Negara Khilafah Pasti Akan Kembali
Perjuangan untuk menerapkan kembali sistem hukum Islam melalui berdirinya Negara Khilafah mulai meningkat, dan cakupannya telah tersebar ke seluruh dunia. Namun, hambatan-hambatan yang dijumpai jauh lebih berat.
Disamping menghadapi dominasi kekuatan negara-negara kafir imperialis, seperti AS, Britain, Australia, Rusia, India, Perancis, Jerman, Italia dan sekutu-sekutunya; juga adanya penghalang dari penguasa-penguasa di negeri-negeri Muslim yang menjadi kaki tangan negara-negara kafir tersebut.
Disamping itu, kesadaran kaum Muslim terhadap ajaran Islam sebagai ideology, yang mencakup akidah dan syariat masih sangat rendah, apalagi keengganan mereka untuk meneliti peristiwa-peristiwa politik dan menerjuninya dengan asas Islam.
Mungkinkah Negara Khilafah itu akan kembali lagi untuk yang kedua kalinya?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dilontarkan masyarakat yang sangsi akan kembalinya kekuatan Islam, berupa berdirinya kembali Negara Khilafah.
Kadangkala juga muncul dari para aktivis dakwah Islam yang mengalami berbagai tekanan, sehingga memunculkan rasa yakin tentang akan datangnya kemenangan Islam.
Untuk itu kita harus mengembalikan kedudukan dan semangat kaum Muslim dengan merenungkan dan mengkaji kembali sumber-sumber syariat Islam yang menjadi dasar seluruh aspek kehidupan kita.
Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw merupakan sumber hukum Islam, dan sumber berita/informasi yang benar lagi qualified tentang apa yang terjadi, baik sebelum manusia itu tercipta di muka bumi, maupun kelak di masa datang.
Diantaranya terdapat nash-nash yang tergolong mubasyirât (berita-berita gembira) yang disampaikan Allah Swt dan diceritakan dalam hadits-hadits Nabi saw.
Melalui nash-nash mubasyirât ini kita mampu membangkitkan harapan, membangkitkan seluruh potensi, memupus rasa putus asa, dan menggelorakan perjuangan untuk menegakkan kembali sistem hukum Islam di muka bumi.
Sebab, Allah Swt tidak akan pernah mangkir dari janji-Nya.
Yang dimaksud dengan mubasyirât dari Allah Swt adalah janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menolong mereka, menyempurnakan cahaya-Nya, mengukohkan kedudukan kaum Muslim atas bangsa-bangsa lain di dunia, serta memenangkannya atas semua agama dan ideologi yang ada, meskipun orang-orang kafir berupaya keras menghalang-halanginya dan orang-orang munafik tidak menyukainya.
Diantara janji-janji tersebut adalah:
Pertama, janji Allah Swt untuk memenangkan Islam atas seluruh agama dan ideologi yang ada di seluruh dunia. Firman-Nya:
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيداً
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkannya atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi. (TQS. al-Fath [48]: 28)
Menurut tafsir al-Qasimi, yang mengutip penafsiran Ibnu Jarir at-Thabari, yang dimaksud dengan kata ‘agar dimenangkannya atas semua agama’ adalah menggusur seluruh millah (aliran/paham/agama/ideologi/pemikiran-pen) yang ada, sehingga tidak ada lagi dîn yang menyamainya1.
Artinya, Allah akan memenangkan Islam dan kaum Muslim atas negara-negara yang saat ini mengemban ideologi kapitalisme, sosialisme-komunisme, maupun ideologi-ideologi lain.
Allah Swt mengulang-ulang kata ‘agar dimenangkannya atas semua agama’ di dalam ayat-ayat lain, seperti QS. at-Taubah [9]: 33 dan QS. ash-Shaff [61]: 9).
sambung....