BTC USD 80,907.1 Gold USD 4,378.18
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Siapakah orang musyrik?

Status
Not open for further replies.
Mentaati ulama dan ahli agama

Arbab

Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk meninggalkan arbab
berlepas diri dari arbab

Apakah arbab…??

Ia adalah bentuk jamak dari Rabb
yang artinya tuhan pengatur atau yang mengatur
berarti kalau kata-kata “atur” maka berhubungan dengan aturan, seperti hukum/undang-undang

Jadi Rabb adalah tuhan yang mengatur, yang menentukan hukum
Kita sebagai makhluq Allah, Dia telah memberikan sarana kehidupan kepada kita
maka konsekuensi sebagai makhluk yang diciptakan Allah
adalah beriman bahwa yang berhak menentukan aturan… hanyalah Allah

Jadi Allah disebut Rabbul ‘aalamiin karena Allah yang mengatur alam ini
baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at)
Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur
berarti dia memposisikan dirinya sebagai rabb

Apakah rabb itu…?

Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah mendefinisikan rabb itu adalah:
“Yang memberikan fatwa kepada engkau dengan fatwa yang menyelisihi kebenaran
dan kamu mengikutinya seraya membenarkan”.

Ketika orang mengikuti apa yang bertentangan dengan hukum Allah
maka dia disebut mempertuhankan
sedangkan yang diikutinya yang mana ia mengetahui bahwa hal itu pembuatan aturan
maka dia memposisikan dirinya sebagai Rabb

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah
dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam
padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Esa
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia
Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
(QS. At Taubah [9]: 31)

Pada ayat ini Allah memvonis orang Nashara dengan lima vonis:
1. Orang-orang Nashara tersebut telah mempertuhankan para alim ulama dan pendeta mereka
2. Mereka telah beribadah kepada selain Allah
3. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah
4. Mereka musyrik
5. Alim ulama dan pendeta mereka telah memposisikan dirinya sebagai arbab… sebagai Tuhan

Ketika ayat ini dibacakan di hadapan shahabat ‘Adiy Ibnu Hatim (asalnya beliau ini Nashrani)
sedang beliau datang kepada Rasul dalam keadaan masih Nashrani
Ketika mendengar ayat ini dengan vonis-vonis di atas
maka ‘Adiy Ibnu Hatim mengatakan:

“Kami (maksudnya: dia dan orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat, sujud kepada alim ulama kami, atau kepada pendeta

kamilalu kenapa Allah memvonis kami musyrik
kami melanggar Laa ilaaha illallaah…” dst.
Jadi yang ada dalam benak ‘Adiy Ibnu Hatim
bahwa yang namanya kemusyikan itu adalah shalat, sujud atau memohon kepada selain Allah
Sehingga mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah kemusyrikan
mereka heran… sebenarnya apa kemusyrikan yang dilakukan dan bagaimana bentuknya
sehingga kami disebut telah mentuhankan alim ulama?

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Bukankah alim ulama dan pendeta kalian itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan
lalu kalian ikut-ikutan menghalalkannya?
bukankan mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan
kemudian kalian juga mengharamkannya?”, l
lalu ‘Adiy berkata:
“Ya!”, maka Rasul berkata:
“Itulah bentuk peribadatan (orang Nashrani) terhadap mereka”.

Jadi, ketika alim ulama memposisikan dirinya sebagai pembuat hukum
mengklaim memiliki kewenangan untuk membuat hukum (sekarang: undang-undang)
maka dia mengklaim bahwa dirinya sebagai tuhan… sebagai Rabb

Sedangkan orang yang mengikuti atau menjalankan hukum-hukum yang mereka buat itu
maka Allah memvonisnya sebagai orang yang telah mempertuhankan
yang beribadah kepada si pembuat hukum itu dan melanggar Laa ilaaha illallaah lagi musyrik…!

Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang
yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya
Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan
Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu
dan jika kamu menuruti mereka
Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik
”.

(QS. Al An’am [6]: 121)

Ayat ini berkenaan dengan masalah bangkai
dan kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram
Dalam ajaran orang-orang kafir Quraisy bangkai adalah sembelihan Allah
dan dalam hadits Ibnu ‘Abbas yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang shahih:
“Orang-orang Quraisy datang kepada Rasul:
“Hai Muhammad, kambing mati siapa yang membunuhnya?”
beliau berkata: “Allah yang mematikannya”
lalu mereka berkata: “Kambing yang kalian sembelih kalian katakan halal
sedangkan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang mulia
dengan pisau dari emas (maksudnya bangkai) kalian katakan haram
berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”

Ucapan ini adalah bisikan atau wahyu syaitan kepada mereka dan ketahuilah:
“Jika kalian mentaati mereka
(ikut setuju dengan hukum dan aturan mereka yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah)
maka kalian ini orang-orang musyrik

Dalam hal ini ketika orang mengikuti hukum yang bertentangan dengan aturan hukum Allah disebut musyrik
padahal hanya dalam satu hal saja, yaitu penghalalan bangkai

Sedangkan orang yang membuat hukumnya disebut syaitan
dan hukum tersebut pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau bisikan syaitan
kemudian digulirkan oleh wali-wali syaitan dari kalangan manusia
dan orang yang mengikuti hukum-hukum tersebut disebut sebagai orang musyrik…!

Agar lebih kuat lagi, mari kita lihat firman Allah:
Menentukan hukum itu hanyalah kepunyaan Allah
Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia
Itulah agama yang lurus
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(QS. Yusuf [12]: 40)

Dalam ayat ini, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa
hak menentukan hukum itu hanyalah milik Allah
hak membuat hukum, aturan, undang-undang hanyalah milik Allah
Dan Allah memerintahkan agar tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah

Dalam ayat ini penyandaran hukum disebut ibadah
Jika disandarkannya kepada Allah berarti ibadah kepada Allah
sedangkan jika disandarkan kepada selain Allah berarti ibadah kepada selain Allah
itulah dien yang lurus… ajaran yang lurus
akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui

Jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan
bahwa hak menetapkan hukum, aturan, undang-undang hanya di Tangan Allah
ketika dipalingkan kepada selain Allah maka itu artinya memalingkan ibadah kepada selain Allah
dengan kata lain adalah syirik dan orangnya disebut musyrik

Maka dari itu tidaklah aneh
ketika hal itu dipalingkan kepada alim ulama dan pendeta disebut musyrik
ibadah kepada selain Allah, mempertuhankan alim ulama
Jadi, dalam satu hal saja orang yang mengikutinya itu disebut musyrik


dan jika kamu menuruti mereka
Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik

(QS. Al An’am [6]: 121)

..........

Pada gambaran yang lain
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan kitab suci Al Qur’an sebagai pedoman
sebagai aturan bagi orang yang beriman
hal demikian itu adalah sebagi tali Allah yang diulurkan dari sisi-Nya (dari surga) ke bumi

Barangsiapa yang memegangnya maka ia akan sampai kepada Allah
sedangkan kitab-kitab selain Al Qur’an (seperti: KUHP atau kitab hukum dan perundang-undangan lainnya)
adalah pada hakikatnya kitab syaitan yang merupakan tali syaitan yang di ulurkan dari neraka, barangsiapa yang memegangnya

atau yang mengikutinya, maka akan ditarik oleh syaitan ke dasar neraka.

Jadi, “kitab-kitab suci” selain Al Qur’an pada dasarnya adalah wahyu syaitan
atau ucapan syaitan yang dihasilkan oleh para arbab (para pengaku tuhan itu)

Fir’aun mengatakan “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi”

apakah ketika dia mengucapkannya dia mengklaim pencipta langit dan bumi?

atau bahwa dialah yang menyediakan isi dan segala apa yang ada di atasnya??

Tidak…!

dia tidak memaksudkan hal itu
karena masyarakat mengetahui bahwa sebelum Fir’aun telah ada manusia
bahkan masyarakatnya pun mengetahui bahwa Fir’aun sendiri terlahir dari manusia

Akan tetapi ketika dia mengucapkan “Aku adalah tuhan kalian tertinggi”
maksudnya adalah tuhan yang hukumnya harus kalian taati…
yang mana tidak ada hukum yang harus kalian ikuti kecuali hukum buatan saya!


Jadi ketika Fir’aun mengatakan hal itu
bukanlah karena dia yang menciptakan manusia
atau yang bisa memberikan manfaat atau madharat atau yang bisa memberi anak
tetapi “Sayalah pembuat hukum yang hukumnya harus kalian ikuti…!”.

Apabila telah paham apa yang diucapkan Fir’aun itu
berarti kita bisa melihat banyak Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang
yang mengatakan bahwa hukumnya harus ditaati!
mereka adalah Fara’inah

Jadi jika kita membaca tentang Fir’aun itu
jangan selalu mengidentikan pada Fir’aun zaman Nabi Musa saja
karena sifat-sifat Fir’aun itu banyak dan Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang
justeru mereka itu lebih dahsyat lagi
Apabila Fir’aun zaman dulu membunuh anak laki-laki
karena takut suatu hari ada yang menyaingi atau membunuh dia (sesuai dengan mimpinya itu)
sedangkan jika anak-anak kecil ~yang masih suci fithrahnya~ dibunuh, maka insya Allah masuk surga.

Fir’aun zaman sekarang…
mereka membunuh fithrah anak-anak kecil
dengan didoktrinkan ideologi-ideologi kafir di sekolah-sekolah milik Fir’aun
sehingga fithrahnya mati
bukan jasadnya yang dimatikan
akan tetapi fithrahnya yang dimatikansedangkan apabila di waktu kecil fithrah sudah rusak atau mati
sampai dia dewasa lalu tidak bertaubat (tidak kembali kepada tauhid)
dan dia mati dalam keadaan seperti itu
maka dia akan dijerumuskan ke dalam api neraka… dan ini adalah bahaya!!
Sedangkan apabila anak kecil yang mati jasadnya saja
sedang fithrahnya tidak, maka dia masuk surga.

Akan tetapi apabila mereka (Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang) itu
tidak mampu membunuh fithrahnya sewaktu masa anak-anak
maka setelah dewasa barulah dibunuh jasadnya
atau dimasukkan ke penjara-penjara Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang.

Jadi…itulah Fir’aun yang mana dia mengatakan
“Akulah tuhan kalian tertinggi” adalah bukan dimaksudkan bahwa dia itu pencipta manusia
atau yang menyediakan berbagai sarana kehidupan buat manusia
akan tetapi yang dia maksudkan:
“Sayalah pembuat hukum bagi kalian yang hukumya harus kalian ikuti…!”

Bila semua ini kita pahami
maka kita akan melihat bahwa pada zaman sekarang banyak sekali yang seperti Fir’aun

Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah
ketika menjelaskan surat Al An’am: 121 dan At Taubah: 31, mengatakan:

“Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan, hukum, dan undang-undang
yang menyelisihi apa yang Allah syari’atkan lewat lisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
maka dia musyrik terhadap Allah
kafir lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”

Jadi, kesimpulannya bahwa arbab
adalah orang yang mengaku bahwa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang
dengan kata lain arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri
Sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para arbab itu disebut dengan orang musyrik
Peribadatan kepada arbab ini adalah bukan dengan shalat, sujud, do’a, nadzar atau istighatsah
akan tetapi dengan mengikuti, mentaati, dan loyalitas terhadapnya


Sehingga pada saat Fir’aun mencela Nabi Musa dan Harun, dia mengatakan:
“Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga)
padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?
(QS. Al Mukminun [23]: 47)

Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan
oleh karena itu ketaatan kepada Fir’aun disebut beribadah kepada Fir’aun
Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para arbab
maka disebut orang yang beribadah kepada arbab tersebut



Persoalan, adakah mentaati "Periwayat Terakhir" (imam hadis parsi)
bagi cerita mereka (hadis) yang bercanggah dengan al-Quran
itu bermaksud menyembah mereka?


rujuk sini, dan sini
 
Last edited:
Sesat lagi menyesatkan.....

bagi maksud ayat Allah bulat-bulat pun nko kata sesat
kalau maksud ayat Allah sesat, jadi tuhan nko sapa ? :eek:

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas nyata
engkau akan dapat melihat pada muka orang-orang yang kafir itu tanda marah dan benci
hampir-hampir mereka hendak menerkam dan menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka

Katakanlah: “Jika demikian, mahukah, aku khabarkan kepada kamu:
yang lebih buruk lagi daripada apa yang telah menyebabkan kemarahan kamu itu?
Ialah neraka yang telah dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang kafir, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali! ”

[Al-Hajj:72]
 
bagi maksud ayat Allah bulat-bulat pun nko kata sesat
kalau maksud ayat Allah sesat, jadi tuhan nko sapa ? :eek:

Aku maksud kan org musyrik tu sesat.....errrr...terasa ke?minta maaf la...:D:D:)):))
 
Aku maksud kan org musyrik tu sesat.....errrr...terasa ke?minta maaf la...:D:D:)):))

cakap biar terangggggg sikit, kat sini banyak kaki bantah ayat Allah ... kena tembak saja, terconfuse pula aku.. :eek:
 
Last edited:
cakap biar terangggggg sikit, kat sini banyak kaki bantah ayat Allah ... kena tembak saja, terconfuse pula aku.. :eek:

Kalau terasa tu bagus la..sebab kita anut ajaran sesat...kalau kita tak anut ajaran sesat,kita tak terasa dan melenting :)cgrock
 
bila nak buat kelas agama pubin?
nak join face to face

aik.. Quran ada, boleh baca sendiri... :))

Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu
dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu
dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu

(Al-Maidah:3)

Tidakkah cukup bagi mereka bahawa Kami telah menurunkan kepadamu Al-Quran yang dibacakan kepada mereka?
[Al-’Ankabut: 51]
 
Kalau terasa tu bagus la..sebab kita anut ajaran sesat...kalau kita tak anut ajaran sesat,kita tak terasa dan melenting :)cgrock

pegang ayat Allah bulat-bulat pun jadi sesat, baik pergi baca Kitab Vedda jer, tukar agama hindu... lagi bagus. :))

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata pula:
Tidak sekali-kali akan masuk Syurga melainkan orang-orang yang berugama Yahudi atau Nasrani”​

Yang demikian itu hanyalah angan-angan mereka sahaja

Katakanlah:
“Bawalah kemari keterangan-keterangan yang (membuktikan kebenaran) apa yang kamu katakan itu
jika betul kamu orang-orang yang benar”
(Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar)
bahkan sesiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah
sedang ia pula berusaha supaya baik amalannya

maka ia akan beroleh pahalanya di sisi Tuhannya
dan tidaklah ada kebimbangan terhadap mereka
dan mereka pula tidak akan berdukacita.


Dan orang-orang Yahudi berkata:
“Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai sesuatu pegangan (ugama yang benar)”​

dan orang-orang Nasrani pula berkata:
“Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan (ugama yang benar)”;​

padahal mereka membaca Kitab Suci masing-masing (Taurat dan Injil)

Demikian juga orang-orang (musyrik) yang tidak berilmu pengetahuan
mengatakan seperti yang dikatakan oleh mereka itu

Maka Allah akan menghukum (mengadili) di antara mereka pada hari kiamat
mengenai apa yang mereka berselisihan padanya

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang menyekat
dan menghalangi dari menggunakan masjid-masjid Allah untuk menyebut nama Allah di dalamnya
dan ia berusaha pula untuk meruntuhkan masjid-masjid itu?

Orang-orang yang demikian, tidak sepatunya masuk ke dalam masjid-masjid itu
melainkan dengan rasa penuh hormat dan takut kepada Allah
Mereka akan beroleh kehinaan di dunia
dan di akhirat kelak mereka mendapat azab seksa yang amat besar.

Dan Allah jualah yang memiliki timur dan barat
maka ke mana sahaja kamu arahkan diri maka di situlah arah yang diredhai Allah
sesungguhnya Allah Maha Luas, lagi sentiasa Mengetahui.

[Al-Baqarah:111-115]

p/s: ada gak percaya Islam tak sempurna dan cacat lagi... adoih!! :))
 
Last edited:
Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang awal pertama berserah diri bulat-bulat (kepada Allah)
[Az-Zumar:12]

Dan sesiapa yang berserah diri bulat-bulat kepada (ayat-ayat) Allah
sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali ugama) yang teguh
dan (ingatlah) kepada Allah jualah kesudahan segala urusan

[Luqman:22]
 
Last edited:
Status
Not open for further replies.
Back
Top
Log in Register