talibanes
Permanently Banned - Multiple ID

- Messages
- 12,991
- Joined
- Aug 18, 2011
- Messages
- 12,991
- Reaction score
- 1,852
- Points
- 191
Kononnya, ada 2 ekor gajah yg bersahabat baik. Seekor betina dan seekor lagi jantan. Ke mana-mana mereka bersama.
Pada suatu hari, gajah jantan jatuh sakit. Apabila gajah betina mendapat tahu gajah jantan sakit, ia berasa sangat sedih. Ia segera mendapatkan gajah jantan.
"Wahai gajah betina, pada hari ini saya tidak dapat bersama-sama kamu mencari makanan," kata gajah jantan.
"Wahai gajah jantan, janganlah kamu berkata demikian. saya akan mencari makanan untuk kamu," kata gajah betina.
"Kamu sungguh baik hati," kata gajah jantan dengan terharu.
"Kamu juga baik hati dengan saya. Dahulu semasa kaki saya terpijak duri, kamulah yang mengubatkan kaki saya," kata gajah betina. Sejak hari itu, gajah betinalah yang mencari makanan untuk gajah jantan. Hari demi hari berlalu, penyakit gajah jantan semakin tenat.
"Wahai gajah betina, saya rasa saya akan meninggalkan kamu buat selama-lamanya," kata gajah jantan.
"Janganlah berkata demikian, wahai gajah jantan. Kamu akan sembuh," kata gajah betina.
Selang beberapa hari kemudian, gajah jantan pun mati. Gajah betina sangat sedih. Berhari-hari gajah betina tidak makan dan minum. Ia duduk di sisi gajah jantan yang sudah mati itu.
Disebabkan gajah betina tidak makan dan minum, akhirnya ia jatuh sakit. Setelah beberapa hari sakit, maka pada suatu hari, gajah betina pun mati. Ia mati di sis sahabatnya, gajah jantan. Begitulah kisah Batu Gajah dua ekor gajah yang tidak mahu berpisah sehingga akhir hayat.
Pada suatu hari, gajah jantan jatuh sakit. Apabila gajah betina mendapat tahu gajah jantan sakit, ia berasa sangat sedih. Ia segera mendapatkan gajah jantan.
"Wahai gajah betina, pada hari ini saya tidak dapat bersama-sama kamu mencari makanan," kata gajah jantan.
"Wahai gajah jantan, janganlah kamu berkata demikian. saya akan mencari makanan untuk kamu," kata gajah betina.
"Kamu sungguh baik hati," kata gajah jantan dengan terharu.
"Kamu juga baik hati dengan saya. Dahulu semasa kaki saya terpijak duri, kamulah yang mengubatkan kaki saya," kata gajah betina. Sejak hari itu, gajah betinalah yang mencari makanan untuk gajah jantan. Hari demi hari berlalu, penyakit gajah jantan semakin tenat.
"Wahai gajah betina, saya rasa saya akan meninggalkan kamu buat selama-lamanya," kata gajah jantan.
"Janganlah berkata demikian, wahai gajah jantan. Kamu akan sembuh," kata gajah betina.
Selang beberapa hari kemudian, gajah jantan pun mati. Gajah betina sangat sedih. Berhari-hari gajah betina tidak makan dan minum. Ia duduk di sisi gajah jantan yang sudah mati itu.
Disebabkan gajah betina tidak makan dan minum, akhirnya ia jatuh sakit. Setelah beberapa hari sakit, maka pada suatu hari, gajah betina pun mati. Ia mati di sis sahabatnya, gajah jantan. Begitulah kisah Batu Gajah dua ekor gajah yang tidak mahu berpisah sehingga akhir hayat.