bahas18
Banned
- Messages
- 2,908
- Joined
- Nov 12, 2007
- Messages
- 2,908
- Reaction score
- 170
- Points
- 33
tolong jgn buat kenduri arwah guna duit anak yatim tu..huhuhu
Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Note: This feature may not be available in some browsers.
aku kalau aku mati nanti aku nak anak2 aku sembahyang hajat beramai2 pas tu baca doa untuk aku...tu jer.![]()
minta maaf, saya ni bukan la hebat sangat dalam agama, tapi rata2 orang yg saya tengok, perkara yg pertama dia refer ialah Kitab. kenapa tak letak Al-Quran & As-Sunnah dahulu? Tapi malas lak saya nak bersuara, kalau saya ckp ikut Al-Quran & Sunnah dahulu kang ada orang kata kita Wahabi plak. aih macam2.
minta maaf, saya ni bukan la hebat sangat dalam agama, tapi rata2 orang yg saya tengok, perkara yg pertama dia refer ialah Kitab. kenapa tak letak Al-Quran & As-Sunnah dahulu? Tapi malas lak saya nak bersuara, kalau saya ckp ikut Al-Quran & Sunnah dahulu kang ada orang kata kita Wahabi plak. aih macam2.
عن معقل بن يسار قال قال النبي صلى الله عليه وسلم : اقرؤوا يس على موتاكم
Dari Ma’qil bin Yasaar ia berkata : Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Bacakanlah (surat) Yaasiin pada orang yang akan mati di antara kalian”.
Sanad hadits ini lemah (dla’iif), karena jahalah dari Abu ‘Utsman dan ayahnya serta adanya perselisihan (idlthirab) dalam sanadnya. An-Nasa’iy, Al-Baghawiy, dan Ibnu Hibbaan membawakan hadits ini tanpa menyebutkan “dari ayahnya” – yaitu ayah Abu ‘Utsman.
Atas dasar inilah Al-Haafidh Ibnu Hajar berkata dalam At-Talkhiish (2/110) : “An-Nasa’iy dan Ibnu Majah tidak menyebutkan : ‘dari ayahnya’. Ibnul-Qaththaan men-ta’lil-nya dengan adanya idlthiraab, status mauquf (hanya sampai pada shahabat saja), serta jahalah Abu ‘Utsman dan ayahnya. Abu Bakr bin Al-‘Arabiy menukil dari Ad-Daruquthniy bahwasannya ia berkata : ‘Hadits ini sanadnya dla’iif, matan (redaksi)-nya majhul, dan tidak shahih satu pun hadits dalam bab ini” [selesai].
Adz-Dzahabiy berkata dalam Al-Miizaan (4/550) : “Abu ‘Utsman - dikatakan bahwa namanya Sa’d - , dari ayahnya, dari Ma’qil bin Yasaar dengan hadits : ‘Bacakanlah (surat) Yaasiin pada orang yang akan mati di antara kalian’. Ayahnya tidaklah dikenal, begitu juga ia (Abu ‘Utsman). Tidak ada orang yang meriwayatkan darinya selain Salmaan At-Taimiy” [selesai].
An-Nawawiy berkata dalam Al-Adzkaar (hal. 122; tahqiq : Al-Arna’uth) : “Sanadnya dla’iif, padanya terdapat dua orang yang majhul. Namun hadits ini tidak di-dla’if-kan oleh Abu Dawud” [selesai].
Selanjutnya, di http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/10/takhrij-hadits-membaca-surat-yaasiin.html
-------------------
Hadis yg tidak sahih tak blh disandarkan pada Nabi SAW. Ergo, nabi saw TAK suh kita bace yasin utk org yg sedg nazak dan juga yg dh mati.
Tahlil arwah adalah perkara kebaikan
di dalamnya ada baca surah, zikir dan doa,
walaupun tidak dicontohkan oleh Rasulullah
tetapi Allah menyuruh kita menggunakan akal
untuk berfikir perkara-perkara yg membawa kebaikan.
Dalil khusus memang tidak ada, tetapi dalil-dalil
menyeru kepada berbuat kebaikan banyak sekali.
banyak sekali dalil-dalil dalam Al Quran menyuruh berbuat kebaikan,
Oleh itu, Allah memberikan mereka pahala dunia (kemenangan dan nama yang harum), dan pahala akhirat yang sebaik-baiknya (nikmat Syurga yang tidak ada bandingannya). Dan (ingatlah), Allah sentiasa mengasihi orang-orang yang berbuat kebaikan.
(A-li'Imraan 3:148)
Lalu Allah memberikan pahala kepada mereka disebabkan (pengakuan iman yang ikhlas) yang telah mereka ucapkan, (iaitu mereka dibalas dengan) Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; mereka pula tetap kekal di dalamnya. Dan yang demikian itu, adalah balasan orang-orang yang berusaha berbuat kebaikan.
(Al-Maaidah 5:85)
"Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan kitab (Al-Quran), dan Dia lah jua yang menolong dan memelihara orang-orang yang berbuat kebaikan"
(Al-A'raaf 7:196)
Dan sabarlah (wahai Muhammad, engkau dan umatmu, dalam mengerjakan suruhan Allah), kerana sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.
(Hud 11:115)
Dan ditanya pula kepada orang-orang yang bertaqwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh tuhan yang telah diturunkan oleh Tuhan kamu?" Mereka menjawab: "Kebaikan" orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia ini beroleh balasan yang baik, dan sesungguhnya balasan negeri akhirat itu lebih baik lagi; dan memanglah negeri akhirat ialah sebaik-baik negeri bagi orang-orang yang bertaqwa.
(Al-Nahl 16:30)
Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, dan berbuat kebaikan, serta memberi bantuan kepada kaum kerabat; dan melarang daripada melakukan perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar serta kezaliman. Ia mengajar kamu (dengan suruhan dan laranganNya ini), supaya kamu mengambil peringatan mematuhiNya.
(Al-Nahl 16:90)
"Tetapi sesiapa yang berbuat salah, kemudian ia mengubahnya dengan melakukan kebaikan sesudah berbuat salah, maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
(An-Naml 27:11)
"Wahai anak kesayanganku, dirikanlah sembahyang, dan suruhlah berbuat kebaikan, serta laranglah daripada melakukan perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah atas segala bala bencana yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat melakukannya.
(Luqman 31:17)
(Keadaan mereka di sana) sentiasa menerima nikmat dan rahmat yang diberikan kepadanya oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka di dunia dahulu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
(Adz-Dzaariyaat 51:16)
minta maaf, saya ni bukan la hebat sangat dalam agama, tapi rata2 orang yg saya tengok, perkara yg pertama dia refer ialah Kitab. kenapa tak letak Al-Quran & As-Sunnah dahulu? Tapi malas lak saya nak bersuara, kalau saya ckp ikut Al-Quran & Sunnah dahulu kang ada orang kata kita Wahabi plak. aih macam2.
kenapa susah sangat nak terima bahawa jika rasullah dan para sahabat tak buat. (dalam hal ibadah) kita tak buat kerana mengikut sunnahnya dan kerana mau amalan agama kita paling hampir dengan amalan rasulullah dan para sahabat?
sekarang ni macam nak berbeza pula dari amalan rasullah dan parea sahabat.. mungkin dengan anggapan ianya lebih baik