بسم الله الرحمن الرحيم
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saya cetek ilmu tuan .. tuh sebab saya bertanya .... Sebab setau saya sekadar nak sebut nama Allah tidak ada masalah dimana jua ... Kecuali jika nak baca al quran memang ada batas2 tertentu... Ker tuan ada pandangan lain?
Jika kalimah "
sebut" dlm pertanyaan saudara Jejantas di atas bermaksud "
menyebut dengan suara/lisan yg blh didgr oleh org lain" maka sy berikan dalil mengapa perkara sedemikian dimakruhkan oleh para ulama' spt di bwh.
Hadis 1: Dilrg berckp2 semasa qadha hajatTelah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar bin Maisarah telah menceritakan kepada kami Ibnu Mahdi telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin Ammar dari Yahya bin Abu Katsir dari Hilal bin 'Iyadh dia berkata; Telah menceritakan kepada saya Abu Sa'id dia berkata;
"
Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah dua orang laki-laki pergi ke tempat buang hajat dalam keadaan membuka aurat keduanya, lalu bercakap-cakap, karena sesungguhnya Allah 'azza wajalla membenci demikian."
Abu Dawud berkata; kalimat ini tidak diisnadkan kecuali oleh Ikrimah bin Ammar.
Sumber: Sunan Abu Daud,
hadis #14.
Ulasan: Jika berckp2/berbual2 shj tanpa menyebut nama
qjjl SWT pon sdh dibenci oleh-Nya, maka tentulah sebutan yg melibatkan nama
qjjl SWT lbh dibenci oleh-Nya.
Hadis 2: Nabi Muhammad SAW x menjwb salam ketika buang hajat kecil
Telah menceritakan kepada kami Muhamad bin Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Sufyan dari adh-Dhahhak bin Utsman dari Nafi' dari Ibnu Umar;
"
bahwa seorang laki-laki pernah melewati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang saat itu sedang buang air kecil, lalu dia mengucapkan salam kepada beliau, namun beliau tidak menjawabnya."
Sumber: Sahih Muslim, Kitab Haid, Bab Tayamum,
Hadis #555
Ulasan: Jika salam yg wajib hukumnya utk dijwb ttp x dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, maka tentulah nama
qjjl SWT itu lbh tinggi martabatnya drpd menjwb salam utk disebutkan ketika qadha hajat. Hadis ini tlh diberikan oleh TT dlm post #1 dlm bhs Inggeris bersama satu hadis yg lbh kurang sama hasil riwayat Abu Daud, al-Nasaa’i dan Ibnu Majah.
Jika kalimah "
sebut" dlm pertanyaan saudara Jejantas di atas bermaksud "
menyebut hanya di dlm hati tanpa lisan atau suara yg kedengaran" majoriti ulama' mengatakan ia dibolehkan wlupon di dlmm tandas berdsrkan firman
qjjl SWT dlm ayat2 berikut;
"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya." Al-Ahzab, 41
"Karena itu, ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." Al-Baqarah, 152
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." Ali 'Imran, 190-191
Ulasan: "zikir", "ingatlah" dan "mengingat" adalah perbuatan yg x khusus kpd "sebutan dgn lisan/suara yg blh kedengaran" shj & x pula khusus kpd "sebutan dlm hati" shj. Oleh itu "zikir", "ingatlah" dan "mengingat" blh dilakukan dgn mana2 perbuatan bersesuaian dgn keadaan semasa.
Ini hanyalah pendpt peribadi yg dr sy yg jg cetek ilmu maka pendpt ini mgkn shj salah. Buatlah kajian lanjut sblm menerima mana2 pendpt. Semoga perkongsian ini ada manfaatnya.