eyntan
Fun Poster
- Messages
- 448
- Joined
- Aug 17, 2010
- Messages
- 448
- Reaction score
- 1
- Points
- 20
Ulama’ ialah ahli agama atau ilmuan yang menguasai beberapa cabang ilmu akidah, syariah dan akhlak. Ilmu ini adalah ilmu yang bermartabat tinggi kerana ia berkaitan dengan Allah, Rasulullah, Al-Quran, sistem kehidupan, politik, budaya, ekonomi dan perkara-perkara besar yang lain. Ilmu ini akan menentukan nasib baik seseorang atau sebaliknya di dunia dan di akhirat kelak. Ilmu inilah yang disebut sebagai Ad-din oleh Rasulullah SAW dengan sabdanya:
“Sesiapa yang Allah ingin memberikan kebaikan kepadanya, nescaya Allah memberi dia kefahaman yang baik tentang agama”. – (Muttafaqun ‘Alaih dari Mu’awiyah r.a)
Ilmu ini juga disebut Al-Hikmah seperti firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 269:
“Allah memberi Al-Hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya; barangsiapa yang telah dianugerahkan dengan hikmah itu bermakna dia telah diberikan kebaikan yang banyak”.
Allah mengangkat martabat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan dengan beberapa darjat. Allah berfirman dalam surah Al-Mujadalah ayat 11:
“Allah meninggikan darjat orang yang beriman di kalangan kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan (di kalangan kamu) beberapa darjat. (Ingatlah) Allah Maha mendalam pengetahuannya tentang apa yang kamu lakukan”.
Dalam hadith yang lain Rasulullah SAW menegaskan:
“Sesungguhnya Allah meninggikan martabat sesuatu kaum dengan Al-Quran ini (yakni ilmu tentang Al-Quran) dan merendahkan martabat yang lain kerananya”. – (Riwayat Muslim)
Ilmu inilah yang dinyatakan oleh Allah akan direnggut dan dicabut daripada sesuatu kaum dengan dimatikan golongan orang Alim dalam kalangan sesuatu kaum itu. Rasulullah SAW bersabda dengan maksud:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu (ilmu agama) daripada umat manusia dengan sekali renggut. Akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama’. Sehingga apabila tiada lagi seorang Alim pun hidup maka orang ramai menjadikan orang-orang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka mereka (para pemimpin itu) ditanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu. Maka dengan demikian mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain”.- (Muttafaqun ‘Alaih)
“Sesiapa yang Allah ingin memberikan kebaikan kepadanya, nescaya Allah memberi dia kefahaman yang baik tentang agama”. – (Muttafaqun ‘Alaih dari Mu’awiyah r.a)
Ilmu ini juga disebut Al-Hikmah seperti firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 269:
“Allah memberi Al-Hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya; barangsiapa yang telah dianugerahkan dengan hikmah itu bermakna dia telah diberikan kebaikan yang banyak”.
Allah mengangkat martabat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan dengan beberapa darjat. Allah berfirman dalam surah Al-Mujadalah ayat 11:
“Allah meninggikan darjat orang yang beriman di kalangan kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan (di kalangan kamu) beberapa darjat. (Ingatlah) Allah Maha mendalam pengetahuannya tentang apa yang kamu lakukan”.
Dalam hadith yang lain Rasulullah SAW menegaskan:
“Sesungguhnya Allah meninggikan martabat sesuatu kaum dengan Al-Quran ini (yakni ilmu tentang Al-Quran) dan merendahkan martabat yang lain kerananya”. – (Riwayat Muslim)
Ilmu inilah yang dinyatakan oleh Allah akan direnggut dan dicabut daripada sesuatu kaum dengan dimatikan golongan orang Alim dalam kalangan sesuatu kaum itu. Rasulullah SAW bersabda dengan maksud:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu (ilmu agama) daripada umat manusia dengan sekali renggut. Akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama’. Sehingga apabila tiada lagi seorang Alim pun hidup maka orang ramai menjadikan orang-orang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka mereka (para pemimpin itu) ditanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu. Maka dengan demikian mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain”.- (Muttafaqun ‘Alaih)