Iblis di dalam Al-Quran sering kali disebutkan sebagai makhluq yang awalnya beriman
dan taat kepada Allah SWT. Lalu dia membangkang ketika diperintahkan untuk bersujud
kepada Nabi Adam as. Iblis kemudian dilaknat Allah dan pasti dimasukkan ke dalam
neraka jahannam. Untuk itu Iblis minta agar usianya ditangguhkan hingga hari kiamat.
Permintaan ini dikabulkan Allah SWT.
Allah berfirman, "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak bersama-sama mereka yang sujud
itu?" Berkata Iblis, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah
menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." Allah
berfirman, "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan
sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat." Berkata iblis, "Ya
Tuhanku, maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari dibangkitkan. Allah berfirman,
"Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh." (QS Al-Hijr: 32-37)
Jadi yang dahulu membangkang tidak mau sujud itu adalah sebuah indvidu yang disebut
sebagai Iblis yang usianya ditangguhkan Allah SWT sampai kiamat.
Sedangkan syetan seringkali disebutkan dalam Al-Quran sebagai sejenis makhluq yang
kerjanya menyesatkan manusia dari jalan kebenaran. Syetan itu jumlahnya banyak Bukan
sosok sebuah individu. Bahkan banyak disebutkan sampai membentuk sebuah
partai/golongan. Namanya partai syetan.
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya partai/golongan syaitan itulah golongan yang merugi. (QS Al-Mujadilah: 19)
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak partainya (golongannya) supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS Faathir: 6)
Syetan juga punya gank persaudaraan yang disebutkan sebagai ikhwanusy-syayathin
sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu
adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al-Isra': 27)
Meski pun kata syetan itu identik dengan makhluq ghaib, namun ada juga disebutkan
bahwa ada jenis syetan yang berujud manusia seperti yang disebutkan di dalam surat An-
Nas.
Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan manusia.Raja manusia. Sembahan manusia.
Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada
manusia, dari jin dan manusia. (QS An-Naas: 1-6)
Aku copy paste dari
sini