BTC USD 76,160.4 Gold USD 4,341.92
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Shell akan Jual Bisnis SPBU di Malaysia ke Saudi Aramco Senilai Rp16 T

puyol

CG Top Poster Club
gem
Messages
43,833
Top Poster #9
Joined
Jun 28, 2011
Messages
43,833
Reaction score
7,407
Points
481
2024_04_16-21_35_06_2f8ed070-fc00-11ee-9ab0-0242ac14000e_960x640_thumb.jpg


Raksasa migas Inggris, Shell, berencana menjual seluruh bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) miliknya di Malaysia. Shell dilaporkan tengah melakukan pembicaraan dengan raksasa migas Arab Saudi, Saudi Aramco, dengan kesepakatan bernilai hingga US$ 1 miliar atau lebih dari Rp 16 triliun.

Shell mengoperasikan jaringan SPBU terbesar kedua di Malaysia, dengan yang terbesar dikuasai oleh Petronas. Di Asia Tenggara, total Shell mengoperasikan sekitar 950 SPBU.

Terkait penjualan bisnis SPBU-nya di negara tersebut, Shell dilaporkan telah memulai negosiasi pada akhir 2023. “Kesepakatan mungkin akan diselesaikan dalam beberapa bulan mendatang,” kata seorang sumber yang mengetahui masalah ini, seperti dikutip dari Reuters, Senin (6/5).

Shell menolak berkomentar mengenai pembicaraan tersebut namun mengatakan Malaysia adalah pasar penting bagi mereka. Saudi Aramco juga menolak berkomentar. Dua sumber lain yang mengetahui masalah ini menyebutkan bahwa potensi besaran kesepakatan sekitar US$ 844 juta hingga US$ 1,06 miliar (4-5 miliar ringgit).

Selain stasiun bahan bakarnya, Shell menjual pelumas industri, memproduksi minyak mentah dan gas alam di lepas pantai negara bagian Sarawak dan Sabah, dan merupakan mitra usaha patungan dalam dua usaha gas alam cair (LNG).

Penjualan bisnis SPBU di Malaysia tersebut merupakan bagian dari upaya CEO Wael Sawan untuk memfokuskan operasi perusahaan pada bisnis yang paling menguntungkan.

Shell mengatakan akan melakukan divestasi 500 SPBU pada tahun ini dan tahun depan. Perusahaan sedang dalam proses menjual kompleks kilang dan petrokimianya di Singapura.

“Upaya Shell untuk menjual stasiun bahan bakarnya di Malaysia konsisten dengan langkahnya menjual kilang minyaknya di Pulau Bukom di Singapura, yang memasok jaringan tersebut,” kata seorang sumber.

Saudi Aramco tidak memiliki stasiun bahan bakar di Malaysia, meskipun mereka memiliki 50% dari kilang Pengerang yang berkapasitas 300.000 barel per hari (bph) di Johor dalam usaha patungan dengan Petronas, yang menjual bahan bakar di dalam negeri dan untuk ekspor.

Aramco mengoperasikan pompa bensin di Arab Saudi dan juga mengoperasikan pompa bensin di tempat lain dalam usaha patungan dengan TotalEnergies Perancis dan S-Oil Corp Korea Selatan.

https://katadata.co.id/berita/energi/6638be23867bb/shell-akan-jual-bisnis-spbu-di-malaysia-ke-saudi-aramco-senilai-rp16-t
Penulis: Happy Fajrian
 
situasi bisnis skrg macam minta tolong dari jutawan pak arab...
 
BP malaysia - Kalo x silap dimiliki oleh koperasi ATM

harap Shell leh lah suh Cuepacs beli.... jual minyak mur2 kt staf awam... ngeh3
 
ni berita dr indon ke..penin baca
 
RON97 die padu, naik moto p kerje boleh tahan 2 minggu
RON97 stesen lain seminggu je
 
Sebuah sumber berkata usaha Shell untuk menjual stesen minyak Malaysia adalah konsisten dengan langkahnya untuk menjual kilang penapisannya di Pulau Bukom di Singapura, yang membekalkan rangkaian itu.
 
RON97 die padu, naik moto p kerje boleh tahan 2 minggu
RON97 stesen lain seminggu je
kalau ikutkan minyak lebih kurang sama je bang...
aku pilih stesen minyak based on nozzle pump bang...Shell punya nozzle paling aku suka...

Petronas punya nozzle paling haprak...terumata yg stesen lama...nak adjust minyak minyak yg hujung2 tu dia punya nozzle keras boleh tepercik minyak....
 
Back
Top
Log in Register