hatisuka
Active Member
- Messages
- 1,905
- Joined
- Sep 2, 2007
- Messages
- 1,905
- Reaction score
- 81
- Points
- 30
Empat Injil yang diakui oleh kalangan Masehi saat ini membicarakan tentang proses pembunuhan Isa di mana beliau disalib kemudian beliau bangkit dari kematiannya dan naik ke langit. Semua Injil ini sepakat tentang proses penyaliban Isa dan kematiannya, sebagaimana mereka sepakat tentang tabiat Isa yang mengandung ketuhanan yang bercampur dengan tabiatnya sebagai manusia. Kami akan menyampaikan keyakinan orang-orang Masehi berkaitan dengan Isa sebagaimana diyakini oleh majoriti kaum Nasrani saat ini, kemudian kami akan mengemukakan keyakinan Islam tentang Isa sebagaimana diceritakan oleh Al-Quran al- Karim dan disampaikan oleh para ulama dan disebutkan dalam hadis. Setelah itu, kita akan membicarakan hal-hal yang perlu dibicarakan berkaitan hubungan antara kaum Muslim dan kaum Masehi serta kaitannya dengan akidah mereka.
Injil Mata mengatakan, "Isa ditangkap dan majlis Sanhadirum memutuskan bahawa ia harus dibunuh. Kemudian para anggota majlis itu dari kepala-kepala para pendeta dan para tokoh mereka menghinanya dan mengejeknya serta berbuat aniaya terhadapnya bahkan mereka meludahi wajahnya dan menempelengnya. Sambil mengejek mereka berkata, "beritahukanlah wahai al-Masih siapa yang memukulmu." Setelah itu al-Masih ditangkap dan ia ditetapkan untuk dibunuh.
Adalah sudah menjadi tradisi di kalangan orang-orang Romawi untuk mencambuk orang yang ditetapkan untuk dibunuh sebelum pelaksanaan hukum tersebut. Oleh kerana itu, para penguasa Romawi menetapkan agar al-Masih dicambuk terlebih dahulu. Sedangkan syariat Musa menetapkan agar cambukan itu tidak melebihi empat puluh kali, namun orang-orang Romawi tidak berhenti pada batasan ini bahkan mereka terus mencambuk korban dengan cambukan yang kejam dan terus- menerus sehingga punggung yang bersangkutan hampir saja patah dan nafasnya nyaris tinggal sedikit. Setelah itu, mereka mulai melaksanakan hukum bunuh kepadanya. Demikianlah yang dilakukan oleh tentera terhadap penyelamat kita. (Injil Mata 26)
Selesailah proses pecambukan, lalu penguasa Romawi menyerahkan Isa kepada tentera agar mereka menyalibnya. Kemudian para tentera membuat sesuatu hal yang bermaksud untuk menghibur. Mereka mencabut pakaian Isa yang dilumuri dengan darah yang ada luka di tubuhnya setelah proses pencabukan, lalu mereka memakaikan pakaian merah dengan maksud untuk mengejeknya. Para raja biasanya memakai pakaian merah. Mereka terus menghinanya. Mereka memakaikannya mahkota dari duri dan meletakkannya di atas kepalanya. (Injil Mata 26)
Akhirnya, mereka sampai pada suatu tempat yang bernama Jaljatsah, yaitu suatu tempat di luar pagar Ursyilim. Tradisi Yahudi menetapkan untuk memberi satu gelas khamer yang bercampur dengan minyak wangi bagi orang yang ditetapkan untuk dihukum mati sebelum pelaksanaan hukum. Ini dimaksudkan sebagai alat pembius untuk meringankan penderitaannya. Tetapi para tentera menentang tradisi ini dan mereka memberi al-Masih satu gelas dari cuka yang bercampur dengan sesuatu yang pahit." (Injil Mata 26)
Teks Injil mata mengatakan (cetakan tahun 1972) pada pasal kedua puluh tujuh: "Sehingga mereka sampai ke suatu tempat yang bernama Jaljatsah lalu mereka memberinya minuman keras yang bercampur dengan empedu agar ia meminumnya. Ketika ia merasakannya, ia enggan untuk meminumnya. Kemudian mereka menyalibnya. Kemudian mereka duduk di sana menjaganya dan meletakkan di atas kepalanya suatu tuduhan yang tertulis: Ini adalah Yasu', penguasa Yahudi. Mereka benar-benar menyalibnya bersama Yasim. Salah seorang dari keduanya di sebelah kanannya dan yang lain di sebelah kirinya. Lalu orang-orang yang lewat di tempat itu mencelanya dan berkata, "wahai yang menghancurkan tempat sembahan dan yang membangunnya pada tiga hari, selamatkanlah dirimu dan jika engkau adalah anak Allah, maka turunlah dari tempat penyaliban itu."
Demikianlah sebahagian riwayat kaum Masehi tentang proses penyaliban serta penafsiran mereka berkaitan dengannya. Kami telah menukilnya tanpa memperhatikan tentang catatan yang terdapat dalam Injil Mata yang terbaru, yaitu ia merupakan catatan yang paling baik dalam bentuknya yang terkumpul dari ulama-ulama mereka dan tokoh-tokoh agama Masehi sehingga ia lebih mudah untuk difahami dan lebih sederhana. Kami telah mengemukakan sebahagiannya kepada Anda dalam halaman-halaman ini.
Sementara itu, dalam akidah Islam disebutkan suatu riwayat yang berbeza dengan riwayat yang ada dalam Injil-Injil yang terdapat sekarang, baik yang berhubungan dengan kehidupan akhir yang dialami oleh Isa mahupun tabiat Isa yang merupakan sumber perselisihan setelah pengangkatannya. Al-Quran al-Karim menceritakan bahawa Allah SWT tidak menghendaki Bani Israil untuk membunuh Isa atau menyalibnya tetapi Allah SWT menyelamatkannya dari kekufuran mereka lalu mengangkatnya di sisi-Nya. Mereka tidak berhasil membunuhnya dan tidak berhasil menyalibnya tetapi ia diserupakan seperti orang-orang di antara mereka. Allah SWT berfirman:
"Dan kerana ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh al- Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa, benar- benar dalam keraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepadanya." (QS. an-Nisa': 157-158)
Dan Allah SWT juga berfirman:
"(Ingatlah), ketika Allah berfirman: 'Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu pada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. " (QS. Ali 'Imran: 55)
Injil Mata mengatakan, "Isa ditangkap dan majlis Sanhadirum memutuskan bahawa ia harus dibunuh. Kemudian para anggota majlis itu dari kepala-kepala para pendeta dan para tokoh mereka menghinanya dan mengejeknya serta berbuat aniaya terhadapnya bahkan mereka meludahi wajahnya dan menempelengnya. Sambil mengejek mereka berkata, "beritahukanlah wahai al-Masih siapa yang memukulmu." Setelah itu al-Masih ditangkap dan ia ditetapkan untuk dibunuh.
Adalah sudah menjadi tradisi di kalangan orang-orang Romawi untuk mencambuk orang yang ditetapkan untuk dibunuh sebelum pelaksanaan hukum tersebut. Oleh kerana itu, para penguasa Romawi menetapkan agar al-Masih dicambuk terlebih dahulu. Sedangkan syariat Musa menetapkan agar cambukan itu tidak melebihi empat puluh kali, namun orang-orang Romawi tidak berhenti pada batasan ini bahkan mereka terus mencambuk korban dengan cambukan yang kejam dan terus- menerus sehingga punggung yang bersangkutan hampir saja patah dan nafasnya nyaris tinggal sedikit. Setelah itu, mereka mulai melaksanakan hukum bunuh kepadanya. Demikianlah yang dilakukan oleh tentera terhadap penyelamat kita. (Injil Mata 26)
Selesailah proses pecambukan, lalu penguasa Romawi menyerahkan Isa kepada tentera agar mereka menyalibnya. Kemudian para tentera membuat sesuatu hal yang bermaksud untuk menghibur. Mereka mencabut pakaian Isa yang dilumuri dengan darah yang ada luka di tubuhnya setelah proses pencabukan, lalu mereka memakaikan pakaian merah dengan maksud untuk mengejeknya. Para raja biasanya memakai pakaian merah. Mereka terus menghinanya. Mereka memakaikannya mahkota dari duri dan meletakkannya di atas kepalanya. (Injil Mata 26)
Akhirnya, mereka sampai pada suatu tempat yang bernama Jaljatsah, yaitu suatu tempat di luar pagar Ursyilim. Tradisi Yahudi menetapkan untuk memberi satu gelas khamer yang bercampur dengan minyak wangi bagi orang yang ditetapkan untuk dihukum mati sebelum pelaksanaan hukum. Ini dimaksudkan sebagai alat pembius untuk meringankan penderitaannya. Tetapi para tentera menentang tradisi ini dan mereka memberi al-Masih satu gelas dari cuka yang bercampur dengan sesuatu yang pahit." (Injil Mata 26)
Teks Injil mata mengatakan (cetakan tahun 1972) pada pasal kedua puluh tujuh: "Sehingga mereka sampai ke suatu tempat yang bernama Jaljatsah lalu mereka memberinya minuman keras yang bercampur dengan empedu agar ia meminumnya. Ketika ia merasakannya, ia enggan untuk meminumnya. Kemudian mereka menyalibnya. Kemudian mereka duduk di sana menjaganya dan meletakkan di atas kepalanya suatu tuduhan yang tertulis: Ini adalah Yasu', penguasa Yahudi. Mereka benar-benar menyalibnya bersama Yasim. Salah seorang dari keduanya di sebelah kanannya dan yang lain di sebelah kirinya. Lalu orang-orang yang lewat di tempat itu mencelanya dan berkata, "wahai yang menghancurkan tempat sembahan dan yang membangunnya pada tiga hari, selamatkanlah dirimu dan jika engkau adalah anak Allah, maka turunlah dari tempat penyaliban itu."
Demikianlah sebahagian riwayat kaum Masehi tentang proses penyaliban serta penafsiran mereka berkaitan dengannya. Kami telah menukilnya tanpa memperhatikan tentang catatan yang terdapat dalam Injil Mata yang terbaru, yaitu ia merupakan catatan yang paling baik dalam bentuknya yang terkumpul dari ulama-ulama mereka dan tokoh-tokoh agama Masehi sehingga ia lebih mudah untuk difahami dan lebih sederhana. Kami telah mengemukakan sebahagiannya kepada Anda dalam halaman-halaman ini.
Sementara itu, dalam akidah Islam disebutkan suatu riwayat yang berbeza dengan riwayat yang ada dalam Injil-Injil yang terdapat sekarang, baik yang berhubungan dengan kehidupan akhir yang dialami oleh Isa mahupun tabiat Isa yang merupakan sumber perselisihan setelah pengangkatannya. Al-Quran al-Karim menceritakan bahawa Allah SWT tidak menghendaki Bani Israil untuk membunuh Isa atau menyalibnya tetapi Allah SWT menyelamatkannya dari kekufuran mereka lalu mengangkatnya di sisi-Nya. Mereka tidak berhasil membunuhnya dan tidak berhasil menyalibnya tetapi ia diserupakan seperti orang-orang di antara mereka. Allah SWT berfirman:
"Dan kerana ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh al- Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa, benar- benar dalam keraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepadanya." (QS. an-Nisa': 157-158)
Dan Allah SWT juga berfirman:
"(Ingatlah), ketika Allah berfirman: 'Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu pada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. " (QS. Ali 'Imran: 55)
Last edited:
