BTC USD 82,973.4 Gold USD 4,144.17
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Jauhi Lah MALU untuk BerTaubat ..

Betul tuan..thread ini dibuat khusus untuk membaca....ehehheh.....
 
DILEMA ANAK TIDAK SAH TARAF

Memang parah dilema anak luar nikah. Bebanan yang terpaksa ditanggung diri dan keturunannya kelak bukan calang-calang. Tatkala bayi-bayi comel yang lahir ke dunia disambut gembira, dia pula disambut dengan simpati & cemik dalam suasana hiba.


Mana tangis syukur ibu sambil memeluk erat dirinya? Mana gema seruan azan dilagukan ayah di cuping telinganya? Mana tawa ria saudara-mara dengan kata-kata pujian dan tahniah buatnya memenuhi sebuah dimensi alam yang baru dimasukinya? Kosong.

Ia bagaikan epilog sedih yang harus dilalui oleh bayi tersebut. Namun, dia masih belum mampu merasai itu semua. Hanya difahami oleh hati-hati yang masih punya sifat kasih sayang dan perikemanusiaan. Hati ibu dan ayahnya, hanya Allah yang tahu sama ada menyesal atau langsung tak kisah!

Apabila bayi yang tidak berdosa itu makin membesar, kesedihan tetap memburu hidup. Bebanan masih tergalas dibahu. Dicaci dan dicela. Manakala satu-persatu kenyataan menyesakkan sanubari perlu dihadapi. Hingga di matanya, masa depan itu samar-samar, seolah-olah hanya mengharapkan takdir memberi sinar harapan.

Istilah Anak Tidak Sah Taraf

Menurut laporan yang dipaparkan dalam Berita Harian tahun lepas, terdapat hampir 17, 303 anak tidak sah taraf yang didaftarkan sepanjang 2009. Fenomena peningkatan kes kelahiran anak luar nikah bagai penyakit berjangkit. Semakin terjebak, semakin merebak.

Merujuk kepada persidangan Jawatankuasa Fatwa Negeri Johor yang bersidang pada 5 Safar 1425 bersamaan 26 Mac 2004, anak yang didaftarkan sebagai anak tidak sah taraf boleh diklasifikasikan di bawah tiga keadaan.

Pertama, anak itu ialah anak yang dilahirkan di luar nikah iaitu sama ada hasil daripada zina atau rogol. Kedua, anak yang dilahirkan kurang enam bulan dua lahzah Qamariah (bulan Hijriah) dari waktu akad nikah dan dia bukan hasil daripada persetubuhan syubhah.

Ketiga, anak yang dilahirkan lebih dari enam bulan dua lahzah Qamariah dari waktu akad nikah dan ada bukti dari segi syarak bahawa anak tersebut ialah anak luar nikah melalui ikrar ( pengakuan ) mereka yang berkenaan ( suami dan isteri tersebut atau salah seorang daripadanya dan tidak diingkari oleh pihak yang satu lagi ), atau adanya 4 orang saksi yang melihat berlakunya zina dan kesaksiannya pula memenuhi syarat-syarat mengikut hukum syarak.

Kita Tetap Hamba-Nya Jua

Pelbagai dugaan yang perlu ditanggung oleh anak tersebut apabila ingin melangkah ke setiap fasa seterusnya dalam kehidupan. Bahkan, mungkin bertimpa-timpa kesukaran bakal dihadapi ketika dia bakal mendirikan rumah tangga. Penerimaan manusia, sukar dijangka.

Walau bagaimanapun, sebagai sebuah masyarakat yang hidup dalam satu komuniti, jangan terlalu menanam rasa benci pada anak-anak yang sedang diberi ujian di pentas dunia ini. Tidak adil melontar batu-batu penghinaan kepada mereka sedangkan mereka itu ibarat mangsa kepada nafsu serakah yang membuta.

Anak-anak ini juga harus terus kuat menyelusuri terowong-terowong kehidupan yang gelap dan dikelilingi duri-duri tajam. Kita manusia semua adalah sama. Tidak kira bagaimana kita dilahirkan, siapa ibu bapa kita dan bagaimana perjalanan hidup kita. Destinasi syurga itulah yang perlu dijadikan inspirasi perjuangan.

Berpeganglah pada firman Allah, “Sesungguhnya orang yang paling mulia antara kamu di sisi Allah SWT ialah yang paling bertakwa.” (al-Hujurat: 13). Biar di mata manusia engkau bagaikan sampah kerana membawa dosa ibu dan ayah, asalkan di pandangan Allah, engkau umpama permata yang semakin bersinar tiap kali dikeji dan diuji!

Sunat Rahsiakan Status Anak Luar Nikah

Dalam Islam, tiada istilah anak lahir di luar nikah itu dengan anak haram. Jika ada yang mengatakan istilah itu ada, sila cari dalam kitab suci al-Quran atau hadis Rasulullah SAW yang menyebutnya demikian.

Sebenarnya, kedudukan anak ini sama saja dengan anak yang lain. Kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT berdasarkan ketakwaannya. Ia juga bukan kerana soal keturunan atau asal usulnya.

Perlu diingat, anak ini tidak berdosa kerana yang berdosa adalah ibunya. Seharusnya, anak ini tidak turut berdosa hanya disebabkan dosa ibunya. Seperti firman Allah SWT dalam surah al-An’am ayat 164:

“Dan tidaklah menanggung dosa oleh seseorang akan dosa orang lain.”

Ibunya pula, jika ia sudah taubat dengan taubat nasuha, maka sucilah si ibu terbabit daripada dosanya dengan maghfirah (keampunan) daripada Allah SWT. Kita tidak boleh mencacinya, baik terhadap anak itu atau ibunya akibat kesilapan yang pernah dilakukan sebelum ini.

Diriwayatkan daripada Abi Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila sudah berzina seorang hamba perempuan, maka nyatalah zinanya, maka hendaklah dideranya sebagai hukuman dan janganlah dicacinya. Kemudian jika ia berzina pula kali kedua, hendaklah dideranya sebagai hukuman dan janganlah dicacinya. Kemudian jika ia berzina kali ketiga, hendaklah dijualnya walaupun dengan (harga) tali dari bulu.”

Oleh itu, apabila kita mengetahui keadaan dan kedudukan asal usul seseorang yang kurang baik, sunat bagi kita sembunyikan perkara itu dan jangan dihebahkan baik yang berkepentingan atau pun kepada yang lainnya. Kecuali ketika mana ia berbuat mungkar, maka wajib diingkari. Wallahua’lam.
 
Jom kita luangkan sedikit dengan membaca kisah yusuf estess..Moga2 dapat kita jadikan panduan bersama ..insyaAllah


Seorang Pendeta Kristen (A Christian Priest)
Saya dilahirkan dalam keluarga Kristen yang kekristenannya sangat kuat, di Midwest, Amerika Serikat. Keluarga dan nenek moyang kami tidak hanya yang membangun gereja-gereja dan sekolah-sekolah di negeri ini, bahkan sesungguhnya adalah orang-orang yang datang ke sini saat pertama kali. Ketika saya masih di Sekolah Dasar kami pindah ke Houston, Texas, di tahun 1949 (Sekarang saya sudah tua). Kami hadir di gereja secara teratur dan saya dibaptis pada usia 12 tahun di Pasadena, Texas. Sebagai seorang anak berumur belasan tahun, saya ingin mengunjungi gereja-gereja lain untuk belajar lebih banyak tentang ajaran dan keyakinan mereka. Gereja Baptis, Metodis, Episkopal, Gerakan Karismatik, Nazaret, Gereja Kristus, Gereja Tuhan, Gereja Tuhan dalam Kristus, Gospel Sepenuh, Agape, Katolik, Presbyterian dan masih lebih banyak lagi. Saya belajar dan mengembangkan pengetahuan saya seperti orang kehausan "Keyakinan" atau bisa kita katakan; "Kabar Baik." Penelitian saya terhadap agama tidak hanya berhenti dalam Kristianitas. Tidak sama sekali. Hinduisme, Judaisme, Buddhisme, Metafisik, kepercayaan Amerika asli juga menjadi bagian dari studi saya. Hanya satu-satunya agama yang tidak saya lirik secara serius adalah "Islam". Mengapa ? Pertanyaan bagus.

Anyway, Saya menjadi sangat tertarik dengan berbagai tipe musik yang berbeda, khususnya Rohani dan Klasik. Karena seluruh keluarga saya relijius dan musik menjadi bagian dari hidup kami maka saya pun mempelajari lebih dalam kedua bidang itu. Semua itu menentukan posisi logika saya sebagai Pendeta Musik (Music Minister) di banyak gereja-gereja yang menjadi afiliasi saya selama bertahun-tahun. Saya mulai mengajarkan instrumen keyboard dari tahun 1960 dan pada tahun 1963 sudah memiliki studio sendiri di Laurel, Maryland, yang kami sebut dengan "Estes Music Studios."

Lebih dari 30 tahun saya dan ayah saya bekerja bersama di banyak proyek-proyek bisnis. Kami memiliki program-program untuk hiburan, pertunjukan, dan atraksi. Kami membuka toko piano dan organ di sepanjang jalan mulai dari Texas dan Oklahoma hingga ke Florida. Saya mendapat jutaan dolar pada tahun-tahun itu, namun tidak juga menemukan kedamaian pikiran yang hanya bisa diperoleh melalui pengetahuan akan kebenaran dan menemukan rancana yang riil tentang keselamatan. Saya yakin, sebagaimana pertanyaan yang sering muncul di hati kecil saya pada diri sendiri; "Mengapa Tuhan menciptakan saya ?" atau "Apa yang diinginkan oleh Tuhan untuk saya lakukan ?" atau "Sebenarnya, ngomong-ngomong, siapa sih Tuhan itu ?" "Mengapa kami mempercayai 'dosa asal ?" dan "Mengapa anak-anak lelaki Adam dipaksa menerima 'dosa-nya' dan kemudian sebagai konsekuensinya mereka harus dihukum selamanya. Namun jika anda menanyakan itu pada seseorang pendeta atau siapapun pemimpin Kristiani, mereka mungkin akan memberitahu anda bahwa anda harus meyakini itu tanpa perlu bertanya, atau itu adalah 'misteri' dan anda dilarang untuk bertanya.

Dan kemudian tentang konsep 'Trinitas'. Jika saya meminta pada pengkhotbah atau pendeta untuk memberi saya ide tentang bagaimana 'satu' bisa digambarkan menjadi 'tiga' atau bagaimana Tuhan sendiri, yang bisa melakukan apa pun yang Dia kehendaki, tidak mampu walau sekedar memaafkan dosa-dosa manusia, kecuali dengan menjelma menjadi manusia yang lalu turun ke bumi, menjadi seorang pria, dan kemudian mengambil alih dosa-dosa manusia. Harap diingat bahwa sepanjang Dia masih Tuhan dari seluruh alam dan Dia berkehendak melakukan sesuatu, baik di luar maupun di alam yang kita tahu, maka itu mudah bagi-Nya dan tak seorang pun bisa menghalangi. Dan kemudian pada tahun 1991, saya mencari tahu apa yang diyakini oleh Muslim tentang Bibel. Saya terkejut. Bagaimana ini bisa ? Tidak hanya sampai di situ, mereka bahkan yakin bahwa Jesus adalah :
Pembawa pesan yang sesungguhnya dari Tuhan;
Nabi dari Tuhan;
Lahir secara ajaib tanpa campur tangan manusia dari perawan suci Maria;
Ia adalah 'Kristus' atau sebagai juru selamat sebagaimana diprediksikan dalam Bibel;
Dia bersama Tuhan sekarang
Dan yang terpenting, dia akan datang kembali pada Hari Kiamat untuk memimpin orang-orang beriman untuk melawan kaum 'Antikristus'.
Ini sungguh di luar dugaan saya. Islam bahkan tahu lebih banyak tentang Jesus ketimbang gambaran di Bibel, khususnya saat para evangelists (dan kami juga) pergunakan untuk membenci Muslim dan Islam di seluruh dunia dengan amat sangat. Jadi, mengapa dan apa yang saya ingin lakukan untuk orang-orang ini ?
Perjumpaan Pertama dengan Muslim
Ayah saya sangat aktif mendukung aktivitas gereja, khususnya program sekolah gereja. Ia menjadi pendeta dan ditasbihkan pada tahun 1970-an. Ia dan istrinya (ibu tiri saya) kenal dengan banyak penginjil dan pengkhotbah di TV dan bahkan mengunjungi Oral Roberts dan membantu pembangunan "Menara do'a" ("Prayer Tower"Wink di Tulsa, OK. Mereka juga pendukung kuat untuk Jimmy Swaggart, Jim dan Tammy Fae Bakker, Jerry Fallwell, John Haggi dan musuh terbesar Islam di Amerika, Pat Robertson.
Abu Yusuf
Father of Yusuf Estes
Ayah dan istrinya bekerja bersama-sama dan menjadi orang yang paling aktif dalam merekam "Puji-pujianan" di kaset dan mendistribusikan untuk mereka secara gratis untuk pensiunan, rumah-rumah sakit, dan para manula. Dan kemudian di tahun 1991 ia mulai terlibat bisnis dengan orang-orang Mesir dan pada suatu waktu meminta saya untuk menemui salah seorang dari mereka. Bagi saya ini ide menarik ketika mulai terpikirkan untuk punya rasa internasionalisme. Anda tahu Piramida, Sphinx, Sungai Nil, dan semua itu. Dan kemudian ayah saya menyebut bahwa pria yang mesti saya temui tersebut adalah seorang 'Muslim.' Saya tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Seorang 'Muslim' ? Tidak. Saya tidak sudi. Saya mengingatkan ayah saya tentang berbagai macam hal buruk yang pernah kami dengar tentang orang-orang ini, mereka adalah teroris, pembajak, penculik, pengebom dan apalagi yang orang tidak tahu siapa mereka ? Belum lagi bahwa : mereka tidak percaya pada Tuhan; mereka menciumi tanah lima kali sehari dan mereka menyembah kotak hitam di gurun.
Tidak. Saya tidak bakalan sudi menemui mereka. Saya tidak akan bertemu dengan seorang pria 'Muslim' pun, tidak juga dia.

Ayah saya bersikeras agar saya menemui dia dan ia berusaha meyakinkan saya bahwa ia seorang pria yang baik. Jadi saya akhirnya menyerah dan setuju untuk bertemu dengan si Muslim itu.
Tapi tentu dengan cara saya. Saya setuju bertemu dengan dia pada hari Minggu tepat setelah selesai dari Gereja jadi kami dalam kondisi baik dan siap untuk berdoa pada Tuhan. Saya membawa serta Al-Kitab di bawah lenganku seperti biasa. Saya kenakan salib besar yang mengkilat tergantung di leher saya dan tak lupa sebuah topi bertuliskan : "Jesus adalah Tuhan" tepat di bagian depan. Istri dan kedua anak perempuan saya juga datang dan kami siap untuk menemui si 'Muslim' itu.
Ketika saya tiba di toko dan menanyakan pada ayah saya mana si 'Muslim' itu, ia menunjuk ke suatu arah, dan berkata : "Itu dia ada di sana." Saya bingung. Itu bukanlah Muslim. Bukan.
Saya mencari seorang pria besar dengan jubah dan sorban di kepalanya, jenggot yang bergelayut ke bawah hingga kemeja dan alisnya yang melintang di depan.
Tapi pria ini tidak berjenggot. Faktanya, ia bahkan tidak punya rambut di atas kepalanya. Ia malah cenderung botak. Dan ia sangat ramah dan hangat, datang menghampiri lalu menjabat tangan saya. Ia pria yang menyenangkan. Ini tidak masuk akal. Saya kira ia teroris dan bomber. Apa-apaan ini ?
Terkejut dengan Apa yang Muslim Yakini
OK, tak apa. Saya juga punya hak untuk bekerja dengan orang ini. Ia perlu 'diselamatkan' dan saya, dan Tuhan, akan melakukannya. Jadi, setelah perkenalan singkat, saya tanya ke dia :
"Apa Anda percaya adanyaTuhan?"
Dia berkata: "Ya." (Bagus !)
Dan kemudian saya tanya : "Anda percaya Adam dan Hawa?"
Dia menjawab: "Ya."
Saya lalu tanya: "Bagaimana dengan Ibrahim (Abraham) ? Anda meyakini dia dan bagaimana ia mencoba mengorbankan anaknya demi Tuhan ?"
Ia menjawab: "Ya."
Kemudian saya tanya : "Bagaimana dengan Musa ?"
Lagi ia menjawab : "Ya."
Kemudian : "Bagaimana dengan nabi-nabi lain, Daud (David), Sulaiman (Solomon) dan Yahya (John) sang Pembaptis ?"
Ia menjawab : "Ya."
Saya bertanya : "Anda percaya Injil (Bible) ?"
Lagi, ia menjawab : "Ya."
Jadi, sekarang tiba saatnya untuk satu pertanyaan besar : "Apakah anda percaya Isa Almasih (Jesus) ? Bahwa dia adalah Kristus dari Tuhan (the Christ of God) ?"
Lagi ia menjawab : "Ya."

Baik, sekarang, persoalan tampak lebih mudah dari yang saya kira. Tadi itu baru saja persiapan untuk pembaptisan buat dia hanya saja dia tidak tahu. Lagi pula, saya sendirian yang melakukan. Aku telah memenangkan jiwa demi Tuhan hari demi hari namun apa yang barusan terjadi akan menjadi sebuah prestasi besar bagiku, menangkap salah satu dari 'Muslim-muslim' dan 'mengubah agama mereka' ke Kristiani. Saya tanya dia apakah ia suka teh dan ia bilang ya. Maka, kami pergi ke kedai kecil di mall dan duduk di sana berbincang-bincang tentang topik kesukaan saya : Keyakinan. Saat kami duduk di warung kopi kecil selama berjam-jam untuk berbincang-bincang (bahkan aku yang terlalu banyak bicara) saya tahu bahwa ia seorang pria yang baik, sabar, dan bahkan sedikit pemalu. Dia mendengarkan dengan seksama setiap kata yang saya ucapkan dan sama sekali tidak menginterupsi walau hanya sekali. Saya menyukai orang ini dan saya pikir ia punya potensi untuk menjadi seorang Kristen yang baik. Sedikit demi sedikit saya menjadi tahu hal positif terhadap apa yang tampak di depan mata saya.

Dan yang terpenting adalah bahwa saya setuju dengan ayah saya untuk berbisnis dengan pria ini dan bahkan mendorong ayah agar saya bisa melakukan perjalanan panjang dengannya untuk tujuan bisnis, melintasi bagian utara Texas. Hari demi hari, kami berkendaraan bersama dan berdiskusi mengenai berbagai isu termasuk perbedaan keyakinan yang dimiliki oleh beragam orang. Dan sepanjang perjalanan tersebut, saya tentu saja sambil menghidupkan siaran radio favorit saya, yakni tentang peribadatan dan pujian untuk membantu memasukkan pesan-pesan pada individu miskin rohani ini. Kami berbincang tentang konsep Tuhan; makna hidup; tujuan penciptaan; nabi dan misi-misi mereka dan bagaimana Tuhan memperlihatkan kehendak-Nya kepada umat manusia. Kami juga berbagi pengalaman-pengalaman pribadi dan ide-ide tersebut dengan lancar.

Suatu hari saya datang dan tahu bahwa teman saya Muhamad akan pindah rumah dari yang sebelumnya tinggal bersama rekannya dan bahwa ia sementara waktu akan tinggal di Masjid. Saya menemui ayah saya dan meminta beliau untuk mengundang Muhamad datang dan tinggal bersama kami di Amerika. Rumah kami cukup besar dan jika Muhamad bersedia tinggal bersama kami, maka kami bisa berbagi tugas dan pengeluaran serta kita pun bisa siap kapan pun untuk pergi keliling melakukan perjalanan. Ayah setuju dan Muhamad pun pindah dan tinggal bersama kami.

Tentu saja kami masih punya waktu untuk melakukan kunjungan terhadap pengkhotbah dan penginjil di seluruh negara bagian Texas. Salah satu dari mereka tinggal di Texas -- perbatasan Mexico dan yang lainnya tinggal di dekat perbatasan Oklahoma. Salah seorang pendeta suka dengan salib besar terbuat dari kayu yang besarnya melebihi mobil. Dia membawa balok kayu berbentuk salib besar itu dengan memanggul di atas pundaknya dan bagian bawahnya ditarik di atas tanah lalu ia bawa turun ke jalan tol. Orang-orang pada menghentikan mobil mereka dan menghampiri dia lalu bertanya apa yang sedang terjadi dan ia pun memberikan pamflet, brosur, dan booklet tentang agama Kristen.
Diskusi Kelompok tentang Keyakinan
Suatu hari teman saya yang mengenakan salib mendapat serangan jantung dan dilarikan ke rumah Sakit Veteran dan harus opname di sana untuk beberapa waktu yang lama. Saya manfaatkan kunjungan saya ke sahabat saya (yang sakit di rumah sakit) tersebut beberapa kali seminggu dan mengajak Muhamad turut serta dengan harapan bahwa kami bisa berbagi bersama mengenai subyek keyakinan dan agama. Sahabat saya (sesama pendeta yang sakit tersebut) sama sekali tidak terkesan dan jelas bahwa ia tidak ingin tahu apa-apa tentang Islam. Kemudian pada suatu hari seorang pria yang sekamar dengan teman saya yang sakit datang masuk ke ruangan sambil mengendarai kursi rodanya. Saya menghampiri dia (pria di atas kursi roda itu) lalu menanyakan namanya, namun ia jawab tidak apa-apa. Dan ketika saya tanya dari mana asalnya, (pria di atas kursi roda tersebut) bilang bahwa ia berasal dari Planet Jupiter. Saya bingung atas jawaban pria ini dan mulai bertanya-tanya apakah benar saya berada di bangsal perawatan jantung ataukah bangsal perawatan pasien sakit jiwa?

Saya tahu ia pastilah seorang pria yang tengah kesepian dan depresi dan **** seseorang dalam hidupnya. Jadi, saya mulai menjadi 'saksi' baginya tentang Tuhan. Saya bacakan alkitab Junus (Jonah) dari Perjanjian Lama. Saya ceritakan Nabi Junus yang telah dikirim oleh Tuhan untuk menyeru kaumnya ke jalan yang benar. Junus telah meninggalkan kaumnya dan melarikan diri dengan menggunakan kapal meninggalkan kota untuk pergi mengarungi lautan. Namun di tengah laut tiba-tiba badai datang dan kapal pun hampir terbalik kemudian orang-orang membawa Junus ke tepi kapal dan melemparkan dia ke tengah laut. Sebuah ikan hiu datang ke permukaan dan menelan Junus lalu kembali ke dasar laut, dan Junus berada di dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam. Namun berkat rahmat Allah ikan itu kembali ke permukaan dan memuntahkan Junus hingga ke luar dari perut ikan. Junus kembali pulang ke kota dengan selamat, ke kota Nineveh. Ide darin kisah ini adalah bahwa kita tidak bisa benar-benar lari dari masalah karena kita selalu tahu bahwa kita tidak sendiri. Ada yang maha tahu, Tuhan selalu tahu apa yang kita kerjakan.

Setelah berbagi cerita ini dengan pria di atas kursi roda itu, ia mendongak dan melihat ke arah saya, kemudian minta maaf. Ia menyesal atas sikap kasarnya pada saya dan memberitahu saya bahwa ia akhir-akhir ini telah mengalami masalah yang sangat serius. Kemudian ia mengatakan bahwa ia ingin mengakui sesuatu hal kepada saya. Dan saya bilang bahwa saya bukanlah pendeta katolik dan bahwa saya tidak menangani pengakuan dosa (confessions). Ia menjawab bahwa ia tahu itu. Faktanya, ia malah berkata : "Saya seorang pendeta Katolik."
Saya sangat terkejut. Jadi saya barusan mengkhotbahi tentang Kristiani pada seorang pendeta ! Dunia apa gerangan yang terjadi di sini ? Pendeta (yang duduk di atas kursi roda itu) mulai berbagi cerita tentang misinya sebagai misionaris untuk gereja selama lebih dari 12 tahun ke Amerika Selatan dan Tengah dan bahkan di "Dapur Neraka"-nya New York (New York's 'Hell's Kitchen'Wink. Ketika ia keluar dari rumah sakit dan **** tempat untuk pemulihan fisik, dari pada membiarkan dia pergi dan tinggal bersama keluarga Katolik, saya beritahu ayah saya untuk mengundang sahabat baru saya ini untuk tinggal bersama kami dan Muhamad. Ayah setuju dan kita semua sepakat bahwa ia akan segera pindah ke rumah kami.

Selama perjalanan ke rumah kami, saya berbicara pada pendeta itu tentang beberapa konsep keyakinan Islam dan alangkah kagetnya saya bahwa ia setuju untuk berbagi dan bahkan ingin berdiskusi lebih dalam lagi dengan saya. Saya juga terkejut ketika dia menceritakan pada saya bahwa pendeta Katolik sebenarnya juga mempelajari Islam dan bahkan beberapa meraih gelar doktor di bidang ini. Ini sungguh mencerahkan saya. Tapi masih ada lebih banyak lagi yang kemudian membuka pikiran saya.

Setelah sahabat saya tinggal menetap bersama kami, setiap malam kita semua berkumpul di meja makan usai makan malam, untuk mendiskusikan agama. Ayah saya membawa Al-Kitab Versinya King James (King James Version of the Bible), Saya sendiri membawa versi Al-Kitab Standard yang telah direvisi (Revised Standard Version of the Bible), istri saya membawa versi lain lagi dari Al-Kitab (mungkin seperti versi 'Berita Baik untuk Manusia Modern' punyanya Jimmy Swaggart) (Jimmy Swaggart's 'Good News For Modern Man.'Wink. Pendeta sahabat saya, tentu saja, punya Al-Kitab Katolik (Catholic Bible) yang punya tujuh buku lebih banyak yakni Al-Kitabnya Protestan. Jadi kami semua lebih banyak menghabiskan waktu membicarakan mana Al-Kitab yang benar atau yang paling benar, ketimbang mencoba untuk meyakinkan Muhamad agar menjadi Kristen.

Pada titik ini saya ingat untuk menanyakan pada Muhamad berapa banyak versi Quran setelah 1400 lebih Quran ada di Bumi. Dia menjawab bahwa hanya ada SATU QURAN. Dan bahwa kitab suci itu tidak pernah berubah. Ia bahkan memberitahu saya bahwa ratusan juta Muslim telah hafal Quran dan juga telah mengajarkannya pada orang lain hingga hafal sampul-demi sampul, huruf demi huruf, dengan sempurna, tanpa ada kesalahan sedikit pun, tersebar di seluruh dunia di berbagai negara. Berabad-abad sejak Quran pertama kali diturunkan dihafal langsung oleh Rosulullah dan para sahabat-sahabatnya, di luar kepala, di samping dicatat secara tertulis, sempurna tanpa cacat, tanpa kesalahan satu titik pun.

Mata saya terbelalak. Suatu hal yang sulit dipercaya ! Di atas semuanya, bahasa asli Al-Qur'an masih terjaga keasliannya, sementara Bahasa Asli Al-Kitab telah lama mati berabad-abad yang lalu dan dokumentasinya itu sendiri telah lama hilang selama ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Jadi, hal seperti ini bagaimana bisa begitu mudah melestarikan dan membaca dari halaman demi halaman.
Pendeta Katolik Masuk Islam
Anyway, pada suatu hari pendeta Katolik sahabat saya bertanya pada Muhamad apakah dia bisa ikut dengannya pergi ke Masjid untuk melihat seperti apa situasi di sana. Mereka kembali dan menceritakan pengalamannya di sana dan kami tak sabar ingin tahu seperti apa upacara (seremoni) peribadatan mereka dan apa yang mereka lakukan. Dia berkata bahwa ia tidak sungguh-sungguh melihat adanya seremoni seperti yang saya maksud. Mereka (kaum Muslim) sekedar datang, sembahyang, berdo'a, dan pergi. Saya tanya : "Mereka pergi ? Tak ada khotbah, tak ada nyanyi-nyanyi, tak ada musik ?" Teman saya bilang ya, benar begitu.
Beberapa hari berlalu dan kemudian pendeta Katolik itu kembali meminta pada Muhammad agar ia diijinkan untuk ikut dengannya lagi pergi ke Masjid. Tapi kali ini berbeda. Lama sekali mereka pergi dan tidak pulang-pulang. Hingga hari menjadi gelap dan kami khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu pada mereka. Akhirnya mereka pulang juga, dan ketika mereka datang dan saya bukakan pintu saya mengenali betul Muhamad, tapi siapa pria dengan pakaian panjang di sebelahnya ? Seseorang memakai jubah putih dan peci putih. Tunggu sebentar ! Bukankah itu pendeta Katolik itu ? Spontan saya tanya ke dia : "Pete? -- Apakah kamu menjadi seorang Muslim ? Dia bilang bahwa ia telah masuk Islam pada hari ini. PENDETA MENJADI MUSLIM !! Lalu apa yang terjadi selanjutnya ? (Anda akan lihat).
Saya mengikuti dia dan Menyerahkan Diri Saya pada Tuhan
Jadi, saya pergi ke lantai atas untuk memikirkan sesuatu, dan mulai berbicara pada istri saya tentang agama secara lebih menyeluruh. Istri saya kemudian memberitahu saya bahwa ia juga sudah masuk Islam, karena dia tahu bahwa ini adalah kebenaran. Saya sungguh terkejut untuk ke sekian kalinya. Saya balik lagi ke lantai bawah dan membangunkan Muhamad lalu mengajak dia keluar untuk mendiskusikan sesuatu. Kami berjalan dan berbicara secara panjang lebar semalaman. Menjelang fajar (waktu subuh untuk Muslim) saya tahu kebenaran itu telah datang akhir-akhir ini dan sekarang tiba bagian saya. Saya pergi ke belakang rumah ayah saya dan di atas potongan papan kayu tua saya berbaring dan meletakkan kepala saya sujud di atas tanah seperti arah orang Muslim sholat lima waktu sehari.

Sekarang, dalam posisi seperti itu, dengan tubuh terbaring di atas lapisan kayu dan kepala saya dalam sujud menyentuh tanah, saya memohon : 'Ya Tuhan. Jika Engkau di sana, bimbing saya, bimbing saya. Dan beberapa saat kemudian saya bangkit mengangkat kepala saya dan saya perhatikan sesuatu. Tidak, saya tidak melihat sesuatu burung atau malaikat datang dari langit atau mendengar suara atau musik, juga tidak melihat cahaya atau kilatan. Apa yang saya lihat adalah sebuah perubahan dalam diri saya."

Saya sadar sekarang, lebih dari sebelumnya bahwa kinilah saatnya saya berhenti berbohong dan menipu diri sendiri, melakukan transaksi bisnis licik. Sekarang saatnya saya sungguh-sungguh menjadi seorang yang jujur dan pria yang lurus. Saya tahu sekarang apa yang harus saya lakukan. Jadi saya pergi ke lantai atas lalu mandi, membersihkan diri, dengan pikiran yang berbeda, menjadi orang yang berbeda, dengan membasuh semua dosa-dosa saya atas apa yang telah saya lakukan selama ini bertahun-tahun. Dan sekarang saya datang dalam kehidupan yang baru dan menyegarkan. Sebuah kehidupan yang berpijak pada kebenaran dan pembuktian.

Sekitar pukul 11:00 pagi saat itu, Saya berdiri di hadapan dua orang saksi, satu mantan pendeta yang dikenal dengan Pastor Jacob Petrus (Father Peter Jacob's), dan yang satunya lagi adalah Muhamad Abdul Rahman (Mohamed Abel Rehman) dan mengikrarkan kalimat sahadat (Kesaksian terbuka bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rosul Allah).
Istri dan Ayah Saya Ikut serta Masuk Islam
Beberapa menit kemudian istri saya menyusul dan mengikrarkan kalimat shahadat. Tapi sekarang dia disaksikan oleh tiga orang saksi (saya menjadi saksi ketiga).
Ayah saya sedikit lebih berhati-hati dalam hal agama dan menunggu beberapa bulan sebelum beliau juga mengucapkan kalimat shahadat. Tapi akhirnya ia justru sangat berkomitmen untuk Islam dan mulai mengajak sembahyang berjamaah dengan saya dan Muslim lainnya di Masjid lokal.
Anak-anak segera kami ambil dari sekolah Kristen untuk kami pindahkan ke Sekolah Islam. Dan sekarang sepuluh tahun kemudian mereka telah hafal banyak surah serta ayat-ayat suci Al-Quran serta memahami ajaran-ajaran Islam.

Ayah dari istri saya yang terakhir mengakui bahwa Jesus tidak bisa menjadi anak Tuhan dan pastilah dia seorang nabi dari Tuhan, tetapi bukan Tuhan.

Sekarang berhentilah sejenak dan berpikir. Sebuah rumah tangga dan orang-orang yang berasal dari berbagai latar belakang dan kelompok etnis yang berbeda datang bersama-sama dalam kebenaran untuk belajar dan mengetahui bagaimana menyembah sang Pencipta, Pemelihara seluruh alam semesta. Pikirkan. Seorang Pastor Katolik. Seorang minister musik dan pendeta (minister of music and preacher). Seorang minister dan pendiri sekolah Kristen. Dan mereka semua masuk Islam ! Hanya berkat rahmat-Nya kami semua memperoleh bimbingan untuk melihat kebenaran nyata Islam tanpa penghalang lagi.
Fenomena Para Pendeta pada Masuk Islam
Jika saya berhenti di sini, saya yakin bahwa anda pasti mengakui, setidaknya, ini cerita yang luar biasa bukan ? Setelah itu semua, tiga pemimpin agama dari denominasi terpisah, yang tadinya keyakinan mereka tampak saling berlawanan, semuanya sama-sama masuk ke dalam satu keyakinan yang sama dalam waktu yang bersamaan, dan segera setelah itu berada dalam satu rumah spiritual yang sama ?

Tapi itu belum semuanya. Ada lagi ! Di tahun yang sama, ketika saya berada di Grand Prairie, Texas (dekat Dallas) saya berjumpa dengan seorang mahasiswa Seminary Baptis dari Tennessee bernama Joe, yang masuk Islam setelah membaca Qur'an di saat sedang mengikuti kelas BAPTIST SEMINARY COLLEGE!

Ada lagi yang lain. Saya ingat peristiwa seorang Pemimpin Katolik, di sebuah perguruan tinggi di kota, yang berbicara begitu banyak tentang kebaikan Islam dengan bersemangat sehingga mendorong saya untuk menanyakan padanya kenapa tidak masuk Islam saja. Ia menjawab : "Apa ? Dan saya kehilangan pekerjaan saya ?" - Namanya adalah Pastor John (Father John) dan ada harapan baginya.

Lagi ? Ya. Setahun kemudian saya bertemu seorang mantan Pastor Katolik yang telah menjadi misionaris selama 8 tahun di Afrika. Dia mempelajari Islam saat berada di sana dan kemudian masuk Islam. Ia mengubah namanya menjadi Omar dan pindah ke Dallas Texas.

Ada lagi ? Ya, sekali lagi, ada. Dua tahun kemudian saat berada di San Antonio, Texas saya diperkenalkan dengan seorang mantan Uskup Arch Gereja Ortodoks Rusia yang mempelajari Islam dan kemudian meninggalkan posisinya untuk masuk Islam.

Dan sejak saya menjadi 'pendeta'-nya Islam dan menjadi salah seorang pemimpin untuk kaum Muslim di seluruh Amerika dan bahkan di seluruh dunia, saya bertemu lebih banyak lagi individu-individu yang juga seorang pemimpin, pengajar, dan sarjana dari agama lain yang telah mempelajari Islam kemudian masuk Islam. Mereka berasal dari Hindu, Yahudi, Katolik, Protestan, Saksi Jehovah, Yunani dan Rusia Ortodoks, Kristen Koptik dari Mesir, gereja non-denominasi dan bahkan ilmuwan yang tadinya atheis.
Mengapa ? Pertanyaan bagus.
Saran untuk Mencari Kebenaran
Ijinkan saya untuk memberi saran bagi pencari kebenaran untuk melakukan SEMBILAN LANGKAH untuk memurnikan pikiran :
Bersihkan pikiran, hati, dan jiwa baik mereka.
Hapuskan semua prasangka buruk dan persepsi yang salah.
Baca terjemahan dan makna Qur'an yang baik dalam bahasa yang paling bisa dimengerti.(Lebih baik baca Quran yang diterjemahkan oleh ahlinya, yakni kaum Muslim sendiri yang paling mengetahui makna/tafsir Qur'an yang benar dan bukan oleh orang non muslim yang terjemahannya sangat bias, sembrono, semaunya, karena didasari oleh niat dan hati yang jahat.) (Kalimat dalam kurung adalah tambahan dari penerjemah).
Luangkan waktu.
Baca dan renungkan.
Berpikir dan berdo'alah.
Dan tetaplah mohon petunjuk pada Tuhan yang menciptakan anda saat pertama kali, untuk mendapat bimbingan ke arah kebenaran.
Tetaplah pada hal-hal di atas selama beberapa bulan. Dan lakukan itu secara teratur.
Di atas semuanya, jangan biarkan orang lain meracuni pikiran atau mempengaruhi anda di saat anda sedang dalam keadaan "jiwanya terlahir kembali."
Selebihnya adalah urusan anda dengan Tuhan Yang Maha Pencipta. Jika anda sungguh-sungguh mencintai-Nya, maka Dia sudah tahu dan Dia yang akan menunjukkan jalan tergantung pada hati kita masing-masing.
Jadi, sekarang anda telah mendapat pengenalan awal dari cerita saya tentang bagaimana saya bisa masuk Islam dan menjadi Muslim. Ada lebih banyak lagi di Internet cerita seperti yang saya alami ini dan lebih banyak lagi gambaran yang tak kalah baiknya. Silakan luangkan waktu anda untuk mengunjungi situs-situs Islam yang baik, yang dikelola oleh kaum Muslim dan bukan situs yang berkedok Islam tapi menjelek-jelekkan Islam, musuh-musuh Islam, dan mari kita berbagi bersama dalam kebenaran berdasarkan bukti untuk memahami asal muasal kita dan tujuan hidup kita sebelum dan sesudah kita mati.

Dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada Anda yang telah mengirimi saya email pada hari ini. Jika anda tidak mengirim email itu sebelumnya, saya mungkin masih juga tidak menyelesaikan tugas saya untuk menuliskan cerita saya sekali lagi tentang bagaimana "Pendeta dan Pengkhotbah Kristiani Masuk Islam" ("Priest and Preachers Are Coming to Islam."Wink
Semoga Allah membimbing Anda dalam perjalanan Anda menuju kebenaran yang hakiki. Amin. Dan semoga Dia membuka pintu hati dan pikiran anda pada kenyataan dunia ini dan tujuan hidup ini, amin.
Salam damai untuk anda dan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Pencipta dan Pemelihara semua yang ada di dunia ini.

Temanmu,

Yusuf Estes
 
BICARA TENTANG HATI

“Ummu, kau pernah suka seseorang tak?’’ temanku bertanya.

Teralih perhatianku untuk menikmati keindahan alam.

“Adalah jugak. Tapi dah lama, dah hilang dah pun perasaan itu. Kadang-kadang memang terasa macam ada sesuatu dalam hati; tapi perasaan tu juga buat aku rasa tak sedap hati at the same time. Bila macamtu, aku doa je kat Allah. So, sebenarnya, aku pun tak pastu aku pernah suka lelaki ke tak. Hehehe”

“Kau doa macamana?”

Ya Allah, kau tahu perasaanku terhadapnya kerana Kau Maha Mengetahui, jika memang sudah tertakdir jodohku dengannya, Kau peliharalah rasa sukaku terhadapnya sebaliknya jika aku memang tidak tertulis untuknya, Kau hilangkan rasa sukaku terhadapnya. Kerna Kaulah yang sebaik-baik perancang.

Hanya itu yang mampu ku jawap. Mahu menghilangkan rasa gusar di jiwa temanku. Tersenyum dia mendengar jawapanku.

“Nasib baik kau ada, kalau tak mesti aku dah terlanjur jual cinta aku untuk yang tak sepatutnya.”

…..
Yang Dinamakan Hati

Memendam perasaan itu dinamakan jihad. Kerana kita sedang memperjuangkan diri kita daripada terjebak dengan dosa. Andai seseorang meluahkan perasaannya terhadap kita dan kemudian kita menerima perasaannya, mengikat sebuah hubungan haram, membuka hati kita untuk menerima cinta kepada yang tak sepatutnya. Samalah, seperti balang gula-gula yang telah terbuka dari penutupnya.

Dan ketika sedang menjalin hubungan tanpa ikatan dengannya, kita sibuk menzahirkan cinta, meluahkan sayang kepadanya, kerana ketika itu, hidup kita hanya untuk membahagiakannya. Ini diibaratkan seperti gula-gula yang terdapat dalam balang itu telah diberikan kepada dia.

Lalu, akhirnya dia pergi meninggalkan kita setelah puas mempermainkan kita yang leka dalam cinta. Balang gula-gula itupun yang sudah terbuka penutupnya, hanya tingal sedikit sisa-sisa, beberapa gula-gula. Dan hati kita itu, hanya balang gula-gula yang tinggal sedikit isinya. Adakah hati itu yang bakal kita persembahkan kepada seorang Adam yang bergelar suami, halal keatas kita, dan bakal menghabiskan masanya bersama kita?

Si suami bakal mendapat cinta secondhand. Tidakkah kita merasa malu untuk berdepan dengannya, kerana hati ini pernah menjadi kepunyaan orang lain?

Suka pada seseorang. Itu namanya fitrah. Kerana itulah, berada di alam remaja, merupakan alam yang paling mencabar.

Ada sesetengah manusia, menjadikan cinta sebagai media pemuasan hawa nafsu. Inilah yang berlaku pada akhir zaman sekarang. Kes buang bayi, mengandung anak luar nikah, semakin banyak terjadi. Inilah umat akhir zaman.

Cinta yang lazimnya ditujukan kepada pemuasan hawa nafsu semata, sebenarnya cinta yang diilhamkan Tuhan untuk haiwan.
Al-Farabi
Tidak malukah kita? Disamakan dengan haiwan?

Muhasabah diri. Suka seseorang, pendamkan sahaja. Fikir dahulu,tidakkah kita berasa malu? Mencintai seseorang, tanpa terlebih dahulu mencintai Dia. Bagaimana kita, mahu mengetahui tanda-tanda kita mencintai Allah?

…..
Tanda-tanda Mencintai Allah

Kalau cinta, rindu untuk bertemu.
Bagaimana sikap kita sewaktu hendak berjanji temu (solat) dengan Allah?
Kalau cinta, suka apabila disuruh.
Bagaimana sikap kita sewaktu diperintah menutup aurat, menjauhi zina dan lain-lain?

Tidak malukah kita? Mencintai hambaNya terlebih dahulu tanpa mencintai Dia?

Andainya kita risau, orang yang kita sukai bakal jatuh ke tangan orang lain, ingatlah kita ini siapa. Orang yang disukai itu bukan milik kita sebaliknya milikNya. Layakkah kita merisaukannya. Ingatlah, jodoh itu ketentuan Tuhan, kita hamba tidak perlu bersusah payah memikirkannya.

Apa guna bercouple? Sedangkan dia yang kita sukai itu belum tentu lagi jodoh kita. Elakkan. Kerana ia selangkah menuju kepada perbuatan zina. Dan Allah sendiri telah berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina…. (Al-Isra’ 17:32)”
Cinta selepas kahwin itu indah. Kerana apa yang haram untuk dibuat, halal untuk kita lakukan terhadapnya. Simpan diri untuk yang halal. Bila hati diuji kerana fitrah, peganglah pada prinsip: ‘hati itu ibarat balang gula-gula.’

Wanita, peliharalah cintamu untuk yang halal. Memendam itu berjihad. Tidak perlu bercouple untuk melampias fitrah. Kita wanita, senang menuju ke syurgaNya.
 
RAHSIA WANITA SOLEHAH

“Innalillahi wa innalillahi rajiun… kepada Allah kita datang kepadaNya kita kembali… “
Cerita berlaku di dalam sebuah bas, yang hendak menuju ke suatu tempat yang sangat jauh.. saat itu musim panas.. Salah seorang penumpang itu adalah seorang wanita yang sangat cantik, muda dan bergaya. Penampilannya yang anggun dan bergaya itu menarik perhatian penumpang-penumpang lain dalam bas. Apabila wanita itu mula duduk di tempatnya, dia ditegur oleh seorang lelaki tua, dengan sopan berkata

“Wahai anak muda maafkan pakcik yang ingin menegur penampilan anak, pakcik rasa pakaian anak ini tidak sepatutnya dipakai kerana melanggar hukum agama dan mungkin akan mengakibatkan sesuatu yang tidak baik terjadi pada diri anak sendiri..” wanita itu terkejut dan berasa amat marah lalu berkata dengan lantangnya “berpakaian adalah HAK SAYA dan pakcik telah mengganggu keselesaan saya” pakcik tadi terdiam seketika kemudian wanita itu berteriak lagi “jika memang pakcik mahu, ambil pensel ini, tempah dan tuliskan untuk saya, tempatkan saya di NERAKA TUHAN pakcik” beristighfar pakcik dan sebahagian penumpang-penumpang dalam bas tersebut.

Selepas beberapa jam, suasana kembali sepi, bas akhirnya sampai ke destinasi, terlihat seorang penumpang akan wanita muda tadi yang begitu lena dalam marahnya sebentar tadi.. “Cik, bas sudah berhenti” panggilan itu tidak diendahkan, lalu dikejutkan lagi berulang kali namun reaksinya sama, tiada berbalas.. setelah diperiksa denyutan nadinya, ternyata wanita itu telah kembali kepada Allah dan ternyata dia meninggal dalam keadaan menentang Allah.. moga Allah merahmati rohnya insha Allah ameen..



Kisah sebentar tadi adalah situasi wanita islam yang tidak menjaga peribadinya yang sememangnya mulia di sisi agama itu sendiri, WANITA ITU AURAT, WANITA ITU FITNAH.

“Aku melihat api neraka, tidak pernah aku melihatnya seperti ini, kerana ada pemandangan yang dasyat di dalamnya. Telah aku saksikan ahli neraka adalah kaum wanita” Rasulullah ditanya mengapa kaum wanita itu ramai di dalam neraka? “Ini kerana wanita itu mengkufurkan suaminya, dan mengkufurkan ihsannya, jika engkau berbuat baik sebanyak mana pun, dia masih tetap belum berpuas hati. (Riwayat Bukhari)

Maksudnya di sini, kita ketahui yang wanita adalah golongan yang beremosi, mudah mengatakan sesuatu tanpa berfikir secara baiknya terlebih dahulu, tidak sabar dalam menghadapi sesuatu kesusahan dan kesakitan, contohnya dalam menguruskan rumah tangga, melayan suami, mendidik anak-anak dan sebagainya, akibat ketidaksabaran ini mungkin akan menimbulkan rasa ketidakpuasan hati dan merungut serta tidak bersyukur, jadi tanpa sedar, sikap yang ada dalam diri kita ini, menjadikan dan memungkinkan kita tergolong dalam golongan di atas.

“Apabila seorang wanita telah menunaikan solat lima waktu, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, memelihara diri dan kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka masuklah dia ke dalam syurga dari mana-mana pintu syurga yang dikendakinya” (Riwayat Tabrani)

Jadi jelas dalam hadis di atas, mudah sahaja syarat kita sebagai wanita untuk masuk ke syurga.. ya mudah, namun kerana emosi yang sentiasa bersangka buruk, merungut, dan berkata yang perkara yang buruk dan bukan-bukan, menjauhkan kita daripada memasuki syurga illahi. Di dalam hadis tersebut juga dinyatakan tentang syarat-syarat yang akan menjamin seseorang wanita itu untuk masuk ke syurga :-

1) Menunaikan solat lima waktu.

Rasulullah pernah di tanya oleh Abdullah bin Mas’ud “Wahai Rasulullah apakah amalan yang paling utama? Baginda menjawab “solat pada waktunya”" jadi istilah menunaikan solat ini bukanlah hanya berjaya melakukan solat lima waktu itu sahaja, tetapi turut menetapi waktu solat, iaitu solat pada waktu dan tidak melengahkannya dengan sengaja.

2) Mengerjakan puasa di bulan Ramadhan.

Berpuasa bukan sahaja menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan nafsu. Nafsu dari segi berkata bukan-bukan, bersangka buruk, dan sebagainya “Apabila kamu berpuasa, pendengaranmu, penglihatanmu, lidahmu juga turut berpuasa daripada yang haram, jauhilah daripada perbuatan menyakiti jiranmu, hendaklah kamu bertenang dan beramal, usah biarkan hari berpuasa dan tidak berpuasa adalah sama (Riwayat Bukhari)

3) Memelihara kehormatan diri.

Kehormatan diri di sini adalah dari aspek aurat dan pergaulan. Bagaimana aurat itu boleh menjadi fitnah dalam pergaulan? Umum mengetahui bahawa menutup aurat itu wajib, seperti dalam firman Allah Surah Al-Ahzab “Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. ” (33:59) . Juga dalam surah yang sama “Wahai isteri-isteri Nabi, kamu semua bukanlah seperti mana-mana perempuan yang lain kalau kamu tetap bertaqwa. Oleh itu janganlah kamu berkata-kata dengan lembut manja (semasa bercakap dengan lelaki asing) kerana yang demikian boleh menimbulkan keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu), dan sebaliknya berkatalah dengan kata-kata yang baik (sesuai dan sopan)” (33:32)

Namun menutup aurat luaran sahaja belum mencukupi syarat menutup aurat, seringkali kita lihat, wanita-wanita menjadi kes gangguan seksual lelaki, sedangkan mereka bertudung atau boleh kita katakan dia sudah menutup auratnya, namun, adakah dia telah benar menutup auratnya???

Berdasarkan surah An-Nuur “Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya” (24:31)

Berdasarkan dua surah di atas, saya highlight kan beberapa perkara penting dalam menjaga kehormatan diri, aurat dan bagaimana ia boleh mengelakkan fitnah :

1) Melabuhkan pakaian menutup keseluruhan tubuh badan semasa keluar rumah kecuali yang zahir iaitu muka dan tapak tangan, selain daripada itu, ia di kira aurat.

2) Berkata dengan kata-kata yang baik dan bukan dengan cara menggoda yang boleh menimbulkan syahwat dalam pergaulan antara lelaki dan perempuan.

3) Menyekat pandangan daripada memandang yang haram.

4) Tidak memperlihatkan perhiasan dan aurat kecuali pada yang mahram. Mahram adalah yang haram untuk di nikahi selama-lamanya.

Point terakhir adalah mentaati suami, ini buat wanita-wanita yang telah bernikah, harus diingatkan, sesudah ijab kabul berlaku, tanggungjawab kalian telah berubah, jika dahulu, selepas mentaati perintah Allah dan Rasul, anda harus mentaati perintah ibu bapa, namun ia berubah dengan mengutamakan suami dahulu.

“Maka perempuan-perempuan yang soleh itu ialah yang taat (kepada Allah dan suaminya), dan yang memelihara (kehormatan dirinya dan apa jua yang wajib dipelihara) ketika suami tidak hadir bersama, dengan pemuliharaan Allah dan pertolonganNya…” (4:34)

“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang solehah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia mentaatimu. Dan bila engkau keluar meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu.” (Riwayat Bukhari)

Jadi dengan menjaga solat, puasa, kehormatan diri dan mentaati suami, kita boleh pilih untuk masuk syurga melalui mana- mana pintu.. indahkan? nak atau tidak terletak dalam tangan kita. Semoga Allah mampu menjaga diri, hati dan iman kita, agar kita mampu menaikkan darjat kita daripada muslimah kepada mukminah dan solehah dunia akhirat.. ameen.. sekian perkongsiaan untuk manfaat bersama. :)

“Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, setiap kali mereka keluar, syaitan akan memperhatikannya.” (Riwayat Bazzar dan At-Tirmizi)

Wallahua’lam….Selamat Beramal (^_^
 
Iman Anugerah ILAHI

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta kerana Allah dan benci kerana Allah.” (HR.At Tirmidzi)

Cinta itu fitrah insani.
Cinta itu anugerah Ilahi yang tak ternilai.
Cinta itu sesuatu yang tidak nampak pada lahiriah tetapi sangat terkesan pada batiniah.

MasyaAllah… indahnya cinta. Bukti kewujudan Allah.
Dengan cinta itulah kita kenal Pencipta Cinta, dengan cinta itulah kita kenal Rasul, dengan cinta itulah kita bersaudara dan dengan cinta itulah wujudnya kebahagiaan. :)

Namun begitu, Cinta kepada ALLAH itu cinta yang utama.
Jagalah cinta padaNya, nescaya akan beroleh cinta sesama insan.

Dalam firman Allah:

“Akan ditimpa kehinaan ke atas mereka itu di mana saja mereka berada melainkan menghubungkan diri dengan Allah dan menghubungkan diri sesama manusia.” (Al Imran: 112)

Cintailah ALLAH sebelum kita belajar untuk mencintai manusia. Selami hati, selami jiwa, dimana kita letakkan Allah dihati kita? Di mana DIA dihati kita? Sering kita terlupa ALLAH tika kita senang dan bergembira.

Astghfirullahalazim…( Moga dijauhkan perihal sebegitu kepada kita). Pabila terngadah barulah kita mencari-cariNya, meminta, merayu. Namun, sejauh manakah keikhlasan kita dalam mencintaiNya? Istiqamahkah kita dalam berdoa? Allahuakbar, ketahuilah, dugaan yang datang itu tanda Allah masih mencintai kita. Sebelum kita terlalu lewat untuk kembali kepadaNya, DIA memberi “peringatan” kepada kita dengan ujian itu. Namun, sejauh mana kita sedari semua tu?

“Dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai dugaan; dan kepada Kami-lah kamu semua akan dikembalikan” (Al-Anbiyaa’:35)

Rasa cinta kepada manusia itu akan hadir tanpa dipaksa.
Rasa cinta kepada manusia itu akan wujud tanpa diminta.
Rasa cinta kepada manusia itu adalah kebahagiaan yang Allah beri pada kita.
Namun, cintailah mereka kerana cinta kepada Pencipta Cinta.

Siapa kita untuk membuang rasa cinta dihati?
Siapa kita untuk menidakkan takdir Illahi?
Siapa kita untuk melawan rasa fitrah insani?
Raikanlah cinta dihati, dengan panduan Illahi.

ALLAH kan Ada!

Sematkan kata-kata itu dihati dan dijiwa. Mintalah bantuanNya dengan sabar dan mengerjakan solat.

“Wahai sekalian orang-orang yang beriman! mintalah pertolongan (untuk menghadapi susah payah dalam menyempurnakan sesuatu perintah Tuhan) dengan bersabar dan dengan (mengerjakan) sembahyang; kerana Sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar” (Surah Al-Baqarah: 153)

Allah itu Maha pendengar rintihan hamba-hambanya. Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayangan dan dengan sifatNya inilah kita pinjam dalam berkasih-sayang sesama manusia. Bangunlah di sepertiga malam, sujud mengadapNya, merintih padaNya.

“Sesiapa yang berdoa kepada-Ku, nescaya aku akan memakbulkan untuknya, sesiapa yang meminta kepada-Ku nescaya aku akan memberikannya dan sesiapa yang memohon taubat kepada-Ku nescaya aku akan ampunkan dosanya.” (Hadis riwayat Abu Daud dan al-Tirmizi)

Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Perkara tertinggi sesuatu urusan itu adalah Islam dan tiangnya adalah solat.” (Hadis riwayat Imam al-Tirmizi)

“Wahai orang berselimut, bangunlah untuk solat malam kecuali sedikit masa (untuk kamu berehat). Iaitu separuh daripada waktu malam atau kurangkanlah sedikit daripadanya.” (Surah Al-Muzzammil, 1-3)

MasyaAllah, Allahuakbar! Betapa kasihnya ALLAh pada kita, diberi panduan untuk menjalani kehidupan. Jadi ape lagi yang kita nafikan?

Bangunlah sahabat, usah ditagih kasih yang tak pasti, usah diharap cinta insani, jika cinta kepada Allah sering kita nodai. Bangunlah sahabat, berdoalah padaNya, meminta yang terbaik daripadaNya, merayulah keampunanNya, mohonlah keredhaanNya.

Demi cinta suci ini,
ku pasrah pada Illahi,
agar menuntunku untuk mengharungi,
cinta insani.

Demi cinta suci ini,
ku mohon pada Illahi,
keredhaanNya pada cinta dihati,
agar segalanya dalam nur Mu Illahi.

Demi cinta suci ini,
ku layarkan doa,
agar cinta insani ini,
menjadi alat menuju Cinta Mu Illahi.

Cinta kerana Allah itu,
tiada kekecewaan,
tiada kerisauan,
tiada gundah di jiwa,
tiada ketakutan.

Cinta kerana Allah itu,
hanya keindahan,
hanya pengorbanan,
hanya kebahagiaan.

Ya Allah,
cintakan aku kepada dia yang mahu untuk membimbingku,
cintakan aku kepada dia yang mahu untuk memimpinku,
cintakan aku kepada dia yang mahu ke jannahMu.

Ya Allah,
berikanlah cintaMu kepadaku,
dan jadikanlah aku mencintai orang yang mencintaiMU,
dan mencintai segala sesuatu yang membawa kepada kecintaanMu.

Ya Allah,
jadikanlah hambaMU ini dicintai pada hati orang yang beriman,
dan jadikanlah mereka menyintai orang yang beriman.

Ya Allah,
jadikan kami saling melengkapi,
jadikan kami saling memerlukan,
jadikan kami saling mendamaikan,
jadikan kami saling mencintai,
dalam menuju Cinta Mu.
 
Keluar berdua dua an.....

“Sayang, sayang… kenapa kita tak pernah keluar berdua? Tengok diorang tu, pergi mana-mana pun berdua je, sweet kan?”

“Kenapa kita tak macam tu? Kawan honey kan, nak pergi mana-mana mesti boyfriend dia temankan.”

“Bukan setakat ‘paun’, nak pergi ‘potostet’ pun boyfriend dia temankan. Sweet sangat! Romantic couple! Kan? Kan sayang kan? Mesti diorang tak pernah gaduh, sweetnyeee…”


“Kenapa sayang tak nak keluar dengan honey, teman honey jalan-jalan, shopping… tak macam boyfriend lain buat kat girlfriend diorang? Sayang malu keluar dengan honey ek? Honey tau la honey tak cantik… Hmm…”

*** IKLAN ABIS, TAPI SEBAB TAK SANGGUP TENGOK CERITA TERSEBUT, TUKAR CHANNEL ***

“Ustaz, boleh tak sebenarnya lelaki dan perempuan keluar berdua? Tak kisahlah diorang couple ataupun tidak. Boleh tak?”

“Keluar sebab ada urusan kerja ke, saja-saja ke, tapi tak buat apa-apa. Means tak sentuh-sentuh, just borak-borak je…”

“Hmm… Drama sebelah tadi pun cerita pasal lelaki perempuan keluar berdua jugak”.

*** PENONTON TERCENGANG! ***

“Oklah, oklah, ustaz jawab insyaAllah… Tapi kamu nak ustaz jawab ikut ilmu ke nafsu ke exclusive?”

“Exclusive hape plak tu ustaz?”

“Ok satu-satu ye? Mula-mula, jawapan ikut nafsu dulu. Kalau ikut nafsu, Eh, mestilah boleh, bukan buat apa-apa pun kan??!!!?”

“Astaghfirullah terkejut saya, ustaz ni….”

“Hehe… mestila boleh. Kata kamu tadi diorang tak buat apa-apa pun kan? Takpelah, takkan tak boleh keluar berdua kot, nak pergi makan-makan ke, apa ke, ye dak?”

“Lagi pulak kalau ada kerja, ada urusan, apa salahnya berdua, bukannya cakap benda bukan-bukan pun… kan?”

“Err, ustaz tanya saya ke tu? saya nak jawab apa ni? Blurr kejap, heh….”

“Tapi kalau jawab ikut ilmu, Nabi Muhammad SAW ajar kita untuk ‘berjaga-jaga’ dalam perhubungan antara lelaki perempuan. Didalam pergaulan sehari-hari antara lelaki dan perempuan. Disebut dalam bab muamalat, ikhtilat. Dalam satu hadith sahih,

Daripada Ibnu Abbas r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya”. – Hadis Riwayat Bukhari & Muslim

Di dalam riwayat yang lain,

Daripada Jabir bin Samurah berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah salah seorang daripada kalian berdua-duaan dengan seorang wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya”. – Hadis Riwayat Ahmad &Tirmidzi dengan sanad yang sahih

Di dalam surah An-Nur surah yang ke 24 ayat yang ke 30 Allah bagitau,

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Ayat lepas tu Allah nasihat kaum Hawa pula untuk menjaga pandangan….

“Sedangkan Aisyah, yang digelar Ummul Mukminin, ibu orang-orang mukmin, pun menggunakan tabir untuk menyampaikan ilmu pada para sahabat yang lelaki setelah kewafatan nabi.”

“Para sahabat yang mempunyai iman setinggi gunung, pun mengambil langkah ‘berjaga-jaga’ dalam perhubungan antara lelaki perempuan. Bukan menyuruh bertabir, tetapi ‘berjaga-jaga’ dengan mengelakkan dari ‘berdua’. Kerana lelaki di zaman sekarang tidaklah lebih hebat dari para sahabat, perempuan pula tidaklah setanding iman Aisyah”.

“Berdua pasti akan ada yang ketiga. Syaitan tidak menghasut playboy sahaja, ulama’ pun tidak terkecuali. Cuba bagi seorang perempuan duduk dengan seorang ulama’. Mampu beliau tahan ‘fitrah’nya selama setahun? Sebulan? Seminggu? Sehari pun masih ragu-ragu jika tiada ikatan yang halal”.

“Kalau jawab ikut ‘exclusive’, Allah nasihatkan jangan mendekati zina bukan bermaksud jangan berbuat zina. Tetapi Allah bermaksud, jangan ‘pergi ke arahnya’. Sebab? Yang pertama, kamu akan cenderung melakukan zina. Sebab yang kedua, adalah kerana itu akan menimbulkan fitnah“.

Cakap-cakap orang… Apa kata orang bila nampak lelaki perempuan berdua? Apa terdetik di hati orang yang melihat mereka berdua? Adakah orang akan tahu mereka berbincang tentang apa? Adakah orang akan sangka mereka cuma berbual sahaja?

“Yang baik akan bersangka baik dengan mereka, ‘mungkin hal persatuan agaknya’… Tetapi yang tidak baik, apa yang difikirkan mereka?”

“Inilah yang Allah nak elakkan, ‘peluang-peluang’ untuk orang mengata.’ Peluang-peluang’ untuk orang berdusta. ‘Peluang-peluang’ inilah FITNAH“.

“Fitnah ini tidak memberi kesan pada lelaki. But women? Kita bercakap soal ‘exclusive’. Seorang perempuan, adalah seperti mutiara yang tersimpan kemas. Mahu menikmati ketenangannya, menyentuh emosinya, mendengar kemanjaannya, merasakan kelembutannya, HARUS NIKAH DULU!“

“Kenapa ustaz kata lelaki tidak terkesan dengan fitnah ini? Kerana lelaki bebas untuk ‘touch n go’”.

Sudah jemu? Terpulang untuk tinggalkan, cari sahaja alasan, asalkan dapat yang baru. Yang lama konon-konon masih sayang, tapi di hadapan teman-temannya???

“Perempuan tu ke? Ooh… aku pernah keluar berdua dengan dia dulu. Teman dia pergi shopping… Perempuan tu? Alah, senang je nak ajak dia keluar, aku pernah keluar dengan dia dulu… Perempuan tu ke? Haha… Aku dah pernah rasa dah… Perempuan tu? Alah, dia minat aku dulu… Perempuan tu??? Nampak je baik tu, bekas aku je dulu tu…”

“Even dia tipu dan reka cerita sekalipun kawan-kawanya bukannya tahu!”

“Di mana kaum hawa ketika itu untuk membela diri dan martabat??

Di mana maruah, hak exclusive seorang suami terhadap isteri jika sudah begitu nilai diri?

Lelaki… Di depan sahabat tunjuk hebat, konon dialah lelaki terdahsyat, pernah mencairkan wanita-wanita memikat.

Perempuan… Biar dikerat empat, lelaki tersayang itulah yang paling jujur dan hebat. Perempuan… Biar dikerat empat, ‘kawan baik’ itulah tempat dia curhat. Perempuan… Biar dikerat empat, sering terlupa mana mimpi mana hakikat.

Lelaki selagi belum jadi suami tetap ada peluang untuk ‘berpisah’.

Kalau ditakdirkan berpisah, badan mahupun ruh, apa tinggal untuk bakal suami? ‘Sayang’? Dah bagi kat boyfriend. ‘Keluar berdua’? Dah bagi kat kawan study group. ‘Suara bangun tidur’?

Dah bagi kat abang angkat. ‘Body’? Malasnya nak tutup-tutup, rimasnya pakai baju longgar-longgar. ‘Muka makeup’? Tiap-tiap kali dinner kot???”

*** TERASA PEDAS, TUKAR CHANNEL ***

“Sayang sayang….. sayang sayang sayang?”. “Of course sayang…..sayang saaaaaaaaaaaaaaaaaaaayang sayang!” (Erk….???? Apakah? Gastric juice is over secreted, help!!! )

*** TUKAR CHANNEL BALIK ***

“Amatlah rugi orang yang sudah sampai kebenaran padanya namun dia menolak dengan perasaan bongkak dan benci”.

Allah menyebut didalam al-Quran,

35 : 24. Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.

06 : 104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

“Ustaz, lelaki memang semua macam tu ke?”

“Mungkin tak semua, tapi perempuan kena sentiasa berjaga-jaga. Elakkanlah ‘fitnah’ kepada diri sendiri. Dan lelaki pula, harus hormat martabat dan darjat wanita, jaga dan bimbing mereka ke jalan yang benar…”

*** BLACKOUT, TUTUP TV ***
 
AURAT LELAKI YANG PATUT ANDA TAHU

Aurat lelaki seperti yang dinyatakan sebelum ini agak longgar kerana selain waktu bersendiri dan bersama isteri, aurat lelaki hanya antara pusat dan lutut sahaja. Maknanya kalau seseorang itu hendak melakukan solat, auratnya ialah cukup antara pusat dengan lutut, begitu juga kalau dia berada di khalayak ramai.

Berdasarkan itu, ramailah orang lelaki mengambil mudah dengan menyatakan harus kita berada dalam sesuatu majlis dengan hanya memakai seluar pendek sampai ke paras lutut. Sebab itulah barangkali kita sering melihat orang lelaki suka memakai seluar pendek ketika membasuh kereta di luar rumah.

baby

Benar, jika mengikut hukum asal tidak salah memakai seluar pendek yang sampai ke paras lutut kerana itulah sahaja aurat bagi lelaki. Tetapi jangan lupa bahawa hukum itu perlu juga mengambil kira waktu berjalan dan duduk. Apakah ketika itu aurat lelaki tersebut masih terpelihara?

Bayangkan seorang lelaki yang hanya memakai kain sarung yang menutup pusatnya dan lutut. Solatnya sah kerana aurat bagi lelaki dalam solat ialah antara pusat dengan lutut. Tetapi bagaimana kalau dia rukuk, sujud, dan duduk antara dua sujud? Tidaklah lututnya ternampak? Sahkah solatnya ketika itu? Jawapannya ialah tidak sah.

Bagaimanapun pula kalau dia membasuh kereta dengan pakaian yang sama, sesekali dia akan tunduk juga. Adakah ketika itu tidak terbuka auratnya iaitu lutut? Kalaupun dia memakai seluar pendek yang labuh hingga ke paras lutut, waktu dia mencangkung akan ternampak lututnya. Tidak berdosakah dia ketika itu? Jawabnya tentu berdosa. Ya, kalau dalam solat tidak sah maka pada ketika waktu lain dia berdosa.

Bagi masyarakat kampung pula, mereka suka pakai kain pelakat yang digulung sampai ke paras lutut. Malah kadang-kadang ternampak pusatnya sewaktu terlondeh. Waktu berborak dengan kawan-kawan di serambi pasti tersingkap juga auratnya.

Bagaimana kalau dia melakukan solat dengan kain itu walaupun dilabuhkan di bawa lutut? Waktu rukuk dan sujud setidak-tidaknya akan ternampak pahanya oleh orang yang di belakangnya. Sahkah solatnya?

Begitu juga kalau si ayah memakai kain pelakat di dalam rumah bersama anak-anak, lalu pada waktu duduk terselak bahagian lututnya. Agaknya berdosa atau tidak ketika itu? Jawapannya sudah tentu berdosa kerana aurat ketika bersama mahram ialah antara pusat dengan lutut.

Kalau berdasarkan keterangan di atas adalah haram hukumnya, bagaimana keadaannya anak-anak muda yang suka memakai seluar pendek di dalam rumah, bersukan, main bola dan sebagainya? Seluar pendek yang dipakai mereka adalah di atas lutut, maka dalam keadaan itu dia bukan sahaja mendedahkan lututnya malah mendedahkan pahanya.

Nampaknya lelaki secara berleluasa mendedahkan aurat mereka tatkala bersukan. Apakah atas alasan bersukan aurat boleh didedahkan? Ya, kalau berhadapan dengan Allah sewaktu bersolat pun salah, betapa ketika berhadapan dengan orang ramai. Pada zaman ini, bukan sahaja orang yang dalam stadium yang melihatnya tetapi seluruh dunia melihatnya. Bayangkan berapa besar dosanya ketika itu.

Pakaian sukan tajaan Barat memang begitu. Hal ini kerana dalam teori sains, mereka yang memakai pakaian longgar dan menutup tubuh boleh melambatkan pergerakan. Tetapi teori itu ternyata tidak tepat apabila pelari pecut wanita Islam (dari Bahrain-kalau tak salah penulis) dapat mengalahkan pelari lain yang hanya sekadar memakai cawat dalam sukan bertaraf dunia baru-baru ini.

Selain itu, kalau benarlah teori itu, mengapa perlu pakaian itu diperkenalkan kepada pemain boling. Sukan itu tidak memerlukan pergerakan pantas.

Barat menipu kita dan kita hanya menurut sahaja tanpa mahu membantah. Kita akur dengan peraturan itu demi sukan padahal kita belum berani berbincang secara serius untuk mohon pengecualian bagi atlet Muslim.

Bayangkan sudah berapa lama umat Islam melakukan dosa mendedahkan aurat dalam bidang sukan. Jika dalam hal ini kita sudah berdosa dengan Allah, bagaimana usaha kita untuk membentuk perpaduan melalui sukan seperti yang sering diuar-uarkan. Mahukah Allah merestuinya?

Pada pandangan penulis, cara berpakaian dalam sukan itulah yang menjadi sebab mengapa kurang penyertaan orang Islam dalam sukan. Sebenarnya mereka masih berminat untuk bersukan tetapi mereka tiada pilihan untuk bersukan. Akhirnya sukan dikuasai oleh orang bukan Islam.
 
NOTA KAKI SANG FANA

Ya Allah,
Tuhan yg memegang definisi cinta yang agung,
Kamalat itu sifat Mu,
Telah Engkau zahirkan kesucian Mu,
Di setiap sudut, penjuru dan ruang Alam yg fana ini.

Ya Wadud,
Tuhan yang memiliki cinta hakiki,
Zahirnya cintaMu melalui rahmat yang telah engkau cucuri ke atas kami,
Sungguhpun kami ini hanyalah sang fana yang kebasahan di dalam dosa,
Kerana itu kami sambut nikmat Mu dengan penuh kesyukuran.

Ya Rahman Ya Rahim,
Tuhan yang memberi kasih sayang yang tidak berpenghujung,
Di dalam sujudku,
Akanku iringi tasbihku dengan nama Mu yang Maha tinggi,
Di dalam hatiku,
Akanku redha dgn Iradat Mu dgn penuh keimanan,
Zahirnya cinta kami kepadaMu di atas sajadah cinta,
Di bawah hamparan langit Mu yg maha esa.

Ya Hayyu Ya Qayyum,
Tuhan yang kekal hidup,
Baqa’ itu sifat Mu,
Telah Engkau zahirkan sifat Mu di dalam cintaMu yang kekal abadi,
Melewati segala zaman dan alam,
Yang tidak akan pernah luput mengharungi hari-hari yg mendatang.
 
MENCARI ATAU MENANTI HIDAYAH

“Wahai anakku, berimanlah kamu kepada Allah S.W.T. Sesungguhnya Dia sahaja yang berhak disembah.”

“Aku tidak akan menyembah Tuhanmu,” jawab anaknya.

“Wahai anakku, marilah naik kapal bersama-sama kami, janganlah kamu kufur dan mengingkari perintah Allah SWT lagi. Janganlah kamu mengikut orang-orang yang ingkar itu.”

“Aku akan mendaki gunung yang tinggi itu sehingga aku terlepas daripada banjir besar ini,” jawab anaknya.

“Sesungguhnya hari ini tidak ada seorang pun yang akan selamat kecuali yang mengikuti aku dan mereka yang dirahmati Allah SWT sahaja,”

Selepas kata-kata itu, maka lenyaplah si anak daripada pandangan si ayah kerana ditenggelami banjir.

Begitulah kata-kata Kan’an yang penuh bonggak dan sombong kepada ayahnya Nabi Nuh. Dia adalah salah seorang yang ditenggelamkan dalam banjir oleh Allah atas kekufuran dan menolak dakwah ayahnya. bertapa pilunya hati baginda saat itu sehingga baginda berdoa dan bertanya pada Allah “Ya Allah, bukankah Kan’an itu anak aku dan daripada keluarga aku sendiri,” rintih Nabi Nuh. Baginda merayu kepada Tuhannya dengan berkata: “Wahai Tuhanku! Sesungguhnya anakku itu daripada keluargaku sendiri dan bahawa janji-janji-Mu adalah benar dan Engkaulah sebijak-bijak hakim yang menghukum dengan seadil-adilnya.”

Firman Allah :

” Wahai Nuh! Sesungguhnya anakmu bukanlah daripada keluargamu (kerana dia telah memutuskan hubungan denganmu disebabkan kekufurannya), sesungguhnya amalannya bukanlah soleh, maka janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang engkau tidak tahu mengenainya. Sebenarnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu tidak termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan. (71: 46)

Jelas berdasarkan kisah di atas, baginda telah berusaha menyampaikan kebenaran tentang Islam, walau dakwah baginda ditolak bukan sahaja kaumnya, bahkan ahli keluarganya sendiri, orang yang sangat rapat dalam hidup baginda. Begitu juga dengan Nabi Muhammad SAW, dakwahnya pada bapa-bapa saudaranya disambut dingin, malah dicaci, dikeji dan dihina.. orang yang lahir daripada darah daging sendiri sanggup melakukan kezaliman pada saudara mereka sendiri hanya kerana tidak mahu kebenaran (tentang Islam) disebarkan. sangat pilu.. tetapi Allah Maha Mengetahui, segala sesuatu adalah milikNYA, termasuk HIDAYAH..

“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) tidak berkuasa memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang engkau kasihi, tetapi Allah jualah yang berkuasa memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNYA dan Dia jualah yang lebih mengetahui akan orang-orang yang (ada persediaan) untuk mendapat hidayah petunjuk” (28:56)

Berdasarkan ayat di atas, saya menegaskan kepada 3 perkara :

1) Manusia tidak mempunyai daya memberi petunjuk (kebenaran) hidayah pada manusia lain walaupun mereka adalah orang-orang yang kita sayangi

2) Allah sahaja yang berkuasa memberi petunjuk (kebenaran) hidayah pada manusia yang Dia inginkan tidak kira rupa,umur, kaum dan sebagainya

3) Allah sahajalah yang Maha Mengetahui setiap hamba yang berusaha (terbuka hati) mencari hidayah Allah

Apa yang saya ingin katakan ya, benar, hidayah milik Allah, Allah pemegang setiap hati, namun kita disuruh berusaha, berusaha mencapai apa yang kita mahu. Kita boleh beri seribu alasan di dunia ini, “ah, nanti sudah tua aku berubahlah taubat, muda-muda mahu enjoy” “ah nanti-nantilah solat mengaji Al-Quran, belum nak mati pun kan sihat ni, dah tua sakit nanti buatlah” persoalannya, yakin kah ESOK MASIH ADA.. duduk dan renung, andai hari ini saat ini, apa yang anda lakukan sekarang adalah yang terakhir dalam hidup anda… bagaimana??

“Tiap-tiap diri akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan, dan kepada Kamilah kamu semua akan dikembalikan” (21:35)

Setiap kata-kata Allah adalah benar, dan apabila Dia mengatakan setiap bernyawa pasti mati, ia akan mati, lalu bekalan apa yang kita bawa untuk melalui frasa selepas dunia iaitu alam barzakh (kubur) alam penantian sebelum hari kebangkitan (kiamat) dan hari perhitungan (akhirat).

Berusaha mencari hidayah Allah tidak susah, ramai yang mempersoalkan bagaimana mahu mencari sedang hati belum terbuka. hati belum terbuka adalah kerana sisa-sisa dosa semalam, umpama besi yang tidak digunakan, dibiarkan tidak disimpan, dijaga atau diubahsuai penggunaannya, lama-lama ia akan jadi rosak, buruk karat kerana berpanas dan berhujan. begitu juga hati manusia. Jika badan memerlukan nasi sebagai tenaga untuk bergerak, hati juga memerlukan tenaga untuk sentiasa bergerak melakukan kebaikan dan mencintai apa yang Allah cintai.. makanannya mudah sahaja, amal kebaikan. segala amal-amal kebaikan adalah penjana dan penggerak hati untuk terus melakukan kebaikan yang lain, asal ia dilakukan kerana Allah bukan untuk mendapat penghargaan manusia.

” …. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya.” (13:11)

Jadi mulai hari ini bersihkanlah hati daripada dosa semalam, daripada berburuk sangka, khianat, dengki, kerana hati yang bersih mudah menerima tarbiyyah illahi..(dengan izinNYA) dan sentiasalah berbaik sangka pada Allah, tidak Allah tetapkan sesuatu dengan sia-sia.. semuanya bersebab dan pengakhirannya adalah sesuatu kebaikan.

“Dan sesungguhnya kesudahan keaadaanmu adalah lebih baik bagimu daripada permulaannya.” (93:4)

“Dan sesungguhnya Tuhanmu akan memberikanmu (kejayaan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat) sehingga engkau reda – berpuas hati. “(93:5)

“Adapun nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau sebut-sebutkan (dan zahirkan) sebagai bersyukur kepadaNya”(93:11)

Jalan berusaha tidak sesusah jalan untuk beristiqamah, dan saat inilah akan berlaku pelbagai ujian Allah buat hambaNYA, kerana nikmat syurga Allah itu luar biasa, jadi jalannya haruslah berliku, namun jangan khuatir duhai hati, Allah sentiasa bersama kita, dan jangan sesekali merasakan diri itu jahat, dan tidak layak ke syurga, kerana syurga neraka itu juga milik Allah, siapa yang berada dalamnya semua dibawah pengetahuan Allah, bukan manusia. namun jangan pula merasakan diri terlalu mulia untuk masuk ke syurga Allah, kerana kebongkakan itu sekelip mata Allah boleh hapuskan amal kebaikan kita. tugas kita untuk berusaha melakukan kebaikan sehingga akhir nyawa, dan berdoa agar allah memberi rahmatNYA untuk kita masuk ke syurgaNYA.

“Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (12:87)

Semoga pintu hidayah sentiasa terbuka luas buat kita dan Allah tidak menariknya semula.. inshaAllah ameen Allahumma ameen.. wallahualam~

Terima Kasih
 
Back
Top
Log in Register