http://h1.ripway.com/dyermaker/Ilir-ilir.mp3
lir-ilir lir-ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo
tak sengguh temanten anyar
Bocah angon, bocah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro dodotiro
kumitir bedah ing pinggir
dondomono, jlumatono
kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane
yo surak’o surak iyo
Shalatullah Salamullah
Alla Toha Rasullilah
Shalattullah Sallamullah
Alla Yasin Habibillah
Tawassalna Bibismillah
Wabil Hadi Rasulillah
Wakulli Mujahidilillah
Bi Ahlil Badri Ya Allah
Bi Ahlil Badri Ya Allah
Ilahi, sallimil ummah
Minal 'affati wan niqamah
Wamin hammiw wamin ummah
Biahlil badri ya Allah
Biahlil badri ya Allah
susunan: sunan kalijaga
pengertiannya:
Ilir-ilir, ilir-ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo
tak sengguh temanten anyar
Bait di atas di atas secara harafiah menggambarkan hamparan tanaman padi di sawah yang menghijau, dihiasi oleh tiupan angin yang menggoyangkannya dengan lembut. Tingkat ke-muda-an itu dipersamakan pula dengan pengantin baru. Jadi ini adalah penggambaran usia muda yang penuh harapan, penuh potensi, dan siap untuk berkarya.
Bocah angon, bocah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
kanggo mbasuh dodot-iro
Anak gembala,
panjatlah [ambillah] buah belimbing itu [dari pohonnya].
Panjatlah meskipun licin,
karena buah itu berguna untuk membersihkan pakaianmu.
Buah belimbing yang seringkali bergigir lima itu melambangkan lima rukun Islam; dan sari-pati buah itu berguna untuk membersihkan
perilaku dan sikap mental kita. Ini harus kita upayakan betapapun
licinnya pohon itu, betapapun sulitnya hambatan yang kita hadapi.
Anak gembala dapat diartikan sebagai anak remaja yang masih polos
dan masih dalam tahap awal dari perkembangan spiritualnya. Konotasi inilah yang sering muncul seketika bila orang Jawa menyebut 'bocah angon'. Namun pengertiannya dapat pula ditingkatkan menjadi pemimpin, baik pemimpin keluarga, tokoh masyarakat, ataupun pemimpin formal dalam berbagai tingkatan dari ketua RT sampai pimpinan negara.
Dodot-iro, dodot-iro
kumitir bedah ing pinggir
dondomono, jlumatono
kanggo sebo mengko sore
Pakaianmu berkibar tertiup angin, robek-robek di pinggirnya.
Jahitlah dan rapikan agar pantas dikenakan untuk "menghadap" nanti sore.
"Sebo" adalah istilah yang dipergunakan untuk perbuatan 'sowan'
atau menghadap raja atau pembesar lain di lingkungan kerajaan.
Makna pakaian adalah perilaku atau sikap mental kita.
Menghadap bermakna menghadap Allah. Nanti sore melambangkan waktu senja dalam kehidupan, menjelang kematian kita.
Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane
Manfaatkan terang cahaya yang ada, jangan tunggu sampai kegelapan
tiba. Manfaatkan keluasan kesempatan yang ada, jangan menunggu
sampai waktunya menjadi sempit bagi kita.
Menurut kasetnya Emha Ainun Najib kurang lebih:
Negeri yang amat kaya raya namun dimanage dengan buruk..... Bocah angon (penggembala kebangsaan, pemimpin nasional, bukan pemuka gerombolan atau tokoh golongan) yang harus memanjat pohon selicin apapun untuk memperoleh blimbing yang bergigir lima.....Sari blimbing ini dipakai untuk mencuci pakaian nasional yang robek-robek (krisis moral yang melahirkan krisis politik).....Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane..sepanjang masih sangat mungkin krisis ini diatasi...
Tafsir Cak Nun ini merupakan tafsir kontemporer yang disesuaikan
dengan kondisi sekarang, dan dialamatkan kepada para pemimpin bangsa atas kerusakan moral yang terjadi pada bangsa kita ini. Kelak, kita boleh saja menafsirkannya ke dalam situasi baru yang muncul kemudian.
source: [Tasawuf] Re: Ilir-ilir
R. Sunarman
Wed, 27 Jan 1999
p/s: kena dengar dulu lagu ni... sori pokyaz, lady takde citer / gambor org cari rezeki. harap kita dapat belajar dari apa yang dikarang oleh sunan kalijaga (wali songo?)... susunan yang sangat indah. my maid said, this is ayat jawa kuno. the message is very significant... bole membakar semangat
sama tak dengan apa yang kita lalui hari ini??? :-? it was one time lady menangis dengar lagu ni 
(

(