Mail Aziz
Active+ Member

- Messages
- 2,689
- Joined
- Dec 27, 2012
- Messages
- 2,689
- Reaction score
- 1,122
- Points
- 101
Riya' adalah lawan dari ikhlas, menampakkan ibadah dengan niat mencari pandangan manusia, sehingga pelakunya akan dipuji, dan dia mengkarapkan pujian dan pengagungan dan takut kehilangan hal itu. Sum'ah adalah beramal agar didengar orang. Sedangkan ujub merupakan sahabat riya'. Ibnu Taimiyah menerangkan perbezaan keduanya. Riya' adalah perbuatan syirik dengan sebab makhluk, sedangkan ujub adalah perbuatan syirik dengan sebab diri sendiri. Adapun perbezaan antara riya' dan sum'ah menurut Al-Hafizh, yaitu riya' merupakan adanya amal yang diperlihatkan seperti solah, sedangkan sum'ah merupakan amalan yang diperdengarkan seperti membaca, memberi nasihat atau dzikir. Menceritakan amalnya (dengan maksud agar didengar) juga termasuk sum’ah. Nabi bersabda, 'Yang paling aku atas kalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya, 'wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu? Beliau menjawab, Riak. (Riwayat Ahmad, Ath-Thabrani, dan Al-Baghawi) Rasulullah juga bersabda:
أَلاَ أُخْبِرُ كُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِتْدِيْ مِنَ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: الشِّرْكُ الْخَفِيُّ: يَقُوْمُ الرَّجُلُ فَيُصَلِّيْ فَيُزَيِّنُ صَلاَ تَهُ لِمَا يَرَى مِبْ نَظَرَ رَجُلٍ
"Mahukah kamu aku beritahu tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khuatirkan terhadap kamu daripada Al-Masih Ad-Dajjal. Para sahabat menjawab, Baiklah, wahai Rasulullah. Beliau pun bersabda, Syirik tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri solah, dia perindah solahnya karena tahu ada orang lain yang memperhatikannya." (HR Imam Ahmad).
Riak murni, biasanya tidak akan terjadi pada orang mukmin dalam menjalankan kewajiban solat dan puasa. Akan tetapi, terkadang terjadi dalam sedekah yang wajib atau ibadah haji, atau amal-amal lain yang zahir atau yang bermafaat lebih banyak. Dalam amal-amal seperti itu, lebih berat untuk ikhlas. Tidak diragukan lagi, jika seorang muslim melakukan yang demikian akan menggugurkan ibadahnya dan mendapat seksa dari Allah. Terkadang pula orang beramal kerana Allah tetapi diiringi dengan perasaan riak. Jika hal itu terjadi sejak awal niat, maka hal itu sama dengan meniatkan ibadah kepada selain Allah. Barangsiapa solah dengan riya', maka benar-benar ia telah menyekutukan-Nya. Barangsiapa berpuasa dengan riak, maka ia benar-benar telah menyekutukan-Nya. Barangsiapa bersedekah dengan riak maka ia benar-benar telah menyekutukan-Nya.
Sesungguhnya Allah berfirman, Aku adalah sebaik-baik pengambil bahagian bagi orang yang membuat sekutu kepada-Ku. Barangsiapa membuat sekutu kepada-Ku dengan sesuatu, kebaikan amalnya sedikit dan banyaknya adalah untuk sekutunya yang dia sekutukan kepada-Ku dengannya. Aku adalah Maha Cukup untuk tidak menerimanya. (HR Ahmad)
أَلاَ أُخْبِرُ كُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِتْدِيْ مِنَ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: الشِّرْكُ الْخَفِيُّ: يَقُوْمُ الرَّجُلُ فَيُصَلِّيْ فَيُزَيِّنُ صَلاَ تَهُ لِمَا يَرَى مِبْ نَظَرَ رَجُلٍ
"Mahukah kamu aku beritahu tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khuatirkan terhadap kamu daripada Al-Masih Ad-Dajjal. Para sahabat menjawab, Baiklah, wahai Rasulullah. Beliau pun bersabda, Syirik tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri solah, dia perindah solahnya karena tahu ada orang lain yang memperhatikannya." (HR Imam Ahmad).
Riak murni, biasanya tidak akan terjadi pada orang mukmin dalam menjalankan kewajiban solat dan puasa. Akan tetapi, terkadang terjadi dalam sedekah yang wajib atau ibadah haji, atau amal-amal lain yang zahir atau yang bermafaat lebih banyak. Dalam amal-amal seperti itu, lebih berat untuk ikhlas. Tidak diragukan lagi, jika seorang muslim melakukan yang demikian akan menggugurkan ibadahnya dan mendapat seksa dari Allah. Terkadang pula orang beramal kerana Allah tetapi diiringi dengan perasaan riak. Jika hal itu terjadi sejak awal niat, maka hal itu sama dengan meniatkan ibadah kepada selain Allah. Barangsiapa solah dengan riya', maka benar-benar ia telah menyekutukan-Nya. Barangsiapa berpuasa dengan riak, maka ia benar-benar telah menyekutukan-Nya. Barangsiapa bersedekah dengan riak maka ia benar-benar telah menyekutukan-Nya.
Sesungguhnya Allah berfirman, Aku adalah sebaik-baik pengambil bahagian bagi orang yang membuat sekutu kepada-Ku. Barangsiapa membuat sekutu kepada-Ku dengan sesuatu, kebaikan amalnya sedikit dan banyaknya adalah untuk sekutunya yang dia sekutukan kepada-Ku dengannya. Aku adalah Maha Cukup untuk tidak menerimanya. (HR Ahmad)