lokman1970
Fun Poster
- Messages
- 819
- Joined
- Jul 22, 2011
- Messages
- 819
- Reaction score
- 259
- Points
- 31
Cerita waliyullah
Diceritakan bahwa Asy-Syibli berkata: Suatu ketika aku bertemu seorang perempuan kulit hitam Habasyiyah. Dia terlihat kepayahan, namun dia tetap semangat dan mempercepatkan langkahnya.
Aku menyapanya: Wahai hamba Allah, kasihanilah diri anda dan bersikaplah halus kepadanya.
Dia menjawab: DIA adalah DIA
Aku menyapa lagi: Dari mana anda berangkat?
Dia menjawab: Dari DIA.
Aku tanya lagi: Kemana anda hendak menuju?
Dia menjawab: Menuju DIA.
Aku tanya lagi: Apa yang anda inginkan?
Dia menjawab tegas: DIA.
Aku tanya lagi: Siapa nama anda?
Dia menjawab: DIA
Aku tanya lagi: Berapa banyak anda berzikir.
Dia menjawab: Mulutku tidak pernah tersenyum kerana aku menyebut “DIA” sampai aku bertemu dengan DIA.
Kemudia perempuan itu membaca syairnya:
Bila cinta hilang, tiada ganti
Bagiku, dari kalian
Sesudah kalian, terhadap selain kalian pun
Tidak ada kepentingan
Diantara ceritaku bagi kalian adalah
Mereka berkata: Sakit telah mempengaruhi perempuan itu
Maka aku katakan: Bahkan
Sakit itu terus menggelayutiku.
Aku Tanya lagi: Wahai hamba Allah, apa yang anda maksudkan dengan ucapan anda ‘DIA’. Adakah yang anda maksudkan adalah Allah?
Ketika mendengar sebutan Allah, dia berteriak dengan suara melengking. Saat itulah memancar keluar rohnya, dia mati.
Kemudian aku beranjak mempersiapkan pengkuburannya dan mengkuburkannya. Aku merasa mendengar suara panggilan.
“Wahai Syibli, orang yang mabuk dengan cinta ku, bingung dalam mencariku, sangat sedih dengan zikir kepadaku, dan mati dengan namaku, maka tinggallah dia untuk ku.
Aku menoleh untuk melihat siapa yang memanggil dan berbicara. Kemudian perempuan itu menghilang dari pandanganku, aku tidak dapat melihatnya.
Diceritakan bahwa Asy-Syibli berkata: Suatu ketika aku bertemu seorang perempuan kulit hitam Habasyiyah. Dia terlihat kepayahan, namun dia tetap semangat dan mempercepatkan langkahnya.
Aku menyapanya: Wahai hamba Allah, kasihanilah diri anda dan bersikaplah halus kepadanya.
Dia menjawab: DIA adalah DIA
Aku menyapa lagi: Dari mana anda berangkat?
Dia menjawab: Dari DIA.
Aku tanya lagi: Kemana anda hendak menuju?
Dia menjawab: Menuju DIA.
Aku tanya lagi: Apa yang anda inginkan?
Dia menjawab tegas: DIA.
Aku tanya lagi: Siapa nama anda?
Dia menjawab: DIA
Aku tanya lagi: Berapa banyak anda berzikir.
Dia menjawab: Mulutku tidak pernah tersenyum kerana aku menyebut “DIA” sampai aku bertemu dengan DIA.
Kemudia perempuan itu membaca syairnya:
Bila cinta hilang, tiada ganti
Bagiku, dari kalian
Sesudah kalian, terhadap selain kalian pun
Tidak ada kepentingan
Diantara ceritaku bagi kalian adalah
Mereka berkata: Sakit telah mempengaruhi perempuan itu
Maka aku katakan: Bahkan
Sakit itu terus menggelayutiku.
Aku Tanya lagi: Wahai hamba Allah, apa yang anda maksudkan dengan ucapan anda ‘DIA’. Adakah yang anda maksudkan adalah Allah?
Ketika mendengar sebutan Allah, dia berteriak dengan suara melengking. Saat itulah memancar keluar rohnya, dia mati.
Kemudian aku beranjak mempersiapkan pengkuburannya dan mengkuburkannya. Aku merasa mendengar suara panggilan.
“Wahai Syibli, orang yang mabuk dengan cinta ku, bingung dalam mencariku, sangat sedih dengan zikir kepadaku, dan mati dengan namaku, maka tinggallah dia untuk ku.
Aku menoleh untuk melihat siapa yang memanggil dan berbicara. Kemudian perempuan itu menghilang dari pandanganku, aku tidak dapat melihatnya.
