jimbajimbi
Active Member
- Messages
- 1,810
- Joined
- Jul 23, 2012
- Messages
- 1,810
- Reaction score
- 141
- Points
- 33
Sesungguhnya ketenangan hati dan kesenangannya serta hilangnya rasa gundah dan resah merupakan keinginan setiap orang. Kerana dengan demikian akan tercapai kehidupan yang tenteram, bahagia dan sejahtera. Untuk mencapai hal-hal tersebut diperlukan sarana-sarana yang bersifat religius, alami dan logika yang kesemuanya tidak akan dapat dicapai kecuali oleh seorang mu’min . Adapun selain mereka, walaupun dapat diraih salah satunya itupun setelah para pemikir mereka menguras pikirannya untuk itu akan tetapi masih banyak hal lain yang terlewatkan yang lebih bermanfaat dan utama baik di dunia ini atau kehidupan berikutnya.
1. IMAN DAN AMAL SOLEH
Sarana yang paling utama dan paling mendasar dalam masalah ini adalah beriman kepada Allah dan beramal Shaleh . Firman Allah ta’ala :
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (An-Nahl: 97)
Allah ta’ala mengabarkan dan menjanjikan bagi siapa saja yang menggabungkan antara iman dan amal shaleh dengan kehidupan yang baik di dunia ini serta balasan kebaikan di dunia dan akhirat.
“Sesungguhnya perkara seorang mu’min itu menakjubkan, karena semua perkara yang dialaminya adalah baik; jika mendapatkan kesenangan dia bersyukur, maka hal itu menjadi baik baginya, jika mengalami kesulitan dia bersabar, maka hal itu menjadi baik baginya, dan hal seperti itu tidak terdapat kecuali pada diri seorang mu’min” (Riwayat Muslim)
2. BERBUAT BAIK KEPADA SESAMA MAKHLUK
Termasuk yang dapat mengusir perasaan gundah dan gelisah adalah berbuat baik kepada sesama makhluk dengan ucapan, perbuatan serta berbagai bentuk kebajikan.
Dengan kebaikan tersebut Allah akan menghilangkan kesusahan baik dari orang beriman ataupun orang kafir sesuai kadar kebaikannya. Akan tetapi orang beriman memiliki bagian yang lebih sempurna. Karena perbedaannya bersumber dari keikhlasan dan pengharapan akan pahala Allah ta’ala. Dengan modal tersebut Allah ringankan baginya dalam mengerahkan tenaga untuk berbuat baik karena ada kebaikan yang ingin diraih, Allah juga ringankan baginya dalam mencegah keburukan dengan penuh ikhlas dan harap akan pahala dari Allah ta’ala.
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar” (An-Nisa: 114)
3. SIBUK DENGAN PEKERJAAN ATAU ILMU YANG BERMANFAAT
Termasuk hal yang dapat mengusir kegundahan yang timbul dari kegamangan jiwa karena hati disibukkan oleh urusan-urusan yang memberatkan adalah dengan menyibukkan diri dengan sebuah pekerjaan atau mendalami ilmu yang bermanfaat. Dengan begitu dia akan melupakan apa yang selama ini membebani dirinya dan yang selama ini membuatnya gelisah. Maka kemudian jiwanya menjadi tenang, semangatnya bertambah.
4. MEMUSATKAN FIKIRAN UNTUK MELAKUKAN PEKERJAAN HARI INI DAN TIDAK DIHANTUI OLEH FIKIRAN-FIKIRAN MASA DEPAN ATAU KESEDIHAN MASA LALU
Termasuk yang dapat mengusir perasaan cemas dan gelisah adalah memusatkan semua pikiran untuk mengerjakan sebuah pekerjaan pada hari ini dan memutuskan diri dari pikiran-pikiran yang akan datang serta kesedihan atas waktu-waktu yang lalu. Karena itu Rasulullah eberlindung dari Al-Ham dan Al-Hazn. Al-Hazn adalah perkara-perkara yang telah lalu yang tidak mungkin diulang dan didapati kembali, sedangkan Al-Hamm adalah sesuatu yang diakibatkan oleh ketakutan pada masa yang akan datang. Maka hendaklah seseorang menjadi manusia hari ini, mengerahkan sekuat tenaga kesungguhannya dalam memperbaiki hari dan waktunya saat ini.
“Berusahalah untuk meraih apa yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan Allah dan janganlah engkau lemah. Jika ada sesuatu yang menimpamu, maka jangan engkau katakan: Seandainya saya kerjakan ini niscaya akan jadi begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Allah yang telah menetapkannya, apa yang Dia kehendaki Dia perbuat. Karena sesungguhnya (kata-kata) “seandainya” membuka peluang bagi perbuatan setan”
(riwayat Muslim)
5. MEMPERBANYAK ZIKIR KEPADA ALLAH TA’ALA.
Berzikir pengaruhnya sangat menakjubkan dalam mendatangkan kelapangan dada dan ketenangan hati, menghilangkan rasa gundah dan resah. Allah ta’ala berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (Ar-Ra’du: 28).
6. SERING MENYEBUT NIKMAT-NIKMAT ALLAH, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN TERSEMBUNYI
Mengenal nikmat-nikmat Allah dan selalu menyebutnya merupakan salah satu faktor yang dapat mengusir keresahan dan kesedihan, mendorong seorang hamba untuk bersyukur yang hal itu merupakan derajat syukur yang paling tinggi, walaupun ia tertimpa kefakiran, sakit atau musibah lainnya. Kerana jika dia bandingkan antara nikmat Allah kepadanya yang tidak terhitung baik kuwantitas ataupun kuwalitasnya dengan apa yang dideritanya dari berbagai kesulitan, niscaya kesulitan tersebut tidak seberapa jika dibanding nikmat Allah ta’ala .
7. MELIHAT ORANG-ORANG YANG BERADA DI BAWAHNYA DAN TIDAK MELIHAT ORANG-ORANG YANG DIATASNYA.
Rasulullah bersabda dalam hadits shohih:
“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang-orang yang berada diatas, karena hal tersebut lebih memungkinkan untuk tidak mengabaikan nikmat-nikmat Allah atas kalian” (Riwayat Bukhori dan Muslim)
8. MELUPAKAN BERBAGAI PENDERITAAN MASA LALU YANG TIDAK DAPAT DITOLAK
Diantara upaya menyingkirkan sebab-sebab yang mendatangkan kegelisahan dan meraih sebab–sebab yang mendatangkan kebahagiaan adalah melupakan berbagai kesulitan yang telah berlalu yang tidak dapat ditolak. Dia harus memahami bahwa menyibukkan diri dengan memikirkan hal tersebut merupakan perbuatan orang ***** yang sia-sia. Oleh karena itu dia harus berusaha memalingkan hatinya untuk tidak memusatkan pikiran terhadap masalah tersebut dan agar tidak khawatir terhadap masa depannya dari dugaan kefakiran dan ketakutan atau kesulitan-kesulitan lain yang dia bayangkan.
9. BERDOA DENGAN DOA YANG DIPANJATKAN RASULULLAH SAW
Diantara doanya adalah :
“Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang merupakan pelindung perkaraku, perbaikilah bagiku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang disana tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikan, dan kematianku sebagai tempat istirahat dari segala keburukan”. (Riwayat Muslim)
“Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan (urusan)-ku kepada diriku walau sekejap mata, perbaikilah semua urusanku, tiada ilah selain Engkau” (Riwayat Abu Daud dengan sanad yang shahih)
Maka jika seorang hamba meratap dengan doa tersebut yang didalamnya terdapat kebaikan masa depannya, baik agamanya maupun dunianya dengan menghadirkan hati dan niat yang benar serta kesungguhan bekerja untuk mewujudkannya, niscaya akan Allah kabulkan doa, harapan dan usahanya, hingga rasa gundah berganti dengan kesenangan dan kegembiraan

1. IMAN DAN AMAL SOLEH
Sarana yang paling utama dan paling mendasar dalam masalah ini adalah beriman kepada Allah dan beramal Shaleh . Firman Allah ta’ala :
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (An-Nahl: 97)
Allah ta’ala mengabarkan dan menjanjikan bagi siapa saja yang menggabungkan antara iman dan amal shaleh dengan kehidupan yang baik di dunia ini serta balasan kebaikan di dunia dan akhirat.
“Sesungguhnya perkara seorang mu’min itu menakjubkan, karena semua perkara yang dialaminya adalah baik; jika mendapatkan kesenangan dia bersyukur, maka hal itu menjadi baik baginya, jika mengalami kesulitan dia bersabar, maka hal itu menjadi baik baginya, dan hal seperti itu tidak terdapat kecuali pada diri seorang mu’min” (Riwayat Muslim)
2. BERBUAT BAIK KEPADA SESAMA MAKHLUK
Termasuk yang dapat mengusir perasaan gundah dan gelisah adalah berbuat baik kepada sesama makhluk dengan ucapan, perbuatan serta berbagai bentuk kebajikan.
Dengan kebaikan tersebut Allah akan menghilangkan kesusahan baik dari orang beriman ataupun orang kafir sesuai kadar kebaikannya. Akan tetapi orang beriman memiliki bagian yang lebih sempurna. Karena perbedaannya bersumber dari keikhlasan dan pengharapan akan pahala Allah ta’ala. Dengan modal tersebut Allah ringankan baginya dalam mengerahkan tenaga untuk berbuat baik karena ada kebaikan yang ingin diraih, Allah juga ringankan baginya dalam mencegah keburukan dengan penuh ikhlas dan harap akan pahala dari Allah ta’ala.
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar” (An-Nisa: 114)
3. SIBUK DENGAN PEKERJAAN ATAU ILMU YANG BERMANFAAT
Termasuk hal yang dapat mengusir kegundahan yang timbul dari kegamangan jiwa karena hati disibukkan oleh urusan-urusan yang memberatkan adalah dengan menyibukkan diri dengan sebuah pekerjaan atau mendalami ilmu yang bermanfaat. Dengan begitu dia akan melupakan apa yang selama ini membebani dirinya dan yang selama ini membuatnya gelisah. Maka kemudian jiwanya menjadi tenang, semangatnya bertambah.
4. MEMUSATKAN FIKIRAN UNTUK MELAKUKAN PEKERJAAN HARI INI DAN TIDAK DIHANTUI OLEH FIKIRAN-FIKIRAN MASA DEPAN ATAU KESEDIHAN MASA LALU
Termasuk yang dapat mengusir perasaan cemas dan gelisah adalah memusatkan semua pikiran untuk mengerjakan sebuah pekerjaan pada hari ini dan memutuskan diri dari pikiran-pikiran yang akan datang serta kesedihan atas waktu-waktu yang lalu. Karena itu Rasulullah eberlindung dari Al-Ham dan Al-Hazn. Al-Hazn adalah perkara-perkara yang telah lalu yang tidak mungkin diulang dan didapati kembali, sedangkan Al-Hamm adalah sesuatu yang diakibatkan oleh ketakutan pada masa yang akan datang. Maka hendaklah seseorang menjadi manusia hari ini, mengerahkan sekuat tenaga kesungguhannya dalam memperbaiki hari dan waktunya saat ini.
“Berusahalah untuk meraih apa yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan Allah dan janganlah engkau lemah. Jika ada sesuatu yang menimpamu, maka jangan engkau katakan: Seandainya saya kerjakan ini niscaya akan jadi begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Allah yang telah menetapkannya, apa yang Dia kehendaki Dia perbuat. Karena sesungguhnya (kata-kata) “seandainya” membuka peluang bagi perbuatan setan”
(riwayat Muslim)
5. MEMPERBANYAK ZIKIR KEPADA ALLAH TA’ALA.
Berzikir pengaruhnya sangat menakjubkan dalam mendatangkan kelapangan dada dan ketenangan hati, menghilangkan rasa gundah dan resah. Allah ta’ala berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (Ar-Ra’du: 28).
6. SERING MENYEBUT NIKMAT-NIKMAT ALLAH, BAIK YANG NAMPAK MAUPUN TERSEMBUNYI
Mengenal nikmat-nikmat Allah dan selalu menyebutnya merupakan salah satu faktor yang dapat mengusir keresahan dan kesedihan, mendorong seorang hamba untuk bersyukur yang hal itu merupakan derajat syukur yang paling tinggi, walaupun ia tertimpa kefakiran, sakit atau musibah lainnya. Kerana jika dia bandingkan antara nikmat Allah kepadanya yang tidak terhitung baik kuwantitas ataupun kuwalitasnya dengan apa yang dideritanya dari berbagai kesulitan, niscaya kesulitan tersebut tidak seberapa jika dibanding nikmat Allah ta’ala .
7. MELIHAT ORANG-ORANG YANG BERADA DI BAWAHNYA DAN TIDAK MELIHAT ORANG-ORANG YANG DIATASNYA.
Rasulullah bersabda dalam hadits shohih:
“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang-orang yang berada diatas, karena hal tersebut lebih memungkinkan untuk tidak mengabaikan nikmat-nikmat Allah atas kalian” (Riwayat Bukhori dan Muslim)
8. MELUPAKAN BERBAGAI PENDERITAAN MASA LALU YANG TIDAK DAPAT DITOLAK
Diantara upaya menyingkirkan sebab-sebab yang mendatangkan kegelisahan dan meraih sebab–sebab yang mendatangkan kebahagiaan adalah melupakan berbagai kesulitan yang telah berlalu yang tidak dapat ditolak. Dia harus memahami bahwa menyibukkan diri dengan memikirkan hal tersebut merupakan perbuatan orang ***** yang sia-sia. Oleh karena itu dia harus berusaha memalingkan hatinya untuk tidak memusatkan pikiran terhadap masalah tersebut dan agar tidak khawatir terhadap masa depannya dari dugaan kefakiran dan ketakutan atau kesulitan-kesulitan lain yang dia bayangkan.
9. BERDOA DENGAN DOA YANG DIPANJATKAN RASULULLAH SAW
Diantara doanya adalah :
“Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang merupakan pelindung perkaraku, perbaikilah bagiku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang disana tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikan, dan kematianku sebagai tempat istirahat dari segala keburukan”. (Riwayat Muslim)
“Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan (urusan)-ku kepada diriku walau sekejap mata, perbaikilah semua urusanku, tiada ilah selain Engkau” (Riwayat Abu Daud dengan sanad yang shahih)
Maka jika seorang hamba meratap dengan doa tersebut yang didalamnya terdapat kebaikan masa depannya, baik agamanya maupun dunianya dengan menghadirkan hati dan niat yang benar serta kesungguhan bekerja untuk mewujudkannya, niscaya akan Allah kabulkan doa, harapan dan usahanya, hingga rasa gundah berganti dengan kesenangan dan kegembiraan