BTC USD 86,253.6 Gold USD 4,358.43
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Pemikiran LOGIK dalam ISLAM -- [HIJAB]

Bhs arab dlm AQ dgn bhs arab yg digunakan skrg setahu sy bkn lah 100% dgn bhs perantaraan yg diguna skrg oleh negara2 arab. Mcm bhs melayu sastera juga.. sbb itu org arab sendiri ada yg x tahu..

betul, tp ader aku merujuk kpd org kebykan dr bangsa Arab...

rujukan yg aku bg adalh dr ulama tafsir terkenal Ibnu Katsir yg menjd rujukan sehingga hari nih...

aku blh bg byk rujukan lain dr para ulama tafsir terkenal berbangsa Arab...

tp sbb nko rasa nko lbh hebat dr mrk nih dgn Al-Quran terjemahan nko, jd aku rasa x perlu ler aku buang masa...

jd jls aku bknnyer merujuk kpd tukang jalan sapu [cth jer] berbangsa Arab yg mgkn satu rangkap syair arab pon dier x tau...

so jgn ler anggap aku bengap sgt hinggakan x tau nak rujuk tafsir Al-Quran kat saper yer...

Kalo perkara benar, jgnkn ulama, org cina ke, org india ke pun akn ambil ilmu tu.. bkn kern title ulama aku akn percaya 100%. Sedangk n bg aku ada sebahagian yg ulama itu ulama iblis yg bertopengkn manusia.

aku x tanyer psl ulama bertopeng iblis ker syaitan ker jin ker, please la jgn nak memanjang lari dr menjwb soalan...

aku tanyer dlm isu bhs Arab sbgi bhs ASAL Al-Quran, saper yg lbh pandai, si Lebai Jus Limau atau para ulama???...

kendian aper plak penilaian nko ttg aper yg dikongsi & dispikan oleh para ulama ttg perkataan "بِخُمُرِهِنَّ" tuh bercanggah dgn Al-Quran ker x???...

nko dah buat kajian nko sendiri ker x, sblm nko tolak pendpt ulama & terima pendpt si Lebai Jus Limau tuh???...

atau nko nak gi jumpa malaikat dulu mlm nih, klu camtuh esok pagi lps subuh aku tunggu respon nko :p :p :p...
 
Last edited:
Setahu saya maksud Veil=tudung. Tudung adalah penutup kan? Mcm tudung saji. Betulkn x?

lps tuh klu nko dah tau VEIL = tudung & tau aper fungsi tudung bg org pompuan...

naper nko kater setuju dgn Lebai Jus Limau tuh bhw tutup rambut x perlu tutup dada ajer dah cukup???

nko ader masalah nak proses maklumat ker???...

:-? :-? :-?...
 
Last edited:
Hindari Berdebat dengan Orang Jahil
Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai2 Harun bin Sa’id berkata :
“Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”. (Manaqib Aimmah Arbaah hlm. 109 oleh Ibnu Abdil Hadi).
Boleh saja berdebat, baik dengan lawan ataupun kawan, namun semuanya harus dalam rangka nasehat dan mencari kebenaran, bukan kemenangan. Inilah salah satu adab mulia dalam dialog atau debat yang seharusnya kita perhatikan bersama, apalagi akhir-akhir ini semakin marak dialog dan debat di sana sini.
Imam Syafi’i berkata :

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ عَلَى الْغَلَبَةِ

“Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan” [Tawali Ta’sis hlm.113 oleh Ibnu Hajar]
Namun, jika yang kita hadapi ternyata adalah orang2 jahil, maka lain perkaranya. Bahkan Imam Syafi'i rahimahullah berkata :
"Aku MAMPU BERHUJAH dengan 10 orang yang BERILMU, tetapi aku PASTI KALAH dengan SEORANG YANG JAHIL, karena orang yang jahil itu TIDAK PERNAH FAHAM LANDASAN ILMU."
Maka dari itu, kita mending MENGALAH saja dengan orang yang jahil. Jika tidak, maka kita akan sama2 TURUT JAHIL. Maka DIAM saja itu PENYELAMAT, daripada diteruskan saling berbantahan yang TIADA KESUDAHAN.
Lengkapnya dari Imam Syafi'i Rahimahullah dalam SIKAP MENGHADAPI ORANG-ORANG JAHIL :

ﺍِﺫَﺍ ﻧَﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

"Apabila orang ***** mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi"

ﻓَﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳَﻤُﻮْﺕُ

"Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati"

ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﺳَﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

"Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”

ﻭَﺍﻟﺼُّﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟِﺼَﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

"Sikap diam terhadap orang yang ***** adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan"
Lalu Imam Syafi'i berkata :

ﻭَﺍﻟﻜَﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟَﻌَﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

"Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??"
[“Diwan As-Syafi’i” karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i]
Beliau rahimahullah menambahkan :
"Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek
Maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi" [Diwan Asy-Syafi’i hal. 156]
Maka : Tidak perlu kita berdebat dengan orang2 yang nantinya hanya akan menghinakan diri kita sendiri, bahkan bisa jadi juga menghinakan para ulama.
Untuk itu Imam Syafi'i berkata kepada orang jahil yang menantangnya berdebat :
"Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, toh diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi Singa meladeni anjing"
Dan Nabi Muhammad shållallåhu ‘alayhi wa sallam juga telah bersabda :
“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah].
Sudaraku.. Berdebat tidaklah terlarang secara mutlak, karena terkadang untuk meluruskan sebuah syubhat memang harus dilalui dengan berdebat. Dan debat itu terkadang terpuji, terkadang tercela, terkadang membawa mafsadat (kerusakan), dan terkadang membawa mashlahat (kebaikan), terkadang merupakan sesuatu yang haq dan terkadang merupakan sesuatu yang bathil. Namun jika debat dilakukan orang jahil, maka jelas hanya mafsadat-lah yang akan tertampil sebagai hasil.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil" (QS. Al-A’raf: 199)
Semoga bermanfaat. Hanya pada Allaah kita memohon petunjuk.
Wallahu Ta'ala A'lam bish showaab..
 
yg pastinya aq bertudung..

alhamdulillah, teruskan...

facebook-messenger-video-31.png
 
Bertudung bagus... tp kita kena sentiasa igt, Allah bkn tgk kpd pemakaian. Tetapi pd keimanan dan ketakwaan.

peringatan yg bgs...

tp msh x blh menafikan hakikat bhw pendpt para ulama ttg KHUMUR adalah lbh tepat berbanding pendpt Lebai Jus Limau ttg VEILS...

wlupon kedua2nyer merujuk kpd ayat yg sama dr Al-Quran, cuma bhs yg digunakan berbeza...
 
Hindari Berdebat dengan Orang Jahil
Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai2 Harun bin Sa’id berkata :
“Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”. (Manaqib Aimmah Arbaah hlm. 109 oleh Ibnu Abdil Hadi).
Boleh saja berdebat, baik dengan lawan ataupun kawan, namun semuanya harus dalam rangka nasehat dan mencari kebenaran, bukan kemenangan. Inilah salah satu adab mulia dalam dialog atau debat yang seharusnya kita perhatikan bersama, apalagi akhir-akhir ini semakin marak dialog dan debat di sana sini.
Imam Syafi’i berkata :

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ عَلَى الْغَلَبَةِ

“Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan” [Tawali Ta’sis hlm.113 oleh Ibnu Hajar]
Namun, jika yang kita hadapi ternyata adalah orang2 jahil, maka lain perkaranya. Bahkan Imam Syafi'i rahimahullah berkata :
"Aku MAMPU BERHUJAH dengan 10 orang yang BERILMU, tetapi aku PASTI KALAH dengan SEORANG YANG JAHIL, karena orang yang jahil itu TIDAK PERNAH FAHAM LANDASAN ILMU."
Maka dari itu, kita mending MENGALAH saja dengan orang yang jahil. Jika tidak, maka kita akan sama2 TURUT JAHIL. Maka DIAM saja itu PENYELAMAT, daripada diteruskan saling berbantahan yang TIADA KESUDAHAN.
Lengkapnya dari Imam Syafi'i Rahimahullah dalam SIKAP MENGHADAPI ORANG-ORANG JAHIL :

ﺍِﺫَﺍ ﻧَﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

"Apabila orang ***** mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi"

ﻓَﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳَﻤُﻮْﺕُ

"Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati"

ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﺳَﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

"Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”

ﻭَﺍﻟﺼُّﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟِﺼَﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

"Sikap diam terhadap orang yang ***** adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan"
Lalu Imam Syafi'i berkata :

ﻭَﺍﻟﻜَﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟَﻌَﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

"Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??"
[“Diwan As-Syafi’i” karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i]
Beliau rahimahullah menambahkan :
"Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek
Maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi" [Diwan Asy-Syafi’i hal. 156]
Maka : Tidak perlu kita berdebat dengan orang2 yang nantinya hanya akan menghinakan diri kita sendiri, bahkan bisa jadi juga menghinakan para ulama.
Untuk itu Imam Syafi'i berkata kepada orang jahil yang menantangnya berdebat :
"Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, toh diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi Singa meladeni anjing"
Dan Nabi Muhammad shållallåhu ‘alayhi wa sallam juga telah bersabda :
“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah].
Sudaraku.. Berdebat tidaklah terlarang secara mutlak, karena terkadang untuk meluruskan sebuah syubhat memang harus dilalui dengan berdebat. Dan debat itu terkadang terpuji, terkadang tercela, terkadang membawa mafsadat (kerusakan), dan terkadang membawa mashlahat (kebaikan), terkadang merupakan sesuatu yang haq dan terkadang merupakan sesuatu yang bathil. Namun jika debat dilakukan orang jahil, maka jelas hanya mafsadat-lah yang akan tertampil sebagai hasil.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil" (QS. Al-A’raf: 199)
Semoga bermanfaat. Hanya pada Allaah kita memohon petunjuk.
Wallahu Ta'ala A'lam bish showaab..

Sme2lah kita ingat mengingati.. igt Firman2 Allah bkn utk org laen. Ia adalah utk kita sendiri.
 
peringatan yg bgs...

tp msh x blh menafikan hakikat bhw pendpt para ulama ttg KHUMUR adalah lbh tepat berbanding pendpt Lebai Jus Limau ttg VEILS...

wlupon kedua2nyer merujuk kpd ayat yg sama dr Al-Quran, cuma bhs yg digunakan berbeza...

Sy ni bro bkn pandang ulama atau tidak.. sesiapa pun.. bro pun ada ilmu tersendiri.. sbb tu kita kena jadi sendiri..
 
Sy ni bro bkn pandang ulama atau tidak.. sesiapa pun.. bro pun ada ilmu tersendiri.. sbb tu kita kena jadi sendiri..

aku pon sama...

sesaper pon blh bg kat aku ilmu...

tp aku cumer amek ilmu yg betul jer...

aper lg dlm hal berkaitan dgn agama...

antara ulama tafsir dgn Lebai Jus Limau...

mmg bg aku x blh dijdkan perbandingan sama sekali...

fikir2 kan lah...
 
Back
Top
Log in Register