wanzex
CG Top Poster Club

- Messages
- 35,552
- Joined
- Jul 12, 2006
- Messages
- 35,552
- Reaction score
- 1,107
- Points
- 191
AN NAAZIAAT 24. (Seraya) berkata:”Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.”(ucapan Fir’aun)
Ayat tersebut menegaskan serangkaian akumulasi(serangkaian kejadian) perbuatan Fir’aun. Jadi bukan sekedar ucapan saja, tapi ada perbuatan-perbuatan sebelumnya yang mengiringi dan puncaknya adalah ketika ia mengucapkan kata seperti tersebut di atas.
Lantas apa sebenarnya perbuatan Fir’aun ?
Apakah firaun mengaku sebagai YANG MAHAKUASA ?….tidak !
ASY-SYU’AARA 34. Fir’aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai, Fir’aun perlu berunding ketika menemui kesulitan, ini membuktikan Fir’aun tidak mengaku sebagai YANG MAHAKUASA.
Apakah Fir’aun tidak mengakui Tuhan dan Nabi Musa ?……tidak juga.
AL A’ RAAF 134. Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.”
Terbukti Fir’aun mengakui Kenabian Nabi musa dan Mengakui bahwa yang mampu menghalau segala macam bencana hanyalah ALLAH.
Apakah Fir’aun mengaku berkuasa atas alam semesta ?….tidak juga.
AZ ZUKHRUF 51. Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya
(seraya) berkata: “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?
Dia hanya berkuasa di Negeri Mesir. Ia tahu dan menyadari hal tsb .
Apakah Fir’aun melarang Umat Islam (waktu itu) melaksanakan sholat…?…Sama sekali tidak.
Q.S.YUNUS: 80 s/d 87
Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.” Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.
Lalu mereka berkata: “Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.”
Jadi apa sebenarnya dosa yang paling besar dari Fir’aun?
Jawabnya :
Analisa berawal dari sini.
ASY-SYU’AARA 29. Fir’aun berkata: “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan.”
Kuncinya adlah pada kata “dipenjarakan”. Penjara di dunia manapun hanya diperuntukkan bagi pelanggar “hukum/aturan”.
Penyembahan kepada Fir’aun itu bukan penyembahan seperti sholat, sembahyang kepada Fir’aun, tapi ketaatan pada hukumnya Fir’aun itulah bentuk penyembahan yang dimaksud ayat tersebut.
Ayat dibawah ini akan memperjelas :
AL Mu’minuun 47. Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?”
Dari ayat diatas menunjukkan, dosa Fir’aun yang utama adalah menyuruh manusia “Taat “kepada Hukum-Hukumnya!
AZ ZUKHRUF 54. Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya lalu mereka “taat” kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
jadi ketaatan yang dimaksud Fir’aun adalah taat pada “hukum/aturan” yang ia buat.
Bagi Allah ini pelanggaran berat mengingat ayat tersebut dibawah ini. AL AN’AAM 57. ….. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.”
....bersambung/
Ayat tersebut menegaskan serangkaian akumulasi(serangkaian kejadian) perbuatan Fir’aun. Jadi bukan sekedar ucapan saja, tapi ada perbuatan-perbuatan sebelumnya yang mengiringi dan puncaknya adalah ketika ia mengucapkan kata seperti tersebut di atas.
Lantas apa sebenarnya perbuatan Fir’aun ?
Apakah firaun mengaku sebagai YANG MAHAKUASA ?….tidak !
ASY-SYU’AARA 34. Fir’aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai, Fir’aun perlu berunding ketika menemui kesulitan, ini membuktikan Fir’aun tidak mengaku sebagai YANG MAHAKUASA.
Apakah Fir’aun tidak mengakui Tuhan dan Nabi Musa ?……tidak juga.
AL A’ RAAF 134. Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.”
Terbukti Fir’aun mengakui Kenabian Nabi musa dan Mengakui bahwa yang mampu menghalau segala macam bencana hanyalah ALLAH.
Apakah Fir’aun mengaku berkuasa atas alam semesta ?….tidak juga.
AZ ZUKHRUF 51. Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya
(seraya) berkata: “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?
Dia hanya berkuasa di Negeri Mesir. Ia tahu dan menyadari hal tsb .
Apakah Fir’aun melarang Umat Islam (waktu itu) melaksanakan sholat…?…Sama sekali tidak.
Q.S.YUNUS: 80 s/d 87
Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.” Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.
Lalu mereka berkata: “Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.”
Jadi apa sebenarnya dosa yang paling besar dari Fir’aun?
Jawabnya :
Analisa berawal dari sini.
ASY-SYU’AARA 29. Fir’aun berkata: “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan.”
Kuncinya adlah pada kata “dipenjarakan”. Penjara di dunia manapun hanya diperuntukkan bagi pelanggar “hukum/aturan”.
Penyembahan kepada Fir’aun itu bukan penyembahan seperti sholat, sembahyang kepada Fir’aun, tapi ketaatan pada hukumnya Fir’aun itulah bentuk penyembahan yang dimaksud ayat tersebut.
Ayat dibawah ini akan memperjelas :
AL Mu’minuun 47. Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?”
Dari ayat diatas menunjukkan, dosa Fir’aun yang utama adalah menyuruh manusia “Taat “kepada Hukum-Hukumnya!
AZ ZUKHRUF 54. Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya lalu mereka “taat” kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
jadi ketaatan yang dimaksud Fir’aun adalah taat pada “hukum/aturan” yang ia buat.
Bagi Allah ini pelanggaran berat mengingat ayat tersebut dibawah ini. AL AN’AAM 57. ….. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.”
....bersambung/