BTC USD 82,505.1 Gold USD 4,194.30
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Mohon Nasihat Hal Keluarga

dia cucuk adik kawan suh pinjam duit lagi ngan pelbagai alasan yg bolehkan orang rase kesian jer kat "biawak hidup" ni

antar je biawak ni kat zoo... padan muka dia
 
antar je biawak ni kat zoo... padan muka dia

biawak ker.. kalau tokek ader jugak harganyer.. :) .. sori tt melawak sikit..

memang memalukan kaum lelaki jer suami cam ni..
 
bawak le gi jumpa ustaz, mintak pendapat

atau bawak ustaz bagi pendapat dalam mesyuarat tu nanti, dan perlu dengar kedua belah pihak
 
Jawaban Syariah

keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah adalah idaman setiap pasangan suami istri. Rumah tangga seperti ini terbangun atas dasar pemenuhan hak-hak dan kewajiban suami istri. Kewajiban suami untuk memberikan nafkah zahir dan batin tehadap istri dan anak-anaknya, sementara istri mempunyai kewajiban untuk taat kepada suami. Allah Ta’ala berfirman, “...dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf.” (QS Al Baqarah: 233). Rasulullah saw juga bersabda, “Kewajiban kalian (suami) atas mereka (istri) memberikan makanan dan pakaian dengan baik.”

Jika suami dengan sengaja menelantarkan dan menzalimi istri dan anaknya dengan tidak memberikan nafkah, maka itu adalah kesalahan dan dia berdosa karena telah melalaikan kewajibannya sebagai seorang suami dan ayah bagi anak-anaknya. Istri dapat menuntut hak-haknya. Jika nafkah tersebut tidak dapat dipenuhi dan diberikan oleh suami maka istri pun dapat menuntutnya dengan mengajukan Pengadilan Agama. Gugatan ini dapat berakibat kepada perceraian yang disebut dengan tafriq qadha’i (perceraian melalui Pengadilan Agama), sebagaimana tertuang dalam shighat ta’liq yang diikrarkan oleh suami saat setelah akad nikah berlangsung. Di antara poin-poinnya adalah sebagai berikut:

1. Meninggalkan istri selama dua tahun berturut-turut.
2. Atau tidak memberi nafkah wajib kepadanya selama tiga bulan lamanya.
3. Atau menyakiti badan/jasmani istri.
4. Atau membiarkan (tidak memedulikan) istri selama enam bulan.

Jika suami melakukan salah satu dari keempat poin tersebut dan istri tidak ridha, maka istri dapat mengadukannya kepada Pengadilan Agama atau petugas yang diberikan hak mengurus pengaduan itu. Pengaduannya bisa dibenarkan serta diterima oleh pengadilan atau petugas tersebut dan istri membayar uang pengganti atau ‘iwadh kepada suami. Jika proses ini berjalan dengan baik maka jatuh talak satu kepadanya.

Dalam masalah Nanda ini belum jatuh talak, karena yang memutuskannya adalah Pengadilan Agama setelah melakukan proses persidangan. Jadi, sebaiknya Nanda menyelesaikannya melalui Pengadilan Agama yang memang berhak memperkarakannya sesuai pengaduan istri.


Jawaban Psikologi


salah satu tujuan pernikahan adalah terbangunnya suasana sakinah, mawaddah, dan rahmat dalam keluarga. Dengan suasana tersebut, maka seorang istri akan merasa terayomi karena perlindungan yang diberikan suaminya; sebaliknya seorang suami merasa nyaman berada bersama istrinya dan bersemangat untuk mencari nafkah bagi keluarga. Dalam suasana tersebut, anak-anak dibesarkan dan tumbuh sehingga mereka siap menjadi pribadi yang sehat.

Tetapi, memang tidak semua kondisi ideal tersebut bisa tercapai dengan mudah. Buat sebagian pasangan jalan menuju kondisi ideal ini sangat sulit. Meski dalam surat ini Nanda tidak menjelaskan faktor apa yang menyebabkan Nanda tidak bisa lagi menerimanya, beberapa saran berikut ini ada baiknya Nanda pertimbangkan sebelum mengambil keputusan:

- Pertimbangkan dengan matang kondisi kejiwaan anak-anak yang telah diamanahkan pada Nanda. Mereka adalah generasi masa depan yang akan menjadikan kehidupan orangtuanya sebagai contoh dalam kehidupan yang mereka jalani kelak serta dalam menata cita-citanya. Anak-anak yang hidup dalam keluarga yang kurang harmonis, akan tumbuh dengan kasih sayang yang terbatas.

- Ingat-ingatlah kebaikan dan sisi positif yang dimiliki suami, jangan terfokus pada keburukannya saja. Harapan yang terlalu besar terkadang berubah menjadi tuntutan tersendiri yang akan membuat kecewa manakala tuntutan tersebut tidak terpenuhi. Karena itu, cobalah Nanda bersikap realistis.

- Lakukanlah introspeksi untuk mengevaluasi perjalanan pernikahan Nanda dan sejauh mana Nanda masih mencintainya. Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, jika memang kesalahan tersebut bukan merupakan sesuatu yang fatal, bukakanlah pintu maaf. Semoga dengan kesabaran yang Nanda berikan, Allah berkenan menggantinya dengan karunia lain yang lebih besar.

- Pertimbangan dari anggota keluarga besar, perlu dijadikan masukan. Mintalah pendapat pada keluarga Nanda yang memiliki wawasan dan bijak dalam memberi pandangan. Liku-liku persoalan rumah tangga dialami hampir oleh setiap orang yang sudah berkeluarga dengan intensitas yang berbeda-beda. Nanda dapat mengambil pelajaran sebelum akhirnya mengambil keputusan.

- Apapun langkah yang akan Nanda tempuh, tentunya Nanda pun memiliki hak untuk mendapatkan kebahagiaan bagi diri sendiri. Bila semua langkah sudah dijajaki, serta Nanda sudah berpikir secara matang mempertimbangkan konsekuensinya bila berpisah, lakukan shalat istikharah agar Allah memberikan kemantapan hati kepada Nanda untuk memilih mana jalan yang akan diambil.

Jawaban Hukum

Menurut pasal 39 dari UU No. 1 tahun 1974, perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Kemudian untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan bahwa antara suami dan istri itu tidak akan dapat hidup sebagai suami istri lagi.

Kemudian pasal 19 PP No. 9 tahun 1975 menyebutkan bahwa perceraian dapat terjadi karena alasan-alasan :

1. Salah satu pihak berbuat zina, menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
2. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya;
3. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain;
5. Salah satu pihak mendapat cacat bawaan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/ istri.
6. Antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Kemudian, dalam pasal 116 Kompilasi Hukum Islam keenam alasan tersebut di atas ditambah lagi menjadi :

7. Suami melanggar taklik talak
8. Peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidakrukunan dalam rumah tangga.

Sumber Disini

Artikel ini maybe boleh dijadikan panduan bersama....dan juga TT dlm mengambil keputusan.....

masalah disini kalau berpandukan artikel diatas adik TT nie masih merelakan dgn lihat cara perbuatan adik TT...so masalah terletak di situ.....

tpi ape pun ttp bersimpati dgn apa yg berlaku kepada adik TT nie....

Rasanya "KWN" bermaksud TT nie kalau org johor.....bkn kwn adik TT kn?....
 
Kawan masih mengumpul idea2 daripada rakan2 untuk story bebaik dlm meeting tu nnt ... story yg boleh menyedarkan adik pompuan kawan nih
 
menyedarkan adik perempuan kawan berdasarkan cerita kawan semata2?

tak perlu dengar hujah si suami ke?

so serta merta si suami dah dijatuhkan bersalah?
 
Assalamualikum..

ini pendapat aku.. Pada aku klu betul suami dia dah berzina baik mintak fasakh jer.. Klu ikutkan suami tue dah kena rejam sampai mati dah.. bila dah mati free la perempuan tuekan.. tp disebabkan kita tak ikut undang2 Allah, perempuan tue makan hati berulam jantung lar.. Sayang suami mcm tue tak bawak kemana.. perempuan nie klu dah syg memang susah.. ape pun agama dtg dulu.. Apa pun tnya la pendapat perempuan dulu.. bg tahu elok skongan keluarga penting..

lg pun makan dan minum perempuan tue keluarga yang tanggung apa la peranan suami tue agaknya.. Seksa anak dan isteri ajer..

Lepas tue yg perempuan kena belajar berdikari untuk masa depan. walaubagaimanapun ayah, abang, adik lelaki patut protect yg perempuan pastikan kehidupannya tidak terumbang ambing.. jgn lepas tangan lepas tue..

Akhir sekali mintak la perempuan tue dan semua ahli keluarga supaya buat solat hajat dan istikarah beberapa kali sebelum turun meeting.. insyallah ada petunjuk yg baik..

Apa benda yang aku merapu nie ~X(
 
menyedarkan adik perempuan kawan berdasarkan cerita kawan semata2?

tak perlu dengar hujah si suami ke?

so serta merta si suami dah dijatuhkan bersalah?

Nak dengar hujah merapu dia lagi? Daripada cerita ayah, baru2 ni duit kedai adik lelaki kawan habis dia sapu sebab terlalu percaya si suami ni (ketika ini adik perempuan kawan dalam pantang anak ketiga) ... rokok ... topup telefon ... gone with the wind.

Kalau ikut hati kawan, ni boleh dakwa kes pecah amanah ... kes polis ... tapi adik lelaki kawan kesiankan kat adik pompuan kawan nih ...

mase dia pi nikah yang kedua (5-6 tahun lepas) ... siap bole pinjam baju ayah kawan melalui adik kawan katenye nak gi majlis kawin sedara ... melalui adik kawan juga ditipunya nenek kawan yang dah tua ... kate nak pinjam beribu jugak la (tak x bayo2 balik) alasan nak bayo saman ... walhal gi wat kawin

Ni bukan serta merta dijatuhkan hukum ... tetapi sebab sabar ngan harapan si suami ni berubah ... tetapi ...:(scam
 
Back
Top
Log in Register