di sini sy x kater sesaper pon sesat, sama ader yg kater tahlil itu bid'ah secara umum mahu pon yg kater tahlil itu bid'ah hasanah...
sy berpegang kpd yg mengatakan tahlil itu adalah bid'ah hasanah berdsrkan dalil di bhw...
slps membaca hujah2 dibwh, sy hrp takder sesaper yg dgn mudah mengatakan sesaper pon sesat dlm thread ini...
Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia
"Memang ada banyak sekali hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk membacakan Al-quran buat orang yang sudah mati. Di antaranya:
Dari Ma'qil bin Yasar ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bacakanlah surat Yaasiin atas orang yang meninggal di antara kalian." (HR Abu Daud, An-Nasaa'i dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
"Jantungnya Al-Quran adalah surat Yaasiin. Tidak seorang yang mencintai Allah dan negeri akhirat membacanya kecuali dosa-dosanya diampuni. Bacakanlah (Yaasiin) atas orang-orang mati di antara kalian." (Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim). Hadits ini dicacat oleh Ad-Daruquthuny dan Ibnul Qathan, namun Ibnu Hibban dan Al-Hakim menshahihkannya.
"Adalah Ibnu Umar ra. gemar membacakan bagian awal dan akhir surat Al-Baqarah di atas kubur sesuah mayat dikuburkan." (HR Al-Baihaqi dengan sanad yang hasan).
Mereka yang menolak terkirimnya pahala bacaan untuk orang meninggal berargumen bahwa semua hadits tentang perintah Rasulullah SAW untuk membacakan Al-Quran atas orang meninggal itu harus dipahami bukan kepada orang meninggal, melainkan kepada orang yang hampir meninggal. Jadi menjelang kematiannya, bukan pasca kematiannya atau setelah dikuburkannya.
Namun argumentasi mereka dibantah oleh As-Syaukani, penyusun kitab Nailul Authar. Beliau mengatakan bahwa lafadz yang ada di dalam hadits itu jelas-jelas menyebutkan kepada orang yang meninggal. Kalau ditafsirkan kepada orang yang belum mati, mereka harus datang dengan qarinah. (Lihat Nailur Authar jilid 4 halaman 52)
Sedangkan Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menuliskan dalam kitab Riyadhush-Shalihin dalam judul: Doa untuk mayyit setelah dikuburkan dan berdiri di kuburnya sesaat untuk mendoakannya dan memintakan ampunan untuknya serta membacakan Al-Quran, menyebutkan bahwa Al-Imam As-syafi'i rahimahullah berkata, "Sangat disukai untuk dibacakan atasnya Al-Quran. Kalau sampai bisa khatam, tentu sangat baik."
Ibnu Qudamah dalam Al-Mughny halaman 758 menuliskan bahwa disunnahkan untuk membaca Al-Quran di kubur dan dihibahkan pahalanya.
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad pernah mengatakan bahwa hal itu bid'ah, namun kemudian beliau mengoreksi kembali pernyataannya.
Imam Abu Hanifah dan Imam Malik rahimahumallah berpendapat bahwa membacakan Al-Quran buat orang yang sudah wafat itu tidak ada dalam sunnah. Namun Al-Qarafi dari ulama kalangan mazhab Al-Malikiyah mengatakan yang berbeda dengan imam mazhabnya.
Jadi intinya, masalah ini memang khilaf di kalangan ulama. Sebagian mengakui sampainya pahala bacaan Al-Quran untuk orang yang telah meninggal, sedangkan sebagian lainnya tidak menerima hal itu. Dan perbedaan pendapat ini adalah hal yang amat wajar. Tidak perlu dijadikan bahan permusuhan, apalagi untuk saling menjelekkan satu dengan lainnya.
Read more: http://khazanahislamku.blogspot.com/2013/04/doa-untuk-orang-yang-meninggal.html#ixzz2s3CxtfRV
ni saya kopipes..
http://ansarul-hadis.blogspot.com/2011/10/hadith-bacaan-al-quran-dan-surah-yasin.html
- Berkenaan membaca surah Yasin kepada orang yang nazak (hampir mati, bukan telah mati) pula, tiada hadith marfu' yang thabit kepada Nabi SAW dalam hal ini, paling kuatpun ialah hadith berbunyi (اقرأوا على موتاكم يس - Bacalah kepada mereka yang nazak itu surah Yasin). Hadith ini yang rajihnya Dhaif, ditolak oleh Imam al-Bukhari dan lain-lain huffaz Salaf, namun sesetengah mutaakhkhirin menaiktaraf kepada hasan namun pendapat ini lemah bagi saya, dan yang rajih ia dhaif dan tidak dinaiktaraf sebagaimana yang dijazamkan al-Bukhari dan lain-lain huffaz salaf.
3- Syaikh Soleh al-Uthaimin memberikan fatwa yang sederhana dalam hal ini, kata beliau : (mereka yang mengatakan status hadith ini sahih, maka membaca surah Yasin kepada orang nazak adalah sunnah, dan bagi mereka yang mengatakan status hadith ini dhaif, maka perbuatan tersebut bukan sunnah) [Rujuk: Fatawa Ibn Utsaimin, 17/72].
4- Dan berkata Ibn Taimiah: (Membaca al-Quran ke atas orang yang sudah mati adalah bida'h dan ini berbeza dengan membaca surah Yasin kepada orang yang nazak (hampir mati,bukan telah mati) yang mana ia disunatkan) [Rujuk: al-Ikhtiarat/91]
5- Pada poin ke-2 telah saya nyatakan bahawa hadith (اقرأوا على موتاكم يس - Bacalah kepada mereka yang nazak itu surah Yasin) ini yang rajihnya ia Dhaif, namun jika kita lihat kepada amalan Salaf kita akan dapati hadith dhaif ini diamalkan sebagai fadhail amal. Telah datang athar dengan isnad yang hasan dalam Musnad Ahmad (4/105):
عن صَفْوَان قال : حَدَّثَنِي الْمَشْيَخَةُ أَنَّهُمْ حَضَرُوا غُضَيْفَ بْنَ الْحَارِثِ الثُّمَالِيَّ (صحابي) حِينَ اشْتَدَّ سَوْقُهُ ، فَقَالَ : هَلْ مِنْكُمْ أَحَدٌ يَقْرَأُ يس ؟ قَالَ : فَقَرَأَهَا صَالِحُ بْنُ شُرَيْحٍ السَّكُونِيُّ ، فَلَمَّا بَلَغَ أَرْبَعِينَ مِنْهَا قُبِضَ . قَالَ : فَكَانَ الْمَشْيَخَةُ يَقُولُونَ : إِذَا قُرِئَتْ عِنْدَ الْمَيِّتِ خُفِّفَ عَنْهُ بِهَا . قَالَ صَفْوَانُ : وَقَرَأَهَا عِيسَى بْنُ الْمُعْتَمِرِ عِنْدَ ابْنِ مَعْبَدٍ .
“Safwaan berkata : Syeikh memberitahuku bahawa sesungguhnya mereka telah hadir bersama Ghudaif ibn al-Haarith al-Thumaali (seorang sahabat) ketika kematiannya memuncak. Dia berkata : Adakah salah seorang dikalangan kamu boleh membaca Yasin? Saalih ibn Shuraih al-Sakuuni membacanya dan tatkala sampai pada ayat 40, dia telah meninggal dunia. Syeikh pernah berkata : jika dibaca disisi orang yang sedang nazak, maka nazaknya diringankan (iaitu rohnya dimudahkan untuk keluar). Berkata Safwaan : Isa ibn al-Mu’tamari membacanya diisisi Ibn Ma’bad"
Ibn Hajar menilai riwayat ini sebagai Hasan [Rujuk: al-Isaabah,5/190], dan syaikh Syu'aib al-Arnaut juga menilainya Hasan dalam tahqiq Musnad Ahmad (no. 16970).
6- Kesimpulannya: membaca al-Qur'an dikubur tidak sunnah, bahkan menyalahi hadith sahih. Adapun membaca surah Yasin kepada orang yang nazak tidak thabit dari hadith yang marfu' kepada Nabi tetapi thabit dari amalan sebahagain Salaf mereka membaca Yasin bagi orang yang nazak.