Dari kampong penajis,rembau, dua kelompok etnis bugis, makassar itu mencari kawasan baru yang lepas dari intervensi adat lain.akhirnya Tok Awaluddin,Tok Srilah dan anak buahnya sampai di kawasan linggi.(Singapura) setelah mempelajari kondisi kawasan, mereka memutuskan untuk menetap di linggi. Pada waktu kelompok manusia bugis makassar itu tiba, kawasan linggi masih merupakan hutan "perawan". Sungai-sungainya masih penuh ilalang dan belum dapat dilayari kapal atau perahu. Kecuali itu, manusialain atau kelompok etnis lain,belum pernah ada yang bermukim di kawasan ini.jadi,Tok Awaluddin dan Tok Srilah beserta anak buahnya yg pertama kali mendiami kawasan linggi. Hutan yang lebat mereka buka,sungai linggi yg penuh ilalang, mereka bersihkan dan kemudian membangun perkampungan baru dan akhirnyamembentuk masyarakat bugis,makassar yang baru di linggi.
Pada tahun 1800, kawasan linggi praktis telah berjaya dibangun oleh etnis Bugis,menjadi sebuah kawasan otonom atau mempunyai hak menetukan diri sendiri,termasuk system budayanya yang sepenuhnya berorientasi kepada adat leluhur mereka, di Sulawesi Selatan. Kelompok etnik Bugis Makassar yang bermukim di Linggi itu, merupakan "kotak" kebudayaan Bugis yang hidup dan berkembang di Semenanjung.
Kemudian pada awal abad XIX, Linggi yang berada dibawah pimpinan Juragan Abdul Rahmantelah muncul sebagai kawasan yang memegang peranan dalam bidang perdagangan.Mereka manusia Bugis tampil menjadi pengusaha pengsusaha Timah yang memiliki monopoli perdagangan . Kawasan Linggi merupakan tempat yang sangat strategis dikawasan Sungai Ujong yang sekaligus dapat behubungan langsung dengan selat Melaka. Setelah fungsinya tida ksaja sebagai pusat perdagangan , tetapi juga merupakan pusat perdagangan barter, Newbold melukiskan posisi Linggi sebagai berikut,
"The trade of sungai Ujong is prinscipally in tin, wich is got at Sala, Maraboh,Battu Labong, Kayu Arra, ang Tamong. Thence it is brought down to linggie, and landed at Pacalangs Cundang, Durian and Manggis. It is here deposited in warehouse sand generally bartered for rice, opium, salt,tobacco, clothes, oil and shellsfor making line brought uo be boats. From one half and a half coyansthen, wich cannot easily ascend higher than this part of the river.
Usaha perdagangan yang telah berjaya dilakukan oleh Juragan Abdul Rahman dilanjutkan kemudian oleh Moh.Attas. Pada masa inilah kawasan linggi dengan masyarakat Bugisnya, mencapai kejayaan dalam perdagangan. Para pedagang Cina barat yang berdomisili di Melaka melakukan hubungan bilateral dengan parapenguasa Bugis di Semenanjung. Menurut Khoo Kay Kim, dimasa itu ada sekitar 1000 orang Cina bekerja di pertambangan timah yang secara langsung tergantung hidupnya pada penguasa Linggi " Kemudian hubungan perdagangan dengan kapitalis Cina dan Eropa di Melaka telah terjalin dengan baik. Mereka itu adalah perusahan : Neubronner &co, Keluarga Velge, Khoo Seng Hoon, See Boon Tho,Yeo Hood Hin, Lee Qui Lin dan lain lain.
Kejayaan penguasa Linggi,menyebabkan kawasan yang dahulunya tidak dikenal di semenanjung, menjadi terkenal dan diperhitungkan . Manusia Bugis pemilik kawasan ini membentuk unit politik , dan kekuatan Militer untuk mengontrol perdagangan mereka, yang dimpin oleh Datuk Panglima perang, dan datuk Laksamana, Semua pembiayaan organisasid itanggung sendiri oleh penguasa Linggi. Karena itu manusia Bugis di Linggi tidak saja disegani oleh jiran jirannya, tapi diperhitungkan kekuatan Militernya. Dan jatuhnya Linggi, tidak oleh kekalahan persaingan perdagangan,tapi oleh kekuatan British yang mulai bertapak di Semenanjung pada akhir abad XIX. ( Ditulis oleh Prof.Dr, Hamid Abdullah)