noraini@azlan
Legendary Member

- Messages
- 16,721
Paid Membership
- Joined
- Nov 12, 2008
- Messages
- 16,721
- Reaction score
- 105
- Points
- 138
Tu gambar betul ker?
Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Note: This feature may not be available in some browsers.


![]()
Kisah Imam Maliki RA & Imam Syafi’i RA Tertawa Karena Beda Pendapat Tentang Masalah Rezeki.
#Imam_Malik_RA (Guru Imam Syafi’i RA)
Beliau berkata, : Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan meberikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus lainnya.
#Imam_Syafii_RA (Murid Imam Maliki RA)
Beliau berkata : Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.
Guru dan murid itu tetap bersikukuh pada pada pendapatnya masing-masing.
Suatu ketika Imam Syafii RA keluar berjalan dan melihat serombongan orang petani tengah memanen anggur. Diapun membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafii memperoleh imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa. Imam Syafii girang, bukan karena mendapatkan anggur, tetapi pemberian itu telah menguatkan pendapatnya. Jika burung tak terbang dari sangkar, bagaimana ia akan mendapat rezeki. Seandainya dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan mendapatkan anggur.
Imam Syafi’i RA bergegas menjumpai Gurunya Imam Malik RA. Sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, beliau bercerita,:Imam Syafii sedikit mengeraskan bagian kalimat “seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya.”
Mendengar itu Gurunya Imam Malik RAtersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berucap pelan, “Sehari ini aku memang tidak keluar, hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur. Tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur segar untukku. Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”
#Guru dan #murid itu kemudian saling tertawa.
Dua Imam Mazhab mengambil dua hukum yang berbeda dari hadits yang sama. Begitulah cara Ulama bila melihat perbedaan, bukan dengan cara menyalahkan orang lain dan hanya membenarkan pendapatnya saja. Semoga dapat menjadi pelajaran buat kita semua.
INSYA ALLAH BERKAH BERMANFAAT DUNIA AKHIRAT

betul ke tuh wajah kedua imam agung ni?

Itulah cara orang berilmu tetapi berlainan pendapat.tak pasti tuan...wajah mereka ni di garap hampir kebanyakan penulis kitab....
di gambarkan begitu....
imam malik dan imam syafie hidup sezaman 200 tahun pertama hijrah....
mereka berdua adalah dari golongan salaf...yang masih hampir dengan amalan nabi....
cuma aku nak bangkitkan....bagaimana 2 imam besar ini berselisih pendapat dalam hal rezeki malah tersenyum dan ketawa walau pun mereka mempunyai jalan yang berbeza...
matlamatnya satu...iaitu jalan menuju Allah....
apa yang berlaku sekarang...jauh berbeza.....

Itulah cara orang berilmu tetapi berlainan pendapat.
Mereka meraikan khilaf diantara mereka tanpa berpecah belah.
Bukan macam AJK masjid yang lebih sudu dari kuah...guna pendapat ilmu cetek memarahi makmum lain.

Pesan Nabi,
jika berlaku perselisihan,
kembali rujuk
Sunnahnya
& Sunnah Khulafa al-Rasyidin.
Yg ni berkenaan soal khilaf.
Sbb ada kes,
sorang bersandarkan hadith sahih,
sorang bersandarkan hadith daif
atau lebih malang
tradisi turun temurun.

kkdng bila berilmu sedikit merasakan diri tu dah lebih baik dari orang lain....
ini lah ilmu yang membawa kepada kecelakaan kepada diri....

Orang beriman,
semakin berilmu,
semakin rendah diri.
Sebaliknya,
orang tidak beriman,
semakin berilmu,
semakin sombong
& bangga diri.
jika tak silap, Nabi saw wafat tahun 632M. imam malik lahir tahun 712M dan imam syafie tahun767M.tak pasti tuan...wajah mereka ni di garap hampir kebanyakan penulis kitab....
di gambarkan begitu....
imam malik dan imam syafie hidup sezaman 200 tahun pertama hijrah....
mereka berdua adalah dari golongan salaf...yang masih hampir dengan amalan nabi....
cuma aku nak bangkitkan....bagaimana 2 imam besar ini berselisih pendapat dalam hal rezeki malah tersenyum dan ketawa walau pun mereka mempunyai jalan yang berbeza...
matlamatnya satu...iaitu jalan menuju Allah....
apa yang berlaku sekarang...jauh berbeza.....