BTC USD 83,805.0 Gold USD 4,186.73
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Anda Sedang Bercouple Ya..?

best couple2 nie......ekekkekekekee
 
Zina (Arabic: الزناء‎) in Islam is extramarital sex and premarital sex. Islamic law prescribes punishments for Muslim men and women for the act of Zina.

Islamic law considers this prohibition to be for the protection of men and women and for the respect of marriage. Zina is considered one of the greatest sins in Islam,[citation needed] whether it is before marriage or after marriage. In addition to the punishments rendered before death, sinners will be punished severely after death, unless purged of their sins by a punishment according to shari'a law.

Islamic law prescribe stoning as the punishment for adultery committed by a married person, while the punishment for unmarried adulterer is one hundred lashes or being exiled for 12 months. The source for the punishment of an unmarried adulterer is the Quran, while the sources for the punishment of the married adulterer is found in the ahadith.[1]

ni la mksud zina...
jgn salh tfsir dgn statement yg korg dpt ntah dari mne2 tu...


Drpd apy yg aku pernah belajar kt sekolah dulu.. zina ni ada byk jenis.. zina mata, zina mulut etc.. zina ni bukan je maksud yg ko ckp nh.. mayb dlm post kat atas tu dia xmaksudkan zina ni.. sama la macam murtad.. murtad bukan je sebab keluar agama tp sebab perbuatan, hati, percakapan..

rasanya itulah yg dimaksudkan oleh tuan tanah..

**Sekadar memberi pendapat** :)cgrock
 
kalo sumenye zina, men CG ni zinala gak kn?
so, stopla men cg sume ye...
zina ni.....
pikirla sndiri btul x statement korg bg ni...
jgn men caye je...
kaji dulu tkut2 menyesatkn org len plak dah dpt dose...


salam....sesungguhnya fungsi forum adalah untuk berdebat@berbincang@berforum....

tidakkah anda tahu sedangkan suara perempuan itu adalah aurat?
boleh menjadi bukan aurat berdasarkan beberapa faktor?
adakah anda terus membuat keputusan dan jatuh hukum bahawa statement itu salah?
tidakkah anda baru sahaja mengeluarkan penyataan atau usul tak percaya?tanpa mengkaji atau menyemak maklumat tersebut sebelum anda menyatakan 'jangan main percaya' sahaja?

Kalau ya, anda sedia maklum bahawa semua penyataan itu adalah salah...sila kemukakan statement atau hadith atau surah mana-mana yang boleh menyatakan bahawa statement menyangkal itu adalah benar?

sesungguhnya aku hanya ingin berbahas berkenaan ini....:)
 
salam....sesungguhnya fungsi forum adalah untuk berdebat@berbincang@berforum....

tidakkah anda tahu sedangkan suara perempuan itu adalah aurat?
boleh menjadi bukan aurat berdasarkan beberapa faktor?
adakah anda terus membuat keputusan dan jatuh hukum bahawa statement itu salah?
tidakkah anda baru sahaja mengeluarkan penyataan atau usul tak percaya?tanpa mengkaji atau menyemak maklumat tersebut sebelum anda menyatakan 'jangan main percaya' sahaja?

Kalau ya, anda sedia maklum bahawa semua penyataan itu adalah salah...sila kemukakan statement atau hadith atau surah mana-mana yang boleh menyatakan bahawa statement menyangkal itu adalah benar?

sesungguhnya aku hanya ingin berbahas berkenaan ini....:)
kawe sokong demo!!!

:)cgrock:)cgrock:)cgrock:)cgrock:)cgrock
 
maksud y diberikan tuan adalah maksud zina...
sedangkan dalam statement itu adalah 'menghampiri zina'


dan juga harus diingat...

"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk"
 
Dalam buku Kebebasan Wanita Jilid 5 (Gema Insani Press, 1999), Abdul Halim Abu Syuqqah (seorang ulama Ikhwanul Muslimin, sahabat Yusuf Qardhawi) membolehkan dan bahkan menyarankan bercinta sebelum khitbah (peminangan). Alasannya antara lain:

Fenomena hubungan percintaan prakhitbah telah ada pada zaman Nabi Muhammad saw. (hlm. 72-80)
Rasulullah saw. “menampakkan belas kasihnya kepada kedua orang yang sedang dilanda [saling] cinta”. (hlm. 75)
Bila cinta didiamkan (tidak dibina), “maka dikhawatirkan akan terjatuh ke dalam hal-hal yang terlarang.” (hlm. 73)
Rasa rindu dan cinta kepada lawan-jenis nonmuhrim di luar nikah tidak berdosa (tidak tergolong “zina hati”) dan bukan sesuatu yang kotor. (hlm. 74-77)
Cinta kepada lawan-jenis bersifat “manusiawi, yang bersumber dari asal fitrah [suci] yang diciptakan Allah di dalam jiwa manusia”. (hlm. 75)
Cinta yang suci tersebut “mengandung segala makna kasih-sayang, keharmonisan, penghargaan, dan kerinduan, di samping mengandung persiapan-persiapan untuk menempuh kehidupan di kala suka dan duka, lapang dan sempit.” (hlm. 75)
Cinta yang suci tersebut “tidak mungkin terjadi dengan sempurna antara dua orang manusia yang berakal sehat, kecuali setelah terjadi perhubungan yang mendalam dan pengalaman yang panjang, yang memungkinkan kedua belah pihak untuk saling mengenal dan mengetahui unsur-unsur yang dapat menegakkan cinta ini dan menumbuhkembangkannya.” (hlm. 75)
Kalau tidak melalui “perhubungan yang mendalam dan pengalaman yang panjang” begitu, maka [taaruf] yang terjadi hanyalah “ketertarikan belaka terhadap unsur-unsur lahiriah yang tampak memukau.” (hlm. 75)
Pertemuan tatap-muka dengan si dia “merupakan langkah awal, yang sesudah itu dilanjutkan dengan langkah-langkah [PDKT atau pendekatan] berikutnya dan semakin maju hingga mencapai puncak [di titik nikah] atau kembali lagi [ke persahabatan biasa]” (hlm. 75-76)
Islam tidak mengingkari cinta yang indah, tetapi justru “menghendaki yang seindah-indahnya”. Islam menghendaki agar cinta itu “dijaga, dirawat, dan dilindungi” dengan harapan berujung pada titik nikah. (hlm. 76)
Islam “tidak datang untuk membelenggu perasaan manusia, melainkan untuk membersihkannya dan mengarahkannya ke arah kebaikan, agar dengannya seseorang memperoleh kebahagiaan dan dapat membahagiakan orang sekitarnya, bukan untuk menyengsarakannya dan menyengsarakan orang sekitarnya.” (hlm. 76)
Jalan menuju pernikahan (dari perkenalan hingga akad nikah) yang bisa panjang atau pun pendek tidaklah berbahaya “jika jalan itu dipenuhi dengan perasaan cinta dan diselingi dengan perkataan-perkataan manis [mesra] yang makruf, atau ditandai dengan tanda-tanda yang manis [mesra] dan makruf, seperti mengadakan tukar pikiran dan bantuan untuk mempersiapkan rumah tangga yang bahagia.” Cinta di jalan tersebut hendaknya “menjadi perasaan yang hangat, kegembiraan yang menyenangkan, dan cita-cita yang besar”. (hlm. 77)
 
Aisey...baru je bercouple semalam ...takkan nak clash arini plak...
 
Back
Top
Log in Register