eboss
CG Hardcore


- Messages
- 85,650
Paid Membership
- Joined
- Nov 29, 2007
- Messages
- 85,650
- Reaction score
- 1,896
- Points
- 591
Sejarah SNIPER
Sejak ditemukannya senjata api, sniper telah berperan dalam berbagai peperangan besar.
Sniper dari masa ke masa
Tempat sembunyi dibawah pelat besi tersebut secara diam-diam ; dan ini dapat dilakukan tanpa terlihat pihak Rusia pada malam hari.
Untuk memastikan dugaan ini, ia memasang sebuah sarung tangan pada sepotong papan dan perlahan-lahan menaikkannya, Dar! Si Jerman terpancing untuk menembak sarang tangan itu. Dari lubang peluru pada sarung tangan ini, diketahui pasti bahwa sniper Jerman itu bersembunyi dibawah pelat besi. Yang kini jadi pertanyaan, bagaimana caranya memancing kepala si Jerman ini keluar dan tidak ada gunanya memancingnya secara langsung.
Kini Vasily yakin akan sifat ini orang ini, si Jerman tak akan meninggalkan posisinya yang sangat menguntungkan ini. Waktu malam tiba, Vasily dan Nikolay dengan hati-hati berpindah tempat dan waktu matahari terbit, Nikolay sengaja membuang tembakan sembarangan untuk menarik perhatian si Jerman. Kemudian mereka menunggu sampai siang hari dimana sinar matahari menyinari posisi si Jerman. Waktu mereka melihat kilauan kecil dibawah pelat besi tersebut, Vasily bertanya : telescope kah itu ? ; tanpa menjawab perlahan-lahan Nikolay menaikkan helmnya dengan sebatang kayu Dar ! helm itu bolong tertembak, dengan gaya seorang aktor profesional Nikolay langsung muncul sekejab sambil berteriak.
Si Jerman mengira ia berhasil menembak Vasily yang telah diburunya selama 4 hari dan mengangkat sedikit kepalanya dari bawah pelat tersebut Dar ! ia langsung roboh oleh tembakan Vasily.
Sebenarnya masih ada 9 orang lagi top sniper Rusia yang berada diatas rekor Vasily Zaitsev.
Seperti halnya Vasily Zaitsev mereka semua juga mendapat tanda jasa ”Order of Lenin” yang merupakan tanda jasa tertinggi Uni Soviet saat itu.
Para senapan sniper Rusia menggunakan 2 jenis sebagai berikut :
1. Mosin Nagant M1891/30 bolt action kaliber 7,62 mm yang dilengkapi dengan telescope dengan pembesaran 3,5X atau 4X. Vasily Zaitsev menggunakan senapan ini.
2. Tokarev SVT40 semi automatic action kaliber 7,62 mm yang dilengkapi dengan telescope dengan pembesaran 3,5X atau 4X. Nikolay Yakovlevich Ilyin (496 orang) dan Lyudmila Pavlichenko (309 orang) menggunakan senapan ini. Kisah kepahlawan Vasily Zaitsev kemudian banyak ditulis dalam berbagai novel antara lain ”Stalingrad” , ”War of The Rats” dan ”Enemy at The Gate” yang kemudian diangkat kelayar perak menjadi film.
Film Enemy at The Gate ; Kisah sebenarnya
Walaupun tokoh-tokoh dalam film ini banyak yang benar-benar ada, cerita sesungguhnya banyak dirubah dan dibumbui untuk mendramatisir film ini agar enak ditonton, contohnya antara lain :
· Nikolay Kulikov (pengamatnya Vasily) yang dalam film ditembak mati oleh “Major Koenig” waktu sedang melompat. Sesungguhnya dia selamat sampai dengan perang berakhir, bahkan bersama Vasily waktu “Major Koenig” ditembak oleh Vasily.
· Super sniper Jerman yang ditembak Vasily pada akhir film bukanlah “Major Koenig” , tapi Heinz Thorvald.
· Commisar Danilov perwira politik dan propanganda Rusia yang dalam film berjasa mengorbitkan nama Vasily, dia sengaja dilukai oleh ”super sniper” Jerman itu untuk memancing agar Vasily keluar dari persembunyiannya untuk menolongnya. Danilov pun tidak mati.
Dalam keadaan sesungguhnya, Sniper Jerman tersebut ditembak mati ditempat sembunyinya yang terletak dibawahnya selembar pelat besi usang ; tidak ditempat terbuka seperti dalam film. Bahkan ia pun tak pernah berurusan dengan anak Rusia yang dalam film tersebut digantungnya (cerita ini dikarang hanya untuk melukiskan kekejaman tentara Nazi Jerman).
Erwin Koenig & Heinz Thorvald (Jerman)
Mayor Koenig “Super Sniper” dari Nazi Jerman
Dalam kesaksiannya setelah perang, Vasily Zaitsev menceritakan bahwa dari jenazah super sniper Jerman tersebut. Ia mendapatkan dokumen bahwa sniper Jerman yang ditembaknya bernama Heinz Thorvald, bukan Koenig. Bahkan Vasily tak pernah sama sekali menyebutnya berpangkat Mayor. Hal ini membuat kontroversi yang tiada habisnya bagi para ahli sejarah militer.
Memang diketahui bahwa ada seorang instruktur sniper SS dari sekolah sniper Gnossen yang terletak dekat Berlin, bernama Pengepungan kota Florence (1498).
Sejak ditemukannya senjata api, snipers sudah berperan besar dalam berbagai sejarah perang. Tetapi aksi sniper pertama yang dicatat sejarah dilakukan oleh seorang seniman terbesar sepanjang masa bernama Leonardo Da Vinci (1452 - 1519) ; ia menciptakan senapan yang sangat akurat untuk masa itu dan menggunakannya dalam perang Siege of Florence (1498) untuk menembaki para perwira pasukan Kerajaan Roma Suci yang mengepung kota Florence, Italia. Konon senapannya mampu menembak dengan tepat sampai jarak 200 meter, jarak yang sangat luar biasa untuk saat itu.
Perang Perancis – Austria (1796 – 1797)
Ketika pasukan Perancis yang sangat kuat dibawah pimpinan Jendral Napoleon Bonaparte menyerbu Austria, gerak maju terhambat oleh satuan sniper aneh Austria yang hanya bersenjatakan senapan angin. Banyaknya korban yang jatuh dan kesukaran tentara Perancis untuk mendeteksi keberadaan para sniper Austria membuat Napoleon marah besar dan mengeluarkan perintah resmi agar setiap prajurit Austria yang tertangkap tangan bersama senapan angin, langsung dihukum mati ditempat ; karena mereka dianggap sebagai pembunuh yang pengecut bukan prajurit. Hal ini disebabkan tidak terdengarnya letupan senapan ini dari jarak 150 meter. Senapan angin sniper ini dibuat oleh seorang ahli senjata Austria yang bernama Bartholomew Girandoni dan senapan ini memiliki magasin yang berisi 20 butir peluru timah berkaliber 13 milimeter.
Bahkan standar senjata masa kini, senapan angin sniper buatan abad ke 18 ini masih menakutkan.
Perang Kemerdekaan Amerika (1776 – 1783)
7 Oktober 1777 dalam perang kemerdekaan Amerika, Jendral Simon Fraser dari pasukan Kerajaan Inggris ditembak mati di Bemis Height, New York (Battle of Saratoga) dari jarak 500 yard oleh seorang sniper bernama Tim Murphy dari kesatuan Kentucky Riflemen.
Tim Murphy menggunakan senapan locok Kentucky Long Rifle kaliber 40 (10 mm). Sebagai akibat gugurnya Jendral Simon Fraser, gerak maju pasukan Kerajaan Inggris terhenti yang mengakibatkan kekalahan Inggris pada pertempuran di Saratoga.
Pertempuran Laut Trafalgar (1805)
Pada bulan Oktober 1805 armada gabungan AL Kerajaan Perancis dan Spanyol berangkat meninggalkan pelabuhan Cadiz, didekat semenanjung Trafalgar mereka disergap oleh armada AL Kerajaan Inggris yang dipimpin oleh Admiral Horatio Nelson.
Ditengah pertempuran ini Admiral Nelson yang sedang memimpin dari kapal bendera HMS Victory tiba-tiba jatuh ditembak oleh sniper Perancis yang bertengger ditiang layar kapal perang Redoubtable yang saat itu bertempur jarak dekat dengan HMS Victory.
Sniper Perancis itu menembak Admiral Nelson dengan hanya menggunakan senapan Locok dari jarak 75 meter saja.
Walaupun pertempuran Trafalgar dimenangkan oleh Inggris, Admiral Nelson tewas karena lukanya yang sangat parah.
Perang Saudara Amerika (1861 – 1865)
9 Mei 1864 pada perang saudara Amerika Mayor Jendral John Sedgwick dari pasukan Utara, ditembak mati oleh Sersan Grace dari kesatuan Infanteri ke IV Georgia dari jarak 800 yard di Spotsylvania dengan menggunakan senapan pertandingan Withworth buatan Inggris. Kematian Mayor Jendral J.Sedgwick mengakibatkan terlambatnya gerak maju pasukan Utara yang menyebabkan kemenangan pasukan Konfederasi Selatan pimpinan Jendral Robert E. Lee.
Sejak ditemukannya senjata api, sniper telah berperan dalam berbagai peperangan besar.
Sniper dari masa ke masa
Tempat sembunyi dibawah pelat besi tersebut secara diam-diam ; dan ini dapat dilakukan tanpa terlihat pihak Rusia pada malam hari.
Untuk memastikan dugaan ini, ia memasang sebuah sarung tangan pada sepotong papan dan perlahan-lahan menaikkannya, Dar! Si Jerman terpancing untuk menembak sarang tangan itu. Dari lubang peluru pada sarung tangan ini, diketahui pasti bahwa sniper Jerman itu bersembunyi dibawah pelat besi. Yang kini jadi pertanyaan, bagaimana caranya memancing kepala si Jerman ini keluar dan tidak ada gunanya memancingnya secara langsung.
Kini Vasily yakin akan sifat ini orang ini, si Jerman tak akan meninggalkan posisinya yang sangat menguntungkan ini. Waktu malam tiba, Vasily dan Nikolay dengan hati-hati berpindah tempat dan waktu matahari terbit, Nikolay sengaja membuang tembakan sembarangan untuk menarik perhatian si Jerman. Kemudian mereka menunggu sampai siang hari dimana sinar matahari menyinari posisi si Jerman. Waktu mereka melihat kilauan kecil dibawah pelat besi tersebut, Vasily bertanya : telescope kah itu ? ; tanpa menjawab perlahan-lahan Nikolay menaikkan helmnya dengan sebatang kayu Dar ! helm itu bolong tertembak, dengan gaya seorang aktor profesional Nikolay langsung muncul sekejab sambil berteriak.
Si Jerman mengira ia berhasil menembak Vasily yang telah diburunya selama 4 hari dan mengangkat sedikit kepalanya dari bawah pelat tersebut Dar ! ia langsung roboh oleh tembakan Vasily.
Sebenarnya masih ada 9 orang lagi top sniper Rusia yang berada diatas rekor Vasily Zaitsev.
Seperti halnya Vasily Zaitsev mereka semua juga mendapat tanda jasa ”Order of Lenin” yang merupakan tanda jasa tertinggi Uni Soviet saat itu.
Para senapan sniper Rusia menggunakan 2 jenis sebagai berikut :
1. Mosin Nagant M1891/30 bolt action kaliber 7,62 mm yang dilengkapi dengan telescope dengan pembesaran 3,5X atau 4X. Vasily Zaitsev menggunakan senapan ini.
2. Tokarev SVT40 semi automatic action kaliber 7,62 mm yang dilengkapi dengan telescope dengan pembesaran 3,5X atau 4X. Nikolay Yakovlevich Ilyin (496 orang) dan Lyudmila Pavlichenko (309 orang) menggunakan senapan ini. Kisah kepahlawan Vasily Zaitsev kemudian banyak ditulis dalam berbagai novel antara lain ”Stalingrad” , ”War of The Rats” dan ”Enemy at The Gate” yang kemudian diangkat kelayar perak menjadi film.
Film Enemy at The Gate ; Kisah sebenarnya
Walaupun tokoh-tokoh dalam film ini banyak yang benar-benar ada, cerita sesungguhnya banyak dirubah dan dibumbui untuk mendramatisir film ini agar enak ditonton, contohnya antara lain :
· Nikolay Kulikov (pengamatnya Vasily) yang dalam film ditembak mati oleh “Major Koenig” waktu sedang melompat. Sesungguhnya dia selamat sampai dengan perang berakhir, bahkan bersama Vasily waktu “Major Koenig” ditembak oleh Vasily.
· Super sniper Jerman yang ditembak Vasily pada akhir film bukanlah “Major Koenig” , tapi Heinz Thorvald.
· Commisar Danilov perwira politik dan propanganda Rusia yang dalam film berjasa mengorbitkan nama Vasily, dia sengaja dilukai oleh ”super sniper” Jerman itu untuk memancing agar Vasily keluar dari persembunyiannya untuk menolongnya. Danilov pun tidak mati.
Dalam keadaan sesungguhnya, Sniper Jerman tersebut ditembak mati ditempat sembunyinya yang terletak dibawahnya selembar pelat besi usang ; tidak ditempat terbuka seperti dalam film. Bahkan ia pun tak pernah berurusan dengan anak Rusia yang dalam film tersebut digantungnya (cerita ini dikarang hanya untuk melukiskan kekejaman tentara Nazi Jerman).
Erwin Koenig & Heinz Thorvald (Jerman)
Mayor Koenig “Super Sniper” dari Nazi Jerman
Dalam kesaksiannya setelah perang, Vasily Zaitsev menceritakan bahwa dari jenazah super sniper Jerman tersebut. Ia mendapatkan dokumen bahwa sniper Jerman yang ditembaknya bernama Heinz Thorvald, bukan Koenig. Bahkan Vasily tak pernah sama sekali menyebutnya berpangkat Mayor. Hal ini membuat kontroversi yang tiada habisnya bagi para ahli sejarah militer.
Memang diketahui bahwa ada seorang instruktur sniper SS dari sekolah sniper Gnossen yang terletak dekat Berlin, bernama Pengepungan kota Florence (1498).
Sejak ditemukannya senjata api, snipers sudah berperan besar dalam berbagai sejarah perang. Tetapi aksi sniper pertama yang dicatat sejarah dilakukan oleh seorang seniman terbesar sepanjang masa bernama Leonardo Da Vinci (1452 - 1519) ; ia menciptakan senapan yang sangat akurat untuk masa itu dan menggunakannya dalam perang Siege of Florence (1498) untuk menembaki para perwira pasukan Kerajaan Roma Suci yang mengepung kota Florence, Italia. Konon senapannya mampu menembak dengan tepat sampai jarak 200 meter, jarak yang sangat luar biasa untuk saat itu.
Perang Perancis – Austria (1796 – 1797)
Ketika pasukan Perancis yang sangat kuat dibawah pimpinan Jendral Napoleon Bonaparte menyerbu Austria, gerak maju terhambat oleh satuan sniper aneh Austria yang hanya bersenjatakan senapan angin. Banyaknya korban yang jatuh dan kesukaran tentara Perancis untuk mendeteksi keberadaan para sniper Austria membuat Napoleon marah besar dan mengeluarkan perintah resmi agar setiap prajurit Austria yang tertangkap tangan bersama senapan angin, langsung dihukum mati ditempat ; karena mereka dianggap sebagai pembunuh yang pengecut bukan prajurit. Hal ini disebabkan tidak terdengarnya letupan senapan ini dari jarak 150 meter. Senapan angin sniper ini dibuat oleh seorang ahli senjata Austria yang bernama Bartholomew Girandoni dan senapan ini memiliki magasin yang berisi 20 butir peluru timah berkaliber 13 milimeter.
Bahkan standar senjata masa kini, senapan angin sniper buatan abad ke 18 ini masih menakutkan.
Perang Kemerdekaan Amerika (1776 – 1783)
7 Oktober 1777 dalam perang kemerdekaan Amerika, Jendral Simon Fraser dari pasukan Kerajaan Inggris ditembak mati di Bemis Height, New York (Battle of Saratoga) dari jarak 500 yard oleh seorang sniper bernama Tim Murphy dari kesatuan Kentucky Riflemen.
Tim Murphy menggunakan senapan locok Kentucky Long Rifle kaliber 40 (10 mm). Sebagai akibat gugurnya Jendral Simon Fraser, gerak maju pasukan Kerajaan Inggris terhenti yang mengakibatkan kekalahan Inggris pada pertempuran di Saratoga.
Pertempuran Laut Trafalgar (1805)
Pada bulan Oktober 1805 armada gabungan AL Kerajaan Perancis dan Spanyol berangkat meninggalkan pelabuhan Cadiz, didekat semenanjung Trafalgar mereka disergap oleh armada AL Kerajaan Inggris yang dipimpin oleh Admiral Horatio Nelson.
Ditengah pertempuran ini Admiral Nelson yang sedang memimpin dari kapal bendera HMS Victory tiba-tiba jatuh ditembak oleh sniper Perancis yang bertengger ditiang layar kapal perang Redoubtable yang saat itu bertempur jarak dekat dengan HMS Victory.
Sniper Perancis itu menembak Admiral Nelson dengan hanya menggunakan senapan Locok dari jarak 75 meter saja.
Walaupun pertempuran Trafalgar dimenangkan oleh Inggris, Admiral Nelson tewas karena lukanya yang sangat parah.
Perang Saudara Amerika (1861 – 1865)
9 Mei 1864 pada perang saudara Amerika Mayor Jendral John Sedgwick dari pasukan Utara, ditembak mati oleh Sersan Grace dari kesatuan Infanteri ke IV Georgia dari jarak 800 yard di Spotsylvania dengan menggunakan senapan pertandingan Withworth buatan Inggris. Kematian Mayor Jendral J.Sedgwick mengakibatkan terlambatnya gerak maju pasukan Utara yang menyebabkan kemenangan pasukan Konfederasi Selatan pimpinan Jendral Robert E. Lee.