Man_One
Banned
- Messages
- 95
- Joined
- Sep 13, 2009
- Messages
- 95
- Reaction score
- 0
- Points
- 6
1.Buat roBust, soal bahasa, kenapa aku pake bahasa Indonesia? Jujur, sebenarnya aku tak begitu paham english, sebab itu bukan bahasa resmi kami, lagipula buat apa aku pake bahasa yg bukan bahasa kami. Aku pake english sebab aku tak tau gimana mau jelasin pake bahasa kalian yg carut marut kedalam bahasa Indonesia, jd walau pas2an aku pake aja bahasa ibu kalian, english, mungkin aja kalian ngerti. Bahasa kalian tuh benar2 bahasa beruk, eh maaf bahasa teruk sangat. Kami d jajah belanda, tp kami tak pake tu bahasa, sebab bahasa Indonesia jauh lebih indah dari bahasa Belanda, apalagi d bandingkan dg bahasa kalian yang bener2 bahasa beruk, eh maaf salah lagi, bahasa yg sangat2 beruk, maa’f teruk. Malah sebagian member forum ini ada yang coba2 pake bahasa sehari2 orang Indonesia misal “GUE”, lucu sih, tp lumayan agak m’hibur..Jadi ya maafin aku ya kalo bahasa ibu kalian tak bisa aku buat dg benar. Coba kalian baca n bandingin bahasa Malingshit n bahasa Indonesia, jujur, hati kalian pasti menjerit n malu sebab malu punya bahasa beruk, eh salah lagi, teruk bener. Pesanku, jangan terlalu lama b’bangga n netek sama UK,kaum salibis, d mata mereka juga kalian tak lebih baik dari taik **** kq, Cuma karena ada kepentingan aja mereka mau berbaik hati..cobalah kalian belajar sejarah negeri Andalusia, ga' tau? sekarang namanya Spanyol or Spain.
Bahasa Indonesia diajarkan ke 40 Negara di Dunia
________________________________________
Sedikitnya 40 negara di dunia telah mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing pada sektor pendidikan, mulai pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
"Bahasa Indonesia semakin banyak diminati oleh masyarakat dunia, terbukti hingga saat ini kurang lebih 40 negara telah mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing," kata salah seorang guru besar Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin (Unhas), DR Aspar Rahman di Makassar, Rabu (7/10).
Dia mengatakan, sebagai bukti ketertarikan negara asing mempelajari bahasa Indonesia, pada Oktober 2004 pernah digelar konferensi internasional pengajaran Bahasa Indonesia untuk penutur asing yang dilaksanakan di Unhas.
Menurut Aspar Rahman, dengan semakin banyaknya pihak yang mempelajari Bahasa Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa bahasa yang lahir dari Sumpah Pemuda tersebut memiliki potensi untuk sejajar dengan bahasa lainnya sebagai bahasa asing di dunia.
"Malalui Bahasa Indonesia, masyarakat dunia dapat mengenal lebih dekat budaya dan bangsa Indonesia," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, kata Aspar Rahman, tidak mengherankan apabila saat ini sudah banyak lembaga-lembaga Bahasa Indonesia yang dikembangkan, baik di dalam maupun di luar negeri.
"Dengan mengajarkan Bahasa Indonesia bagi pihak asing, maka dapat menghubungkan pemahaman lintas budaya melalui pengajaran yang dikembangkan di luar negeri," katanya.
Sementara negara yang paling intens mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di sekolah, di antaranya Jepang, Malaysia (he..he..he), Singapura dan Australia. Bayangkan kalo k 39 (non Malingshit) belajar bahasa Malingshit, hmmm, aku yakin,mereka pasti bakal t’pingkal2 sampe ngompol, sebab bahasa kalian bahasa beruk, eh salah lagi, teruk sangat, aneh sangat, Melayu?, bukan, Inggris?, bukan, Arab?, juga bukan, Indonesia?, jauuuuuuuuuuuuuhhhh..hehehehe, maa’f ya telah buat kalian patah hati. ada kejadian lucu, dalam suatu konferensi, Menteri Kebudayaan n Wakil Perdana Menteri kalian, ma'f aku lupa nama mereka sebab tak pentinglah, mengancam akan mengklaim Bahasa Indonesia sebagai kepunyaan bangsa Malingshit..mungkin karena mrk sadar ya kalo bahasa kalian itu bahasa beruk, eh teruk..hehehe, aneh ya, makhluk kayak gini kq bisa jadi menteri n wakil perdana menteri, nemu d mana tuh?
Bahasa Indonesia diajarkan ke 40 Negara di Dunia
________________________________________
Sedikitnya 40 negara di dunia telah mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing pada sektor pendidikan, mulai pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
"Bahasa Indonesia semakin banyak diminati oleh masyarakat dunia, terbukti hingga saat ini kurang lebih 40 negara telah mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing," kata salah seorang guru besar Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin (Unhas), DR Aspar Rahman di Makassar, Rabu (7/10).
Dia mengatakan, sebagai bukti ketertarikan negara asing mempelajari bahasa Indonesia, pada Oktober 2004 pernah digelar konferensi internasional pengajaran Bahasa Indonesia untuk penutur asing yang dilaksanakan di Unhas.
Menurut Aspar Rahman, dengan semakin banyaknya pihak yang mempelajari Bahasa Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa bahasa yang lahir dari Sumpah Pemuda tersebut memiliki potensi untuk sejajar dengan bahasa lainnya sebagai bahasa asing di dunia.
"Malalui Bahasa Indonesia, masyarakat dunia dapat mengenal lebih dekat budaya dan bangsa Indonesia," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, kata Aspar Rahman, tidak mengherankan apabila saat ini sudah banyak lembaga-lembaga Bahasa Indonesia yang dikembangkan, baik di dalam maupun di luar negeri.
"Dengan mengajarkan Bahasa Indonesia bagi pihak asing, maka dapat menghubungkan pemahaman lintas budaya melalui pengajaran yang dikembangkan di luar negeri," katanya.
Sementara negara yang paling intens mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di sekolah, di antaranya Jepang, Malaysia (he..he..he), Singapura dan Australia. Bayangkan kalo k 39 (non Malingshit) belajar bahasa Malingshit, hmmm, aku yakin,mereka pasti bakal t’pingkal2 sampe ngompol, sebab bahasa kalian bahasa beruk, eh salah lagi, teruk sangat, aneh sangat, Melayu?, bukan, Inggris?, bukan, Arab?, juga bukan, Indonesia?, jauuuuuuuuuuuuuhhhh..hehehehe, maa’f ya telah buat kalian patah hati. ada kejadian lucu, dalam suatu konferensi, Menteri Kebudayaan n Wakil Perdana Menteri kalian, ma'f aku lupa nama mereka sebab tak pentinglah, mengancam akan mengklaim Bahasa Indonesia sebagai kepunyaan bangsa Malingshit..mungkin karena mrk sadar ya kalo bahasa kalian itu bahasa beruk, eh teruk..hehehe, aneh ya, makhluk kayak gini kq bisa jadi menteri n wakil perdana menteri, nemu d mana tuh?
