Dan demikianlah juga ketua-ketua yang orang-orang musyrik itu jadikan sekutu bagi Allah
<- mengadakan hukum adalah musyrik, dan syirik
menghasut kebanyakan dari mereka dengan kata-kata
yang memperlihatkan eloknya perbuatan membunuh anak-anak mereka
untuk membinasakan mereka
dan untuk mengelirukan mereka nengenai ugama mereka
Dan kalau Allah kehendaki
nescaya mereka tidak melakukannya
Oleh itu biarkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan itu
<- sesuka hati buat hukum bercanggah Quran
Dan mereka berkata lagi:
“Ini adalah binatang-binatang ternak dan tanaman-tanaman yang dilarang
yang tidak boleh seorang pun memakannya kecuali sesiapa yang kami kehendaki”
menurut anggapan mereka
dan binatang-binatang ternak yang dilarang menunggangnya
dan bintang-bintang ternak yang tidak mereka sebutkan nama Allah ketika menyembelihnya
(semuanya itu mereka lakukan dengan) berdusta terhadap Allah
Allah akan membalas mereka disebabkan apa yang mereka telah ada-adakan itu
<- sesuka hati buat hukum bercanggah Quran
Dan mereka berkata lagi:
“Apa yang ada dalam perut binatang-binatang ternak itu adalah halal bagi lelaki-lelaki kami
dan haram bagi perempuan-perempuan kami”
Dan jika ia (dilahirkan) mati
maka mereka bersekutu padanya (bersama-sama memakannya)
Allah akan membalas mereka tentang apa yang mereka tetapkan (mengenai halal dan haram) itu
<- sesuka hati buat hukum bercanggah Quran
Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui
Sesungguhnya rugilah orang-orang yang membunuh anak-anak mereka kerana kevodohanan, lagi tidak berpengetahuan
dan juga (rugilah yang) mengharamkan apa yang telah dikurniakan oleh Allah kepada mereka
dengan berdusta terhadap Allah
Sesungguhnya sesatlah mereka
dan tiadalah mereka mendapat petunjuk
Dan Dia lah (Allah) yang menjadikan kebun-kebun yang menjalar tanamannya dan yang tidak menjalar
dan pohon-pohon tamar dan tanaman-tanaman yang berlainan rasanya
dan buah zaiton dan delima, yang bersamaan dan tidak bersamaan (rasanya)
Makanlah dari buahnya ketika ia berbuah
dan keluarkanlah haknya pada hari memetik atau menuainya
dan janganlah kamu melampau
sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampau
Dan di antara binatang-binatang ternak itu
ada yang dijadikan untuk pengangkutan
dan ada yang untuk disembelih
Makanlah dari apa yang telah dikurniakan oleh Allah kepada kamu
dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan
kerana sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata
(Binatang ternak itu) delapan ekor – (empat) pasangan
dari kambing biri-biri dua ekor (sepasang jantan betina)
dan dari kambing biasa dua ekor (sepasang jantan betina)
Tanyalah (wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu)
“Adakah yang diharamkan Allah itu <- sesuka hati buat hukum bercanggah Quran
dua jantannya
atau dua betinanya
atau yang dikandung oleh rahim dua betinanya?
Terangkanlah kepadaku dengan berdasarkan ilmu pengetahuan
jika betul kamu orang-orang yang benar”.
Dan dari unta dua ekor (sepasang jantan betina)
dan dari lembu dua ekor (sepasang jantan betina).
Tanyalah (wahai Muhammad):
“Adakah yang diharamkan Allah itu dua jantannya <- sesuka hati buat hukum bercanggah Quran
atau dua betinanya
atau yang dikandung oleh rahim dua betinanya?
Ataupun kamu ada menyaksikan <- berkaitan kebenaran sejarah, hadis
ketika Allah menyuruh serta menentukan kepada kamu (atau datuk nenek kamu) dengan yang demikian ini?” <- periwayatan, hadis etc
Oleh itu, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang berdusta terhadap Allah
untuk menyesatkan manusia dengan tidak berdasarkan ilmu pengetahuan? <- berkaitan kebenaran sejarah
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Katakanlah (wahai Muhammad):
“Aku tidak dapati dalam apa yang telah diwahyukan kepadaku <- bukti kebenaran itu tetap daripada Kitab Allah
sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya
melainkan kalau benda itu bangkai
atau darah yang mengalir
atau daging vabi
kerana sesungguhnya ia adalah kotor
atau sesuatu yang dilakukan secara fasik
iaitu binatang yang disembelih atas nama yang lain dari Allah”
Kemudian sesiapa yang terpaksa (memakannya) sedang ia tidak mengingininya dan tidak melampaui batas
maka sesungguhnya Tuhan mu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani
Dan Kami haramkan atas orang-orang Yahudi
segala binatang yang berkuku
dan dari lembu
dan kambing pula Kami haramkan kepada mereka lemaknya
kecuali yang ada pada belakangnya
atau yang menyelaputi perkakas dalam perutnya
atau yang bercampur dengan tulang
Demikianlah Kami balas mereka dengan sebab kederhakaan mereka
dan sesungguhnya Kamilah yang benar
<- Kebenaran hanyalah dari Allah
Kemudian jika mereka mendustakanmu maka katakanlah:
“Tuhan kamu mempunyai rahmat yang luas melimpah-ruah
dan azab seksaNya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa”.
Orang-orang musyrik akan mengatakan:
<- ikut nenek moyang melalui Hadis
“Kalau Allah menghendaki
tentulah kami dan datuk nenek kami tidak mempersekutukanNya (mengada-adakah hukum)
dan tidak pula kami haramkan sesuatu apa pun”
Demikianlah juga orang-orang yang dahulu sebelum mereka
telah mendustakan (Rasul-rasul) sehingga mereka merasai azab seksa Kami
Katakanlah:
Adakah kamu mempunyai (keterangan berdasarkan) ilmu supaya dapat kamu tunjukkan kepada kami?
Tiadalah kamu menurut melainkan sangkaan semata-mata <- Selain dari kitab Allah adalah "sangkaan"
dan kamu pula tidak lain hanyalah berdusta”. <- Mereka ini pendusta agama
Katakanlah (Muhammad: “Kalau kamu sudah tiada bukti) maka Allah mempunyai bukti yang tegas nyata
Oleh itu, jika Ia menghendaki tentulah Ia akan memberi hidayah petunjuk kepada kamu semuanya”
Katakanlah:
“Bawalah saksi-saksi kamu memberi keterangan bahawa Allah mengharamkan ini”
<- saksi = periwayat
Kemudian jika mereka menjadi saksi (secara dusta)
maka janganlah engkau turut sama membenarkan mereka mereka <- "turut sama membenarkan" adalah secara bermazhab
dan janganlah engkau turut hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami
dan orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat
sedang mereka pula menyamakan (yang lain) dengan Tuhan mereka <- syirik, mereka mempertuhankan manusia!
“Marilah, supaya aku bacakan apa yang telah diharamkan oleh Tuhan kamu kepada kamu
iaitu janganlah kamu sekutukan dengan Allah sesuatupun
dan hendaklah membuat baik kepada ibu bapa
dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu kerana kepapaan
(sebenarnya) Kamilah yang memberi rezeki kepada kamu dan kepada mereka
dan janganlah kamu hampiri kejahatan-kejahatan (zina)
yang terang daripadanya dan yang tersembunyi
dan janganlah kamu membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah (membunuhnya)
melainkan dengan jalan yang hak
Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kamu
supaya kamu memahaminya.
“Dan janganlah kamu hampiri harta anak yatim
melainkan dengan cara yang baik (untuk mengawal dan mengembangkannya)
sehingga ia baligh (dewasa, serta layak mengurus hartanya dengan sendiri)
dan sempurnakanlah segala sukatan dan timbangan dengan adil”
Kami tidak memberatkan seseorang dengan kewajipan melainkan sekadar kesanggupannya
“dan apabila kamu mengatakan sesuatu (semasa membuat apa-apa keterangan) maka hendaklah kamu berlaku adil
sekalipun orang itu ada hubungan kerabat (dengan kamu)
dan perjanjian (perintah-perintah) Allah hendaklah kamu sempurnakan
Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kamu
supaya kamu beringat (mematuhiNya)”.