Takutlah Kamu Terhadap Do’a Orang Yang Dizholimi Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallaahu ‘anhuma, sesungguhnya Nabi shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam telah mengutus Mu’adz ke negeri Yaman, beliau berwasiat kepadanya, salah satu sabda beliau padanya adalah, واتقِ دعوة المظلوم، فإنها ليس بينها وبين اللَّه حجاب “Dan takutlah kamu terhadap do’a orang yang dizholimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara do’anya itu dengan Allah.” {HR. Al-Bukhori (no.1395, 2448).** Salah satu kasus mengenai ini adalah kisah Sa’ad rodhiyallaahu ‘anhu dengan Abu Sa’dah pada saat orang bertanya kepada Abu Sa’dah tentang Sa’ad, maka dia berkata, “Sesungguhnya Sa’ad adalah orang yang tidak keluar untuk jihad bersama rombongan perang, dia tidak membagi dengan rata, dan dia tidak berbuat adil dalam memutuskan perkara.” Lalu Sa’ad berkata, “Demi Allah, aku akan berdo’a dengan tiga perkara, اللَّهم إن كان عبدك هذا كاذباً، قام رياء وسمعة، فأطل عمره، وأطل فقره، وعرّضه بالفتن “Ya Allah, jika hambaMu itu dusta, melakukan ini karena riya’, dan hanya ingin dikenal orang, maka panjangkanlah umurnya, panjangkanlah kefaqirannya dan jadikanlah dia sasaran fitnah-fitnah”.” Do’a Sa’ad dikabulkan dan di kemudian hari, apabila Abu Sa’dah ditanya, dia berkata, “(Aku adalah) orang tua yang terkena fitnah dan tertimpa do’a Sa’ad.” Abdul Malik berkata, “Aku melihat Abu Sa’dah berjatuhan kedua alis matanya karena terlalu tuanya, dan dia menjadikan budak-budak perempuan di jalan sebagai sasaran bermain-main atau meraba-raba mereka dengan tangannya.” {HR. Al-Bukhori (2/236, no.755). Muslim (1/334, no.453).** Kisah lain, Arwa binti Uwais berselisih paham dengan Sa’id bin Zaid rodhiyallaahu ‘anhu di hadapan Marwan Ibnu Al-Hakam. Arwa menuduh bahwa Sa’id telah mengambil sebagian dari tanahnya, Sa’id berkata, “Apakah aku akan mengambil tanahnya, setelah aku mendengar sabda Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam?” Lalu (Marwan) berkata, “Apa yang kamu dengar dari Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam?” Beliau berkata, “Aku mendengar Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda, من أخذ شبراً من الأرض بغير حقِّه طُوِّقه إلى سبع أرضين “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah yang bukan haknya, maka dia akan dikalungkan dengan tujuh lapis tanah pada hari kiamat”.” Kemudian Sa’id berdo’a, اللَّهم إن كانت كاذبة فأعمِ بصرها، واجعل قبرها في دارها “Ya Allah, jika wanita ini berdusta, maka butakanlah matanya dan jadikanlah kuburannya di rumahnya.” Yang meriwayatkan kisah ini berkata, “Aku melihat wanita itu buta dan meraba-raba dinding seraya berkata, “Do’a Sa’id bin Zaid telah menimpaku.” Lalu pada saat dia berjalan di rumahnya, dia melewati sebuah sumur yang ada di tempat itu, dan ia terperosok di dalamnya, maka jadilah sumur itu kuburannya.” {Diriwayatkan Muslim (no.161, 2/1230).** Dan dari Abu Huroiroh rodhiyallaahu ‘anhu, Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda, دعوة المظلوم مستجابة، وإن كان فاجراً ففجوره على نفسه “Do’a orang yang terzholimi mustajab walaupun dia sendiri adalah seorang durjana (pendosa), karena kejahatannya itu adalah tanggung jawab dirinya sendiri.” {HR. Ahmad (2/367). Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah (2/407, no.767). Shohih Al-Jami’ (3/145, no.3377).**