BTC USD 80,864.6 Gold USD 4,382.33
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Hukum kencing berdiri

bergantung pada tempatlah.. sekiranya tempat pembuangan itu berkeadaan diri takkan lah nak DUDUK.. tak ke menyeksa tu..

seperti juga disemak2 yang berduri.. takkan nak duduk juga... naya lah...

sama juga seperti situasi sekarang.. sekiranya tandas duduk lebih sesuai untuk berdiri tapi bila tandas cangkung maka lebih sesuai duduk..

itulah kaedahnya..
 
info berguna da.. den pon kadang2 kencing berdiri.. kalau kencing berdiri sure ade lebihan kencing lepas pkai sluar.. ades...

kena urut2 dari pangkal sampai ke hujung bro.pastu batuk la sket dalam 2,3 kali ke.aku buat camtu kalau kencing berdiri
 
nasihat aku kita sama2 bw perkara ni jumpa ngan guru agama. tanya kesahihan perkara ni. jgn percaya terus sj. sbb kita x kenal sapa yg tulis. maaf ye tt, bukan niat nk memburuk kn.
cuma beringat takut jd cam cukur bulu kening ngan melacur x haram plk nnt.
semoga kita berada d landasan yg benar. amin.
 
yg hadisth mmg betul .. aku ada postkan kat facebook aku ...

ada yg lain pula ..

BOLEHKAH BUANG AIR KECIL SAMBIL BERDIRI?

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz


Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bolehkah seseorang buang air kecil sambil berdiri ? Perlu diketahui bahwa tidak ada bagian dari tubuh atau pakaian yang terkena najis tersebut ?

Jawaban
Boleh saja buang air kecil sambil berdiri, terutama sekali bila memang diperlukan, selama tempatnya tertetutup dan tidak ada orang yang dapat melihat auratnya, dan tidak ada bagian tubuhnya yang terciprati air seninya. Dasarnya adalah riwayat dari Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa salalm pernah menuju sebuah tempat sampah milik sekelompok orang, lalu beliau buang air kecil sambil berdiri. Hadits ini disepakati keshahihannya. Akan tetapi yang afdhal tetap buang air kecil dengan duduk. Karena itulah yang lebih sering dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, selain juga lebih dapat menutupi aurat dan lebih jarang terkena cipratan air seni.

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal edisi Indonesia Fatawa bin Baaz I, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Penerjemah Abu Umar Abdullah, Penerbit At-Tibyan - Solo]
 
lg ttg kencing berdiri ..

HUKUM TEMPAT KENCING YANG BERGANTUNG

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan


Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Di tempat kami bekerja ada tempat kencing yang bergantung. Sebagian teman menggunakannya dengan memakai celana panjang dan kencing sambil berdiri yang tidak menjamin bahwa air urine tidak mengenai celana panjang. Pada suatu hari saya memberi nasehat kepadanya, ia menjawab "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melarang hal tersebut". Saya mohon nasehat dan petunjuk.

Jawaban
Boleh bagi seseorang kencing sambil berdiri, apabila bisa terjaga dari percikan air kencing ke badan dan pakaiannya, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri si suatu saat [1]. Terutama apabila hal tersebut sangat dibutuhkan karena sempitnya pakaiannya atau karena ada penyakit di tubuhnya, namun hukumnya makruh kalau tidak ada kebutuhan.

[Kitab Ad-Da'wah 8, Alu Fauzan 3/46]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerbit Darul Haq]

tak paham lg tanya ustaz2 or ustaza .. :D
 
Back
Top
Log in Register