidence: "This day have I perfected your religion for you, completed My favour upon you, and have chosen for you Islam as your religion." (5:3).; Hadith of the pen and paper
Bukti Permintaan Rasulullah SAW sebagai satu ujian
Rakan kamu tidaklah ia menyeleweng
dan ia pula tidak sesat
Dan ia tidak memperkatakan menurut kemahuan dan pendapatnya sendiri
Segala yang diperkatakannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya
(An-Najm:3-4)
pertamanya, kita perlu sedar...
pendirian Rasulullah SAW bukanlah boleh kita anggap seperti pendirian kanak2 atau orang kebiasaan
yang menukarkan percakapannya sesuka hati..
oleh itu dan jika ianya bukan satu ujian
maka Rasulullah SAW pasti meneruskan dengan menulis wasiat
perbuatan Rasulullah SAW membatalkan permintaannya sendiri
adalah bukti ianya ujian ke atas sahabat semata-mata
ujian agar para sahabat berpegang teguh kepada al-Quran (Cukuplah bagi kita Kitabullah)
dalam pada itu, sebahagian daripada mereka gagal ujian dan berbalah sesama sendiri...
Kemudian umat Rasul-rasul itu
berpecah-belah dalam urusan ugama mereka
kepada beberapa pecahan
tiap-tiap golongan bergembira dengan apa yang ada pada mereka
Maka biarkanlah mereka tenggelam dalam kesesatannya itu
hingga ke suatu masa
(Al-Mu’minun:53-54)

nko ni tahu baca ker tidak.. hehe
ayat tu cakap "tidak ada sesiapa pun yang dapat menerangkan kedatangannya pada waktunya melainkan Dia"
so....