BTC USD 81,985.4 Gold USD 4,129.97
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Yahudi... Siapakah mereka

ustaz auni ada terangkan dalam ceramah beliau
 
Adolf Hitler pemimpin Nazi Jerman pada umumnya dikenal sebagai setan berkulit manusia yang bertekad menghabisi setiap sesuatu yang berbau Yahudi Jerman. Bahkan kalau mungkin Hitler ingin membinasakan semua orang Yahudi untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan mereka. Namun banyak orang tidak menyadari, bahwa Zionisme Internasional lah yang telah melapangkan jalan naiknya Hitler ke atas singgasana Jerman.

Dan Zionisme Internasional pula yang telah menciptakan suasana kemarahan bangsa Jerman terhadap orang Yahudi. Para tokoh Zionis menganggap perlu untuk menumbalkan ratusan ribu, bahkan jutaan orang Yahudi itu sebagai salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita jangka panjang mereka, yaitu menuntut darah bangsa mereka yang ditumpahkan oleh kejayaan Hitler dan Nazinya.


Harga darah Yahudi tersebut sampai sekarang masih terus mengalir terus berupa uang ganti rugi, yang harus dibayar oleh Pemerintah Jerman dalam jumlah milyaran dollar kepada Zionisme Internasional, sebagai tebusan apa yang disebutnya dosa-dosa Hitler. Dan tebusan yang paling berharga bagi bangsa Yahudi adalah berdirinya sebuah negara Israel di jantung dunia Islam, yang telah sekian lama menjadi incaran kekuatan di balik tabir itu. Tidak banyak orang yang mengetahui dan menyadari hakikat fakta-fakta itu.

Sejarah kadang merupakan peristiwa terulang. Zionisme Internasional berdiri di belakang pecahnya perang dunia I dan II, untuk mendalangi pembagian dunia menjadi dua, yaitu blok Barat dan blok Timur yang nampak saling berebut pengaruh, sebagai langkah pembuka jalan bagi timbulnya perang dunia III. Ummat manusia akan terus berada dalam ancaman malapetaka besar, selama para tokoh Zionisme masih diberi kesempatan untuk bernafas dengan bebas, dalam upaya mereka untuk menguasai dunia.
 
Berbicara tentang bangsa Yahudi artinya kita bersoal tentang asal-usul, sejarah, taktik dan permainan yang mereka lakukan, sehingga bangsa Yahudi itu berhasil mendirikan sebuah negara Yahudi di bumi Palestina yang bersifat temporer. Hal ini akan kita bahas lebih lanjut.
Bangsa Yahudi yang ada sekarang ini bisa dibagi menjadi dua golongan, yaitu Yahudi Semitik dan Yahudi Ezkinaz. Yang terakhir ini juga sering disebut Yahudi non-Semitik. Adapun asal-usul Yahudi Semitik sendiri masih dipersengketakan oleh para sejarawan. Sebagian berpendapat, mereka adalah keturunan Nabi Ibrahim. Beliau ini berhijrah dari kota Aur di sebelah Selatan Mesopotamia, menuju ke Khurran di Syiria. Di sinilah ayah Nabi Ibrahim meninggal dunia. Kemudian Nabi Ibrahim berpindah lagi menuju bumi Kananiah sekitar tahun 2000 SM. Di antara keturunan beliau adalah Nabi Ya'kub, yang diberi gelar Israel, sehingga anak cucunya kelak dipanggil dengan Bani Israel. Di antara keturunan Ya'kub (Israel) adalah Nabi Yusuf yang pernah menjabat semacam Menteri Pertanian Mesir, sehingga anak cucu Ya'kub (Bani Israel) berdiam di Mesir hingga masa Nabi Musa as. Beliau inilah yang mengajak Bani Israel keluar dari Mesir, untuk menyelamatkan diri dari penindasan Fir'aun. Versi ini banyak dipegang oleh para sejarawan dan para tokoh Yahudi sendiri.


Sebagian sejarawan lagi berpendapat, bahwa bangsa Yahudi pada hakikatnya adalah bangsa campuran antara berbagai unsur (mixed race) yang dipersatukan oleh satu nasib dan watak. Mereka hidup mengembara seperti kaum gypsy pada masa Jahiliyah, atau seperti kaum pengembara Syatharien, dan Iyarien (Vagabonds) pada masa Dinasti Abbasiah. Dalam pengembaraannya dari satu ke lain daerah itu, bangsa Yahudi pernah menyerbu ke kota-kota bumi Kananiah, kemudian merampok dan merampas harta penduduknya. Mereka membentuk komunitas yang memiliki karakteristik tersendiri dan bahasa campuran antara bahasa klasik seperti bahasa Syiriak, Akadian dan bahasa Phinisian.
Kalau kebenaran sejarah Yahudi Semitik telah mengalami kesimpangsiuran, dan asal-usul mereka dimasalahkan, maka ajaran agama Yahudi yang murni dari sudut mana pun diragukan keasliannya, setelah tertimbun dalam berbagai pemalsuan. Dasar yang melandasi pola pikir dan tingkah-laku Yahudi tidak lain adalah ajaran Talmud, yaitu pedoman rahasia yang tidak diketahui dengan pasti, kecuali oleh mereka sendiri.8 Dengan demikian, kedudukan ajaran agama Yahudi sebagai agama samawi telah cenderung berubah menjadi 'Organisasi Rahasia'. Dengan meneliti sejarah Yahudi dalam kisah Nabi Musa menurut Kitab Suci, kita akan mengetahui, bahwa Nabi Musa hidup di Mesir bersama kaumnya, Bani Israel di bawah naungan Pemerintah Mesir itu. Kemudian mereka meninggalkan negeri itu untuk menyelamatkan diri dari kejaran raja Fir'aun dan bala-tentaranya menuju Palestina. Ketika Nabi Musa wafat, mereka belum bisa memasuki pintu wilayah Palestina. Pada masa Nabi Daud, mereka bisa memasuki tanah Palestina dari Sinai, dan menguasai Yerusalem kira-kira pada tahun 2000 SM. Namun mereka juga belum bisa menguasai seluruh wilayah Palestina. Pada masa pemerintahan Nabi Sulaiman putra Daud, kerajaan mereka terbagi menjadi kerajaan kecil-kecil. Dan kerajaan purba inilah yang sekarang dijadikan alasan historis untuk mengklaim sahnya negara Yahudi di Palestina sekarang. Padahal, kerajaan Yahudi dalam sejarah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman tidak lebih dari sebuah kota dan desa-desa sekelilingnya.9 Hanya karena kebiasaan saja, bangsa Yahudi memanggil pemimpinnya dengan sebutan 'Raja'.


Di antara kerajaan tersebut yang terkenal adalah kerajaan Sumeria dan kerajaan Yahuda. Raja Sargeus dari Yunani pernah menyerbu negeri Sumeria pada tahun 576 SM. Sedang raja Nebuchadnezzar II dari Babilonia menyerbu kerajaan Israel yang ibu kotanya Yerusalem, kemudian menghancurkan Kuil Sulaiman. Orang-orang Yahudi ditawan dan digiring ke Babilonia. Di sinilah para tokoh Yahudi membesarkan hati kaumnya dengan konsep janji Tuhan dan Bumi Nenek Moyang. Sejak itu, dalam perjalanannya mereka selalu berusaha untuk bisa kembali ke Palestina dengan berbagai cara dan upaya. Namun mereka selalu menemui kegagalan, meskipun telah mencoba berkali-kali. Bahkan akibatnya justru membuat mereka bertambah ketat di bawah pengawasan penguasa. Tidak jarang kekejaman penguasa menjadi penderitaan rutin yang mereka alami, dan mengakibatkan kegiatan-kegiatan eksodus dan diaspora orang-orang Yahudi makin meluas ke seluruh penjuru bumi untuk menyelamatkan diri. Dari tanah Babilonia lah para pemuka Yahudi menemukan ide dan konsep Bumi Yang Dijanjikan dan konsep Bangsa Pilihan Tuhan, dengan harapan ide semacam itu akan bisa melestarikan persatuan dan kemurnian Ras Yahudi, dan untuk mengembalikan kepercayaan diri bangsa Yahudi.


Dari kilasan fakta di atas kita bisa melihat, bagaimana bangsa Yahudi sepanjang sejarah mengendalikan perkumpulan rahasia, yang dikembangkan dengan getol untuk mewujudkan cita-cita mereka. Makin lama perkumpulan rahasia itu berkembang mirip dengan pemerintahan terselubung, yang dikendalikan oleh tokoh-tokoh Yahudi Internasional, yang berdiam di berbagai penjuru dunia. Bangsa Yahudi punya keyakinan, bahwa bangsa lain adalah 'Goya', atau dalam bahasa Ibraninya 'Goyim', yang juga sering disebut 'Gentiles', atau 'Umamy' dalam bahasa Arabnya, yang berarti bangsa lain itu diciptakan Tuhan untuk kepentingan Yahudi belaka, sebagai bangsa pilihan Tuhan.
 
satu bangsa minoritii yang mempunyai mentaliti yg tinggi, suka monopoli semua benda....

mereka berbangga dgn status diorg..menjadi bangsa terpilih disebabkan Tuhan sentiasa menghantar nabi di antara mereka..walhal, terpaksa hantar nabi sbb diorg ni mudah berbuat khianat terhadap agama..
 
Adolf Hitler pemimpin Nazi Jerman pada umumnya dikenal sebagai setan berkulit manusia yang bertekad menghabisi setiap sesuatu yang berbau Yahudi Jerman. Bahkan kalau mungkin Hitler ingin membinasakan semua orang Yahudi untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan mereka. Namun banyak orang tidak menyadari, bahwa Zionisme Internasional lah yang telah melapangkan jalan naiknya Hitler ke atas singgasana Jerman.

Dan Zionisme Internasional pula yang telah menciptakan suasana kemarahan bangsa Jerman terhadap orang Yahudi. Para tokoh Zionis menganggap perlu untuk menumbalkan ratusan ribu, bahkan jutaan orang Yahudi itu sebagai salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita jangka panjang mereka, yaitu menuntut darah bangsa mereka yang ditumpahkan oleh kejayaan Hitler dan Nazinya.


Harga darah Yahudi tersebut sampai sekarang masih terus mengalir terus berupa uang ganti rugi, yang harus dibayar oleh Pemerintah Jerman dalam jumlah milyaran dollar kepada Zionisme Internasional, sebagai tebusan apa yang disebutnya dosa-dosa Hitler. Dan tebusan yang paling berharga bagi bangsa Yahudi adalah berdirinya sebuah negara Israel di jantung dunia Islam, yang telah sekian lama menjadi incaran kekuatan di balik tabir itu. Tidak banyak orang yang mengetahui dan menyadari hakikat fakta-fakta itu.

Sejarah kadang merupakan peristiwa terulang. Zionisme Internasional berdiri di belakang pecahnya perang dunia I dan II, untuk mendalangi pembagian dunia menjadi dua, yaitu blok Barat dan blok Timur yang nampak saling berebut pengaruh, sebagai langkah pembuka jalan bagi timbulnya perang dunia III. Ummat manusia akan terus berada dalam ancaman malapetaka besar, selama para tokoh Zionisme masih diberi kesempatan untuk bernafas dengan bebas, dalam upaya mereka untuk menguasai dunia.

perang dunia pertama dan kedua adalah berpunca dari hasutan yahudi..siap buat mcm2 kat Rusia dgn cara hasutan utk pastikan peperangan sentiasa berlaku..
 
Kemudian, pada tahun 160 M Palestina dan wilayah Syam lainnya dikuasai oleh kerajaan Romawi. Rajanya, yaitu raja Herod Agung (40-4 SM) membangun istana dan juga membangun Kuil Sulaiman (Salomon Temple) kembali, di samping memberikan kebebasan kepada penduduk Yahudi. Namun pada tahun 77 M raja Titus bertindak keras terhadap orang Yahudi, karena mereka mengadakan pemberontakan dan kekacauan di negeri itu, sehingga kota Yerusalem hancur. Kemudian raja mengeluarkan peraturan yang melarang orang Yahudi berdiam di Yerusalem atau berziarah ke Kuil Sulaiman.10 Sampai beberapa abad kemudian bangsa Romawi itu tetap bercokol hingga ditaklukkan oleh kaum Muslimin. Kemudian penduduk asli setempat masuk agama Islam. Mereka adalah bangsa Arab yang merupakan mayoritas penduduk bumi Palestina, sampai awal abad ke 20 ini. Setelah kedatangan orang-orang Yahudi secara besar-besaran dari seluruh penjuru dunia, jumlah penduduk Arab sekarang berbalik menjadi minoritas. Hal ini terjadi karena kebijakan deportasi Pemerintah Israel terhadap penduduk Arab, dengan dukungan penuh dari gerakan Zionisme Internasional.



Demikianlah latar belakang bangsa Yahudi Semitik. Adapun kaum Zionis sekarang yang jumlahnya 82% dari seluruh penduduk adalah orang Yahudi jenis Ezkinaz (non-Semitik), sesuai dengan sumber Zionisme sendiri.


Pada abad pertama Masehi, sejumlah orang berdarah Turki Mongolia meninggalkan negeri mereka, keluar berjalan menuju arah Barat dari Asia, melintasi daerah yang terletak di sebelah Utara Laut Kizwin dan Laut Mati. Mereka ini mendirikan kerajaan besar yang disebut 'Kerajaan Kojar'. Oleh sebab itu, Laut Kizwin juga disebut Laut Kojar. Orang Kojar berdarah Turki Mongolia itu menganut kepercayaan Animisme. Dalam perjalanan sejarah, ternyata mereka lebih cenderung untuk memeluk agama Yahudi Baru, yang telah mengalami perubahan oleh tangan tokoh-tokoh Yahudi pada masa penindasan raja Nebuchadnezzar II dan penguasa Babilonia sesudahnya, dan juga pada masa-masa lain yang berbeda. Tentang bagaimana agama Yahudi sampai kepada Kojar itu, tidak banyak ditulis dalam sejarah. Dan bagi sebagian bangsa Yahudi, bangsa Kojar tidak dianggap sebagai golongan mereka, yang di sini tidak perlu disebut secara rinci.12 Kerajaan Kojar berlangsung cukup lama dengan wilayah kekuasaan yang cukup luas, dan mencapai masa kejayaannya pada abad ke 9 M.

Kojar = khazar
 
Kemudian pada tahun 965 M kerajaan Kojar dikalahkan dan dikuasai oleh bangsa Slavia, setelah terjadi pertempuran sengit bertahun-tahun antara kedua belah pihak. Penindasan penguasa Slavia terhadap orang-orang Yahudi Kojar kemudian menimbulkan arus pelarian ke luar negeri. Sebagian mereka melarikan diri dan hidup di bawah Pemerintahan Rusia. Para pelari ini membentuk kelompok masyarakat bawah tanah, yang kemudian tidak jarang mendalangi timbulnya kekacauan atau tindak pembunuhan politik di Rusia. Sebagian besar lainnya melarikan diri ke Eropa Timur. Dari sini mereka menyebar ke seluruh dunia, terutama ke Amerika Serikat. Dan anak cucu Yahudi Kojar itulah yang kemudian membanjiri Palestina sekarang, dan mengklaim adanya hak sejarah yang sah bagi bangsa Yahudi di Palestina dalam artian yang sebenarnya. Seperti telah kita singgung terdahulu, kerajaan Yahudi berlangsung tidak lama, yaitu periode kekuasaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Sedang kekuasaan Yahudi lainnya tidaklah lebih dari kekuasaan atas satu kota beserta desa sekitarnya, mirip kehidupan suku-suku yang bermukim. Mereka belum pernah membentuk komunitas di seluruh Palestina, karena mereka bukanlah penduduk asli. Sama dengan keadaan Yahudi di Israel sekarang, mereka datang dari berbagai penjuru dunia sebagai imigran, yang tidak ada hubungannya dengan darah Yahudi Semitik.


Sebagai akibat wajar dari keyakinan bangsa Yahudi dan perasaan hidup dalam ketidakpastian selama sejarah mereka, ditambah lagi dengan adanya keyakinan, bahwa bangsa Yahudi adalah 'Bangsa Pilihan Tuhan', maka mereka selalu mengandalkan taktik subversif, dan menciptakan suasana kacau di negeri-negeri di mana mereka berdiam. Dalam sejarah, mereka dikenal sebagai golongan yang terorganisasi rapi dan rahasia, sehingga banyak peristiwa sejarah yang didalangi oleh orang-orang Yahudi itu. Kita bisa memperhatikan sifat mereka yang membenci bangsa lain (Gentiles), di samping membenci setiap pemerintahan kuat yang lahir dalam sejarah.
Sementara itu, Islam muncul sebagai kekuatan yang besar, yang tidak dikehendaki oleh Yahudi. Kaum Yahudi menyebar ke seluruh wilayah kaum Muslimin untuk menyulut benih-benih perselisihan, pemberontakan dan perpecahan. Mereka berhasil mendirikan beberapa sekte sesat di tengah masyarakat Muslim dan beberapa gerakan sesat bawah tanah, yang bertujuan melemahkan kekuatan ummat Islam. Setelah kaum Muslimin melemah, dan superioritas dunia berada di tangan dunia Kristen Eropa, orang Yahudi memindahkan kegiatan mereka ke negeri-negeri itu, terutama Inggris dan Perancis. Dan awal abad ini kekuatan dunia berbalik ke tangan Amerika dan Rusia. Maka, kegiatan Yahudi pun berpindah ke sana.
 
Yahudi memasuki Ottoman turki

Akan tetapi, meskipun keadaan kaum Muslimin sangat lemah pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid, orang Yahudi tidak berhasil membeli bumi Palestina dengan kekayaan yang mereka miliki. Bahkan Sultan Abdul Hamid, seorang penguasa kerajaan Turki Utsmani yang dikambinghitamkan oleh para sejarawan, telah menunjukkan sikapnya yang tegas terhadap Theodore Herzl, pemimpin gerakan Zionisme Internasional kala itu, yaitu pada akhir abad ke 19.

Sultan Abdul Hamid menunjukkan pendiriannya yang tegas dengan menolak kehadiran Herzl untuk memberikan suap kepada Sultan, agar beliau mengizinkan orang Yahudi hijrah ke Palestina. Kemudian Sultan Hamid mengirim catatan khusus kepada Herzl lewat kawannya Neolinsky. Sebagaimana ditulis sendiri oleh Herzl dalam buku hariannya halaman 35, yang dimuat dalam media Pusat Studi PLO. Sultan pesan kepada Neolinsky sebagai berikut :
"Jika Herzl benar-benar kawanmu, sebagaimana Anda adalah kawanku juga, maka tolong beritahukan agar Herzl jangan sekali-kali meneruskan langkahnya, karena aku tidak akan menjual sejengkal pun wilayah kerajaanku. Kerajaanku bukanlah milik pribadiku, melainkan milik seluruh kaum Muslimin. Dan untuk memperoleh itu, mereka telah mengorbankan harta benda dan hidupnya. Oleh karena itu, kami akan mempertahankan bumi itu dengan darah kami pula, dari setiap usaha yang dilakukan oleh pihak luar untuk merebutnya. Pasukan kami telah terjun dalam medan perang di Syiria dan Palestina. Mereka rela gugur satu demi satu, karena tidak ada seorang pun dari prajurit kami yang mau menyerah kepada musuh. Mereka lebih senang mati membela kehormatan Islam daripada hidup dalam kenistaan. Kerajaan Turki bukanlah milik pribadiku, melainkan milik bangsa Turki. Tanah sejengkal pun tidak boleh dijarah orang. Orang Yahudi supaya menyimpan saja jutaan uang miliknya itu. Seandainya kerajaan ini bisa dihancur-luluhkan orang Yahudi boleh mengambil tanah Palestina dengan cuma-cuma. Akan tetapi harus diingat, bahwa kerajaan kami tidak pernah akan mundur dari tekad, yang telah kami pegang selama ini. Orang Yahudi tidak akan bisa menghancurkan kami, sebelum mereka bisa melangkahi mayat-mayat kami lebih

Apa yang terjadi setelah orang Yahudi mengetahui ketegaran sikap Sultan Abdul Hamid? Ternyata mereka tidak kehilangan akal. Dengan menggunakan orang Yahudi warga Turki sendiri yang bergerak di bawah tanah, yaitu wilayah Turki yang sekarang menjadi bagian dari wilayah Yunani, mereka berhasil menumbangkan kekuasaan Sultan Abdul Hamid. Sultan sendiri akhirnya mengetahui sebab-sebab pokok yang membuatnya terguling. Hal ini bisa dilihat dari sepucuk surat Sultan kepada Syeikh Mahmud Abu Syamat di Damaskus. Dikatakan dalam surat itu, bahwa Sultan mendapat tawaran dari para tokoh Yahudi berupa sejumlah uang emas, dengan imbalan beliau mengizinkan orang-orang Yahudi hijrah ke Palestina, yang akhirnya mereka akan mendirikan sebuah negara di sana. Prof. Sa'id Al-Afgani mengupas seluk- beluk dokumen itu dalam majalah Al-Araby edisi 169 Desember 1972 sebagai berikut :

"Syeikh Mahmud Abu Syamat adalah sesepuh kelompok Tharikat Sadzaly Yashrithy. Dia adalah penerus pertama yang menggantikan pimpinan Tharikat itu setelah pendirinya Syeikh Ali Al Yashrithy meninggal dunia. Raghib Ridha, yaitu kepala urusan istana Sultan adalah murid Syeikh Syamat. Setiap kali berkunjung ke Istanbul, Syeikh Syamat selalu menginap di rumah muridnya itu. Sultan menanyakan, siapa yang menjadi tamu dan menginap di kediaman kepala urusan istananya itu. Setelah Raghib Ridha menjelaskan siapa Syeikh Syamat itu, Sultan merasa tertarik dan bermaksud mengundangnya ke istana. Kemudian Sultan akhirnya memutuskan untuk menjadi muridnya, diikuti oleh para pemuka masyarakat Istanbul, para pejabat pemerintah kerajaan Turki dan para prajuritnya. Ketika Sultan digulingkan dan diasingkan dalam sebuah istana yang terletak di daerah Salonika, ternyata salah satu penjaga di istana pengasingan itu adalah seorang murid Syeikh Syamat juga. Dengan surat melalui orang tersebut, Sultan diam-diam mengadakan hubungan korespondensi dengan Syeikh Abu Syamat. Surat itu tetap disimpan oleh Syeikh Abu Syamat dan anak-anaknya. Baru pertama kali inilah surat dokumenter penting tersebut dimuat dalam sebuah buku. Berikut ini adalah lembaran surat tersebut :
Itulah lembaran pertama surat Sultan Abdul Hamid kepada Syeikh Abu Syamat, yang ditulis dalam bahasa Turki.


Tulisan di atas adalah lembaran kedua. Berikut ini adalah salinan surat Sultan Abdul Hamid dalam bahasa Arab, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia :

Bismillâhirrahmânirrahîm
Segala puji bagi Allah, dan salam sejahtera kami panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, segenap keluarganya, dan para sahabat sekalian hingga Hari Pengadilan.
Saya tulis surat ini kepada yang mulia Syeikh Tharikat abad ini Ali Sadzaly, cahaya Ruh dan kehidupan 'Syeikh Mahmud Effendy Abu Syamat'. Kami akan menyambut uluran kedua tangan beliau yang mulia, dengan mengharapkan do’a restu beliau.
Setelah menghaturkan rasa hormat perlu saya sampaikan, bahwa surat Anda tanggal 22 Mei tahun ini telah saya terima dengan selamat. Alhamdulillah saya ucapkan, bahwa Anda dalam keadaan sehat walafiat. Tuanku yang mulia, dengan Taufik dan Hidayah Allah ta'ala, saya bisa melakukan amalan wirid Tharikat Sadzaly siang dan malam. Saya perlu menyampaikan bahwa hingga saat ini saya terus membutuhkan panggilan batin anda. Selain itu, ada masalah yang perlu saya sampaikan kepada Anda dan orang yang bisa diajak berpikir seperti Anda, berkenaan dengan masalah yang sangat penting berikut ini, sebagai amanat perjalanan sejarah.
Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena suatu sebab tertentu, melainkan karena adanya tipu daya dengan berbagai ancaman dari tokoh-tokoh Organisasi Persatuan yang dikenal dengan sebutan Cun Turk, sehingga terpaksa saya meninggalkan kekhalifahan itu.14 Sebelumnya, Organisasi ini telah mendesak saya berulang-ulang, agar saya menyetujui dibentuknya sebuah negeri nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina. Saya tetap tidak menyetujui permohonan berulang-ulang yang memalukan itu. Akhirnya mereka menjanjikan uang sebesar 150 juta poundsterling emas. Saya tetap dengan tegas menolak tawaran itu. Saya menjawab dengan kata-kata, 'Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan menerima tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada kaum Muslimin dan kepada Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah Islam yang telah lama dirintis oleh nenek-moyangku, para Sultan dan khalifah kerajaan Turki Utsmani. Sekali lagi, aku tidak akan menerima tawaran kalian.'
Setelah mendengar dan mengetahui sikap dan jawaban saya itu, mereka dengan kekuatan rahasia yang mereka miliki memaksa saya menanggalkan kekhalifahan, dan mengancam akan mengasingkan saya di Salonika. Maka terpaksa saya menerima keputusan itu daripada menyetujui permintaan mereka. Saya masih bersyukur kepada Allah, karena saya menolak untuk mencoreng kerajaan Islam Turki, dan dunia Islam pada umumnya dengan noda abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri Yahudi di tanah Palestina. Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan mengulang-ulang rasa syukur kepada Allah ta'ala, yang telah menyelamatkan kita dari aib besar itu. Saya rasa cukup di sini apa yang perlu saya sampaikan dan sudilah Anda dan segenap ikhwan menerima salam hormat saya. Guruku yang mulia, mungkin sudah terlalu banyak yang saya sampaikan. Harapan saya, Anda beserta jamaah yang Anda bina bisa memaklumi semua itu."
Wassalamu’alaikum wr. wb. 22 September 1909
Ucapan akhir KhalifaH akhir uthmaniah Kaum Muslimin (Abdul Hamid bin Abdul Majid)
 
yahudi dan dunia kristian


Orang-orang Yahudi bisa bertahan hidup sambil mengisolasi diri dari masyarakatnya, dengan mempertahankan bahasa dan kepercayaan mereka. Mereka tetap bisa menjalin kerja-sama antar mereka meskipun mereka hidup di berbagai negeri yang berjauhan. Namun anehnya, mereka tidak bisa hidup antar-bersama dalam komunitas besar. Landasan umum yang mereka pakai sebagai dasar untuk menguasai dunia dan menghancurkan dunia Kristen jarang keluar dari garis yang telah ditentukan, seperti tertera dalam isi surat yang disiarkan oleh majalah riset Yahudi Perancis tahun 1880 berikut ini :

Pada tanggal 13 Januari 1489, Shamur seorang pendeta Yahudi di kota Orles menulis surat kepada masyarakat Yahudi Istanbul, minta pandangan berkenaan dengan situasi gawat yang dialami oleh masyarakat Yahudi di Perancis. Dijelaskan, bahwa orang-orang Perancis di kota Aix, Arles dan Marseilles mengancam keberadaan tempat-tempat ibadah (Synagogues). Shamur bertanya apa yang harus dilakukan. Surat itu dijawab :
"Saudara-saudara, dengan rasa sedih pengaduan kalian kami pelajari. Derita nasib buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa raja Perancis telah memaksa kalian memeluk agama Nasrani. Kalian sulit menentang perintah paksaan itu. Maka masuklah ke agama Nasrani. Tetapi harus diingat, bahwa ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari. Ummat Kristen memerintahkan supaya kalian menyerahkan harta benda kalian. Laksanakanlah. Selanjutnya didiklah putra-putri kalian menjadi pedagang dan pengusaha yang tangguh, agar pelan-pelan bisa merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka. Kalian juga melaporkan, bahwa mereka mengancam keselamatan hidup kalian. Maka, binalah putra-putri kalian untuk menjadi dokter, agar bisa membunuh orang-orang Kristen secara rahasia. Mereka menghancurkan tempat peribadatan kalian. Maka, didiklah putra-putri kalian untuk menjadi pendeta, agar bisa menghancurkan gereja mereka dari dalam. Mereka menindas dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan. Maka, didiklah putra-putri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis, agar bisa menyelusup ke dalam jajaran pemerintahan. Dengan demikian, kalian akan bisa menundukkan orang Kristen dengan cengkeraman kuku-kuku kekuasaan internasional yang kalian kendalikan dari balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian terhadap mereka."
24 July 1489
Ulasan ketua Tertinggi Yahudi Konstantinopel

Para pemimpin Yahudi sering mengadakan pertemuan rahasia, untuk meletakkan dasar kerja-sama antara mereka, dan merumuskan program kerja dalam upayanya mewujudkan cita-cita. Barangkali, konferensi Basel di Swiss tahun 1894 adalah salah satu pertemuan yang penting yang mereka adakan.

Berbeza dgn ajaran terdahulu, kini pertubuhan ini menjalankan aktiviti secara rahsia
 
Yahudi membentuk amerika & merosakkan menghambakan nasrani

Rahasia protokol sesepuh Zion sempat bocor dan tersiar luas. Dalam Protokol I terdapat ungkapan yang membicarakan orang Kristen sebagai berikut :
"Orang dalam masyarakat Kristen sering kehilangan akal akibat pengaruh alkohol. Kaum mudanya menjadi lumpuh tak berdaya karena tenggelam dalam kemaksiatan dini, akibat usaha kegiatan para aktivis kita yang terdiri dari para tenaga akademik, para pelayan wanita yang bekerja di tempat-tempat maksiat, dan para wanita yang kita sebarluaskan dengan sengaja di tengah-tengah masyarakat untuk tujuan perusakan moral."
"Kita adalah orang pertama yang menyerukan di tengah masyarakat lampau semboyan Liberte (Kemerdekaan), Egalite (Kebersamaan) dan Fraternite (Persaudaraan), sehingga bangsa-bangsa dungu di dunia mengulang-ulang semboyan tersebut, tanpa menyadari makna di balik itu. Bahkan, karena sikap mereka yang berlebih-lebih terhadap semboyan kosong itu telah menjauhkan dunia dari persaudaraan, kebersamaan dan kebebasan pribadi yang sebenarnya."


Orang Yahudi selalu memindahkan pusat kepemimpinan rahasianya dan pusat kegiatannya dari satu negeri yang kuat ke negeri yang lain yang lebih kuat, yaitu dari Perancis ke Inggris, dan sekarang berpindah ke Amerika, sesuai dengan perkembangan kekuatan negeri-negeri tersebut dan pengaruhnya terhadap berbagai peristiwa internasional. Bangsa Amerika sebenarnya tidak mau menerima kehadiran imigran Yahudi itu.15 Namun kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya. Imigran Yahudi jenis terburuk dari Mongolia telah membanjiri Amerika siang dan malam. Banyak agen Yahudi memalsukan paspor, dan identitas mereka. Para imigran yang datang ke New York mayoritas adalah orang Yahudi yang menyamar sebagai imigran dari Polandia atau Rusia atau dari Irlandia. Para pemimpin Amerika bukan tidak tahu adanya bahaya yang ditimbulkan oleh membanjirnya imigran Yahudi itu. Seorang tokoh kemerdekaan Amerika Benyamin Franklin, ketika membuat rancangan Undang-Undang Amerika Serikat tahun 1789, menulis pernyataan sebagai berikut :

The Jewish Race
A Prophecy of Benjamin Franklin (Excerpt from 'The Journal of Charles Pinskey of South Carolina on The Proceeding of the Continental Convention of 1789' regarding the statement of Benjamin Franklin of Jewish Immigration).
"There is a grave danger for the USA. This great danger is the Jews, for in every land the Jews have settled they have depressed the moral level and lowered the degree of commercial honesty. They have remained un-assimilated, oppressed, the attempt to strangle the nations financially as in the case of Portugal and Spain .
 
Back
Top
Log in Register