artwoo
Fun Poster
- Messages
- 643
- Joined
- May 17, 2006
- Messages
- 643
- Reaction score
- 85
- Points
- 20

Samuel Johnson Sutanto, anggota Timnas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo menunjukan hasil bidikannya,
Kamis (14/12) di kantor Timnas di Somerset Apartemen, Surabaya.

Salah satu hasil jepretannya membentuk lafal Allah. Saat ledakan terjadi, Samuel yang bekerja sebagai pekerja
di bagian drainase Timnas lumpur Lapindo ini sedang memantau pembuangan lumpur di pond 4.

Samuel menggunakan kamera digital poket Sony 7,1 Mega Pixel-nya untuk memotret ledakan pipa gas milik Pertamina.


Hasil jepretannya, kini, ditempel di tembok ruang kerjanya. Samuel tidak mempermasalahkan foto yang diabadikannya ini menyebar
ke khalayak ramai. Dia juga telah menyerahkan fotonya ini ke Timnas Lumpur Lapindo.

Kejaiban Tuhan bisa terjadi di mana saja, termasuk kala musibah. Ada awan panas, jilatan api, dan riak ombak
yang membentuk lafal Allah. Tempat ibadah tidak hancur, meski sekelilingnya hancur lebur diserbu tsunami. Hasil foto satelit memperlihatkan riak-riak gelombang Tsunami di Sri Lanka mirip tulisan kaligrafi "Allah". (Foto:Globalsecurity. Org)

Masjid di Meulaboh, Aceh, yang berkubah warna gelap ini tampak tetap berdiri. Sejumlah
bangunan di sisi-sisinya tampak tidak tersisa tersapu tsunami. (Foto: Setpres/Dudi Anung)

Yang terbaru adalah jilatan api saat terjadi ledakan di pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur Lapindo, jalan Tol Porong Gempol KM 38 22 November 2006 lalu.
Api yang membubung setinggi hampir 1 kilometer itu ternyata sempat membentuk lafal Allah dalam tulisan Arab beberapa saat. (Foto: Samuel Johnson)

Foto Wedhus Gembel di Gunung Merapi, Yogyakarta pada 8 Juni 2006 lalu,
yang bila dilihat secara seksama membentuk lafal Allah.(Foto: Bagus Kurniawan).

Bangunan untuk bersujud kepada-Nya di salah satu sudut kota Meulaboh ini tampak tetap
berdiri kokoh. Bangunan di sekitarnya roboh tersapu gelombang tsunami, kecuali pohon kelapa. (Foto: Indra Shalihin)

Masjid berkubah putih di sudut lain kota Meulaboh juga tampak tetap berbentuk.
Sekitarnya, tampak porak-poranda. (Foto:Setpres/Dudi Anung) Hanya 1 Foto yang Perlihatkan Jilatan Api Berlafal Allah
Budi Sugiharto - detikcom


Jilatan api pipa gas Pertamina di Lapindo yang berbentuk lafal Allah (foto: dok. Samuel Johnson/Timnas Lumpur)

Surabaya - Samuel Johnson Sutanto menjepret jilatan api ledakan pipa gas Pertamina di luapan lumpur Lapindo berkali-kali. Dari sekian foto koleksinya, hanya ada satu foto yang memperlihatkan jilatan api itu seperti lafal Allah. "Saya ada beberapa foto jilatan api itu, tapi yang dinilai mirip lafal Allah, cuma satu," kata Samuel sambil menunjukkan foto-foto jilatan api hasil bidikannya kepada detikcom yang menemuinya di kantor Timnas Lumpur Lapindo, Apartemen Sommerset, Surabaya, Kamis (14/12/2006). Menurut dia, foto-foto di awal hanya memperlihatkan pijaran api biasa. Kemudian foto-foto sesudahnya juga tidak istimewa. Dia mengambil foto-foto jilatan api pipa gas Pertamina itu dari tol Porong KM 40 di kawasan Desa Besuki, Porong, Sidoarjo. Saat itu, Samuel yang bekerja sebagai pekerja di bagian drainase Timnas Lumpur Lapindo ini sedang memantau pembuangan lumpur di pond 4. Samuel juga sempat membidikkan kamera digital poket Sony 7,1 Mega Pixel-nya ke arah kawasan Permisan yang berada di sekitar KM 41. Di tempat itu, ada juga bangunan yang memercikkan api. Tapi, hasil jepretan kejilatan api bangunan tersebut tidak bagus, karena jarak yang terlalu jauh dan suasana yang gelap. Samuel tidak mempermasalahkan foto yang diabadikannya ini menyebar ke khalayak ramai. Dia juga telah menyerahkan fotonya ini ke Timnas Lumpur Lapindo. "Saya senang bila foto saya bermanfaat bagi orang lain," ujar dia. Samuel juga mengirimkan foto-foto hasil jepretannya yang disimpan di laptop kepada detikcom. (asy/nrl)
Pemotret Api Berlafal Allah: Saya Lihat Api Itu Bak 2 Naga
Budi Sugiharto - detikcom

Secara tidak sengaja, Samuel Johnson Sutanto memotret jilatan api ledakan gas Pertamina di luapan lumpur Lapindo yang hasilnya, jilatan api itu membentuk lafal Allah. Namun, Samuel selihat foto hasil jepretannya itu sebenarnya lebih mirip dua naga. "Memang, para anggota Timnas Lumpur bilang foto itu menyerupai lafal Allah dan kuda laut. Tapi, di pikiran saya, foto ini menyerupai dua naga," kata pria berumur 26 tahun yang juga pemeluk Katolik yang taat ini kepada detikcom, Kamis {14/12/2006). Samuel yang sering disapa Sony ini tidak masalah bila memang foto hasil bidikannya itu dianggap menyerupai lafal Allah, Tuhan kaum muslim. "Saya sangat menghormati pendapat orang lain yang menilai foto saya itu menyerupai lafal Allah. Tapi, secara pribadi, saya tidak percaya. Saya anggap ini sebuah kebetulan. Tapi yang jelas, foto ini asli, bukan hasil rekayasa," ujar Sony yang tidak keberatan fotonya dipublikasikan di detikcom. Pekerja di bagian drainase Timnas Lumpur Lapindo ini mengaku tidak memiliki firasat apa pun saat dirinya memotret jilatan api pipa gas Pertamina itu. Bahkan, dia sebenarnya memotret jilatan api itu dengan kamera digital poket Sony 7,1Mega Pixel itu secara asal saja. Tidak pilih-pilih objek. Samuel sendiri sebenarnya terkejut mengetahui foto hasil bidikannya itu menjadi perbincangan banyak orang. "Saya terkejut memang. Tapi, sampai sekarang, saya menganggap foto saya ini menyerupai dua naga. Bukan yang lain-lain," kata dia. Dia tersadar fotonya itu menyerupai dua naga pada 23 November 2006, sehari setelah ledakan pipa gas yang menewaskan 13 orang itu. Saat itu, dia sedang menyeleksi foto-foto hasil jepretannya di laptop di kantor Timnas Lumpur Lapindo di Apartemen Sommerset, Surabaya. "Kok jilatan apinya menyerupai dua naga. Tapi, kok banyak orang melihatnya sebagai lafal Allah," ujar dia. (asy/nrl)


Foto jilatan api pipa gas Pertamina di luapan lumpur
Lapindo yang membentuk lafal Allah dalam tulisan Arab benar-benar asli. Foto jilatan api ini buah karya Samuel Johnson Sutanto, salah seorang pekerja di Timnas Lumpur Lapindo. Samuel menjepret jilatan api itu dengan kamera poket digital merek Sony. "Saya jamin foto saya ini asli, tidak ada rekayasa digital," kata pria pemeluk agama Katolik ini kepada detikcom, Kamis (14/12/2006).