BTC USD 84,603.2 Gold USD 4,140.83
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Qantharah

kasturi

Legendary Member
gem
Messages
13,525
Joined
Jul 22, 2006
Messages
13,525
Reaction score
3,282
Points
196
Apakah yang dimaksudkan dengan “Qantharah” ?

Ada 2 pendapat ulama':

1. Qantharah adalah bahagian paling hujung dari shirath sebelum masuk ke syurga.

2. Qantharah adalah jambatan tersendiri yang berbeza dengan shirath, dan letaknya di antara surga dan neraka.


Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata: ”Qantharah adalah hujung dari shirath sebelum surga. Dan ada kemungkinan bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri antara shirath dan surga.” [Fathul Baari, 5/96.]

Di antara ke dua pendapat tersebut, pendapat yang lebih tepat adalah pendapat ke-2. Hal ini kerana orang yang selamat melewati shirath, bererti dia telah selamat secara keseluruhan, sebagaimana dalil-dalil yang ada:

-Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dan dibentangkanlah shirath di antara dua punggung neraka jahannam. Maka aku dan umatku yang pertama kali melintasinya.” [ HR. Bukhari no. 806.]

Maksud hadis diatas, bahwa orang-orang mukmin telah selamat melewati shirath (secara keseluruhan). [ Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut, hal. 250-251.]

-Dari Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setelah orang-orang beriman diselamatkan dari neraka (selamat melintasi shirath, pen.), mereka tertahan di qantharah yang ada di antara surga dan neraka. Maka ditegakkanlah qishash di antara mereka akibat kezaliman yang terjadi di antara mereka selama berada di dunia. Setelah dibersihkan dan dibebaskan, mereka pun diizinkan masuk surga. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh mereka lebih mengetahui tempat mereka di syurga daripada tempatnya ketika berada di dunia.” [HR. Bukhari no. 6535.]


Apakah Qishash [Qisas] yang terjadi ketika manusia berada di “Qantharah” ?

Qishash adalah untuk menghilangkan rasa dendam, hasad dan rasa dengki di antara orang-orang yang beriman. Dan ketika telah bersih, mereka akan masuk ke dalam syurga.

Firman Allah: “Dan Kami cabut akan apa yang ada dihati mereka dari perasaan hasad dengki sehingga menjadilah mereka bersaudara (dalam suasana kasih mesra), serta mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin masing-masing.” (QS. Al-Hijr: 47]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: ”Jika mereka telah melewati shirath, mereka berhenti di qantharah yang berada di antara surga dan neraka. Sebagian mereka pun diqishash atas sebahagian yang lain. Ketika telah dibersihkan dan dibebaskan, mereka pun diizinkan untuk masuk ke dalam surga.” [Majmu’ Fataawa, 3/147.]


Qishash di qantharah berbeza dengan qishash yang terjadi di padang Mahsyar

Qishash yang terjadi di padang Mahsyar bersifat umum, terjadi antara orang beriman dan orang kafir, atau antara calon penduduk syurga dengan calon penduduk neraka, atau antara sesama calon penduduk neraka. Qishash ini adalah dengan menyerahkan pahala kepada pihak yang dizalimi; dan jika pahalanya sudah habis, maka dosa pihak yang dizalimi akan diserahkan kepada pihak yang mendzalimi.

Sedangkan qishash di qantharah hanya terjadi di antara orang beriman (setelah mereka selamat melewati shirath) untuk menyucikan hati mereka sebelum masuk ke dalam surga.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

“Jika mereka sampai ke surga, pintu syurga masih tertutup. Berbeza dengan penduduk neraka. Ketika mereka sampai di neraka, pintu neraka dibuka sehingga mereka langsung merasakan azab.

Adapun syurga, maka pintunya masih tertutup. Mereka menunggu di qantharah, iaitu suatu jambatan yang kecil. Sebagian mereka pun diqishash atas sebagian yang lain, dengan qishash yang berbeza dengan qishash yang pertama terjadi di padang Mahsyar. Hal ini karena qishash yang terjadi di padang Mahsyar bertujuan untuk mengembalikan hak (yang dizalimi atau dirampas, pen.), dan terkadang masih tersisa rasa (dendam) di hati. Qishash yang ke dua ini adalah qishash untuk mensucikan dan membersihkan (apa yang ada di dalam hati), sehingga mereka pun masuk surga tanpa ada rasa dengki dalam hati mereka.”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah melanjutkan penjelasan beliau:

“Jika ada yang bertanya, bukankah hilangnya dendam sudah terwujud dengan dikembalikannya hak? Kami katakan, tidak. Seandainya ada seseorang di dunia yang merampas hakmu, kemudian Engkau mengambil kembali hakmu dari orang tersebut, maka terkadang hilanglah apa yang ada dalam hatimu (misalnya rasa dendam atau dengki, pen.) dan terkadang tidak hilang. Maka ada kemungkinan bahwa belum hilang (rasa dendam tersebut, pen.). Akan tetapi, jika rasa dendam ini dibersihkan dan dihilangkan, maka mereka pun masuk surga dalam keadaan yang sempurna. [[Syarh Al-‘Aqidah As-Safariyaniyyah, 1/477 (Maktabah Syamilah).]

penulis: M. Saifudin Hakim
 
Menginsafkan, tapi malang tak banyak hit dari pembaca cg yang membaca thread agama nih.
 
semoga kita semua dapat melepasi sirath dengan selamat ... insyaallah
 
Back
Top
Log in Register