BTC USD 84,278.0 Gold USD 4,290.40
Time now: Jun 1, 12:00 AM

cerita Tsalabah bin Haathib

underscore

Legendary Member
gem
Messages
19,745
Joined
Sep 20, 2008
Messages
19,745
Reaction score
5,497
Points
486
TSALABAH- KISAH YANG TIDAK BENAR

Kuliah subuh di satu masjid ,seorang ustaz bercerita kisah Tsalabah.Saya sentuh sikit untuk membetulkan dan untuk kita semua tak tersalah anggapan kpd Tsalabah.seorang sahabat nabi.

Tsalabah bin Haathib dikatakan miskin hingga terpaksa berkongsi kain ddngan isterinya,kemudian telah didoakan oleh nabi hingga kambingnya membiak dengan banyak.Kemudian nabi mengutus orang meminta zakat binatang peliharaan tetapi Tsalabah menolak.Lalu turun ayat quran surah Taubah 75-76,dan setelah itu Tsalabah nak beri zakat tetapi nabi menolak.Masa zaman sahabat Abu Bakar dan Umar,zakat Tsalabah juga ditolak oleh sahabat.

Para ulamak menyatakan hadis ini daif dan tidak boleh menjadi hujah.
Imam Ibnu Hazm, ia berkata: “Riwayat ini bathil.” [l-Muhalla (XI/207-208).]Al-hafizh al-’Iraqy berkata: “Riwayat ini dha’if.” [Lihat Takrij Ahaadits Ihya’ Ulumuddin (III/287).]
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany berkata: “Riwayat tersebut dha’if dan tidak boleh dijadikan hujjah.” [Lihat Fat-hul Baari (III/266)]
Ibnu Hamzah menukil perkataan Baihaqi: “(Riwayat ini) dha’if.” [Lihat al-Bayan wat Ta’rif (III/66-67)]
Al-Munawi berkata: “(Riwayat ini) dha’if.” [Lihat Fai-dhul Qadir (IV/527).]

Tsa’labah bin Haathib adalah seorang Sahabat yang ikut dalam perang Badar sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab ats-Tsiqaat (III/36)Ibnu ‘Abdil Barr dalam kitab al-Istii’ab (hal. 122).
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany di dalam kitab al-Ishaabah fii Tamyiizish Shahaabah (I/198). Beliau berkata: “Tsa’labah bin Hathib adalah Shahabat yang ikut (hadir) dalam perang Badar."

Sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang ahli Badar:." Tidak akan masuk Neraka seseorang yang ikut serta dalam perang Badar dan perjanjian Hudaibiyah.” [HR. Ahmad (III/396), lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahihah (no. 2160)]

Kata Imam al-Qurthuby : “Tsa’labah adalah badry (orang yang ikut perang Badar), Anshary, Shahabat yang Allah dan Rasul-Nya saksikan tentang keimanannya... , adapun yang diriwayatkan tentang dia (tidak bayar zakat) adalah riwayat yang TIDAK SHAHIH. [Tafsir al-Qurthuby (VIII/133)

Kesimpulannya cerita Tsalabah bin Haathib ini kena dihentikan kerana hadis nabi "Barangsiapa mencela Shahabatku, maka ia mendapat laknat dari Allah, Malaikat dan seluruh manusia.” [ HR. Ath-Thabrani di dalam kitab al-Mu’jamul Kabir (XII/110, no. 12709) dan hadits ini telah dihasankan oleh Imam al-Albany .


Menghina sahabat nabi apalagi yg dijanjikan syurga adalah satu dosa.Lebih teruk jika kisah itu tidak benar.Jika Tsalabah bin Haathib ini ahli badr,kisah yg membawanya ke neraka ini tentu tidak benar.

Seorang lagi Ialah Tsalabah bin Abd Rahman,walaupun kisahnya melihat betis wanita berkesudahan baik,tetapi fatwa menyebut kisah ini tidak benar dan as Sayuti menyebutnya palsu menyebutnya palsu.Pilihlah kisah yg disahihkan, jangan kadar menyambung cerita orang.Jika jd ustaz pun,biar apa yg dicakap,benar belaka kerana orang akan menyambung cakap kita.Wallahu a'lam abdghaniharon
 
ada dengar melalui radio cerita ni minggu lps. dengan penuh semangat ustaz tu 'meburukkan' sahabat nabi SAW :(

status cerita di atas:
-Imam al-Bukhari dalam kitabnya berkata: “Ali bin Yazid, Abu ‘Abdil Malik al-Hany ad-Dimasyqy adalah seorang perawi yang Munkarul Hadits.”
-Imam an-Nasa-i berkata: “Ia meriwayatkan dari Qasim bin ‘Abdirrahman, ia Matrukul Hadits.” [Lihat adh-Dhu’afaa’ wal Matrukiin (no. 455).]
-Imam ad-Daraquthny berkata: “Ali bin Yazid dan Abu Abdil Malik adalah matruk (yang ditingggalkan hadisnya dan tertuduh dusta).”
-Ibnu Hajar berkata: “Ia adalah seorang rawi yang lemah dan ia sering memursalkan hadits.” [Taqriibut Tahdziib (II/194, no. 6771)]
-Imam Ibnu Hazm, ia berkata: “Riwayat ini bathil.” [l-Muhalla (XI/207-208).]
-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany berkata: “Hadits ini dha’ifun jiddan.” [Lihat Silsilatul Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah (IX/78 no. 4081)]

semak status hadis sebelum sebar!


wallahualam
 
Back
Top
Log in Register