BTC USD 86,194.5 Gold USD 4,155.58
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Kisah Guru dan Muridnya

marvelous

Legendary Member
gem
Messages
17,046
Joined
Aug 21, 2006
Messages
17,046
Reaction score
2,972
Points
261
v1sMl7.jpg



Kisah Imam Maliki RA & Imam Syafi’i RA Tertawa Karena Beda Pendapat Tentang Masalah Rezeki.

#Imam_Malik_RA (Guru Imam Syafi’i RA)
Beliau berkata, : Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan meberikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus lainnya.

#Imam_Syafii_RA (Murid Imam Maliki RA)
Beliau berkata : Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.

Guru dan murid itu tetap bersikukuh pada pada pendapatnya masing-masing.

Suatu ketika Imam Syafii RA keluar berjalan dan melihat serombongan orang petani tengah memanen anggur. Diapun membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafii memperoleh imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa. Imam Syafii girang, bukan karena mendapatkan anggur, tetapi pemberian itu telah menguatkan pendapatnya. Jika burung tak terbang dari sangkar, bagaimana ia akan mendapat rezeki. Seandainya dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan mendapatkan anggur.

Imam Syafi’i RA bergegas menjumpai Gurunya Imam Malik RA. Sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, beliau bercerita,:Imam Syafii sedikit mengeraskan bagian kalimat “seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya.”

Mendengar itu Gurunya Imam Malik RAtersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berucap pelan, “Sehari ini aku memang tidak keluar, hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur. Tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur segar untukku. Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”

#Guru dan #murid itu kemudian saling tertawa.
Dua Imam Mazhab mengambil dua hukum yang berbeda dari hadits yang sama. Begitulah cara Ulama bila melihat perbedaan, bukan dengan cara menyalahkan orang lain dan hanya membenarkan pendapatnya saja. Semoga dapat menjadi pelajaran buat kita semua.

INSYA ALLAH BERKAH BERMANFAAT DUNIA AKHIRAT
 
Apapun bagi saya

Rezeki Allah Taala nie bukan hanya manusia yang usaha saja dapat

Kadang manusia tue tak usaha apapun dah rezeki dia dapat juga
 
Apapun bagi saya

Rezeki Allah Taala nie bukan hanya manusia yang usaha saja dapat

Kadang manusia tue tak usaha apapun dah rezeki dia dapat juga

rezeki, ajal dan jodoh semua urusan Allah...

namun ia termasuk dalam takdir ikhtiar....

dua2 pendapat antara anak murid dan guru nya betul...sbb itu mereka ketawa..
 
mukin boleh dsamakan dengan tuhan kasi si jahat beroleh kekayaan yang hebat malah bertambah kaya..

manakala si miskin berusaha kuat tp tuhan masih kasi dia d takuk yang sama..

mukin x sama dengan maksud post tp lebih kurang nak dekat sama la kot..
 
mukin boleh dsamakan dengan tuhan kasi si jahat beroleh kekayaan yang hebat malah bertambah kaya..

manakala si miskin berusaha kuat tp tuhan masih kasi dia d takuk yang sama..

mukin x sama dengan maksud post tp lebih kurang nak dekat sama la kot..

istidraj bagi yang memahami...

yang berusaha kuat tp masih belum kaya..kerana kekayaan itu pasti akan datang asalkan diri nya ddah bersedia...

bentuk kasih sayang Allah...hanya Allah yang tahu mana yang terbaik untuk diri kita...

ada yang kaya pasti akan menyebabkan kekayaan itu menjadi asbab kemungkaran diri nya suatu hari nanti...

ada yang sebab tak jadi kaya kerana diri nya masih tidak mampu untuk jadi kaya...

yang kaya dan terus kufur kepada Allah...maksudnya Allah sudah murka kepada nya...

manakah yang kita cari di dunia..kaya atau kemurakaan Allah ?
 
kisah guru dan murid

kisah nabi musa dn nabi khidir tu pon ade sebabnya..

xkn berlku setiap kjdian tu xde sebab
 
Seringkali rezeki dikaitkan dengan duit, padahal jika tak ada duit maknanya duitnya yang tak ada.
Rezeki merangkumi kesihatan, kemudahan, ilmu serta berbagai lagi nikmat tohan.
Dapat melihat, merasa, mendengar, bercakap, menulis, berfikir, bernafas.. Segala-galanya adalah rezeki..

"Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, nescaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya"
(An-Nahl 18)

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman 13)
 
Sama2 kita memperingatkan diri sendiri, Rezeki itu luas bukan sebab duit semata2, kesihatan rezeki, dapat anak rezeki, kerja, tido, bangun tu semua rezeki. Dan apa yg kita lalui jika bukan rezeki kita tapi rezeki kepada orang lain. Cth jika sakit kita pergi klinik, sakit kita rezeki kepada orang yang bekerja di klinik tu.
 
Sama2 kita memperingatkan diri sendiri, Rezeki itu luas bukan sebab duit semata2, kesihatan rezeki, dapat anak rezeki, kerja, tido, bangun tu semua rezeki. Dan apa yg kita lalui jika bukan rezeki kita tapi rezeki kepada orang lain. Cth jika sakit kita pergi klinik, sakit kita rezeki kepada orang yang bekerja di klinik tu.

ada orang duit banyak...tp penyakit pun banyak...

nak bayar ansuran itu, ansuran ini, insurance dan sbg...

orang miskin..tido nya lena...cukup waktu pergi solat....

orang kaya ( majoriti ) masih berkira2 untuk tinggal urusan takut kerugiaan..akhirnya solat menjadi no.2 selepas urusan dunia...
 
v1sMl7.jpg



Kisah Imam Maliki RA & Imam Syafi’i RA Tertawa Karena Beda Pendapat Tentang Masalah Rezeki.

#Imam_Malik_RA (Guru Imam Syafi’i RA)
Beliau berkata, : Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan meberikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus lainnya.

#Imam_Syafii_RA (Murid Imam Maliki RA)
Beliau berkata : Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.

Guru dan murid itu tetap bersikukuh pada pada pendapatnya masing-masing.

Suatu ketika Imam Syafii RA keluar berjalan dan melihat serombongan orang petani tengah memanen anggur. Diapun membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafii memperoleh imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa. Imam Syafii girang, bukan karena mendapatkan anggur, tetapi pemberian itu telah menguatkan pendapatnya. Jika burung tak terbang dari sangkar, bagaimana ia akan mendapat rezeki. Seandainya dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan mendapatkan anggur.

Imam Syafi’i RA bergegas menjumpai Gurunya Imam Malik RA. Sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, beliau bercerita,:Imam Syafii sedikit mengeraskan bagian kalimat “seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya.”

Mendengar itu Gurunya Imam Malik RAtersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berucap pelan, “Sehari ini aku memang tidak keluar, hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur. Tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur segar untukku. Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”

#Guru dan #murid itu kemudian saling tertawa.
Dua Imam Mazhab mengambil dua hukum yang berbeda dari hadits yang sama. Begitulah cara Ulama bila melihat perbedaan, bukan dengan cara menyalahkan orang lain dan hanya membenarkan pendapatnya saja. Semoga dapat menjadi pelajaran buat kita semua.

INSYA ALLAH BERKAH BERMANFAAT DUNIA AKHIRAT

aah bijak bijak subhanallah dua dua ulamak yg diberkati Allah ni; hujah dan pembuktian hujah yg bagus
saya pun tersenyum baca ni :)
alhamdulillah
 
Back
Top
Log in Register