Alhamdullillah..
Hehee...Makan katak Eboss???
Wife saya...Usah kata makan....tengok katak kat TV pun boleh termuntah...Geli betui dia dgn katak...
Saya memang o.kje dgn katak...(bukan o.k makan

) tapi...saya tak geli & boleh je handle by hand...in fact...masa kecik kecik dulu...sentiasa ada katak yg "jadi peninggu" kat bawah dapur rumah opah saya...saiz dia...besar buah nyor!....kengkadang saya nakal..tolak dia jatuh ke tanah (rumah kg bertiang)...Tapi...tak lama ...akan nampak dia ada balik kat situ....MISTIK..
Bab Hukum Makan katak...Guru saya kata....HARAM MAKAN SEBAB HARAM MEMBUNUH KATAK!
(seperti hadith yg dibawa NEMO)
. Kodok adalah binatang yang dilarang oleh Rasulullah SِAW untuk dibunuh. Jika suatu binatang tidak boleh dibunuh, logikanya tentu tidak boleh dimakan karena bagaimana mungkin boleh dimakan kalau tidak dibunuh terlebih dahulu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, aI-Hakim, Abu Daud dan an-Nasa'i dari sahabat Abdurrahman ibn Utsman al-Quraisyi RA.:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ اْلقُرَشِيِّ أَنَّ طَبِيْبًا سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ عَنِ الضِّفْدَعِ يَجْعَلُهَا فِي دَوَاءٍ فَنَهَى عَنْ قَتْلِهَا (رواه أحمد والحاكم وأبو داود والنسائي)
Artinya:
"Dari Abdurrahman bin Utsman al-Qurasyi, bahwasannya seorang tabib (dokter) bertanya kepada Rasulullah SAW tentang katak yang dipergunakannya untuk campuran obat,
lalu Rasulullah melarang membunuhnya"
Jumhur Ulama yang mengharamkan memakan katak.
Walau ada khilaf....Adalah terlebih baik kita "Meraikan khilaf Ulama"...iaitu...mengelak drp membuatnya..(makan)..
juga karena ikhtiyat (berhati-hati).
Sebagaimana telah disabdakan Rasulullah SAW dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Nu'man ibn al-Basyir ra. :
فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَي يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ
( رواه البخارى ومسلم)
Ertinya:
"
Barangsiapa menghindarkan diri dari syubhat, maka dia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatan¬nya. Dan barangsiapa terjerumus ke dalam sesuatu yang syubhat, maka dia pasti akan terjatuh dalam sesuatu yang haram.
Seperti seorang pengembala yang mengembala haiwan di sekitar pagar, pasti mudah sekali makan tanaman di dalamnya. Ketahuilah bahwa tiap-tiap raja (pemilik( mempunyai batas-batas larangan. Dan batas larangan Allah SWT ialah segala apa yang diharamkan-Nya".
(H.R. Bukhari dan Muslim).