BTC USD 61,989.5 Gold USD 4,328.60
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Memahami Muraqabah

syaqiq2312

Active+ Member
Messages
2,701
Joined
Jan 24, 2007
Messages
2,701
Reaction score
58
Points
35
Kisah dan Teladan
Dipetik dari kitab al Risalah al Qusyairiyyah

Seorang syeikh (mursyid) mempunyai ramai anak murid, dan ia

pula lebih menyukai salah seorang dari muridnya malah memberi

perhatian yang lebih kepada murid tersebut berbanding dari

murid-muridnya yang lain.

Ketika ditanyai kepadanya (mursyid tersebut) akan hal itu, maka

ia menjawab, “Aku akan tunjukkan mengapa aku bersikap demikian

terhadapnya.” Lalu ia mengumpulkan murid-muridnya dan diberikan

kepada setiap orang dari muridnya itu seekor burung dan

memerintahkan kepada mereka, “Sembelihlah burung-burung itu

disuatu tempat dimana tiada sesiapapun yang dapat melihatnya!”.

Maka sekalian murid-muridnya pun beredar untuk melaksanakan

arahan syeikh tersebut. Dan kemudian masing-masing kembali

kepada syeikh dengan burung sembelihannya kecuali murid

kesayangan syeikh, dimana ia kembali dengan membawa burung

dalam keadaan hidup. Maka syeikhpun bertanya padanya, “Mengapa

engkau tidak menyembelihnya?”. Murid itu menjawab, “Tuan guru

memerintahkan saya untuk menyembelih burung ini di tempat yang

tidak dilihat oleh sesiapapun dan saya tidak menemui akan

tempat seperti itu. (maksudnya: Murid itu tidak dapat mencari

suatu tempatpun yang sunyi dari tilikan/pengelihatan Allah swt yang Maha Melihat).

Mendengar akan jawapan dari muridnya itu, lalu syeikh pun

berkata kepada murid-murid yang lain, “Inilah sebabnya mengapa

aku memberi perhatian kepadanya”.


Nota:-

# Menurut Syeikh Ali ad Daqqaq, bahawa sabda Nabi saw maksudnya, “Jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia melihat kamu”, merupakan dalil bagi muraqabah.
# Dan berkata al-Jurairy, “Orang yang belum mengukuhkan rasa taqwa dan muraqabah dirinya kepada Allah Ta’ala, tidak akan mencapai mukasyafah dan musyahadah”.
 
“(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu masih berupa janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa”.(QS. 53:32)

Ayat Allah SWT tersebut di atas benar-benar menyadarkan kita akan kelemahan dan kenistaan kita sebagai manusia yang sering kali berbuat kekhilafan. Bahwa seandainya pun kita terhindar dari dosa-dosa besar, kita pasti tak akan luput dari dosa-dosa kecil. Allah menegaskan bahwa kita jangan merasa dan mengklaim diri suci, karena Allah sajalah yang paling mengetahui siapa yang bertaqwa dan yang tidak. Sementara Allah juga tahu siapa diri kita sejak dari awal penciptaan, ketika masih berupa janin di rahim ibu kita, hingga kita dewasa. Namun Ia juga mengingatkan kita tentang ampunan-Nya yang luas.

Memang hanya satu insan kamil yang ma’shum, yakni Rasulullah SAW. Beliau menjalani proses pembedahan dada dan pembersihan jiwa oleh malaikat Jibril karena beliau dipersiapkan untuk mengemban tugas mulia. Namun beliau juga pernah mengatakan bahwa kalau bukan karena rahmat Allah niscaya tak akan ada yang selamat dari siksa Allah dan neraka-Nya. “Tidak juga engkau ya Rasulullah?”. “Ya, tidak juga aku”.
 
Pengertian Muraqabah dan Muhasabah

Muraqabah adalah upaya diri untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah (muraqabatullah). Jadi upaya untuk menghadirkan muraqabatullah dalam diri dengan jalan mewaspadai dan mengawasi diri sendiri.

Sedangkan muhasabah merupakan usaha seorang Muslim untuk menghitung, mengkalkulasi diri seberapa banyak dosa yang telah dilakukan dan mana-mana saja kebaikan yang belum dilakukannya. Jadi Muhasabah adalah sebuah upaya untuk selalu menghadirkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya tengah dihisab, dicatat oleh Raqib dan Atib sehingga ia pun berusaha aktif menghisab dirinya terlebih dulu agar dapat bergegas memperbaiki diri.
 
[18] (Tidakkah dia memikirkan) dari apakah dia diciptakan oleh Allah?

[19] Dari air mani diciptakannya, serta dilengkapkan keadaannya dengan persediaan untuk bertanggungjawab;

[20] Kemudian jalan (baik dan jahat), dimudahkan Tuhan kepadanya (untuk menimbang dan mengambil mana satu yang dia pilih);

[21] Kemudian dimatikannya, lalu diperintahkan supaya dia dikuburkan;

[22] Kemudian apabila Allah kehendaki dibangkitkannya (hidup semula).

[23] Janganlah hendaknya dia kufur ingkar lagi! Sebenarnya dia belum menunaikan apa yang diperintahkan kepadanya.

Surah 'Abasa 18-23.....betapa Allah mengkehendaki tiap2 manusia mencari dan menyelami maksud sebenar menjadi hambaNya yang benar2 ta'at, wallahu'alam.....
 
1. Mu’ahadah.


2. Muraqabah.



3. Muhasabah.



4. Mu’aqabah.



5. Mujahadah



6. Mutaba’ah.


mari kita sama-sama renungkan di mana kedudukan kita sekarang..supaya kita terus dapat perbaiki...amin..
 
Pengertian Muraqabah dan Muhasabah

Muraqabah adalah upaya diri untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah (muraqabatullah). Jadi upaya untuk menghadirkan muraqabatullah dalam diri dengan jalan mewaspadai dan mengawasi diri sendiri.

Sedangkan muhasabah merupakan usaha seorang Muslim untuk menghitung, mengkalkulasi diri seberapa banyak dosa yang telah dilakukan dan mana-mana saja kebaikan yang belum dilakukannya. Jadi Muhasabah adalah sebuah upaya untuk selalu menghadirkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya tengah dihisab, dicatat oleh Raqib dan Atib sehingga ia pun berusaha aktif menghisab dirinya terlebih dulu agar dapat bergegas memperbaiki diri.

Terima Kasih tuan atas tambahan diatas :)cgrock
 
[18] (Tidakkah dia memikirkan) dari apakah dia diciptakan oleh Allah?

[19] Dari air mani diciptakannya, serta dilengkapkan keadaannya dengan persediaan untuk bertanggungjawab;

[20] Kemudian jalan (baik dan jahat), dimudahkan Tuhan kepadanya (untuk menimbang dan mengambil mana satu yang dia pilih);

[21] Kemudian dimatikannya, lalu diperintahkan supaya dia dikuburkan;

[22] Kemudian apabila Allah kehendaki dibangkitkannya (hidup semula).

[23] Janganlah hendaknya dia kufur ingkar lagi! Sebenarnya dia belum menunaikan apa yang diperintahkan kepadanya.

Surah 'Abasa 18-23.....betapa Allah mengkehendaki tiap2 manusia mencari dan menyelami maksud sebenar menjadi hambaNya yang benar2 ta'at, wallahu'alam.....

tambah lagi tuan
 
Back
Top
Log in Register