king_diamond
Legendary Member

- Messages
- 10,160
Paid Membership
- Joined
- Sep 3, 2008
- Messages
- 10,160
- Reaction score
- 360
- Points
- 131
SEJARAH ANIME
Anime adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan filem animasi/kartun Jepun. Kata tersebut berasal dari kata animation yang dalam lafaz bahasa Jepun menjadi animeshon. Kata tersebut kemudian disingkat menjadi anime. Meskipun pada dasarnya anime tidak dimaksudkan khusus untuk animasi Jepun, tetapi kebanyakan orang menggunakan kata tersebut untuk membezakan antara filem animasi buatan Jepun dan non-Jepun.
Sejarah karya animasi di Jepun diawali dengan First Experiments in Animation oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913. Kemudian diikuti filem pendek (waktu tayangan hanya sekitar 5 minit) karya Oten Shimokawa yang berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki tahun 1917. Pada saat itu Oten memerlukan waktu 6 bulan hanya untuk mengerjakan animasi sepanjang 5 minit tersebut dan masih berupa “filem bisu”. Karya Oten itu kemudian disusul dengan anime berjudul Saru Kani Kassen dan Momotaro hasil karya Seitaro Kitayama pada tahun 1918, yang dibuat untuk pihak movie company Nihon Katsudo Shashin (Nikatsu).
Pada tahun 1918 Seitaro kembali membuat anime dengan judul Taro no Banpei. Tetapi semua catatan tentang anime tersebut dikatakan hilang akibat gempa bumi di Tokyo pada tahun 1923. Selain Oten dan Seitaro, ada juga beberapa animator lain seperti, Junichi Kouichi (Hanahekonai Meitou no Maki, 1917), Sanae Yamamoto (Obasuteyama, 1924), Noburo Ofuji (Saiyuki, 1926 dan Urashima Taro, 1928), Yasushi Murata (Dobutsu Olympic Taikai, 1928). Pada saat itu, muncul pula anime pertama yang mempunyai sekuel yaitu Sarugashima (1930) dan kelanjutannya yaitu Kaizoku-bune (1931).
Pada tahun 1927, Amerika Syarikat telah berhasil membuat animasi dengan menggunakan suara (pada saat itu hanya menggunakan background music). Jepun kemudian mengikuti langkah itu dan anime pertama dengan menggunakan suara musik adalah Kujira (1927) karya Noburo Ofuji. Sedangkan anime pertama yang “berbicara” adalah karya Ofuji yang berjudul Kuro Nyago(1930) dan berdurasi 90 saat.
Salah satu anime yang tercatat sebelum meletus Perang Dunia II dan merupakan anime pertama dengan menggunakan optic track (seperti yang digunakan pada masa sekarang) adalah Chikara To Onna No Yononaka (1932) karya Kenzo Masaoka. Dalam tahun 1943 Masaoka bersama dengan seorang muridnya, Senoo Kosei, mereka membuat kurang lebih lima episode anime berjudul Momotaro no Umiwashi (Momotaro, the Sea Eagle). Anime yang ditayangkan ini merupakan anime Jepun pertama dengan durasi lebih dari 30 minit (short animated feature filem).
Mendekati akhir dari Perang Pasifik, yaitu pada bulan April 1945, Senoo telah membuat dan menampilkan kurang lebih sembilan episode anime yang merupakan karya besarnya, Momotaro: Umi no Shinpei (Momotaro: Devine Soldier of the Sea). Anime ini merupakan anime Jepun pertama yang berdurasi panjang, yaitu sekitar 72 minit (animated feature filem). Keduanya adalah anime propaganda yang mengadaptasi dari cerita legenda terkenal Jepun, Momotaro, dan merupakan salah satu dari anime paling popular pada masa tersebut.
Noburo Ofuji juga pernah mencuba membuat anime yang berwarna. Pada saat itu ia membuat anime Ogon no Hana (1930) dengan hanya 2 warna, tetapi tidak pernah dirilis. Anime pertama yang dirilis dengan warna baru muncul lama setelah itu yaitu Boku no Yakyu (194 karya Megumi Asano. Setelah Perang Dunia II, industri anime dan manga bangkit kembali berkat Osamu Tezuka. Orang yang digelar “God of Manga” ini pada saat itu baru berusia sekitar 20 tahun dan karyanya adalah Shintakarajima yang muncul pada tahun 1947.
Hanya dalam beberapa tahun saja, Tezuka kemudian menjadi sangat terkenal. Ozamu Tezuka Ketika habis masa kontraknya dengan Toei pada tahun 1962, Tezuka kemudian mendirikan Osamu Tezuka Production Animation Departement, yang kemudian disebut dengan Mushi Productions dengan produksi pertamanya filem pendek berjudul Aru Machi Kado no Monogatari (1962). Produk Mushi Production yang terkenal adalah Tetsuwan Atom. Namun Tetsuwan Atom bukanlah animasi televisi buatan tempatan pertama yang ditayangkan.
Tahun 1960 adalah pertama kalinya ditayangkan anime TV di Jepun, yaitu Mittsu no Hanashi (Tree Tales) – The Third Blood yang merupakan anime TV Special. Dilanjutkan dengan penayangan serial anime TV produksi Otogi-Pro berjudul Instant Story pada tanggal 1 Mei 1961 di stesen televisyen Fuji (Fuji Terebi). Walaupun tempoh tayangan hanya 3 minit, serial ini cukup mendapat populariti serta bertahan hingga tahun 1962. Penayangan anime tersebut merupakan merupakan tanda bagi kelahiran anime TV Series produksi Jepun yang pertama. Meski demikian, Tetsuwan Atom adalah anime pertama yang ditayangkan secara tetap. Program ini sangat terkenal bahkan sampai ke beberapa negara di luar Jepun (di Amerika Tetsuwan Atom dikenal sebagai Astro Boy).