muridmurid
Active+ Member
- Messages
- 4,462
- Joined
- Nov 19, 2010
- Messages
- 4,462
- Reaction score
- 67
- Points
- 30
“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(yaitu)orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya,
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan )
yang tiada berguna…”
(QS al-Mukminun: 1-11).
(yaitu)orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya,
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan )
yang tiada berguna…”
(QS al-Mukminun: 1-11).
7 (Tujuh) Ciri Mukmin yang Beruntung
Dari ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa mukmin yang beruntung adalah yang memiliki tujuh sifat atau ciri yang harus kita miliki dalam hidup ini. Karenanya menjadi penting untuk kita pahami dengan sebaik-baiknya.
1.Khusyuk dalam shalat, yakni shalat yang disertai rasa takut kepada Allah SWT dan ia yakin akan berjumpa dengan-Nya sehingga shalatnya dilaksanakan denganpenuh konsentrasi dan akan membekas dalam kehidupan sesudah shalat.Allah SWT berfirman,
“ Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dansesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya, ”(Al-Baqarah; 45-46).
2.Meninggalkan segala bentuk kesia-siaan, baik dalam bentuk perkataan maupunperbuatan. Hal ini karena keberadaan seorang Mukmin tentu saja harus memberimanfaat bagi manusia sehingga akan membuatnya menjadi manusia yang terbak didunia maupun di akhirat. Rasulullah saw bersabda,
“ Sebaik-baik orang adalahyang paling bermanfaat bagi orang lain,” (HR Muslim).
Begitu pula bila memiliki ilmu, seorang mukmin akan memanfaatkan ilmunyadengan baik agar ia tidak diazab. Rasulullah saw bersabda,
“ Orang yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang yang berilmu tapi tidak memanfaatkannya, ” (HR Thabrani).
3.Menunaikan zakat sehingga hartanya bersih dari segala kemungkinan yang haramdan hatinya juga bersih dari sifat-sifat yang tercela dalam kaitan dengan harta,seperti kikir, terlalu cinta harta dan sebagainya. Zakat, infak dan sedekahmerupakan bentuk-bentuk mengeluarkan harta di jalan kebaikan sebagai ciri orangyang beriman, sehingga mereka pun mendapat jaminan surga dari Allah SWT.Firman Allah,“ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin,diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka, ” (QS at-Taubah: 111).
4.Menjaga kemaluansehingga terhindar dari zina, yakni melakuakn hubunganseksual kepada orang yang bukan istri atau suaminya. Karena zina merupakanperbuatan tercela yang tidak mungkin dilakukan seorang mukmin sejati, karenanyahukuman untuk pezina sangat berat.
5.Memelihara amanah atau kepercayaan yang diberikan kepadanya. Mukmin yang beruntung menyadari bahwa jika diberi kercayaan dalam berbagai bentuk itumerupakan sesuatau yang akan selalu dijaga dan dipelihara. Sebab, hal itumerupakan sesuatau yang dipahami pertanggung jawabannya dihadapan AllahSWT. Firman-Nya,“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu
menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui, ” (QS al-Anfal: 27).Karena begitu penting memelihara amanah sebagai salah satu kunci untukmendapatkan keberuntungan, maka amanah itu tidak bisa dipisahkan dari imansehingga bisa dipastikan ketiadaan iman bagi orang yang tidak mampu memelihara amanah, Rasulullah saw bersabda,“ Tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak (sempurna) agama seseorang yang tidak menunaikan janji, ” (HR Ahmad).
6.Memenuhi janji, baik janji kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia.Ketika manusia berjanji kepada Allah, seorang Mukmin akan memenuhinya, yakniselalu beribadah kepada-Nya. Allah SWT berfirman,
“ Hanya kepada Engkaulahkami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan,”
(QS al-Fatihah: 5)
.Begitu juga dengan janji kepada sesama manusia yang nantinya akan dimintaipertanggung jawaban. Allah SWT berfirman,
“ Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) samapi iadewasa dan penuhilah janji itu pasti diminta pertanggung jawabnya, ” (QS al-Isra: 34).
7.Memelihara shalat sehingga ia selalu menunaikan shalat dengan sebaik-baiknyayang telah diwajibkan kepadanya. Dari shalat yang ditunaikan dengan baik inilah,akan lahir dari dirinya kepribadian yang shalih yang selalu menunjukkan prinsip-prinsip shalat dalam kehidupan sesudah shalat, sehingga shalat tidak sekedar dikerjakan, tapi didirikan yang pengaruhnya bisa mencegah dirinya dari perbuatankeji dan munkar. Allah SWT berfirman,
“ Bacalah apa yang telah diwahyukankepadamu, yaitu al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnyashalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dansesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannyadari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS al-Ankabut: 45).
Sumber
Last edited:
