BTC USD 86,036.2 Gold USD 4,187.36
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Sembah atau Abdi?

cari gold 789

Fun Poster
Messages
117
Joined
Jan 14, 2012
Messages
117
Reaction score
0
Points
15
QS Al-Faatihah (1) : 5

Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin

"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan."

Di semua terjemahan Al-Qur’an di seluruh dunia, kata na’budu diartikan sebagai menyembah. Benarkah Tu(h)an menciptakan manusia di bumi hanya untuk agar Dia disembah dalam bentuk ritual simbolik gerakan badan saja? Sesederhana itukah tujuan kita manusia hadir di bumi ini?

Asal kata na’budu adalah 'abudu yang berakar dari kata 'ibadah. Kata ibadah itu sendiri diambil dari kata 'abada yang artinya mengabdi. Kata 'abada juga berhubungan dengan kata 'abid yang bermakna budak atau hamba. Bila Tu(h)an kedudukannya adalah Al-ma’bud atau Raja yang diabdi, maka manusia adalah 'abid yaitu budak atau hamba yang mengabdi.

Pekerjaan seorang budak bukanlah untuk menyembah majikannya, melainkan untuk mengabdi atau bekerja kepada sang majikan. Seorang budak yang menyembah majikannya, seperti melakukan gerakan simbolik membungkukkan badan kepada sang majikan, belum tentu mentaati atau tunduk patuh kepada peraturan sang majikan itu. Demikian pula dengan Tu(h)an, Dia tidak minta untuk disembah tetapi minta agar ditaati atau oleh hambaNya. Karena Dia tahu bahwa seseorang yang menyembah kepada-Nya belum tentu mau tunduk patuh atau mentaati peraturan-Nya. Karena Tu(h)an maha mengetahui, tidak mungkin Dia memerintahkan makhluk ciptaan-Nya untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang tidak ada maknanya atau sia-sia belaka.

Surah Faatihah adalah doa nabi Muhammad kepada Tu(h)an semesta alam. Beliau tidak mengajarkan umatnya untuk melakukan ritus-ritus penyembahan. Ayah beliau yang meninggal saat beliau kecil bernama Abdullah. Abdullah artinya adalah hamba Allah, ini menandakan bahwa bangsa Arab sudah mengenal kata Allah dan ritus-ritus penyembahan kepada Ka’bah juga sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum nabi Muhammad itu dilahirkan ke dunia.

Mengapa Nabi Muhammad terusir dari Mekkah, tempat dimana Ka’bah berdiri? Karena beliau menyalahkan cara beribadah yang dilakukan bangsa Arab yang berupa ritual penyembahan [1]. Beliau mengajarkan umatnya sebuah cara pengabdian yang benar kepada Tu(h)an, yaitu dengan mengajak manusia untuk menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Perintah dan larangan adalah dua unsur hukum yang harus ditegakkan. Hukum ini tertulis di Kitab Taurat dan Injil yang dahulu pernah ditegakkan oleh Rasul-Rasul pendahulunya yaitu Nabi Musa dan Isa [2]. Untuk itu pula Nabi Muhammad dibangkitkan, yaitu untuk mengajak umatnya membantu Tu(h)an dalam misi menegakkan hukum-Nya kembali di bumi atau yang kita kenal sebagai ‘an-aqimuddien’[3].

Oleh karena itu, pengertian surah Al-Faatihah ayat 5:

Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin adalah:

"Hanya kepada Engkaulah kami mengabdi, dan hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan."

Maha benar Tuan dengan segala Firman-Nya


References:

[1] QS. 3/3. Dia menurunkan Al Kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.

[2] QS. 47/7
Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

[3] QS. 51/56
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
 
Assalamualaikum... maksud kamu sebenarnya apa ya? saya setuju yang mana sembah dan abdi/taat adalah perkara dan maksud yang berbeza.. bukankah kalau kita dah abdi/taat kepada Nya kita patut menyembahnya(solat)?
 
Salam..maksud mengabdi di sini ialah ikut segala aturan Allah dan tinggalkan segala yg dilarang-Nya.
 
Kurang tepat...Allah tak pernah suruh manusia menyembah dia. Dia hanya menyuruh kita mengabdi kepada Dia.

Kita masih tidak dpt membezakan antara abdi dengan sembah. Kalau kita mengabdi, maksudnya kita mengunapakai Sistem Allah. Sistem kekhalifan yang diasaskan oleh Rasullah.

Hanya pada masa sekarang, kita mengabdi kepada sistem yang dibuat oleh manusia. Contohnya, Allah sebagai Rabb yg merupakan pengatur sekalian alam. Adakah hidup kita ini diatur oleh Allah?

Jika kita hendak mengabdi pada Allah, kita seharusnya mengabdi kepada-Nya sepanjang hayat kita.

Tetapi dalam masa sekarang kita hanya menyembah Allah 5 kali sehari. (5 minit X 5= 25 minit). Adakah itu yg Allah nak dari kita???

Mari kita fikirkan sama-sama..
 
TT, rukun islam yg TT pegang ada berapa? boleh senarai'n?
 
Kurang tepat...Allah tak pernah suruh manusia menyembah dia. Dia hanya menyuruh kita mengabdi kepada Dia.

Kita masih tidak dpt membezakan antara abdi dengan sembah. Kalau kita mengabdi, maksudnya kita mengunapakai Sistem Allah. Sistem kekhalifan yang diasaskan oleh Rasullah.

Hanya pada masa sekarang, kita mengabdi kepada sistem yang dibuat oleh manusia. Contohnya, Allah sebagai Rabb yg merupakan pengatur sekalian alam. Adakah hidup kita ini diatur oleh Allah?

Jika kita hendak mengabdi pada Allah, kita seharusnya mengabdi kepada-Nya sepanjang hayat kita.

Tetapi dalam masa sekarang kita hanya menyembah Allah 5 kali sehari. (5 minit X 5= 25 minit). Adakah itu yg Allah nak dari kita???

Mari kita fikirkan sama-sama..

maksudnya? abdikan diri sepanjang masa? :-?
pengabdian kita melalui ibadah. ibadah tu luas skop dia termasuk niaga.
apa yg tt nak sampaikan ni, cer hurai bagi habis.
 
Apa yang ingin saya sampaikan ialah, jika kita hendak mengabdi kepada Allah, sesuai dgn penciptaan kita sendiri, kita seharusnya mengikuti segala perintah dan menjauhi segala larangan -Nya. Allah yang Maha Bijaksana telah menciptakan manusia dan memberi kita sebuah panduan iaitu kitab Al-Quran.

Kalau kita hendak mengabdi kepada-Nya kita hendaklah mengikuti Al-Quran sepenuhnya...masalah kita sekarang kita hanya mengambil sebahagian atau pun beriman kepada sebahagian Alquran.

Firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 150-151:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

Inilah ancaman Allah kepada kita (termasuklah saya) yang mengambil sebahagian dan tinggalkan sebahagian yang lain.

Marilah kita mengikuti Al-Quran sepenuhnya supaya kita diselamatkan oleh Allah.
 
perbezaan memahami istilah itu shj. takda apa2 pun isu kat sini. tt faham kot tu takda masalah asalkan tdk melanggar alquran dan sunnah. tak boleh takwil ikut logik semata kena ada ilmu dlm menafsirkan ayat alquran.

sebagai contoh kalau kita tgk dlm alquran ada byk ayat2 nafi tetapi berbeza dr segi ejaan hurufnya. seperti cth ( la ) ( lam ) (laisa) (lan) dan lain2. semuanya membawa maksud nafi, tetap penggunaan perkataan itu membawa maksud yg berlainan pd ayat dan waktu yg digunakan. allahu a'lam
 
Back
Top
Log in Register