BTC USD 82,785.9 Gold USD 4,194.30
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Rumah yang dipelihara atau dibiarkan rosak.

Rishhana

Active Member
Messages
2,274
Joined
Feb 11, 2009
Messages
2,274
Reaction score
37
Points
30
Hati Ibarat Rumah

Ada Tiga macam rumah, pertama, Rumah Raja, di dalamnya ada simpanannya, harta dan perhiasannya. Kedua, Rumah Kelas Menengah, di dalamnya ada simpanan, harta dan perhiasan yang sedang-sedang saja. Dan ketiga adalah Rumah si Miskin, tidak ada isinya.

Jika ada seorang pencuri, rumah mana yang akan dimasukinya?

Tidaklah mungkin kalau ia akan masuk ke rumah yang kosong karena rumah kosong tidak ada barang yang bisa dicurinya.

Kerana itulah dikatakan kepada Ibnu Abbas Radhiallahu anhu, bahwa ada orang-orang Yahudi mengatakan bahawa di dalam ibadahnya mereka ′tidak pernah terganggu′, maka Ibnu Abbas berkata: "Apakah yang bisa dikerjakan oleh syaitan di dalam rumah yang sudah rosak?"

Pencuri juga akan berpikir berkali-kali kalau ingin mencuba mencuri di rumah raja, karena tentunya rumah raja dijaga oleh banyak penjaga dan tentera.

Rumah si Miskin mengibaratkan hati yang kosong dari kebajikan, yaitu hati orang-orang kafir dan munafik, yang sudah dikuasai setan, yang telah menjadikannya sebagai tempat tinggal mereka. Maka adakah rangsangan untuk mencuri dari rumah miskin itu sementara yang ada didalamnya semuanya telah habis ′dikuasai′ setan ? Inilah yang disebut dengan jenis hati yang dikuasai nafsu Amarah (nafsu yang selalu mengajak pada keburukan).

Sedangkan rumah sang Raja mengibaratkan hati yang telah dipenuhi dengan perlindungan Allah Subhanahu wa ta′ala dan keagungan-Nya, penuh dengan kecintaanNya dan senantiasa dalam penjagaan-Nya. Syaitan mana yang berani memasuki hati yang kaya ini? Walau demikian syaitan adalah makhluk yang selalu nekad menjerumuskan siapapun termasuk hati yang kuat seperti rumah raja sekalipun. Namun kuatnya penjagaan dan pertahanan rumah jenis ini akan membuat berbagai hambatan dan pertahanan kukuh yang siap menghadang syaitan. Inilah yang disebut dengan jenis hati yang dikuasai nafsu Muthmainnah (nafsu yang selalu mengajak kepada kebaikan).

Rumah yang kelas menengah mengibaratkan hati yang di dalamnya sudah ada tauhid Allah, sudah mengerti tentang Allah dan mencintaiNya serta beriman kepadaNya. Namun didalamnya masih bersemayam pula syahwat yang kurang terkendali, sifat-sifat buruk, hawa nafsu dan tabiat tidak baik. Hati ini ada diantara dua hal. Kadang hatinya cenderung kepada keimanan, ma′rifah dan kecintaan kepada Allah semata, dan kadang condong kepada panggilan syetan, hawa nafsu dan tabiat tercela. Hati semacam inilah yang diincar oleh syetan karena memiliki potensi yang besar untuk ditaklukkannya. Inilah tipe hati memiliki nafsu yang berada diantara jalan menuju kebaikan dan keburukan (nafsu Lawwamah).

Syaitan hanya bisa mentaklukkan jenis hati yang dikuasai nafsu Lawwamah ini dengan memanfaatkan titik-titik lemah yang ada di hati tersebut. Di dalam hati seperti ini syaitan mendapati senjata-senjatanya yang berupa syahwat, syubhat, khayalan-khayalan dan angan-angan dusta yang berada di dalam hati. Saat memasukinya, syaitan mendapati senjata-senjata tersebut dan mengambilnya serta menjadikannya jalan untuk menetap di hati.

Apabila seorang hamba mempunyai benteng keimanan yang dapat mengimbangi serangan tersebut, dan kekuatannya melebihi kekuatan penyerangnya, maka ia akan mampu mengalahkan syaitan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah semata. Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu kerananya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ali Imran:126)

Sumber : Dahlia Putri
 
Back
Top
Log in Register