Fiezpro84
Super Active Member

- Messages
- 5,410
Paid Membership
- Joined
- Jun 17, 2012
- Messages
- 5,410
- Reaction score
- 645
- Points
- 151
Sebuah Pencarian
Waktu aku jadi si kecil penakut
Engkau selalu jadi temanku terbaik ….. “Tuhan”.
tempat ku mengadu mengeluh menangis terisak tersedu dan bernaung
Engkau seolah milikku tak seorangpun boleh merebutnya
Engkau kesayanganku tempatku bermanja
bermain bernyanyi bergembira bersama
Tak pusingkan segala beda …
aturan …
adat atau agama
Engkaulah yang tersayang di antara kesayanganku yang lain …
ayah ibu
teman dan saudara
Kemanapun aku berada begitu mudahnya aku mengajakMu bermain
bercanda bercerita atau menemaniku tidur
riang ceria dalam mimpi indah bersama
……
Waktu aku jadi remaja
aku mulai ragu
“Tuhanku” sama atau tidak dengan Tuhan temanku
Tuhan si Anu … Si Itu …. atau si Ini
dia …. mereka …. masing-masing punya Tuhan
Tuhan milik mereka
aku tak tahu samakah dengan Tuhan milikku
ku cari telusuri pelajari keberadaanMu
dari cerita pelajaran sejarah dan kitab-kitab suci
mereka masing-masing punya Tuhan …
tapi …
samakah dengan Tuhanku
…..
Semakin beranjak ku dewasa menjadi orang yang sok tahu
aku merasa sangat tahu jalan menujuMu
merasa sangat benar sendiri tak peduli yang lain
kupilih Tuhan menurut selera dan keyakinanku
ajaran ini cocok dengan pandanganku
kitab ini sesuai dengan akal pikiranku
aturan ini pas dengan keinginanku
aku telah menemukan Tuhan
Yaaa … inilah Tuhanku
Inilah aku … ini milikku
Aku telah menemukan kebenaran…
inilah jalanku ….
akulah yang paling dekat dengan Tuhan
aku bisa langsung berhubungan dengan Tuhan
Tuhan pasti menerima amal kebaikanku
Tuhan pasti menyayangiku
Tuhan pasti mengasihiku
aku sangat yakin akan diriku
akulah yang benar ….
dimanapun aku berada
aku sangat yakin Tuhan berada di dekatku
aku telah menjadi orang yang suci
karena aku telah memilih jalan yang benar
jalan menurut rasio dan pemikiranku
….
Hari ini …
Waktu panjang telah terentang
detik dan jarum jampun terasa semakin cepat
umur semakin bertambah
usia semakin berkurang
kurasa kekerdilanku … kelemahanku
aku hanya selalu berharap
Ya Allah … Tuhanku
inilah usahaku dengan segala kelemahan
kekerdilan
ketakberdayaanku
ku cuba mencari
menemui
menghadap
Tunjukkanlah aku sebuah jalan
yaitu jalannya orang yang lurus
Tunjukkanlah aku selalu jalan itu
Akulah si buta yang ingin mencari warna pelangi
pelangi bersama warna warninya
ke manakah harus ku cari warna itu
sementara seperti apa warna itu saja aku tak tahu
apa lagi merah kuning hijau dan lainnya
warna pelangi? Bagaimanakah aku harus membedakannya
Kecuali seseorang mampu memberiku arah
petunjuk yang benar apakah warna itu
bagaimana cara membedakan warna itu
lalu di mana warna itu
juga ke mana harus ku cari pelangi
di langit tinggi?
Sungguh kasihan aku si buta ini.
Apalah lagi yang ku inginkan
adalah Sang Maha Gaib seperti Engkau Ya Allah
bagaimana mungkin aku akan mengenaliMu
di manakah akan ku cari diriMu
bagaimana pula aku harus berjumpa denganMu
bagaimana aku bisa mengenalMu
mungkin aku bisa mencintaiMu?
kalau mengenal saja belum pernah
apakah itu bukan sebuah lelucon yang tak lucu
Maka kalau bukan Engkaulah yang mengenalkan diri kepadaku
Engkau yang memberi petunjuk
memberi jalan
tidaklah mungkin aku bisa mendekat dan mengenalMu
apalagi akan mencintaiMu
Kabulkanlah permintaanku, berilah jalan
agar aku bisa
mendekat, mengenal dan akhirnya mencintaiMu.
Amin, Ya Allah, kabulkanlah permintaanku
Nukilan ~ Imam Sarjono (Perth)
Waktu aku jadi si kecil penakut
Engkau selalu jadi temanku terbaik ….. “Tuhan”.
tempat ku mengadu mengeluh menangis terisak tersedu dan bernaung
Engkau seolah milikku tak seorangpun boleh merebutnya
Engkau kesayanganku tempatku bermanja
bermain bernyanyi bergembira bersama
Tak pusingkan segala beda …
aturan …
adat atau agama
Engkaulah yang tersayang di antara kesayanganku yang lain …
ayah ibu
teman dan saudara
Kemanapun aku berada begitu mudahnya aku mengajakMu bermain
bercanda bercerita atau menemaniku tidur
riang ceria dalam mimpi indah bersama
……
Waktu aku jadi remaja
aku mulai ragu
“Tuhanku” sama atau tidak dengan Tuhan temanku
Tuhan si Anu … Si Itu …. atau si Ini
dia …. mereka …. masing-masing punya Tuhan
Tuhan milik mereka
aku tak tahu samakah dengan Tuhan milikku
ku cari telusuri pelajari keberadaanMu
dari cerita pelajaran sejarah dan kitab-kitab suci
mereka masing-masing punya Tuhan …
tapi …
samakah dengan Tuhanku
…..
Semakin beranjak ku dewasa menjadi orang yang sok tahu
aku merasa sangat tahu jalan menujuMu
merasa sangat benar sendiri tak peduli yang lain
kupilih Tuhan menurut selera dan keyakinanku
ajaran ini cocok dengan pandanganku
kitab ini sesuai dengan akal pikiranku
aturan ini pas dengan keinginanku
aku telah menemukan Tuhan
Yaaa … inilah Tuhanku
Inilah aku … ini milikku
Aku telah menemukan kebenaran…
inilah jalanku ….
akulah yang paling dekat dengan Tuhan
aku bisa langsung berhubungan dengan Tuhan
Tuhan pasti menerima amal kebaikanku
Tuhan pasti menyayangiku
Tuhan pasti mengasihiku
aku sangat yakin akan diriku
akulah yang benar ….
dimanapun aku berada
aku sangat yakin Tuhan berada di dekatku
aku telah menjadi orang yang suci
karena aku telah memilih jalan yang benar
jalan menurut rasio dan pemikiranku
….
Hari ini …
Waktu panjang telah terentang
detik dan jarum jampun terasa semakin cepat
umur semakin bertambah
usia semakin berkurang
kurasa kekerdilanku … kelemahanku
aku hanya selalu berharap
Ya Allah … Tuhanku
inilah usahaku dengan segala kelemahan
kekerdilan
ketakberdayaanku
ku cuba mencari
menemui
menghadap
Tunjukkanlah aku sebuah jalan
yaitu jalannya orang yang lurus
Tunjukkanlah aku selalu jalan itu
Akulah si buta yang ingin mencari warna pelangi
pelangi bersama warna warninya
ke manakah harus ku cari warna itu
sementara seperti apa warna itu saja aku tak tahu
apa lagi merah kuning hijau dan lainnya
warna pelangi? Bagaimanakah aku harus membedakannya
Kecuali seseorang mampu memberiku arah
petunjuk yang benar apakah warna itu
bagaimana cara membedakan warna itu
lalu di mana warna itu
juga ke mana harus ku cari pelangi
di langit tinggi?
Sungguh kasihan aku si buta ini.
Apalah lagi yang ku inginkan
adalah Sang Maha Gaib seperti Engkau Ya Allah
bagaimana mungkin aku akan mengenaliMu
di manakah akan ku cari diriMu
bagaimana pula aku harus berjumpa denganMu
bagaimana aku bisa mengenalMu
mungkin aku bisa mencintaiMu?
kalau mengenal saja belum pernah
apakah itu bukan sebuah lelucon yang tak lucu
Maka kalau bukan Engkaulah yang mengenalkan diri kepadaku
Engkau yang memberi petunjuk
memberi jalan
tidaklah mungkin aku bisa mendekat dan mengenalMu
apalagi akan mencintaiMu
Kabulkanlah permintaanku, berilah jalan
agar aku bisa
mendekat, mengenal dan akhirnya mencintaiMu.
Amin, Ya Allah, kabulkanlah permintaanku
Nukilan ~ Imam Sarjono (Perth)