PenglipurLara
Fun Poster
- Messages
- 681
- Joined
- Jan 14, 2025
- Messages
- 681
- Reaction score
- 29
- Points
- 30
"The House on Cursed Ground"
Pada usia tujuh belas tahun, aku sendirian di rumah. Baru sahaja aku melepaskan kot dan beg galasku di atas katil, aku terdengar pintu depan di tingkat atas dihempas kuat. Langkah kaki berat. Suara-suara. Keluargaku sudah pulang.
Dengan rasa lega, aku terus berlari menaiki tangga sambil memanggil... tetapi setiap bilik kosong. Tiada kereta di ruang parkir.
Tiba-tiba, pandanganku tertumpu pada sesuatu yang aneh di ruang tamu. Berpuluh-puluh bayangan hitam, lutsinar berpusar perlahan-lahan berlawanan arah jam. Satu persatu, bayangan itu mula melayang ke arah pintu bilik bawah tanah. Menuju ke Bengkel.
Aku tahu... sesuatu di bawah sana menantiku untuk mengikutinya. Tapi hati kecilku berbisik, jangan. Aku segera lari keluar melalui pintu depan dan tak kembali masuk sehingga keluargaku benar-benar pulang.
Ketika mereka sampai, aku ceritakan semuanya. Wajah ayah berubah pucat. Dia akhirnya mengaku pernah mendengar kisah seram tentang tanah yang kami duduki... cerita tentang roh-roh yang tidak tenang mencari kedamaian. Sejak itu, kami sepakat untuk menyerahkan semuanya kepada pakar agar keadaan dapat dikendalikan. Hingga hari ini, aku masih merasa seram setiap kali melewati rumah itu. Kebenaran atau ilusi, aku tidak pasti... tetapi rasa takut tetap menghantuiku.
Pada usia tujuh belas tahun, aku sendirian di rumah. Baru sahaja aku melepaskan kot dan beg galasku di atas katil, aku terdengar pintu depan di tingkat atas dihempas kuat. Langkah kaki berat. Suara-suara. Keluargaku sudah pulang.
Dengan rasa lega, aku terus berlari menaiki tangga sambil memanggil... tetapi setiap bilik kosong. Tiada kereta di ruang parkir.
Tiba-tiba, pandanganku tertumpu pada sesuatu yang aneh di ruang tamu. Berpuluh-puluh bayangan hitam, lutsinar berpusar perlahan-lahan berlawanan arah jam. Satu persatu, bayangan itu mula melayang ke arah pintu bilik bawah tanah. Menuju ke Bengkel.
Aku tahu... sesuatu di bawah sana menantiku untuk mengikutinya. Tapi hati kecilku berbisik, jangan. Aku segera lari keluar melalui pintu depan dan tak kembali masuk sehingga keluargaku benar-benar pulang.
Ketika mereka sampai, aku ceritakan semuanya. Wajah ayah berubah pucat. Dia akhirnya mengaku pernah mendengar kisah seram tentang tanah yang kami duduki... cerita tentang roh-roh yang tidak tenang mencari kedamaian. Sejak itu, kami sepakat untuk menyerahkan semuanya kepada pakar agar keadaan dapat dikendalikan. Hingga hari ini, aku masih merasa seram setiap kali melewati rumah itu. Kebenaran atau ilusi, aku tidak pasti... tetapi rasa takut tetap menghantuiku.