BTC USD 61,654.7 Gold USD 4,328.60
Time now: Jun 1, 12:00 AM

ACY Daily Market Analyst

Harga Minyak Melonjak Setelah Arab Saudi Nyatakan Pangkas Ekspor

Harga minyak mentah bergerak naik kemarin, sebesar sekitar 2 persen, dan ditutup pada $50.764 per barel; kembali ke atas level harga $50 setelah sempat mengalami penurunan signifikan pada Jumat lalu. Kenaikan ini didorong oleh keputusan Arab Saudi untuk memangkas ekspornya pada bulan November, serta komentar dari OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) dan perusahaan-perusahaan perdagangan bahwa pasar kini tengah bergerak untuk seimbang kembali setelah bertahun-tahun mengalami surplus. Salah satunya, produsen-produsen minyak shale AS juga akan melakukan upaya untuk mengurangi suplai.

Surplus Minyak Global Terus Berkurang

Untuk menyatakan komitmen atas tanggung jawabnya dalam kesepakatan pemangkasan output minyak, Arab Saudi mengumumkan untuk mengurangi alokasi ekspor November sebanyak 560,000 barel per hari (bph), yang mana dapat mendorong naik harga minyak. Kesepakatan pemangkasan output minyak dijadwalkan berakhir pada Maret 2018, tetapi kemungkinan untuk memperpanjangnya telah dikemukakan.

Dalam sebuah konferensi di New Delhi, OPEC mengatakan ada "tanda-tanda jelas" bahwa pasar minyak telah mulai seimbang kembali setelah bertahun-tahun mengalami surplus. OPEC telah berusaha mengurangi limpahan surplus melalui kesepakatan antara anggota dan bukan anggota, termasuk Rusia, untuk memotong produksi sebanyak 1.8 juta bph.

"Dalam proses pengurangan stok (minyak) global yang terus berlanjut, baik di daratan maupun lepas pantai, perkembangan positif di bulan-bulan terakhir ini tak hanya menunjukkan percepatan proses, tetapi penurunan masif pada tangki-tangki penyimpanan minyak di semua wilayah," kata Sekjen OPEC Mohammad Barkindo.

Dalam outlook jangka pendek produksi minyak AS, Badai Nate telah memicu harga sementara sejumlah produsen AS masih nonaktif. Berdasarkan data yang dirilis oleh Departemen Dalam Negeri AS kemarin, 85% dari produksi minyak di Teluk Meksiko masih nonaktif, tetapi takkan berlangsung lama.
Demikian sekilas ulasan fundamental harga minyak oleh ACY, dengan outlook teknikal dapat disimak di bagian berikutnya.

Outlook Teknikal Harga Minyak WTI

Secara teknikal, harga minyak telah naik sedikit ke $50.792 per barel pada 11:45 am di Sydney, sebagaimana terlihat di MT4. Dalam pandangan ACY, ini menunjukkan bahwa harga telah sukses keluar dari resisten level tinggi 1 Agustus dan berdiri kokoh. Dengan RSI (14) pada 56.8548 mengungkap kekuatan positif dalam harga minyak, seiring dengan perjalanannya dalam Ascending Channel yang terbentuk sejak akhir Juni.

22339618_123207978379590_2004382044954024848_o.png


Chart 1: WTICOUSD Daily

Walaupun kita bisa melihat kenaikan lebih lanjut dalam jangka menengah, harga minyak menghadapi sebuah halangan. Halangan ini ditemukan pada 50.859 (Retracement 23.6%) dalam beberapa hari berikutnya, ketika kita menggunakan Fibonacci Retracement untuk memprediksi pergerakannya.

22338781_123207935046261_4169727897880404667_o.png


Chart 2: WTICOUSD Daily - Fibonacci Retracement
 
Yen Melemah Setelah Kemenangan Abe Dalam Pemilu

Yen memperpanjang pelemahan dan menurun ke titik terendahnya dalam lebih dari tiga bulan, setelah koalisi petahana Perdana Menteri Shinzo Abe mempertahankan mayoritas kursinya di parlemen pada Pemilihan Umum yang digelar hari Minggu lalu, mensinyalkan kelanjutan kebijakan-kebijakannya saat ini dalam belanja fiskal dan pelonggaran moneter.

Jepang Lanjutkan Abenomics

Yen kehilangan nilainya sebesar 0.82 persen dan ditutup pada 113.458 per Dolar pada hari Jumat. Meski kebijakan Abenomics yang meliputi pelonggaran moneter, stimulus fiskal, dan reformasi struktural, telah menyeret mata uang menjadi lebih lemah, Bank of Japan (BoJ) belum mencapai target kebijakannya untuk mendongkrak laju inflasi tahunan ke angka 2 persen.

"Hasil pemilu memperkuat ekspektasi untuk penunjukan kembali Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda atau seseorang dengan pandangan serupa dipilih sebagai gubernur berikutnya guna memperpanjang pelonggaran moneter saat ini, (sehingga) membuat USD/JPY lebih responsif pada setiap peningkatan yield obligasi AS," kata Yuji Saito, Direktur Eksekutif di Departemen Forex Credit Agricole CIB di Tokyo.

Walaupun Jepang telah mengalami enam kuartal pertumbuhan ekonomi secara berurutan di bawah kepemimpinan Abe, didorong oleh stimulus fiskal dan kebijakan moneter ultra-longgar, ia masih menghadapi tantangan dalam mengendalikan utang publik Jepang yang membengkak dengan mendorong kenaikan pajak penjualan lebih lanjut. Menurut sang PM, rencana kenaikan pajak penjualan yang dimaksudkan akan diadakan pada 2019 tersebut merespon kondisi gaji yang stagnan dan angkatan kerja yang semakin cepat menua. Di samping itu, Abe belum menemukan jalan keluar untuk mengalahkan deflasi, dengan laju inflasi rendah saat ini yang tercatat pada 0.7% di bulan Agustus.

Outlook ekonomi Jepang dalam jangka pendek dan jangka menengah adalah perpanjangan kebijakan moneter longgar yang akan terus mendorong optimisme dalam investasi dari pasar luar negeri dan domestik, serta melemahkan mata uang -hal mana membantu ekspor. Selaras dengan itu, harga-harga aset akan digerakkan oleh investasi yang lebih besar dan ekspor netto yang meningkat.

Senat AS Loloskan Anggaran

Senat AS meloloskan resolusi anggaran tahun fiskal 2018 dengan rekonsiliasi 51-49 pada hari Kamis, membuka pintu untuk masuknya kepemimpinan partai Republikan guna merombak kode pajak tanpa dukungan dari Partai Demokrat.

Ini adalah langkah besar bagi kebijakan Trump dalam mempersiapkan kesuksesan reformasi pajak, dan menyediakan bahan bakar untuk pertumbuhan ekuitas dan ekonomi berkelanjutan. Namun demikian, ACY mencatat sejumlah ekonom memiliki pendapat berbeda mengenai reformasi pajak, mengatakan bahwa momen pengurangan pajak boleh jadi berisiko karena defisit yang lebih tinggi akan meningkatankan tekanan fiskal atas pemerintah, hal mana berdampak negatif bagi prospek ekonomi jangka panjang.

Outlook Teknikal USD/JPY

Secara teknikal, menurut ACY, outlook USD/JPY yang lebih luas tetap konstruktif, tetapi menghadapi resisten signifikan pada Downward Trend Channel (Kanal Tren Menurun) yang terbentuk sejak awal tahun ini. Apabila gagal naik lebih tinggi, maka trader harus memantau hingga pair ini breakout di bawah level rendah 16 Oktober pada 111.66.
Alternatif lain, jika harga terus menanjak lebih tinggi, maka pair ini akan menguji level tinggi 10 Maret pada 115.502. Berdasarkan indikator CCI (14), USD/JPY telah melesat jauh di atas 100, sehingga mensinyalkan momen overbought signifikan saat ini.

yen-melemah-setelah-kemenangan-abe-dalam-pemilu-280697-28242.png


Chart USD/JPY Daily
 

Live Forex Chart

Currency
Rates
EUR / USD
1.15216
USD / JPY
160.310
GBP / USD
1.33425
USD / CHF
0.79622
USD / CAD
1.39325
EUR / JPY
184.702
AUD / USD
0.70520
Back
Top
Log in Register