AceGlobal13
Active Member
- Messages
- 1,969
- Joined
- Dec 22, 2008
- Messages
- 1,969
- Reaction score
- 81
- Points
- 30
Imam Abu Ishaq ats-Tsa`labi pula telah mengeluarkan riwayat kisah dengan sandaran 2 sanad yang muktabar dalam tafsirannya bagi surah al-Ma`arij menerusi kitab Al-Kabir:
“Ketika Rasulullah s.a.w berada di Ghadir Khum, baginda menyeru orang ramai agar berkumpul. Lalu baginda memegang tangan Ali dan bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya" Setelah itu, berita pertabalan tersebut tersebar ke seluruh pelusuk negeri. Ketika berita tersebut sampai ke pengetahuan al-Harits bin an-Nu`man al-Fihri, dia langsung bertemu Nabi dengan menaiki untanya. Sejurus tiba, dia berkata: Wahai Muhammad, kamu telah memerintahkan kami agar mengaku bahawa tiada Tuhan selain Allah dan kamu adalah Rasul-Nya, maka kami menerimanya. Kamu memerintahkan kami solat 5 waktu, maka kami menerimanya. Kamu memerintahkan kami mengeluarkan zakat, maka kami menerimanya. Kamu memerintahkan kami berpuasa di bulan Ramadhan, maka kami menerimanya. Kamu memerintahkan kami melaksanakan haji, maka kami menerimanya. Namun kamu tidak cukup puas dengan itu sahaja, hingga kamu mengangkat sepupumu (Ali) dan mengutamakannya daripada kami dengan katamu: "Barangsiapa yang menjadikan aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya" Apakah perkara ini datangnya dari kamu atau dari Allah?! Baginda lalu menjawab:
Mendengarkan jawapan tersebut, lantas Harits berpaling lalu menuju ke tunggangannya sambil berkata: Ya Allah, sekiranya apa yang diucapkan Muhammad itu benar, maka Engkau hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah ke atas kami azab yang pedih! Belumpun sempat dia sampai ke tunggangannya, tiba-tiba sebiji batu dilemparkan dari langit terus di atas kepalanya menembusi keluar ke duburnya lalu dia terbunuh. Dengannya maka turunlah ayat yang berbunyi:
Rujuk kisah tersebut menerusi kitab-kitab berikut:
1. Nuzm Durar as-Simthin: Zarandi al-Hanafi: Hal. 93
2. Nurul Absar: Syablanji: Hal. 71
3. Tadzkiratul Khawas: Sibt Ibnul Jauzi al-Hanafi: Hal. 30
4. Al-Fusulul Muhimmah: Ibnu Sabbagh al-Maliki: Hal. 25
5. Yanabi`ul Mawaddah: Qanduzi al-Hanafi: Hal. 328
6. Sirah al-Halabiyah: Burhanuddin al-Halabi asy-Syafi`ie: Jil. 3 Hal. 274
7. Syawahidul Tanzil: Hakim al-Huskani al-Hanafi: Jil. 2 Hal. 286. Hadits No. 1030, 1031, 1033 dan 1034.
8. Tafsir al-Qurthubi, Tafsir Abi Sa`ud dan Tafsir al-Manar: Ayat berkenaan.
“Ketika Rasulullah s.a.w berada di Ghadir Khum, baginda menyeru orang ramai agar berkumpul. Lalu baginda memegang tangan Ali dan bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya" Setelah itu, berita pertabalan tersebut tersebar ke seluruh pelusuk negeri. Ketika berita tersebut sampai ke pengetahuan al-Harits bin an-Nu`man al-Fihri, dia langsung bertemu Nabi dengan menaiki untanya. Sejurus tiba, dia berkata: Wahai Muhammad, kamu telah memerintahkan kami agar mengaku bahawa tiada Tuhan selain Allah dan kamu adalah Rasul-Nya, maka kami menerimanya. Kamu memerintahkan kami solat 5 waktu, maka kami menerimanya. Kamu memerintahkan kami mengeluarkan zakat, maka kami menerimanya. Kamu memerintahkan kami berpuasa di bulan Ramadhan, maka kami menerimanya. Kamu memerintahkan kami melaksanakan haji, maka kami menerimanya. Namun kamu tidak cukup puas dengan itu sahaja, hingga kamu mengangkat sepupumu (Ali) dan mengutamakannya daripada kami dengan katamu: "Barangsiapa yang menjadikan aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya" Apakah perkara ini datangnya dari kamu atau dari Allah?! Baginda lalu menjawab:
فوالله الذى لا اله الا هو إنّ هذا لمن الله عزّ وجلّ
"Demi Dia yang tiada Tuhan selain-Nya! Sesungguhnya perkara itu benar-benar dari perintah Allah"
"Demi Dia yang tiada Tuhan selain-Nya! Sesungguhnya perkara itu benar-benar dari perintah Allah"
Mendengarkan jawapan tersebut, lantas Harits berpaling lalu menuju ke tunggangannya sambil berkata: Ya Allah, sekiranya apa yang diucapkan Muhammad itu benar, maka Engkau hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah ke atas kami azab yang pedih! Belumpun sempat dia sampai ke tunggangannya, tiba-tiba sebiji batu dilemparkan dari langit terus di atas kepalanya menembusi keluar ke duburnya lalu dia terbunuh. Dengannya maka turunlah ayat yang berbunyi:
سأل سائل بعذاب واقع * للكافرين ليس له دافع * من الله ذي المعارج
"Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi, untuk orang-orang kafir yang tidak seorangpun dapat menolaknya, (yang datang) dari Allah Yang memiliki tempat-tempat naik" [al-Ma`arij: 1-3]
"Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi, untuk orang-orang kafir yang tidak seorangpun dapat menolaknya, (yang datang) dari Allah Yang memiliki tempat-tempat naik" [al-Ma`arij: 1-3]
Rujuk kisah tersebut menerusi kitab-kitab berikut:
1. Nuzm Durar as-Simthin: Zarandi al-Hanafi: Hal. 93
2. Nurul Absar: Syablanji: Hal. 71
3. Tadzkiratul Khawas: Sibt Ibnul Jauzi al-Hanafi: Hal. 30
4. Al-Fusulul Muhimmah: Ibnu Sabbagh al-Maliki: Hal. 25
5. Yanabi`ul Mawaddah: Qanduzi al-Hanafi: Hal. 328
6. Sirah al-Halabiyah: Burhanuddin al-Halabi asy-Syafi`ie: Jil. 3 Hal. 274
7. Syawahidul Tanzil: Hakim al-Huskani al-Hanafi: Jil. 2 Hal. 286. Hadits No. 1030, 1031, 1033 dan 1034.
8. Tafsir al-Qurthubi, Tafsir Abi Sa`ud dan Tafsir al-Manar: Ayat berkenaan.
