BTC USD 48,284.7 Gold USD 1,754.18
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Cara Islam Indonesia Memandang Pernikahan Beda Agama

akudotcom

Legendary Member
Joined
Jun 17, 2007
Messages
18,090
Reaction score
2,776
Points
201

Cara Islam Memandang Pernikahan Beda Agama​

TAJIL

CNN Indonesia

Selasa, 27/04/2021 04:37

430194e3-3fe3-4fe8-b343-ce26eb1093af_169.jpg

Ilustrasi. Islam, diwakili oleh para ulamanya, mengatakan pernikahan berbeda agama sebaiknya dihindari. (StockSnap/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang pernikahan beda agama.





Tanya

Bagaimana Islam memandang nikah beda agama?


Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Apakah menikah dengan yang beda agama diperbolehkan? Tentu kita perlu memahami lebih dahulu esensi pernikahan itu.

Agama Islam memaknai pernikahan sebagai peristiwa sakral. Itulah mengapa seorang laki-laki dan perempuan yang akan menjadi pasangan suami istri di awal ketika akan membangun komitmen rumah tangga dia harus melakukan akad yaitu perjanjian atau kesepakatan.

Dan dalam Islam dikenal dengan istilah mitsaqan ghalidza atau ikatan yang begitu kokoh. Jadi komitmen akan kewajiban dan hak masing-masing pihak suami terhadap istri dan sebalik mesti dikukuhkan dalam sebuah ikatan perjanjian yang disepakati bersama.

Ketika membangun rumah tangga di mana kita tahu keluarga adalah unit terkecil yang ada di tengah masyarakat. Tentu, kesamaan cara pandang, sikap, dan bentuk praktik amalan khusus yang terkait keagamaan harus jadi kesepakatan bersama.

Bagaimana ketika pasangan tersebut berbeda agama? Bisakah dilangsungkan pernikahan?

Islam, diwakili oleh para ulamanya, mengatakan pernikahan berbeda agama sebaiknya dihindari. Yang diperbolehkan, ketika seorang Muslim ingin menikahi seorang perempuan yang tidak beragama Islam diperbolehkan jika perempuan tersebut beragama Nasrani atau Yahudi.

Di luar agama itu diharamkan karena sebagian ulama berpandangan bahwa agama Nasrani dan Yahudi juga menganut keyakinan akan keesaan Tuhan. Namun, sebagian ulama berpendapat sebaiknya perbedaan agama ini bisa diminimalisasi.

Agama ini menyangkut keyakinan dan keimanan, ketika ada perbedaan, dikhawatirkan akan mengganggu komitmen yang semestinya dijaga, dipelihara, dan dirawat bersama.

Dalam agama Islam, hubungan suami istri adalah hubungan penuh kesalingan, saling menghargai, menghormati, dan menebar kasih sayang ke sesamanya. Maka kemudian agama menjadi sesuatu yang penting.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.
 
Sponsored Post
Sponsored Post

CG Sponsors




Top
Log in Register