Dah lama persoalan tu berlegar dalam kepala otak aku..
aku harap jawapannya adalah TAK SAMA.. KALAU jawapannya SAMA.. terus terang aku cakap tak adil
tapi setahu aku jawapannya adalah TAK SAMA :-? kalau aku silap tolong betulkan #:-S
ps: hamba tak ada hak persoal tuannya
Sy sependpt dgn saudara, bhw amalan kita akan menjd lbh mulia jika dilakukan dlm keadaan kita sendiri x mampu atau sgt memerlukan...
cth lbh afdhal bersbr & memaafkan wlu pon kita dipihak yg benar dlm sesuatu persengketaan...
cth lbh afdhal bersedekah ketika susah berbanding ketika senang krn sedekah yg sedikit ketika susah setanding dgn sedekah yg byk ketika senang...
cth lbh afdhal utk menunaikan solat yg sempurna pd setiap waktu ketika kita dlm keadaan sakit & terlantar dihospital wlupon sebenarnya dibenarkan utk menjamakkan solat...
pendpt sy ini disandarkan kpd bbrp hadis spt berikut...
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ibnu 'Ajlan dari Sa'id bin Abu Sa'id dan Al Qa'qa' dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:
"Satu Dirham -pahalanya- bisa mendahului seratus ribu Dirham." Mereka bertanya; 'Bagaimana hal itu? ' Beliau bersabda: 'Seseorang memiliki uang dua Dirham, lalu mensedekahkan satu Dirham; dan seseorang pergi ke tempat hartanya yang melimpah ruah, ia mengambil darinya seratus ribu Dirham, lalu ia bersedekah dengannya."
Riwayat An-Nasa'i,
hadis #2480
~~~~~~~~~~
telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid telah menceritakan kepada kami Nuh bin Ja'wanah As Sulami Khurasani dari Muqatil bin Hayyan dari 'Atha` dari Ibnu Abbas ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar ke masjid dan beliau mengatakan dengan tangannya seperti ini. Maka Abu Abdurrahman memberi isyarat dengan tangannya ke tanah:
"Barangsiapa memberi tangguh kepada orang yang kesulitan, atau menggugurkannya, Allah akan memeliharanya dari uap (panas) Jahannam. Ketahuilah bahwa amalan surga adalah kesulitan yang berada di jalan mendaki." (Beliau ucapkan tiga kali), "Sebaliknya ketahuilah bahwa amalan neraka adalah kemudahan di emperan rumah. Orang yang bahagia adalah yang dipelihara dari fitnah. Tidak ada tegukan yang lebih aku sukai daripada tegukan kemarahan yang ditahan oleh seorang hamba. Tidaklah seorang hamba menahannya (yakni menahan kemarahan) karena Allah, kecuali Allah akan memenuhi hatinya dengan keimanan."
Sunan Imam Ahmad, Kitab musnad Bani Hasyim, Bab Awal Musnad Abdullah bin Al 'Abbas,
hadis #2860
~~~~~~~~~
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Jarir dari Umarah bin Al Qa'qa' dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah ia berkata; Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya,
"Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?" maka beliau pun menjawab: "Yaitu kamu bersedekah saat sehat, kikir, takut miskin dan kamu berangan-angan untuk menjadi hartawan yang kaya raya. Dan janganlah kamu lalai hingga nyawamu sampai di tenggorokan dan barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu, ini untuk si Fulan dan ini untuk Fulan. Dan ingatlah, bahwa harta itu memang untuk si Fulan."
Sahih Muslim, Kitab Zakat, Bab Sedekah yang paling utama adalah saat kaya dan pelit, hadis #1713
~~~~~~~~~~~~
tp berkaitan dgn pandangan ShareMalaysia bhw tidak ada keadilan di dunia...
pd pendpt sy ia bknlah perkara yg blh membatalkan aqidah jika x mempercayainya...
tambahan pula tafsiran ShareMalaysia bg Ibrahim, 4, Al-Nahl, 93, Al-Fatir, 8, Al-Muddaththir, 31, Ar-Ra'd, 27, berbeza dgn tafsiran para ulama'...
jd sy memilih utk x mengulas lbh lanjut ttg perkara tersebut...
apa yg penting kita berusaha sebaik mgkn utk memastikan diri kita & semua yg dibwh tgjwb kita terhindar dr api neraka...
adil atau x, x perlu terlalu dirisaukan...