Dalam dokumen Penjelasan ESQ Leadership Center juga disertakan dukungan dari beberapa lembaga keagamaan di Indonesia, seperti Menteri Agama, NU, Muhammadiyyah, bahkan dari kepolisian. Hal ini sempat disindir oleh salah seorang perwakilan media Islam yang hadir dengan peryataan apakah ESQ berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya dukungan agar tidak dianggap sesat, meski harus menghalalkan segala cara untuk mendapat rekomendasi tersebut. Tentu saja, peryataan itu dibantah oleh Ary Ginanjar dan mengatakan bahwa hak masing-masing lembaga keagamaan untuk menolak atau menerima ESQ.
Hal ini akhirnya mengungkap sebuah fakta bahwa Surat Rekomendasi Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Pusat yang dimuat di Republika (13/7) di halaman 25, tidak sah mewakili sikap resmi DDII. Ustadz Syuhada Bahri, Ketua Umum DDII pada hari Jum’at (17/7) membantah telah mengeluarkan surat rekomendasi yang mendukung ESQ Ary Ginanjar.
Sebelum magrib, acara jumpa pers dan tanya jawab antara ESQ dan media-media Islam diakhiri. Banyak hal belum terjawab secara tuntas.
http://www.nahimunkar.com/di-antara-dampak-fatwa-haram-dan-sesatnya-esq-ary-ginanjar/
Hal ini akhirnya mengungkap sebuah fakta bahwa Surat Rekomendasi Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Pusat yang dimuat di Republika (13/7) di halaman 25, tidak sah mewakili sikap resmi DDII. Ustadz Syuhada Bahri, Ketua Umum DDII pada hari Jum’at (17/7) membantah telah mengeluarkan surat rekomendasi yang mendukung ESQ Ary Ginanjar.
Sebelum magrib, acara jumpa pers dan tanya jawab antara ESQ dan media-media Islam diakhiri. Banyak hal belum terjawab secara tuntas.
http://www.nahimunkar.com/di-antara-dampak-fatwa-haram-dan-sesatnya-esq-ary-ginanjar/