BTC USD 62,528.2 Gold USD 4,328.60
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Diantara Karomah Para Wali.

mukjizat ni nak bagi pengikut nabi tersebut yakin terhadap kebenaran ajaran yang dibawa oleh nabi tersebut..dan mukjizat tu pun bukan pada setiap masa..macam kisah nabi musa..tuhan suruh dia baling tongkat dia ketika berhadapan dengan tukang sihir firaun..dan pada masa yang lain tuhan suruh dia ketuk tongkat dia untuk belah laut..benda tu terjadi pun atas suruhan tuhan..

yang karomah ni pula untuk apa??macam mana tuhan bagi arahan kat wali-wali ni??wali-wali ni kira tergolong dalam golongan yang dapat wahyu ke??sampai boleh dapat arahan direct dari tuhan untuk tunjukkan karomah pada masyarakat??

Wali ni golonganya sedikit dan doanya mustajab dan mereka ni adalah dikalangan yang dikasihi Allah taala, berdasarkan firman Allah 'barangsiapa yang memusuhi waliku maka aku memeranginya'. L.kurang pengertian ayat.

Karamah ni kelebihan yang mencarik adat khusus untuk para wali2 pilihanNya. Kadang2 ianya anugerah, bukanya wali2 ni minta pun.
 
kenapa yang ada karomah semua tak pegi bantu mujahideen kita? teleport ke assad ke, trus bunuh. Org arab takde karomah ke.

Di kalangan mujahidin pun ada para wali, kawan saya tahun lepas pergi ke palestin dapat melihat banyak bom2 Israel yang terdampar tak meletup disitu.
 
seorang wali x tahu pun dia adalah waliAllah dan tidak pernah menggelar dirinya sebagai wali. Cuma orang yang terlihat karomah (anugerah) itu yang menggelarnya sebagai wali.

Ada juga wali yang mengetahui diri dia wali tapi dia merahsiakanya.
 
kenapa yang ada karomah semua tak pegi bantu mujahideen kita? teleport ke assad ke, trus bunuh. Org arab takde karomah ke.

Nak caya pun ok tak nak caya pun ok


Kisah karomah mujahidin ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).


Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah periukapi yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.


“Saya telah menanam sebuah periukapi. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam periukapi,” kata pejuang tadi.


Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira periukapi itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.


Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.


“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.


Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati periukapi yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” terjadi. Periukapi itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.


Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,


“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”


Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.


Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.


“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.
 
Alhamdulillah, terima kasih atas penjelasan.:)cgrock

Nak caya pun ok tak nak caya pun ok


Kisah karomah mujahidin ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).


Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah periukapi yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.


“Saya telah menanam sebuah periukapi. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam periukapi,” kata pejuang tadi.


Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira periukapi itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.


Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.


“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.


Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati periukapi yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” terjadi. Periukapi itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.


Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,


“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”


Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.


Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.


“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.
 
Back
Top
Log in Register