Al-jib
Fun Poster
- Messages
- 522
- Joined
- Jun 13, 2011
- Messages
- 522
- Reaction score
- 148
- Points
- 23
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”
(Alqur’an S. Al Baqarah : 183)
Perintah Puasa bukan hanya diwajibkan kepada kita ummat sekarang, tapi juga
sudah diwajibkan oleh Allah SWT kepada orang-orang terdahulu termasuk para Nabi.
Berikut beberapa contoh puasa para Nabi :
Puasa Nabi Adam : Ada juga yang mengatakan Adam berpuasa 40 hari 40
malam setiap tahun. Pendapat lainnya mengatakan Adam berpuasa dalam rangka
mendoakan putra-putrinya. Selain itu, ada yang menjelaskan, Adam berpuasa
pada hari Jumat untuk mengenang peristiwa penting, yakni dijadikannya dia oleh
Allah, hari diturunkannya ke bumi, dan diterimanya tobat Adam oleh Allah.
”Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan di bumi pada
hari Jumat, dia bertobat kepada Allah atas dosanya memakan buah khuldi pada
hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat.” (HR Bukhari).
Puasa Nabi Nuh : Nabi Nuh yang berpuasa selama tiga hari setiap bulan
sepanjang tahun, seperti puasanya Nabi Adam. Nabi Nuh juga memerintahkan
kaumnya untuk menyembah Allah dan berpuasa ketika mereka berbulan-bulan
hidup terkatung-katung di dalam perahu besar di tengah samudera luas akibat
bencana banjir besar, seraya bertobat kepada Allah.
Puasa Nabi Ibrahim : Nabi Ibrahim AS juga terkenal dengan kegemarannya
berpuasa, terutama pada saat hendak menerima wahyu dari Allah, yang kemudian
dijadikan suhuf Ibrahim itu. Puasa menurut agama Ibrahim dilaksanakan oleh
Ismail, putra Ibrahim yang terkenal taat beribadah itu; dan puasa Ibrahim diikuti
pula oleh Ishaq (putra Ibrahim dari Sarah). Nabi Ya’qub terkenal sebagai orang
tua dan rasul yang gemar berpuasa, terutama untuk keselamatan putra-putranya.
Puasa Nabi Yusuf : Nabi Yusuf berpuasa ketika berada dalam penjara
bersama para terhukum lainnya. Kebiasaan berpuasa ini juga beliau terapkan
ketika menjadi pembesar Mesir dan menjabat sebagai menteri perekonomian
negeri tersebut. ”Karena aku khawatir apabila aku kenyang, nanti aku akan
melupakan perut fakir miskin.”
Puasa Nabi Yunus : Nabi Yunus berpuasa dari makan dan minum saat
berada dalam perut ikan besar selama beberapa hari, kemudian berbuka puasa
setelah dimuntahkan kembali dari dalam perut ikan itu. Untuk berbuka,
dikisahkan beliau memakan buah semacam labu yang tumbuh di tepi pantai.
Puasa Nabi Ayub : Nabi Ayub berpuasa pada waktu dia hidup dalam serba
kekurangan dan menderita penyakit selama bertahun-tahun, sampai akhirnya
lepas dari cobaan itu.
Puasa Nabi Syuaib : Nabi Syuaib terkenal kesalehannya dan sebagai orang
tua yang banyak melakukan puasa dalam rangka bertakwa kepada Allah.
Puasa Nabi Daud : Nabi Daud biasa berpuasa secara berselang, yakni sehari
berpuasa dan sehari tidak berpuasa. Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa
Nabi Daud berpuasa selama tujuh hari pada waktu putranya sakit keras. Untuk
memohon kesembuhan dari Allah bagi putranya itu, Nabi Daud berpuasa sambil
menutup diri dalam kamarnya, dan terus-menerus menangis karena sedih. Pada
hari ketujuh dari puasanya itu, putranya meninggal dunia. Setelah mengetahui itu,
Nabi Daud tidak meneruskan puasanya lagi.
Puasa Nabi Musa : Nabi Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam dalam
persiapan menerima wahyu dari Allah di Bukit Sinai. Hal yang sama juga
dilakukan oleh Nabi Ilyas ketika akan pergi ke Gunung Horeb untuk menerima
wahyu dari Allah, dan Nabi Isa ketika dia mulai tampil di muka umum untuk
menyatakan dirinya sebagai rasul.
Bahan bacaan : Dari berbagai sumber di Internet.
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”
(Alqur’an S. Al Baqarah : 183)
Perintah Puasa bukan hanya diwajibkan kepada kita ummat sekarang, tapi juga
sudah diwajibkan oleh Allah SWT kepada orang-orang terdahulu termasuk para Nabi.
Berikut beberapa contoh puasa para Nabi :
Puasa Nabi Adam : Ada juga yang mengatakan Adam berpuasa 40 hari 40
malam setiap tahun. Pendapat lainnya mengatakan Adam berpuasa dalam rangka
mendoakan putra-putrinya. Selain itu, ada yang menjelaskan, Adam berpuasa
pada hari Jumat untuk mengenang peristiwa penting, yakni dijadikannya dia oleh
Allah, hari diturunkannya ke bumi, dan diterimanya tobat Adam oleh Allah.
”Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan di bumi pada
hari Jumat, dia bertobat kepada Allah atas dosanya memakan buah khuldi pada
hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat.” (HR Bukhari).
Puasa Nabi Nuh : Nabi Nuh yang berpuasa selama tiga hari setiap bulan
sepanjang tahun, seperti puasanya Nabi Adam. Nabi Nuh juga memerintahkan
kaumnya untuk menyembah Allah dan berpuasa ketika mereka berbulan-bulan
hidup terkatung-katung di dalam perahu besar di tengah samudera luas akibat
bencana banjir besar, seraya bertobat kepada Allah.
Puasa Nabi Ibrahim : Nabi Ibrahim AS juga terkenal dengan kegemarannya
berpuasa, terutama pada saat hendak menerima wahyu dari Allah, yang kemudian
dijadikan suhuf Ibrahim itu. Puasa menurut agama Ibrahim dilaksanakan oleh
Ismail, putra Ibrahim yang terkenal taat beribadah itu; dan puasa Ibrahim diikuti
pula oleh Ishaq (putra Ibrahim dari Sarah). Nabi Ya’qub terkenal sebagai orang
tua dan rasul yang gemar berpuasa, terutama untuk keselamatan putra-putranya.
Puasa Nabi Yusuf : Nabi Yusuf berpuasa ketika berada dalam penjara
bersama para terhukum lainnya. Kebiasaan berpuasa ini juga beliau terapkan
ketika menjadi pembesar Mesir dan menjabat sebagai menteri perekonomian
negeri tersebut. ”Karena aku khawatir apabila aku kenyang, nanti aku akan
melupakan perut fakir miskin.”
Puasa Nabi Yunus : Nabi Yunus berpuasa dari makan dan minum saat
berada dalam perut ikan besar selama beberapa hari, kemudian berbuka puasa
setelah dimuntahkan kembali dari dalam perut ikan itu. Untuk berbuka,
dikisahkan beliau memakan buah semacam labu yang tumbuh di tepi pantai.
Puasa Nabi Ayub : Nabi Ayub berpuasa pada waktu dia hidup dalam serba
kekurangan dan menderita penyakit selama bertahun-tahun, sampai akhirnya
lepas dari cobaan itu.
Puasa Nabi Syuaib : Nabi Syuaib terkenal kesalehannya dan sebagai orang
tua yang banyak melakukan puasa dalam rangka bertakwa kepada Allah.
Puasa Nabi Daud : Nabi Daud biasa berpuasa secara berselang, yakni sehari
berpuasa dan sehari tidak berpuasa. Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa
Nabi Daud berpuasa selama tujuh hari pada waktu putranya sakit keras. Untuk
memohon kesembuhan dari Allah bagi putranya itu, Nabi Daud berpuasa sambil
menutup diri dalam kamarnya, dan terus-menerus menangis karena sedih. Pada
hari ketujuh dari puasanya itu, putranya meninggal dunia. Setelah mengetahui itu,
Nabi Daud tidak meneruskan puasanya lagi.
Puasa Nabi Musa : Nabi Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam dalam
persiapan menerima wahyu dari Allah di Bukit Sinai. Hal yang sama juga
dilakukan oleh Nabi Ilyas ketika akan pergi ke Gunung Horeb untuk menerima
wahyu dari Allah, dan Nabi Isa ketika dia mulai tampil di muka umum untuk
menyatakan dirinya sebagai rasul.
Bahan bacaan : Dari berbagai sumber di Internet.
