BTC USD 85,272.8 Gold USD 4,330.34
Time now: Jun 1, 12:00 AM

'Ujub A.K.A Perasan Diri Bagus Sangat

king_diamond

Legendary Member
gem
Messages
10,160
Paid Membership
Joined
Sep 3, 2008
Messages
10,160
Reaction score
360
Points
131
Salah seorang ulama salaf pernah berkata: “Seorang yang ujub akan ditimpa dua kehinaan, akan terbongkar kesalahan-kesalahannya dan akan jatuh martabatnya di mata manusia.”

Salah seorang ahli hikmah berkata: “Ada seorang yang terkena penyakit ujub, akhirnya ia tergelincir dalam kesalahan kerana ujubnya terhadap diri sendiri. Ada sebuah pelajaran yang dapat kita ambil dari orang itu, ketika dia berusaha jual mahal dengan kemampuan dirinya, maka Imam Syafi’i pun membantahnya seraya berseru di hadapan khalayak ramai: “Barangsiapa yang mengangkat-angkat diri sendiri secara berlebihan, nescaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjatuhkan martabatnya.”

Defenisi Ujub

Orang yang terkena penyakit ujub akan memandang remeh dosa-dosa yang dilakukannya dan menganggapnya bagai angin lalu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengkhabarkan kepada kita dalam sebuah hadits: “Orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, dengan santai dapat diusirnya hanya dengan mengibaskan tangan. Adapun seorang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang siap menimpanya.” (HR. Al-Bukhari)

Bisyr Al-Hafi mendefenisikan ujub sebagai berikut: “Yaitu menganggap hanya amalanmu saja yang banyak dan memandang remeh amalan orang lain.”

Barangkali gejala paling dominan yang tampak pada orang yang terkena penyakit ujub adalah sikap suka melanggar hak orang lain.

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah meringkas defenisi ujub sebagai berikut: “Yaitu perasaan takjub terhadap diri sendiri hingga seolah-olah dirinyalah yang paling utama daripada yang lain. Padahal boleh jadi ia tidak dapat beramal sebagus amal saudaranya itu dan boleh jadi saudaranya itu lebih wara’ dari perkara haram dan lebih suci jiwanya berbanding dirinya!”

Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata: “Iblis jika dia dapat melumpuhkan bani Adam dengan salah satu dari tiga perkara ini: ujub terhadap diri sendiri, menganggap amalnya sudah banyak dan lupa terhadap dosa-dosanya. Dia berkata: “Saya tidak akan mencari cara lain.” Semua perkara di atas adalah sumber kebinasaan. Berapa banyak lentera yang padam kerana tiupan angin? Berapa banyak ibadah yang rusak karena penyakit ujub?

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahawa seorang lelaki berkata: “Allah tidak akan mengampuni si Fulan! Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala pun berfirman:

“Siapakah yang lancang bersumpah atas namaKu bahawa Aku tidak mengampuni Fulan?! Sungguh Aku telah mengampuninya dan menghapus amalanmu!” (HR. Muslim)

Amal shalih itu ibarat sinar dan cahaya yang terkadang padam bila dihembus angin ujub!
ummusalma.wordpress.co...ifat-ujub/

Moga kita semua menjauhkan diri dari sikap seperti ini....yang terlalu rasa diri sendiri bagus sehingga memandang rendah akan orang lain.....wallahu'alam.....
 
Bisyr Al-Hafi mendefenisikan ujub sebagai berikut: “Yaitu menganggap hanya amalanmu saja yang banyak dan memandang remeh amalan orang lain.”
 
Agar Tidak Selalu Merasa Lebih Dari Orang Lain

1. Agar kita tidak merasa lebih baik dari orang lain atau 'ujub dalam beribadah ada beberapa cara yang harus kita tempuh. Di antaranya adalah dengan melihat orang yang lebih baik kualiti agamanya dari kita, baik orang-orang yang ada
pada zaman sekarang atau dari orang-orang yang terhadulu, terutama para salafus shalih, seperti para nabi, para sahabat, para tabi'in, ulama dan sebagainya. Jika kita bandingkan ibadah kita dengan mereka, maka ibadah kita tidak ada apa-apanya. Bahkan Rasulullah pernah bersabda;
"Andaikan kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud tidak akan menyamai satu mud atau setengah mud infak mereka."

2. Menyedari bahawa tidak ada yang diuntungkan dengan ibadah kita selain diri kita sendiri. Ertinya jangan mempunyai pemahaman bahawa kita telah berjasa kepada Allah, Islam, Rasulullah, dan lain-lain dengan ibadah yang kita lakukan.
Yang diuntungkan dengan ibadah kita adalah kita sendiri, juga jika kita tidak
beribadah tidak ada yang dirugikan selain diri kita sendiri.


3. Menghayati ayat-ayat Al-Quran dan Hadith Rasulullah yang menjelaskan bahawa
berbangga dan 'ujub dengan ibadah adalah perkara yang akan merosakkan ibadah itu
sendiri. Di antara dalil-dalilnya adalah sebagai berikut:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan yang) menyakiti, seperti (rosaknya pahala
amal sedekah) orang yang membelanjakan hartanya kerana hendak menunjuk-nunjuk

kepada manusia (riak) dan dia pula tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah seperti batu licin yang ada tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ditinggalkannya bersih licin (tidak
bertanah lagi). (Demikianlah juga halnya orang-orang yang kafir dan riak itu) mereka tidak akan mendapat sesuatu (pahala) pun dari apa yang mereka usahakan dan (ingatlah), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir."
Q.S Al-Baqarah : 264


Rasulullah s.a.w. bersabda; "Tiga perkara yang membinasakan: Sifat kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti dan seseorang merasa bangga dengan dirinya." HR. Abu Daud dan Ibnu Majah

4. Berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar kita diselamatkan dari sifat
tersebut. Semuga Allah menyelamatkan kita semua dari penyakit hati yang akan
merosakkan seluruh usaha dan pengorbanan yang kita lakukan agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

Amiin.
 
1000443781.jpg


LARANGAN BERSIFAT UJUB

Ujub merupakan antara sifat buruk yang perlu dihindari oleh setiap mukmin kerana sifat Ujub boleh menyebabkan seseorang itu berasa sombong, memandang rendah orang lain dan hilang rasa rendah diri.

Sifat ujub juga merupakan penyakit hati yang berbahaya dan sering kali tidak disedari oleh seseorang.

Daripada Anas Malik R.A, katanya, sabda Rasulullah SAW yang bermaksud : “Tiga perkara yang membinasakan iaitu orang yang kedekut ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan seseorang itu merasa kagum pada dirinya.

Semoga Allah SWT menjauhkan kita daripada sifat ujub serta menjadikan kita daripada golongan yang ikhlas. Amin.
 
1000759514.jpg


Jauhi Sifat Ujub

Jangan merasa diri terlalu hebat hingga memandang rendah orang lain.

Ingatlah, kebaikan bukan untuk dibangga-banggakan, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

#JAKIMuntukUmmah
#PelanTransformasiAlFalah
#IslamMekarDiBumiMalaysia
#MalaysiaMadani
 
Back
Top
Log in Register