klbrmap
Fun Poster
- Messages
- 104
- Joined
- May 9, 2006
- Messages
- 104
- Reaction score
- 0
- Points
- 10
Obor HAM Estafet Tiba di Berlin; Seluruh Masyarakat Mengutuk Penganiayaan
Oleh: Xue Li
(Falundafa.or.id) Obor HAM Estafet, yang diprakarsai oleh Koalisi Penyelidikan Penindasan Terhadap Falun Gong di China (CIPFG), tiba di Berlin pada tanggal 18 Agustus 2007. Sebuah upacara diselenggarakan di Lapangan Olimpiade, dan banyak aktivis HAM hadir. Para peserta mengutuk dan menghimbau agar penganiayaan terhadap Falun Gong diakhiri.
Paduan suara “Datang Untuk Anda” ditampilkan saat upacara
“Untuk Kebebasan Falun Gong di Tiongkok”
Kejahatan terhadap Kemanusiaan Tidak boleh Sejalan dengan Olimpiade di China
Pada bulan Maret 2006, kejahatan Partai Komunis China (PKC) dalam mengambil organ tubuh dari praktisi Falun Gong yang masih hidup diekspos. Pada tanggal 4 April, Asosiasi Falun Dafa menyerukan untuk membantu membentuk sebuah koalisi yang secara independen menyelidiki penganiayaan di Tiongkok.
Pada bulan Mei 2007, CIPFG, yang terdiri dari 300 politisi, dokter, dan pengacara mengumumkan bahwa jika PKC tidak memberikan respon yang memuaskan terhadap permintaan mereka untuk membebaskan semua praktisi Falun Gong yang dipenjara sampai pada tanggal 8 Agustus, maka CIPFG akan menyerukan kepada dunia untuk memboikot Olimpiade 2008 di Beijing.
PKC tidak pernah merespon terhadap satupun permintaan, dan penganiayaan terhadap Falun Gong malah semakin memburuk. Sehingga, pada tanggal 9 Agustus, CIPFG memulai Obor HAM Estafet untuk memboikot Olimpiade.
Menentang Partai Komunis China
Wagner, Kepala Union Der Opferverbaende Kommunistischer Geval (UOKG, Aliansi Korban Kekuasaan Komunisme), memberikan pidato
Wagner, Kepala Kepala Union Der Opferverbaende Kommunistischer Geval (UOKG, Aliansi Korban Kekuasaan Komunisme), memberikan pidato dalam upacara tersebut. Dia berkata bahwa Olimpiade tahun 1936 memperkuat kekuasaan Hitler di dunia internasional. Olimpiade tahun 1936 memberikan landasan bagi Nazi untuk mempromosikan propaganda kebencian mereka. Dia berkata bahwa kita menghadapi situasi yang sama lagi terhadap Tiongkok. Kali ini bukan Nazi, namun Partai Komunis China, melakukan hal yang sama – menganiaya rakyatnya sendiri.
Wagner menunjukan bahwa sifat dasar Partai Komunis tidak pernah berubah.
Sebuah Tantangan dari seorang Anggota DPR Inggris
Caroline Ann Cox, Baroness Cox, kepala CIPFG Cabang Eropa dan seorang anggota dewan DPR, mengirimkan perwakilannya untuk membacakan pidatonya. Dia berkata bahwa Olimpiade adalah simbul perdamaian dan kerjasama antar negara, jadi seharusnya tidak diselenggarakan di Tiongkok karena banyak rakyat Tiongkok yang dianiaya oleh pemerintah mereka. Dia berharap agar Obor HAM Estafet akan menarik lebih banyak perhatian terhadap penganiayaan Falun Gong.
Dia berkata bahwa PKC telah membunuh 3000 praktisi Falun Gong dan mengambil organ tubuh dari praktisi yang masih hidup. Dia menyatakan keprihatinannya.
Dia menyerukan agar semua orang yang menaruh perhatian pada keadilan di dunia untuk memboikot Olimpiade 2008. Dia berkata bahwa CIPFG tidak akan merubah pendiriannya kecuali PKC menghentikan penganiayaan itu.
Penganiayaan adalah Alasan untuk Memboikot Olimpiade
Koerper, Kepala Asosiasi HAM Internasional Cabang Jerman di Frankford, mengutuk penganiayaan itu. Dia berkata bahwa Tiongkok masih tetap negara urutan pertama dalam pelanggaran HAM dan penyiksaan terhadap rakyatnya. Ini adalah yang terburuk, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Penganiayaan terhadap Falun Gong sangat kejam, adalah cukup beralasan untuk memboikot Olimpiade.
Berlari untuk suatu Harapan akan Tiongkok yang Bebas
Profesor Geipel memberikan pidato
Profesor Geipel, seorang mantan atlit terkenal dari Jerman dan duta besar Obor HAM di Jerman, berkata bahwa hanya Tiongkok yang bebas yang boleh menyelenggarakan Olimpiade.
Profesor Geipel mengungkapkan harapannya terhadap Tiongkok. Dia berkata bahwa orang-orang di Tiongkok “harus tahu bahwa kita berlari untuk mereka.” Dia berkata kita harus membuat kemajuan dalam situasi HAM di Tiongkok. Dia berkata Olimpiade adalah sebuah harapan dan kita harus mengambilnya. “Kita berlari untuk suatu harapan akan Tiongkok yang bebas.”
Berlin Berkata “Tidak” untuk Penganiayaan
Berlin dan Beijing adalah kota kembar. Setelah mempelajari fakta-fakta penganiayaan, banyak warga Berlin berkata “Tidak” pada penganiayaan itu.
Seorang perawat dan ibunya mendengarkan pidato. Dia berkata Olimpiade tidak dapat sejalan dengan genosida, dan pemerintah Jerman harus mengutuk penganiayaan itu.
Brigitte Bergese dan temannya, Michelle, berkata pada wartawan: “Kami berpapasan dengan rapat ini. Kami berhenti saat mendengar kata-kata “Falun Gong.” Kami tahu mengenai penganiayaan itu. Kami berasal dari negara bekas Jerman Timur, jadi kami dapat membayangkan situasi praktisi Falun Gong di Tiongkok.”
Michelle berkata, “Olimpiade 2008 sama dengan Olimpiade di tahun 1936. Pemerintah Nazi adalah sebuah tirani, namun seluruh dunia mengakuinya. Saya berharap dunia tidak membuat kesalahan yang sama dengan yang mereka perbuat di tahun 1936. Jadi, saya pikir kegiatan ini sangat baik.”
Pada pukul 5 sore, Chen Fadu, 7 tahun, dan ibunya dari Australia memberikan obor HAM kepada Profesor Geipel.
Pada akhir lari estafet, panitia menyiapkan panggung di Breischeid Platz. Paduan suara “Datang untuk Anda” menyanyikan “Lagu untuk Hak Asasi Manusia” kepada para hadirin.
Oleh: Xue Li
(Falundafa.or.id) Obor HAM Estafet, yang diprakarsai oleh Koalisi Penyelidikan Penindasan Terhadap Falun Gong di China (CIPFG), tiba di Berlin pada tanggal 18 Agustus 2007. Sebuah upacara diselenggarakan di Lapangan Olimpiade, dan banyak aktivis HAM hadir. Para peserta mengutuk dan menghimbau agar penganiayaan terhadap Falun Gong diakhiri.
Paduan suara “Datang Untuk Anda” ditampilkan saat upacara
“Untuk Kebebasan Falun Gong di Tiongkok”
Kejahatan terhadap Kemanusiaan Tidak boleh Sejalan dengan Olimpiade di China
Pada bulan Maret 2006, kejahatan Partai Komunis China (PKC) dalam mengambil organ tubuh dari praktisi Falun Gong yang masih hidup diekspos. Pada tanggal 4 April, Asosiasi Falun Dafa menyerukan untuk membantu membentuk sebuah koalisi yang secara independen menyelidiki penganiayaan di Tiongkok.
Pada bulan Mei 2007, CIPFG, yang terdiri dari 300 politisi, dokter, dan pengacara mengumumkan bahwa jika PKC tidak memberikan respon yang memuaskan terhadap permintaan mereka untuk membebaskan semua praktisi Falun Gong yang dipenjara sampai pada tanggal 8 Agustus, maka CIPFG akan menyerukan kepada dunia untuk memboikot Olimpiade 2008 di Beijing.
PKC tidak pernah merespon terhadap satupun permintaan, dan penganiayaan terhadap Falun Gong malah semakin memburuk. Sehingga, pada tanggal 9 Agustus, CIPFG memulai Obor HAM Estafet untuk memboikot Olimpiade.
Menentang Partai Komunis China
Wagner, Kepala Union Der Opferverbaende Kommunistischer Geval (UOKG, Aliansi Korban Kekuasaan Komunisme), memberikan pidato
Wagner, Kepala Kepala Union Der Opferverbaende Kommunistischer Geval (UOKG, Aliansi Korban Kekuasaan Komunisme), memberikan pidato dalam upacara tersebut. Dia berkata bahwa Olimpiade tahun 1936 memperkuat kekuasaan Hitler di dunia internasional. Olimpiade tahun 1936 memberikan landasan bagi Nazi untuk mempromosikan propaganda kebencian mereka. Dia berkata bahwa kita menghadapi situasi yang sama lagi terhadap Tiongkok. Kali ini bukan Nazi, namun Partai Komunis China, melakukan hal yang sama – menganiaya rakyatnya sendiri.
Wagner menunjukan bahwa sifat dasar Partai Komunis tidak pernah berubah.
Sebuah Tantangan dari seorang Anggota DPR Inggris
Caroline Ann Cox, Baroness Cox, kepala CIPFG Cabang Eropa dan seorang anggota dewan DPR, mengirimkan perwakilannya untuk membacakan pidatonya. Dia berkata bahwa Olimpiade adalah simbul perdamaian dan kerjasama antar negara, jadi seharusnya tidak diselenggarakan di Tiongkok karena banyak rakyat Tiongkok yang dianiaya oleh pemerintah mereka. Dia berharap agar Obor HAM Estafet akan menarik lebih banyak perhatian terhadap penganiayaan Falun Gong.
Dia berkata bahwa PKC telah membunuh 3000 praktisi Falun Gong dan mengambil organ tubuh dari praktisi yang masih hidup. Dia menyatakan keprihatinannya.
Dia menyerukan agar semua orang yang menaruh perhatian pada keadilan di dunia untuk memboikot Olimpiade 2008. Dia berkata bahwa CIPFG tidak akan merubah pendiriannya kecuali PKC menghentikan penganiayaan itu.
Penganiayaan adalah Alasan untuk Memboikot Olimpiade
Koerper, Kepala Asosiasi HAM Internasional Cabang Jerman di Frankford, mengutuk penganiayaan itu. Dia berkata bahwa Tiongkok masih tetap negara urutan pertama dalam pelanggaran HAM dan penyiksaan terhadap rakyatnya. Ini adalah yang terburuk, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Penganiayaan terhadap Falun Gong sangat kejam, adalah cukup beralasan untuk memboikot Olimpiade.
Berlari untuk suatu Harapan akan Tiongkok yang Bebas
Profesor Geipel memberikan pidato
Profesor Geipel, seorang mantan atlit terkenal dari Jerman dan duta besar Obor HAM di Jerman, berkata bahwa hanya Tiongkok yang bebas yang boleh menyelenggarakan Olimpiade.
Profesor Geipel mengungkapkan harapannya terhadap Tiongkok. Dia berkata bahwa orang-orang di Tiongkok “harus tahu bahwa kita berlari untuk mereka.” Dia berkata kita harus membuat kemajuan dalam situasi HAM di Tiongkok. Dia berkata Olimpiade adalah sebuah harapan dan kita harus mengambilnya. “Kita berlari untuk suatu harapan akan Tiongkok yang bebas.”
Berlin Berkata “Tidak” untuk Penganiayaan
Berlin dan Beijing adalah kota kembar. Setelah mempelajari fakta-fakta penganiayaan, banyak warga Berlin berkata “Tidak” pada penganiayaan itu.
Seorang perawat dan ibunya mendengarkan pidato. Dia berkata Olimpiade tidak dapat sejalan dengan genosida, dan pemerintah Jerman harus mengutuk penganiayaan itu.
Brigitte Bergese dan temannya, Michelle, berkata pada wartawan: “Kami berpapasan dengan rapat ini. Kami berhenti saat mendengar kata-kata “Falun Gong.” Kami tahu mengenai penganiayaan itu. Kami berasal dari negara bekas Jerman Timur, jadi kami dapat membayangkan situasi praktisi Falun Gong di Tiongkok.”
Michelle berkata, “Olimpiade 2008 sama dengan Olimpiade di tahun 1936. Pemerintah Nazi adalah sebuah tirani, namun seluruh dunia mengakuinya. Saya berharap dunia tidak membuat kesalahan yang sama dengan yang mereka perbuat di tahun 1936. Jadi, saya pikir kegiatan ini sangat baik.”
Pada pukul 5 sore, Chen Fadu, 7 tahun, dan ibunya dari Australia memberikan obor HAM kepada Profesor Geipel.
Pada akhir lari estafet, panitia menyiapkan panggung di Breischeid Platz. Paduan suara “Datang untuk Anda” menyanyikan “Lagu untuk Hak Asasi Manusia” kepada para hadirin.